Anda di halaman 1dari 19

SHORT CASE

KERATITIS
BAKTERI DAN
KONJUNGTIVITIS
ALERGIKA ODS
M. FADLILLAH AL FITRAH |
04084821 921 1 1 0

PEMBIMBING: Dr. LINDA TRISNA, Sp.M(K)


STATUS PASIEN
3

IDENTITAS PASIEN
▪ Nama : Ny. PA
▪ Umur : 1 9 tahun
STATUS ▪ Jenis Kelamin : Perempuan
PASIEN ▪ Agama : Islam
▪ Bangsa : Indonesia
▪ Pekerjaan : Mahasiswa
▪ Alamat : Palembang
▪ Tanggal Pemeriksaan : 27 Januari 2020
ANAMNESIS (AUTOANAMNESIS)
4

Keluhan Utama
Kedua mata merah dan terasa gatal sejak ±
3 hari yang lalu.
Riwayat Perjalanan Penyakit
STATUS Sejak ± 3 hari yang lalu pasien mengeluh
PASIEN mata merah, gatal, mata bengkak tiba-tiba, nyeri,
dan mata berair setelah terkena debu pada mata.
Pasien mengatakan pada kedua matanya seperti
berpasir. Pasien sering mengucek matanya.
Keluhan ini dirasakan tidak berkurang dengan
istirahat.
ANAMNESIS (AUTOANAMNESIS)
5

Sejak ± 1 hari yang lalu pasien mengeluh


pandangan kabur, pengelihatan silau, dan mata
semakin merah, serta rasa nyeri tidak
berkurang. Kotoran mata disangkal, pandangan
STATUS seperti dalam terowongan disangkal, pandangan
PASIEN gelap sebagian disangkal, pandangan ganda
disangkal, pandangan seperti melihat pelangi
disangkal, pandangan seperti melihat tirai
disangkal. Pasien dibawa ke IGD RSMH
Palembang.
ANAMNESIS (AUTOANAMNESIS)
6

Riwayat Penyakit Dahulu


▫ Riwayat memiliki keluhan yang sama sebelumnya pada 1
bulan yang lalu, pasien tidak berobat
▫ Riwayat mata merah berulang ada
▫ Riwayat memiliki penyakit asma
STATUS ▫ Riwayat memiliki keluhan sering bersin pada pagi hari
▫ Riwayat trauma pada mata disangkal
PASIEN ▫ Riwayat menggunakan kacamata sebelumnya disangkal
▫ Riwayat menggunakan lensa kontak sebelumnya
disangkal
▫ Riwayat operasi sebelumnya disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga
▫ Riwayat memiliki penyakit asma pada keluarga
▫ Riwayat ibu pasien memiliki alergi terhadap debu.
PEMERIKSAAN FISIK
7

Status Generalis
Keadaan umum : tampak sakit ringan
Kesadaran : compos mentis
Nadi : 90 x/min regular, isi dan
STATUS tegangan cukup
PASIEN Frekuensi napas : 20 x/min
Suhu : 37,2 oC
Status gizi : gizi baik
Status Oftalmologis
Okuli Dekstra Okuli Sinistra
Visus 6/9 PH (-) 6/7.5 PH (-)
TIO P = N+0 P = N+0

STATUS
PASIEN
KBM Orthoforia

GBM
9
Status Oftalmologis
Palpebra Spasme (+), edema (+) Spasme (+), edema (+)
Konjungtiv Coblestone (-), papil (+) Coblestone (-), papil (+)
a minimal, hiperemis, injeksi minimal, hiperemis, injeksi
konjungtiva (+), injeksi konjungtiva (+), injeksi
siliar (+) siliar (+)
Kornea FT(+) pungtat di arah jam 3, FT(+) pungtat di arah jam 2,
sensibilitas kornea sensibilitas kornea
STATUS BMD
meningkat
Sedang
meningkat
Sedang
PASIEN Iris Gambaran baik Gambaran baik
Pupil Bulat, sentral, refleks Bulat, sentral, refleks
cahaya (+), ɸ 3 mm cahaya (+), ɸ 3 mm
Lensa Jernih Jernih
Segmen Posterior
Refleks
RFOD (+) RFOS (+)
Fundus
Papil
Makula Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Retina
PEMERIKSAAN PENUNJANG
10

▪ Pemeriksaan fluorescence test


▪ Pemeriksaan slit lamp
▪ Saran dilakukan pemeriksaan gram KOH

DIAGNOSIS BANDING
STATUS ▪ Keratitis bakteri + konjungtivits alergika ODS
▪ Keratitis bakteri + konjungtivitis bakteri ODS
PASIEN ▪ Keratitis bakteri + konjungtivitis viral ODS
▪ Keratitis viral + konjungtivitis viral ODS
▪ Keratitis viral + konjungtivitis alergika ODS
▪ Keratitis viral + konjungtivitis bakteri ODS

DIAGNOSIS KERJA
▪ Keratitis bakteri + konjungtivits alergika ODS
TATALAKSANA
11

1 . Komunikasi, Informasi dan Edukasi


▪ Menjelaskan kepada pasien tentang penyakit dan
prognosisnya.
▪ Menjelaskan kepada pasien tentang rencana
STATUS pengobatan dan pemeriksaan yang akan dilakukan.
PASIEN ▪ Menjelaskan kepada pasien bahwa penyakit dapat
berulang kembali apabila kebersihan mata tidak dijaga.
▪ Menjelaskan kepada pasien untuk cari tahu alergen
yang dapat menyebabkan berulangnya penyakit ini.
▪ Menjelaskan kepada pasien untuk tidak menggosok-
gosok mata agar meminimalkan penyebaran infeksi dan
mengurangi trauma pada mata.
TATALAKSANA
12

2. Farmakologi
▪ Antibiotik (Levofloksasin 0,5% ED 1 gtt/4
jam) ODS
▪ Patanol 0.1 % ED 1 gtt/1 2 jam
STATUS ▪ Artificial Tears 1 gtt /4 jam ODS
PASIEN
PROGNOSIS
13

▪ Q uo ad vitam : bonam
▪ Q uo ad functionam : bonam
▪ Q uo ad sanationam : dubia ad
STATUS bonam
PASIEN
14

ANALISIS
KASUS
15
Ny. PA, 1 9 tahun, datang ke IGD RSMH dengan keluhan mata
merah dan terasa gatal sejak ± 3 hari yang lalu
▪ mata bengkak tiba-tiba
▪ nyeri pada mata setelah terkena
▪ mata berair debu (alergen)
▪ terasa seperti berpasir

MATA MERAH VISUS NORMAL


ANALISIS (KONJUNGTIVITIS)
KASUS KONJUNGTIVITIS
DIDUKUNG : ALERGIKA

• injeksi konjungtiva (+)


• papil hipertrofi (+) faktor risiko
• riwayat mata merah berulang adanya penyakit
• riwayat penyakit asma atopik pada
• riwayat sering bersin pada pagi hari pasien
• sekret (-)
16
Sejak ± 1 hari yang lalu pasien mengeluh pandangan kabur,
pengelihatan silau, kelopak mata sulit dibuka, mata semakin
merah, dan rasa nyeri tidak berkurang

MATA MERAH VISUS TURUN TRIAS KERATITIS:


MENDADAK (KERATITIS) 1 . FOTOFOBIA
2. EPIFORA
ANALISIS DIDUKUNG :
3. BLEFAROSPASME
KASUS
• injeksi siliar (+)
• sensibilitas kornea meningkat
• pada pemeriksaan fluorescence
test didapatkan gambaran
PUNGTAT di kedua mata

KERATITIS BAKTERI
FARMAKOLOGIS 17
PENATALAKSANAAN

Antibiotik Antihistamin Artificial tears


(Levofloksasin 0,5% (Patanol 0.1 % (Cendo Lyteers
ED 1 gtt/4 jam) ED 1 gtt/1 2 1 gtt/4 jam)
jam)
mengeradikasi memberikan rasa
bakteri, mengurangi H1 antagonis selektif: nyaman pada mata
peradangan dan menghambat pasien
gejala keratitis dan pengeluaran histamin
konjungtivitis oleh sel mast
18
NON-FARMAKOLOGIS
Komunikasi, Informasi dan Edukasi
menjelaskan kepada pasien:
1 . tentang penyakit dan prognosisnya
2. rencana pengobatan dan pemeriksaan
yang akan dilakukan
ANALISIS
3. bahwa penyakit dapat berulang kembali
KASUS
apabila kebersihan mata tidak dijaga
4. untuk mencari tahu alergen yang dapat
menyebabkan berulangnya penyakit ini
5. untuk tidak menggosok-gosok mata agar
meminimalkan penyebaran infeksi dan
mengurangi trauma pada mata.
19

TE RIM A K A SIH