Anda di halaman 1dari 33

WELL COMPLETION

Blash Joint
WELL COMPLETION

1...\Production\Well Prod System.mpg


2...\Production\Well Completion.mpg
3...\Well Stimulation\Running Tubing.mpg
WELL COMPLETION

► Pemasangan dan penyemenan production


casing

► Perforasi / pemasangan pipa liner

► Swabing
Metoda Well Completion

► Open Hole Completion


► Cased Hole Completion atau Perforated
Completion
► Sand Exclusion Completion
Configurasi Tubular

► Conventional
-Single Zone Completion
-Multizone Completion
► Unconventional
-Multiple Tubingless Completion
Open Hole Completion

S
u Semen
m
u
r

Casing

Reservoir Reservoir
Open Hole Completion

Pipa selubung dipasang di atas zona produksi.

Metoda ini diterapkan bila formasinya kompak.

Keutungan Metoda ini :


• Didapatkan lubang sumur secara maksimum
• Skin akibat perforasi dapat dieliminir
• Mudah dipasang liner, gravel packing dan mudah
diperdalam

KerugianMetoda ini :
• Susah menempatkan casing produksi
• Sukar mengontrol produksi air dan gas yang berlebihan.
• Sukar menentukan zona stimulasi
Cased Hole / Perforated Completion

Casing

Semen

Perforasi
Cased Hole / Perforated Completion

Casing produksi dipasang dan disemen hingga zona produksi dan


kemudian diperforasi.

Metoda ini diterapkan pada zona yang kurang kompak

Keuntungan Metoda ini :


• Produksi air dan gas yg berlebihan mudah dikontrol
• Stimulasi mudah dilakukan
• Mudah dilakukan penyesuaian untuk konfigurasi multiple completion

Kerugian Metoda ini :


• Diperlukan biaya untuk perforasi
• Diperlukan biaya menghilangkan damage akibat perforasi
Sand Exclusion Tipe

Slotted atau Screen Liner

1. Horizontal Slotted Sreen


2. Vertical Slotted Screen
Semen 3. Wire Wrapped Screen
Casing

Slotted
Liner
Sand Exclusion Tipe

Gravel Packing
Sand Exlusion Tipe
With Slotted Liner
Perforasi

Definisi :
Pembuatan lubang menembus casing dan semen sehingga
terjadi komunikasi antara formasi dengan sumur yg
mengakibatkan fluida formasi dapat mengalir ke dalam
sumur

Tipe Perforator :

1. Bulled/Gun Perforator
2. Shape Charge/Jet Perforator
Perforator

Gun Perforator
Perforator

JET Perforator
Perforator

1. ..\Well Stimulation\Perforated Hole.mpg


2. ..\Well Stimulation\Perforation.mpg
3. ..\Well Stimulation\Perforator Components.mpg
4. ..\Well Stimulation\Unit Power.mpg
5. ..\Well Stimulation\Shot Density.mpg
6. ..\Well Stimulation\Jet Perforator.mpg
7. ..\Well Stimulation\Perforation Behavior.mpg
Perforator

Kondisi Kerja :

1. Conventional Overbalance
2. Underbalance

Teknik Perforasi :

1. Wireline Conveyed Perforation


2. Tubing Conveyed Perforation
Perforator

Conventional Overbalance

Kondisi kerja dimana tekanan hidrostatik lumpur


(Ph) > tekanan formasi (Pf)

Metoda ini diterapkan :


• Komplesi multizona
• Komplesi gravel pack (Open Hole)
• Komplesi dengan menggunakan liner
• Komplesi pada casing intermediate
Perforator

Conventional Overbalance

Problem yang timbul :

• Terjadi kerusakan formasi yang lebih besar


• Penyumbatan oleh bullet dan runtuhan batuan
• Sulit mengontrol terjadinya mud loss atau kick
• Clean-up sukar dilakukan
Perforator

Underbalance
Dimana Tekanan hidrostatik lumpur (Ph) < Tekanan
formasi (Pf), dan metoda ini cocok diterapkan pada
Formasi yang reaktif.

Keutungan Metoda ini :


• Ph<Pf memungkinkan terjadinya aliran balik
• Mud loss dan skin dimungkinkan tidak terjadi
• Clean-up lebih cepat dan efektif
Perforator

Wireline Conveyed

Sitim ini gun diturunkan kedalam sumur dengan


Mengunakan wireline

• Wireline conveyed perforation, menggunakan gun


berdiameter besar, kondisi kerja overbalance
• Wireline Coveyed Tubing Gun, menggunkan gun
berdiameter kecil, kondisi kerja underbalance
Perforator

Tubing Conveyed Perforator (TCP)

• Gun dipasang pada ujung bawah tubing


• Perforasi dilakukan dengan dengan cara mekanik
• Bar atau go-devil dijatuhkan melalui tubing
• Bar akan menghantam firing-head

Kondisi kerja bisa overbalance atau sebaliknya dan


Setelah perforasi dilakukan gun dibiarkan tetap
Menggantung atau dijatukan ke dasar sumur (rathole)
Swabbing

Definisi :

Penghisapan fluida sumur/complesi setelah perforasi pada kondisi


overbalance dilakukan, sehingga fluida produksi dari formasi dapat
mengalir masuk kedalam sumur dan kemudian diproduksikan ke
permukaan

Sistem Penghisapan :

1. Penurunan densitas cairan


2. Penurunan kolom cairan
- Penghisapan
- Timba
Single Zone Completion

Flow Coupling

Landing Nipple

Circulating Sleeve

Produc. Packer

No Go Nipple
Multizone Zone Completion

1.Single String-Single Packer


2.Single String-Dual Packer
3.Parralel String-Multiple Packer
4.Single String-Multiple Packer-
Selective Zone
Multizone Zone Completion

Single String-Single Packer

Batasan :
• Upper zone tidak diproduksi
melalui tubing
• Casing kena bebab tekanan
dan korosi
• Hanya lower zone yg dapat
diproduksi secara artificial
lift
• Produksi pasir pada upper
zone merusak tubing
• Workover pada upper zone
bila lower zone dimatikan
Multizone Zone Completion

Single String-Dual Packer

Batasan :
• Casing kena beban tekanan &
korosi
• Sumur harus dimatikan bila
dilakukan work over upper zone
Multizone Zone Completion

Parralel String-Multiple Packer

Kelebihan :
• Dapat menaikkan fluida secara
simultan untuk beberapa zone
• Concentric tubing dan pekerjaan
wireline workover secara praktis
untuk beberapa zone

Batasan :
• Biaya tinggi
• Tubing dan packer bisa rusak
• Pekerjaan workover hanya
untuk satu zone
Multizone Zone Completion

Single String-Multiple Packer-


Selective Zone

Kelebihan :
• Produksi masing-masing
sumur dibuka dan ditutup
menggunakan wireline

Batasan :
• Sukar monitoring aliran untuk
masing-masing sumur
• Sukar melakukan reperforasi
untuk masing-masing zone
Unconventional
Multiple Tubingless Completion

Kelebihan :
• Mengurangi biaya komplesi awal dan
pekerjaan workover
• Masing-masing zone tidak saling
mempengaruhi
• Komunikasi antar string dibatasi
• Prosedur sederhana

Batasan :
• Laju produksi terbatas
• Masalah korosi dan parafin menjadi
kritis
• Berisiko untuk pembebanan tekanan
• Stimulasi dengan laju tinggi sangat sulit
• Kontrol pasir untuk zone yang panjang
sangat susah
Swabbing

Definisi :

Penghisapan fluida sumur/complesi setelah perforasi pada kondisi


overbalance dilakukan, sehingga fluida produksi dari formasi dapat
mengalir masuk kedalam sumur dan kemudian diproduksikan ke
permukaan

Sistem Penghisapan :

1. Penurunan densitas cairan


2. Penurunan kolom cairan
- Penghisapan
- Timba