Anda di halaman 1dari 20

KEKUASAAN, KEWENANGAN,

TANGGUNG JAWAB, DELEGASI


SENTRALISASI, DAN DESENTRALISASI
KEKUASAAN (Power)

KEKUASAAN ?
Kekuasaan (Power)
• Kekuasaan (Power)
– Suatu kemampuan untuk mempengaruhi orang
atau merubah orang/situasi)

KEKUASAAN

Reward Coercive Legitimate Expert Referent


Power Power Power Power Power
Faktor yang Mendasari
Lahirnya Kekuatan
KEWENANGAN (Authority)

KEKUASAAN = KEWENANGAN ?
Power vs Authority
Power Authority
Bersifat personal Bersifat organisasi
Kemampuan individu Formal dan bersifat pemberian
(legitimate)
Alur kekuasaan bisa dari segala Alur wewenang sudah ditentukan
arah oleh organisaasi, dari atas ke
bawah
Hubungan kekuasaan tidak Hubungan wewenang jelas
tergambar dalam struktur tergambar dalam struktur
organisasi organisasi
Behavior control Managerial control
Kewenangan (Authority)
Dua Pandangan Mengenai Kewenangan Formal:
• Pandangan Klasik
– Kewenangan formal pada dasarnya terlahir sebagai akibat adanya
kewenangan yang lebih tinggi dari kewenangan yang diberikan
• Pandangan Berdasarkan Penerimaan
– Kewenangan formal akan cenderung dijalankan atau diterima oleh
bawahan tergantung dari beberapa persyaratan:
• Bawahan dapat memahami apa yang diinginkan atasan
• Bawahan meyakini bahwa apa yang diperintahkan oleh atasan
tidak bertentangan dengan rencana pencapaian tujuan
organisasi
• Bawahan mampu secara mental maupun fisik untuk
menjalankan apa yang diperintahkan
Jenis Kewenangan
• Kewenangan sesuai dengan bagan
organisasi (hierarki)
Kewenangan Lini • Top manager – non-supervisory
management

• Kewenangan untuk membantu


Kewenangan Staf kewenangan lini dalam sebuah organisasi
• Staf ahli

• Kewenangan untuk melakukan kontrol dan


Kewenangan koordinasi lintas bagian
Fungsional • Lini maupun staf
TANGGUNG JAWAB (Responsibility)

KEWENANGAN

TANGGUNG
JAWAB
Tanggung Jawab (Responsibility)
• Tanggung jawab merupakan konsekuensi dari sebuah
kewenangan
• Orang-orang yang diposisikan dalam sebuah bagian/
departemen di dalam organisasi tidak hanya akan diberikan
wewenang tetapi juga tanggung jawab
• Tanggung jawab merupakan salah satu alat kontrol
– Untuk mengingatkan seseorang agar tidak salah
menggunakan wewenang yang dimilikinya
– Untuk melaporkan apa yang telah dilakukan, sehubungan
dengan wewenangnya
PELIMPAHAN WEWENANG DAN
TANGGUNG JAWAB (Delegation)
Delegasi
Apa yang mendorong terjadinya pelimpahan wewenang dan
tanggung jawab?
– Adanya keterbatasan dalam melakukan suatu pekerjaan
• Ketersediaan waktu pengerjaan
• Jumlah pekerja
• Keahlian yang dimiliki

Pelimpahan wewenang
– Proses pengalihan tugas kepada orang lain yang sah
(terlegitimasi) dalam melakukan berbagai aktivitas yang
ditujukan untuk mencapai tujuan organisasi.
Manfaat dan Kendala Delegasi
• Manfaat
– Memberikan kesempatan kepadabawahan mempelajari
dan melakukan sesuatu yang baru
– Pelimpahan wewenang mendorong tercapainya keputusan
yang lebih baik
– Penyelesaian pekerjaan dapat dilakukan dalam waktu yang
lebih cepat
• Kendala
– Jika wewenang dilimpahkan kepada orang yang tidak tepat,
maka dapat menghambat pencapaian tujuan ke arah yang
lebih baik
– Kurang bertanggung jawabnya atasan terhadap apa yang
semestinya dilakukan
Pelimpahan Wewenang yang Efektif
Stoner (1995)
• Prinsip Skalar
– Sebuah proses pendelegasian harus ada garis wewenang
yang jelas dari hierarki tertinggi sampai yang terendah.
Tujuannya untuk menghindari:Kesenjangan
– Tumpang tindih
– Perintah berganda
• Prinsip Kesatuan Perintah (Unity of Command)
• Tanggung jawab, kewenangan, dan pertanggung jawaban
Pelimpahan Wewenang yang Efektif
3 Kunci Pokok agar Pelimpahan Wewenang Efektif
– Atasan harus memiliki kemampuan dalam memahami
tujuan organisasi , tuntutan dari setiap pekerjaan, dan
kemampuan bawahan
– Kepercayaan atasan terhadap bawahan dalam
melimpahkan wewenang perlu diiringi dengan pemberian
kebebasan untuk menjalankan wewenang menurut
caranya sendiri
– Perlu adanya komunikasi yang terbuka antara atasan dan
bawahan
Langkah-langkah Pelimpahan Wewenang
1. Penentuan hal-hal yang dapat didelegasikan
• Apa, mengapa, bagaimana
2. Penentuan orang yang layak menerima delegasi
3. Penyediaan sumber daya yang dibutuhkan
• Informasi
• Finansial
• dll
4. Pelimpahan tugas yang akan diberikan
5. Intervensi pada saat diperlukan
SENTRALISASI DAN DESENTRALISASI DALAM
PENGORGANISASIAN
Sentralisasi dan Desentralisasi
Sentraisasi
– Cara pengorganisasian dimana seluruh tugas, tanggung
jawab, dan perintah dipusatkan dari hierarki yang tertinggi

Desentralisasi
– Konsep pengorganisasian yang memandang bahwa apa
yang terjadi di lapangan sering tidak dipahami oleh
hierarki tertinggi, oleh sebab itu perlu adanya pembagian
porsi pengambilan keputusan dan kebijakan.
Sentralisasi vs Desentralisasi

Sentralisasi Desentralisasi
• Sifat keumuman dari cara • Kedekatan dengan pihak
pengelolaan sasaran
• Efisiensi biaya • Pengetahuan lokal/lapangan
• Kesamaan kualitas • Penerimaan dari pihak
sasaran
• Adanya kemajuan teknologi • Keputusan lebih fleksibel
Sentralisasi dan Desentralisasi,
Mana yang Lebih Baik?
ASPEK SENTRALISASI DESENTRALISASI
Biaya dan Resiko Lebih kecil Lebih besar
Waktu Lebih lambat Lebih cepat
Kecenderungan Jika bawahan dinilai Jika bawahan dinilai
manajer memandang tidak memiliki memiliki kapasitas/
kemampuan bawahan kapasitas/ kemampuan kemampuan
Budaya organisasi Top-bottom Bottom-up
Tipe bawahan Jika bawahan memiliki Jika bawahan memiliki
tipe x tipe Y