Anda di halaman 1dari 15

PENGANTAR EPIDEMIOLOGI

KLINIK

HASVIA BERLIANI
1920332027
EPIDEMIOLOGI
EPI = tentang
DEMOS = masyarakat/rakyat
LOGOS = ilmu pengetahuan

 Epidemiologi adalah studi yang mempelajari


distribusi dan determinan penyakit dan keadaan
kesehatan pada populasi, serta penerapannya
untuk pengendalian masalah-masalah kesehatan.
EPIDEMIOLOGI
 Ilmu yg mempelajari, menganalisis & berusaha
memecahkan berbagai masalah kesehatan & masalah
berhubungan dengan kesehatan pada suatu kelompok
penduduk tertentu

 Ilmu yang mempelajari distribusi & determinan, frekuensi


penyakit & status kesehatan pada populasi manusia

 Selanjutnya, hubungan faktor 2 & penyakit dipelajari


dalam konteks sebab-akibat, dengan logika deduktif &
inferensi induktif
EPIDEMIOLOGI KLINIK
 Epidemiologi Klinik adalah Penerapan prinsip – prinsip
dan metode – metode epidemiologi ke dalam praktek
kedokteran klinik.

 Epidemiologi klinik masih merupakan sebuah istilah


yang KONTRADIKTIF yaitu Bahwa epidemiologi itu
berurusan dengan populasi/komunitas, sementara
kedokteran klinik itu berurusan dengan individu.
TUJUAN
 Epidemiologi klinik bertujuan membantu
klinisi untuk membuat keputusan klinis
dengan lebih baik untuk pelayanan
pasien,menyangkutdiagnosis,kausa,progno
sis, terapi,maupun pencegahan.
EPIDEMIOLOGI KLINIK
MENCANGKUP ANTARA LAIN:
 Normalitas dan abnormalitas

 Akurasi uji – uji diagnostik

 Riwayat penyakit dan prognosis penyakit

 Efektifitas pengobatan

 Tindakan pencegahan dalam praktek kedokteran


klinis
Normalitas dan abnormalitas
 Normal adalah umum
Kriteria pada umumnya digunakan di dalam praktik klinik untuk
mempertimbangkan hal-hal yang sering terjadi sebagai normal dan
hal yang tidak sering terjadi sebagai abnormal.
Keterbatasan utama dari normalitasan adalah hampir tidak ada dasar
biologis untuk menggunakan sebuah titik tertentu sebagai penunjuk ke
arah abnormalitasan.

 Abnormal sebagai sesuatu yang tidak wajar


dalam klinik, normal biasanya dianggap sebagai sesuatu yang paling
banyak muncul atau dalam kondisi biasa. Apa saja yang sering
muncul, dinyatakan normal dan apa yang jarang muncul disebut
abnormal.
Akurasi uji diagnostik
Diagnosis berasal dari bahasa Yunani
Dia = melalui.
Gnosis = Ilmu pengetahuan.

 DIAGNOSIS berarti :
Penetapan suatu keadaan yang menyimpang
atau keadaan normal melalui dasar pemikiran
dan pertimbangan ilmu pengetuahuan.
Uji diagnostik
 Uji diagnostik biasanya diartikan sebagai hasil tes yang
dilakukan di laboratorium.

 Semua informasi klinik yang didapatkan dari riwayat


penyakit (anamnesis), pemerikasaan fisik atau sinar X.
Prinsip-prinsip tersebut dapat digunakan untuk
menunjukkan apakah hasil-hasil pemerikasaan tersebut
bisa memberikan bukti uji diagnostik.
Tujuan uji diagnostik
 Tujuan dari melakukan uji diagnostic adalah untuk
membantu memastikan diagnosis – diagnosis yang
paling memungkinkan.

 Dalam pengertian ini, maka seharusnya diagnosis itu


merupakan sebuah proses ilmiah.

 Oleh karena itu, dalam setiap uji diagnostic seharusnya


dilakukan dengan prosedur – prosedur ilmiah seperti
layaknya sebuah penelitian.
Riwayat penyakit dan prognosis penyakit
RIWAYAT PENYAKIT

 Mulai timbulnya patologi penyakit,

 Tahap presimtomatis dari timbulnya perubahan

– perubahan patologis dengan munculnya gejala

– gejala atau tanda – tanda.

 Tahap sebuah Penyakit ; yang secara klinik benar – benar


nyata dan mungkin dapat mengalami perkembangan
yang buruk bahkan menyebabkan kematian
PROGNOSIS
 Prognosis : Merupakan prediksi tentang kelangsungan sebuah
penyakit yang mencerminkan sebagai probabilitas akan
perkembangannya pada masa/tahap selanjutnya.

 Prognosis dalam pengertian Mortalitas diukur sebagai tingkat


Fatalitas Kasus (Case Fatality Rate) atau Probabilitas Kelangsungan
Hidup.

 Sedangkan Metode yang digunakan untuk Mengukur Prognosis


adalah Analisis Survival (Survival Analysis).
EFEKTIFITAS PENGOBATAN
 KEPATUHAN & KETAATAN adalah : Suatu kedaan sejauh
mana penderita itu menjalankan nasehat – nasehat medis
secara baik.

 Metode yang paling sesuai untuk mengetahui Efikasi dan


Efektifitas adalah Uji Coba Klinik Acak Terkendali
(Randomized Controlled Trial)
PENCEGAHAN DI DALAM PRAKTEK KLINIK
1. Pencegahan Primordial
Menciptakan prakondisi dimana masyarakat merasa bahwa
merokok itu merupakan status kebiasaan yang tidak baik dan
masyarakat mampu bersikap positif untuk tidak merokok.

2. Pencegahan Primer
Promosi Kesehatan Masyarakat
Pencegahan Khusus

3. Pencegahan Sekunder
Diagnosis Dini : Screening.
Pengobatan : Kemotherapi / Pembedahan.

4. Pencegahan Tersier.
Rehabilitasi
TERIMA KASIH