Anda di halaman 1dari 51

S1 Teknik Telekomunikasi

Fakultas Teknik Elektro

MODEL TRAFIK ERLANG-B


REKAYASA TRAFIK | TTH3J3 | Kur. 2016 | 2017/2018
2

Model Erlang B

Berkas masuk Berkas keluar

Switching network

s=∞ n=N
3

Model Erlang B

Kondisi sistem :
• kedatangan panggilan acak (random arrival)
• waktu pendudukan : distribusi eksponensial negative
• disiplin operasi :
– sumber trafik tak terbatas (∞)
– jumlah saluran yang melayani : N , terbatas. Panggilan yang datang
pada waktu semua saluran sibuk, akan dihilangkan. (block call cleared)
 sistem rugi
– Full availability/berkas sempurna, setiap saluran yang bebas selalu
dapat diduduki oleh panggilan yang datang
– Mean holding time terbatas = h = 1/m
– Rate rata-rata datangnya panggilan :  (konstan)
4

Rumus Rugi Erlang

• Dapat digunakan untuk menghitung prosentase


panggilan yang hilang bila trafik yang ditawarkan
dan jumlah saluran keluar yang menampung
diketahui
• Penurunan rumus menggunakan diagram transisi
kondisi dan persamaan kesetimbangan
– Koefisien kelahiran =  (konstan)
– Koefisien kematian = nm
– A = /m
5

Distribusi Erlang
  
 

0 1 2 N-1 N

m 2m 3m (N-1)m Nm

P(0) = 1mP(1)
A.P(0) = 1.P(1)
A.P(1) = 2.P(2)
A.P(2) = 3.P(3)
..
.
A.P(n-1) = n.P(n)
..
.
A.P(N-1) = N.P(N)
6

Distribusi Erlang
• Dari persamaan kesetimbangan tersebut bisa kita peroleh

A A2 A3 An
P(n) = P(n-1) = P(n-2) = P(n-3)= … = P(0)
n n(n-1) n(n-1)(n-2) n!
An
• Jadi P(n) = P(0), dengan n = 0,1,2,…,N
n!

• Mencari P(0) :
N

A2 A3 AN
– 1= P(n) = P(0) { 1+A+ + +…+ }
n=0 2! 3! N!
1
– Jadi P(0) =
N
 An

n=0 n!
7

Distribusi Erlang

• Sehingga An
n!
P(n) =
A2 AN
1+A+ + … +
2! N!

Untuk n = 0,1,2,3,…, N
• P(N) = Probabilitas bahwa semua saluran (di
berkas keluar) sibuk; selama waktu ini semua
panggilan yang datang ditolak (dihilangkan)
8

Distribusi Erlang
• Simbol untuk menyatakan P(N)
– E1,N(A)
– EN(A)
– B (Blocking)
– Rumus Rugi Erlang
– Rumus Erlang-B
– B(N,A)
– Grade of Service (GOS)
• Dari segi nilai, GOS = Blocking
• Dari segi pengertian, GOS merupakan komplemen dari Blocking
9

Distribusi Erlang
• Jadi
AN
N!
P(N) = E1,N(A) = EN(A) = B =
A 2 AN
1+A+ +…+
2! N!

Ditabelkan
10

Rumus Rugi erlang B

• P(N) biasanya disimbulkan dengan E1,N(A)


atau EN(A) atau B atau rumus rugi erlang atau
rumus erlang B.

• Rumus rugi erlang ini mempunyai 3 besaran


yaitu : A,N dan B. harga-harga tersebut dapat
ditabelkan.
11

Contoh Soal

1. Dalam sebuah system terdapat 4 saluran dan


trafik yang ditawarkan sebesar 2 erlang. Berapa
probabilitas bloking sistem?
12

Contoh Soal
2. contoh :
Pada kelompok sirkit yang terdiri dari 3 sirkit, ditawarkan
trafik sebesar 2 erlang. Berapa trafik yang akan lost

Trafik lost = R = AB = 2 x 0,210 = 0,42 Erlang


13

LATIHAN SOAL (PR)

1. Diketahui berkas saluran trunk terdiri atas 4 buah


saluran. Panggilan datang dengan rate 120 call/jam
dengan holding time rata-rata 90 detik. Hitunglah:
a. Offered traffic?
b. Probabilitas blocking semua saluran sibuk?
c. Carried traffic dan loss traffic?
d. Efisiensi saluran?
e. Variansi trafik yang dimuat?
14

LATIHAN SOAL (PR)

2. Diketahui berkas saluran trunk terdiri atas 4 buah


saluran. Panggilan datang setiap 15 menit sebanyak 30
panggilan dengan holding time rata-rata 90 detik.
Ditanyakan:
a. Berapa probabilitas menemukan 3 saluran sibuk
bersamaan?
b. Berapa probabilitas blocking system?
15

LATIHAN SOAL (PR)

3. Dalam suatu perusahaan terdapat 8 karyawan, yang


bekerja selama 8 jam. Dalam perusahaan tersebut
terdapat 3 line telepon. Tiap-tiap karyawan rata-rata
menggunakan sebanyak 3 kali dengan lamanya 10
menit .
-Gambarkan diagram transisi untuk kondisi tsb!
-berapa besarnya probabilitas 2 saluran telepon
tersebut sibuk?
TIME CONGESTION DAN CALL CONGESTION

Jaringan dan Teknik Penyambungan Telekomunikasi|S1 TT 16


17

Distribusi Erlang
Kongesti Waktu dan Kongesti Panggilan
• Probabilitas kondisi adalah lamanya waktu suatu kondisi
berlangsung dalam jam per jam (jam sibuk), maka
• P(N) dapat diartikan sebagai lamanya waktu dimana semua
saluran (=N) sibuk berlangsung dalam jam per jamnya (jam
sibuk) sehingga
• P(N) disebut pula sebagai Kongesti Waktu (Time Congestion)
• Dapat pula dikatakan :
P(N) adalah bagian waktu dimana N saluran sibuk
18

Distribusi Erlang

• Pengertian Kongesti Panggilan = R(N)


Jumlah panggilan yang ditolak
R(N) =
Jumlah panggilan selama 1 jam

• Atau dengan kata lain :


R(N) adalah bagian panggilan yang ditolak
• Untuk kedatangan yang acak dan berkas sempurna :
P(N) = R(N)
– Kongesti panggilan = P(N)./.1 = P(N) = Kongesti waktu
Distribusi Erlang

• Harga rata-rata trafik yang dimuat oleh berkas


saluran (pada rumus Erlang)
– Merupakan jumlah saluran rata-rata yang diduduki (selama
waktu 1 jam sibuk)
– Y = trafik yang dimuat
– Y = A [ -B + 1]
– A = Y + AB
• A = Trafik yang ditawarkan (rata-rata)
• Y = Trafik yang dimuat (rata-rata)
• AB = R = Trafik yang ditolak (hilang)
Distribusi Erlang

• Variansi trafik yang dimuat (Vd)


Vd = mY + Y2 – Nm + Y – Y2 = Y – m(N-Y)

Vd = Y – m(N-Y)

– m = trafik yang tak dapat dimuat (hilang atau


meluap) = A.EN(A)
21

Sifat Penting dari Rumus Rugi Erlang

Efisiensi dan Kepekaan


• Efisiensi (= A/N)
– Untuk B tertentu, dengan bertambahnya A, akan diperlukan N
yang lebih besar pula
– Makin besar A, makin besar (baik) efisiensinya
B = 1%
N A A/N
2 0,15 0,075
4 0,87 0,215
10 4,46 0,440
50 37,90 0,760
22

Sifat Penting dari Rumus Rugi Erlang


• Kepekaan
– Seberapa besar pengaruh perubahan A terhadap
perubahan B untuk N tetap
– Makin besar A, makin besar kepekaaannya (perubahan B-
nya)
B = 1%
N A 1,1A (A naik 1%) Trafik 1,1A dan dengan N tetap;
B berubah menjadi
2 0,15 0,165 0,012 (=1,2 %)
4 0,87 0,957 0,013 (=1,3 %)
10 4,46 4,906 0,015 (=1,5 %)
50 37,90 41,690 0,030 (=3,0 %)
23

Contoh Kasus
• Membandingkan kepekaan Jaringan mata jala dengan jaringan
bintang
Contoh
Jaringan yang terdiri dari empat sentral. Antar sentral dihubungkan
dengan berkas saluran dua arah (bothway). Diasumsikan trafik antar
sentral (=A) sama dan pendimensian di setiap berkas saluran
menggunakan kriteria B = 1 % (tanpa ruting alternatif)

C C
mesh
star

D D

A A B
B
24

Contoh Kasus

• Pada jaringan star


– A = 1 Erlang, maka setiap berkas ditawari 2 Erlang,
dengan B = 1%, maka dibutuhkan jumlah saluran
untuk setiap berkas sebanyak N = 6 saluran
– Bila A dinaikkan menjadi 2 (2 kali lipat), maka tiap
berkas akan mengolah trafik 4 Erlang. Bila jumlah
saluran pada tiap berkas tetap (N=6), maka B 
12%
25

Contoh Kasus
• Pada jaringan mata jala
– A = 1 Erlang, maka setiap berkas ditawari 6 Erlang, dengan
B = 1%, maka dibutuhkan jumlah saluran dalam setiap
berkas sebanyak N = 12 saluran
– Bila A dinaikkan menjadi 2 (2 kali lipat), maka tiap berkas
akan mengolah trafik 12 Erlang. Bila jumlah saluran pada
tiap berkas tetap (N=12), maka B  20%
• Jaringan mata jala lebih peka daripada jaringan
bintang
26

Efficiency of Large Groups


• Two trunk groups offered 5 Erlangs each, and B(n,A)=0.002

How many trunks total?


5E nN11=13
=?
From traffic tables, find B(13,5)  0.002

5E nN22=13
=? ntotal = 13 + 13 = 26 trunks

Trunk efficiency?
TC 10(1  0.002)
   0.384
N 26

38.4% utilization
27

Efficiency of Large Groups


• One trunk group offered 10 Erlangs, and B(n,A)=0.002

How many trunks?

10 E n=20
N=? From traffic tables, find B(20,10)  0.002

n = 20 trunks

Trunk efficiency?
TC 10(1  0.002)
   0.499
N 20
49.9% utilization

For same gos, we can save 6 trunks!


28

Soal

1. There are 20 users of a keyphone system that


has two lines to a public network. What is the
blocking probability when each user generates a
100-mErl?
29

Soal

2. What will the approximate capacity of a


network be (how many channels should be
available) if there are 100 subscribers and each
of them generatesoffered traffic of 40 mErl? The
probability of blocking is :
• (a) 20% and
• (b) 1%. Use traffic engineering Table
30

soal

3. Pelanggan pada sebuah sentral local


membangkitkan 100 mErl trafik melalui sentral
ke jaringan. Berapa jumlah trunk yang
diperlukan jika jumlah pelangan pada sentral
local tersebut :
• (a) 10, (b) 100, (c) 1,000, dan (d) 4,000?
• Blocking yang diijinkan 1%. Gunakan table
untuk menentukan jumlah trunk yang
diperlukan !
31

Rekursive Erlang B
Rumus Rekursive Erlang B
– Untuk tujuan penghitungan dengan computer, maka rumus
erlang B dibuat rumus recursive sbb
A N N!
P( N )  E N ( A)  N


i
A
i 0
i!
A N 1
( N  1)!
E N 1 ( A)  N 1


i
A
i 0
i!

A AN

( N  1) N !
E N 1 ( A)  N i
A A N 1

i 0 i!

( N  1)!
32

Rekursive Erlang B
Rumus Rekursive Erlang B
1
N
A A N
Ai

( N  1) N !
 i!
E N 1 ( A)  N i N 1
 i 0
A A 1
 
( N  1)! N A
i
i  0 i!

i  0 i!

A
 E N ( A)
( N  1)
E N 1 ( A) 
A N 1 1
1  N i
( N  1)! A

i  0 i!

A.E N ( A)
E N 1 ( A) 
A AN 1
( N  1)(1   
N  1 N! N
Ai

i 0 i!
33

Rekursive Erlang B
Rumus Rekursive Erlang B
A.E N ( A)
E N 1 ( A) 
A
( N  1)(1   E N ( A))
N 1

A.E N ( A)
E N 1 ( A) 
( N  1)  A.E N ( A))

sehingga :

A.E N 1 ( A)
E N ( A)  dengan E0 (A) =1
N  A.E N 1 ( A))

A = trafik yang ditawarkan kepada trunk


N = jumlah sirkit/server yang melayani
34

Diagram Alir Rekursive Erlang B


Diagram Alir Rekursive Erlang B
Bila yang dicari adalah B
start

Inisialisasi
A=x
N=1
B=y%

A.E N 1 ( A)
E N ( A) 
N  A.E N 1 ( A))

Y
N=Q

T
STOP
N=N+1
35

contoh
• hitung probabilitas bloking dengan menggunakan rumus
rekursif, jika trafik yang ditawarkan sebesar 2 E dan jumlah
saluran N=3.
– Probabilitas bloking dengan menggunakan rumus
rekursif erlang adalah sebagai berikut:
A.E N 1 ( A)
E N ( A) 
N  A.E N 1 ( A))

• Untuk menghitung probabilitas tersebut, pertama kali


yang dilakukan adalah menghitung E1(A) dengan nilai
masukan E0=1
36

contoh
• Untuk menghitung probabilitas tersebut, pertama kali yang dilakukan
adalah menghitung E1(A) dengan nilai masukan E0=1
A.E 0 ( A)
E1 ( A)  A.E 2 ( A)
1  A.E 0 ( A) E3 ( A) 
3  A.E 2 ( A)
2 .1
 2 . 4 / 10
1  2 .1 
2
3  2 . 4 / 10
  0,67 8 / 10
3   8 / 38  0,21
38 / 10

A.E1 ( A)
E 2 ( A) 
2  A.E1 ( A) Jadi probabilitas bloking untuk A=2 E dan N=3
2.2 / 3 saluran adalah Pb= 0,21

2  2.2 / 3
4/3
  4 / 10  0,4
10 / 3
37

Diagram Alir Rekursive Erlang B


Diagram Alir Rekursive Erlang B
Bila yang dicari adalah N
start

Inisialisasi
A=x
N=1
B=y%

A.E N 1 ( A)
E N ( A) 
N  A.E N 1 ( A))

Y
EN(N)
<B

T
STOP
N=N+1

iterasi berhenti kalau B yang dihitung E(N)≤B, maka ierasi berhenti., dan N yang dicari adalah N
38

contoh :

• berapa jumlah saluran yang diperlukan jika


diinginkan probabilitas bloking sebesar 2 % dan
intensitas trafik 2 E.

• Penyelesaian :
– Untuk menghitung jumlah saluran yang diperlukan
menggunakan cara yang sama dengan menghitung
probabilitas bloking, , pertama kali yang dilakukan adalah
menghitung E1(A) dengan nilai masukan E0=1
39

contoh

A.E 0 ( A)
E1 ( A)  E3 ( A) 
A.E 2 ( A)
1  A.E 0 ( A) 3  A.E 2 ( A)
2 .1 2 . 4 / 10
 
1  2 .1 3  2 . 4 / 10
2 8 / 10
  8 / 38  0,21
  0,67 38 / 10
3
A.E3 ( A)
E 2 ( A) 
A.E1 ( A) E 4 ( A) 
2  A.E1 ( A) 4  A.E3 ( A)
2 .8 / 38
2.2 / 3 
 4  2 . 8 / 38
2  2.2 / 3
16 / 38
4/3   16 / 168  0.095
  4 / 10  0,4 168 / 38
10 / 3
40

contoh

A.E 4 ( A) A.E5 ( A)
E5 ( A)  E 6 ( A) 
5  A.E 4 ( A) 6  A.E5 ( A)
2 .16 / 168
 
2 . 32 / 872
5  2 .16 / 168 6  2 . 32 / 872
32 / 168
  32 / 872  .0.037 
64 / 872
 64 / 5296  0,012
872 / 168 5296 / 872

Dari hasil perhitungan, E6(A) = 0,012 < probabilitas yang diinginkan. Maka jumlah saluran
yang dimaksud adalah N= 6.
41

Model Extended Erlang B

• Model trafik Extended Erlang B dikembangkan oleh


James Jewit dan Jacqueline Shrago pada
pertengahan tahun 1970.

• Formula EEB diperuntukan untuk meningkatkan


akurasi formula Erlang B yang tidak
memperhitungkan panggilan yang mengulang.
42

Model Extended Erlang B

• Pada erlang B diasumsikan pemanggil tidak pernah


mengulangi panggilannya ketika tidak berhasil
dilayani. Panggilan yang mengulang dianggap sebagai
panggilan baru, tetapi pada kenyataannya terdapat
sejumlah user yang mengulang.

• EEB dirancang dengan memperhitungkan panggilan


yang mengulang (panggilan yang ditolak mencoba
lagi).
43

Extended Erlang B

• Untuk menghitung probabilitas bloking


dengan menggunakan EEB diperlukan : total
trafik yang ditawarkan, jumlah saluran dan
prosentase panggilan yang ditolak mencoba
lagi (0% s/d 100 %).
44

Diagram alir dari model EEB

Trafik yg dilayani
oleh Pilihan pertama
yes ( Y)

Trafik yang
Sumber Pilihan pertama
ditawarkan
trafik tersedia ?
(A)

No

Trafik yg
ditolak (R)
R= A.Pb

Panggilan yg
Disposal of block Trafik
mengulang
call overflow
m= R. rf

Trafik yang tidak dilayani


(dead call)
45

Contoh :

• bandingkan nilai probabilitas bloking model


erlang B dan EEB dengan prosentase
panggilan yang mengulang 50 %. Trafik yang
ditawarkan (A) sebesar 3 Erlang dan jumlah
saluran (N)=6.
46

contoh

• Penyelesaian :
– Untuk memperolah nilai probabilitas bloking
model erlang B dapat dilakukan dengan
menggunakan formula erlang B atau dengan
menggunakan tabel model erlang B yang sudah
tersedia. Dari tabel probabilitas bloking model
erlang B dengan trafik yang ditawarkan sebesar 3
Erlang dan jumlah saluran (N)=6 didapatkan :…….
47

contoh

• Dengan menggunakan model EEB, perhitungan


probabilitas bloking dengan cara iterasi. Beberapa
kali iterasi harus dilakukan untuk mendapatkan nilai
probabilitas bloking yang dimaksud. Langkah-langkah
perhitungan dengan menggunakan model EEB adalah
sebagai berikut :
• Pertama, hitung probabilitas bloking model erlang B untuk trafik
yang ditawarkan sebesar A dan jumlah saluran sebanyak N
• Kedua,
48

contoh
No N A Pb R (erlang) M (erlang) O Y Y+O A+M

1 6 3 0.0522 0.1566 0.0782 0.0782 2.8435 2.9218 3.0782

2 6 3.0782 0.0565 0.1740 0.0870 0.0870 2.9042 2.9912 3.0870

3 6 3.0870 0.0570 0.1760 0.0880 0.0880 2.9110 2.9990 3.0880

4 6 3.0880 0.0571 0.1762 0.0881 0.0881 2.9117 2.9999 3.0881

5 6 3.0881 0.0571 0.1764 0.0882 0.0882 2.9118 3.000 3.0882

N = jumlah saluran
A= trafik yang ditawarkan
R=trafik yang di tolak berkas (pilihan) pertama
R = A. Pb
Pb=probabilitas bloking model erlang B
M = trafik yang mengulang
M = R * rf
O = overflow trafik
O = R * (1-rf)
Y = trafik yang dibawa oleh pilihan pertama
Y = (A – R) + M
49

LATIHAN SOAL (PR)

4. Bandingkan nilai probabilitas bloking model erlang B


dan model EEB dengan prosentase panggilan yang
mengulang 60 %. Trafik yang ditawarkan sebesar 4
Erlang dan jumlah saluran 4?
50

LATIHAN SOAL (PR)

5. Tentukan berapa jumlah saluran yang dibutuhkan jika


trafik yang ditawarkan sebesar 3 erlang dan
probabilitas blocking 15% bila menggunakan recursive
erlang-B?
51