Anda di halaman 1dari 16

Asuhan keperawatan pada Tn.

L
dengan diagnosa PPOK
• AYU WANDIRA
• PRIMANDA LIRA TIKA
• PUJA DESRIANA
• RINI CHAIRANI
• TESSA RURRY WIDANANTI
• YULIENTI PRATIWI
DEFINISI
• PPOK merupakan penyakit kronis ditandai dengan terhambatnya
aliran udara karena obstruksi saluran pernafasan yang disebabkan
oleh paparan yang lama terhadap polusi dan asap rokok. PPOK
merupakan istilah yang sering digunakan untuk sekelompok
penyakit paru-paru yang berlangsung lama (Grace et al, 2011).
• Global initiative for chronic obstructive lung disease
(GOLD) mengartikan PPOK adalah suatu penyakit yang
bisa dilakukan pencegahan dan pengobatan. PPOK
memiliki tanda gejala terdapatnya hambatan aliran udara
dalam saluran pernafasan yang bersifat progresif. PPOK
juga terdapat peradangan atau inflamasi pada saluran
pernafasan dan paru-paru yang diakibatkan oleh adanya
partikel dan gas yang berbahaya (GOLD, 2013)
Klasifikasi dari penyakit paru obstruktif
kronis (PPOK) yaitu:
Bronkitis kronis
Emfisema Paru
Asma bronkial
ETIOLOGI
 Kebiasaan merokok
Resiko mengalami serangan jantung 2 kali lebih besar bagi prokok berat atau yang
merokok 20 batang atau lebih dalam sehari. Bahkan, resiko menghadapi kematian
mendadak 5 kali lebih besar dari pada orang yang tidak merokok sama sekali.
 ISPA
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Penyebab penyakit ini dapat berupa bakteri,
virus dan berbagai mikroba lain.
 Polusi udara
Sebenarnya banyak polutan udara yang perlu di waspadai, tetapi WHO ( word
helalth organization) menetapkan beberapa jenis polutan yang di anggap serius.
Polutan udara yang berbahaya bagi kesehatan manusia, hewan, serta mudah
merusak harta benda adalah partikulat yang mengandung partikel
( asap dan jelaga ), hidrokarbon, sulfur di oksida, dan nitrogen oksida.
MANIFESTASI
Tanda dan gejala PPOK dapat mencakup:
– batuk-batuk
– Infeksi saluran nafas yang sering terjadi
– sesak nafas akut
– frekuensi nafas yang cepat
ASUHAN KEPERAWATAN PADA
Tn.L
A. INFORMASI UMUM
Nama : Tn.L
Tgl lshir :20 Juni 1993
Suku bangsa :Batak
Tgl pengkajian :03 FEBRUARI 2020
Diagnosa medik : PPOK(penyakit paru obstruksi
kronik)
Umur :56 tahun
Jenis kelamin :laki-laki
Tgl masuk :
No medikal record : 000308
B. KELUHAN UTAMA
Pasien mengatakan sesak nafas meningkat dan batuk

• PENGKAJIAN PRIMER
Aiway : Pada Pernapasan Tn.L terdapat sekret
Breathing : Pada saat di lakukan pengkajian Tn.L terlihat sesak dan
bernafas menggunakan oksigen RR: 27 x/m
Circulation : TD :120/68 Suhu :39,2 Nadi :88 RR :27x m

Disability :
Exposure :-
Foley kateter : Terpasang kateter, hari ke 4, urine berwarna kuning
Gastric tube :-
• PENGKAJIAN SEKUNDER
C. Riwayat kesehatan sebelumnya
istri pasien mengatakan pasien sudah mengalami PPOK sejak tahun
2017
D. Riwayat kesehatan keluarga
Keluarga mengatakan tidak ada yang terkena PPOK
E. PEMERIKSAAN FISIK
Tanda-tanda vital
TD :120/68
Suhu :39,2
Nadi :88
Pernafasan :27x m
Tinggi badan :165 cm
Berat badan : -
I. KEPALA
• Rambut
Inspeksi : Rambut Tn.L terlihat pendek, lurus, hitam, dan tampak beruban
dan bentuk kepalanya oval
Palpasi : Rambut Tn.L tidak teraba adanya edema, dan tidak nyeri saat
ditekan
Perkusi : -
Auskultasi:-

• Mata
Inspeksi : Mata Tn.L terlihat lengkap, simetris kiri dan kanan , dan
konjungtiva anemis, tidak ada lesi, sclera putih
Palpasi : Mata Tn.L tidak ada nyeri tekan
Perkusi : -
Auskultasi:-

• Hidung
Inspeksi : Hidung Tn.L terlihat lengkap, simetris, dan terpasang nasal
kanul
Palpasi : Hidung Tn.L tidak ada nyeri tekan
Perkusi : -
• Mulut
Inspeksi : Mulut Tn.L terlihat lengkap, simetris,bibir kering
Palpasi : Mulut Tn.L tidak ada nyeri tekan
Perkusi : -
Auskultasi:-
• Gigi :
Inspeksi :gigi Tn.L terlihat lengkap,
Palpasi :
Perkusi : -
Auskultasi:-
• Telinga
Inspeksi : Telinga Tn.L terlihat lengkap,
Palpasi : Tn.L tidak ada nyeri tekan
Perkusi : -
Auskultasi:-
II.LEHER :
Inspeksi :Tidak ada luka
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan
Perkusi :-
Auskultasi :-

III. Dada
Inspeksi :Tidak ada luka,Retraksi dinding dada cepat
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan
Perkusi :-
Auskultasi :-
IV. TANGAN
Inspeksi :Tangan Tn.L terpasang infus sebelah
kanan
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan
Perkusi : -
Auskultasi:-
V. ABDOMEN :
Inspeksi :Normal
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan
Perkusi : -
Auskultasi :-
VII. Kaki : : kaki kiri dan kanan lengkap ,
simetris kiri dan kanan, tidak ada luka dan
fraktur
DIAGNOSA
Berdasarkan analisa data tersebut, dapat
disimpulkan diagnosa keperawatan
diantaranya:
• Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d
peningkatan produksi sputum
• Ketidak efektifan pola napas b.d hiperventilasi
• Intoleransi aktivitas b.d kelemahan
INTERVENSI
Bersihan jalan nafas tidak efektif b/d peningkatan produksi
sputum :
• Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi.
• Monitor respirasi dan status O2.
• Kolaborasi dalam pemberian pengobatan atas indikasi. Bronkodilator

Ketidakefektifivan pola nafas b/d hiperventilasi :


• Posisikan pasien semi fowler untuk memaksimalkan ventilasi
• Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat nafas buatan
• Monitor respirasi dan status O2
• Berikan O2 Sesuai kebutuhan