Anda di halaman 1dari 15

Kebijakan Global Dalam

Pelayanan Kebidanan

Titin Dewi Sartika Silaban, STr.Keb, M.Keb


???????
Rangkaian konsep dan asas yang
David Easton keputusan yang
menjadi pedoman dan dasar rencana
diambil oleh pemerintah atau
dalam pelaksanaan suatu pekerjaan,
pemimpin kelompok/organisasi
kepemimpinan, dan cara bertindak.
sebagai kekuasaan utk
Istilah ini dapat diterapkan pada
mengalokasikan nilai-nilai bg
pemerintahan, organisasi dan
masyarakat atau anggota
kelompok sektor swasta, serta
kelompoknya secara keseluruhan
individu.
Masalah Pelayanan Kebidanan ! ! ! !

3
2

 AKI AKB masih tinggi


 Kualitas pendidikan dan
pelayanan kebidanan
belum optimal
 Kualitas SDM bidan 4 5
 Sarana prasarana
 Distribusi bidan belum
merata
Program Pemerintahan :

AKI AKB

Kunjungan kerumah,
Kolaborasi antara pembinaan
Aspek pendidikan: Pelaksana program
Bidan PTT bidan dan posyandu,
STR KB dan imunisasi
pemerintah ex: bpjs pembinaan pondok
bersalin.
Tahapan Pembangunan dalam Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN)
2005-2025.

5
Tahun 1994 Konferensi Kependudukan Dunia di Kairo
menekankan pentingnya kesehatan reproduksi dengan
memperluas area garapan pelayanan bidan:

Penyakit menular
Safe motherhood
seksual termasuk
termasuk bayi baru Kesehatan reproduksi
Family planning infeksi saluran alat
lahir dan perawatan pada orang tua.
reproduksi Kesehatan
abortus
reproduksi remaja
Basic midwifery practice menurut ICM terbagi ke dalam beberapa
kompetensi yaitu
 kompetensi dalam konteks sosial, epidemiologi, dan budaya
 kompetensi dalam pra-kehamilan dan rencana persalinan; kompetensi
dalam penyediaan asuhan selama masa kehamilan; kompetensi dalam
penyediaan asuhan selama persalinan dan kelahiran;
 kompetensi dalam penyediaan asuhan bagi wanita selama masa nifas;
dan
 Kompetensi dalam asuhan pasca persalinan untuk bayi baru lahir.
Pelayanan kebidanan

 Pelayanan kesehatan yg diberikan oleh bidan, dilakukan secara mandiri,


kolaborasi, konsultasi dan rujukan bagi kesehatan reproduksi perempuan
sepanjang siklus kehidupannya, termasuk bayi dan anak balita.
 Pelayanan kebidanan mulai dari tk primer, sekunder, tersier yg tersusun dalam
suatu mekanisme rujukan timbal balik.
SDGs : Tujuan -Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

1. Mengakhiri Kemiskinan Dalam Segala Bentuk Dimanapun


2. Mengakhiri Kelaparan, Mencapai Ketahanan Pangan , Dan Nutrisi Yg Lebih Baik Dan Mendukung
Pertanian Berkelanjutan
3. Memastikan Kehidupan Yg Sehat Dan Mendukung Kesejahteraan Bagi Smeua Untuk Semua Manusia.
4. Memastikan Pendidikan Yg Inklusif Dan Berkualitas Setara, Juga Mendukung Kesempatan Belajar
Seumur Hidup Bagi Semua.
5. Mencapai Kesetaraan Gender Dan Memperdayakan Semua Perempua Dan Anak Perempuan
6. Memastikan Ketersediaan Dan Manajemen Air Bersih Yg Berkelanjutan Dan Sanitasi Bagi Smeua.
7. Memastikan Akses Terhadap Energy Yg Terjangkau Dapat Diandalkan, Berkelanjutan Dan Modern Bagi
Semua.
8. Mendukung pertumbuhan ekonomi yg inklusif dan berkelanjutan tenaga kerja penuh dan produktif
dan pekerjaan yg layak bagi semua.
9. Membangun infastruktur yg tangguh, mendukung industrialisasi yg inklusif dan berkelanjutan dan
membantu perkembangan inovasi.
10. Mengurangi ketimpangan didalam dan antar negara.
11. Membangun kota dan pemukiman yg inklusif, aman tangguh dan berkelanjutan
12. Memastikan pola konsumsi dan produksi yg berkelanjutan .
13. Mengambil aksi segera untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya
14. Mengkonversi dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya laut, samudra dan maritim
untutk pembangunan yg berkeklanjutan.
15. Melindungi, memulihkan dan mendukung penggunaan dan menghambat dan membalikkan degradasi
tanah dan menghambat hilangnya keanekaragaman hayati.
16. Mendukung masyarakat yg damai dan inklisif untuk pembangunan berkelanjutan menyediakkan akses
terhapap keadilan bagi semua dan membagun institusi-institusi yg edukatif, akuntabel dan inklusif di
semua level.
17. Menguatkan ukuran implementasi dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan yg
berkelanjutan.
Kebijakan Pemerintah Di Prioritaskan Pada :

1. Meningkatkan jumlah, jaringan, dan kualitas pusat kesehatan masyarakat

2. Meningkatkan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan

3. Mengembangkan sistem jaminan kesehatan, terutama bagi masyarakat miskin.


4. Meningkatkan sosialisasi kesehatan lingkungan dan pola hidup sehat.

5. Meningkatkan pendidikan kesehatan kepada masyarakat sejak usia dini.

6. Meningkatkan pemerataan dan kualitas fasilitas kesehatan dasar


Bidan dalam menyongsong era
globalisasi maka kebijakan nya yaitu :
 Bidan dituntut utk meningkatkan kompetensinya : pengetahuan, sikap profesi,
dan keterampilannya sesuai dengan perkembangan IPTEK, melalui jalur
formal, maupun informal (pelatihan klinis dan manajemen yg melibatkan
profesi, JNPK-KR, dan dinas kesehatan).
 Mampu bersaing dengan bidan bidan Negara lain
Kesimpulan
 Kebijakan global dalam pelayanan kebidanan merupakan upaya untuk meningkatkan dan mensejahterakan
masyarakat, oleh karena itu bidan dituntut untuk meningkatkan skill /kompetensi nya agar terjadi penurunan
terkhususnya menurunkan angka kematian ibu dan anak.
 Kompetensi bidan dapat ditingkatkan dalam jalur formal dan informal.
 Kebijakan global dalam pelayanan kebidanan salah satu upaya untuk mensetarakan kesehatan masyarakat,
kesehatan ibu dan anak di seluruh Indonesia.
Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai