Anda di halaman 1dari 15

IKATAN KIMIA BAHAN

Disusun oleh:
Talita Freya Lidian 1415041060
Rio Riski Simboln 1815041023
M. Aldhafa Rakha. P 1815041029
ATOM

John Dalton Joseph John Thomson

Atom merupakan bola yang


Atom merupakan suatu zat bermuatan positif, dan elektron
yang tidak bisa dibagi-bagi lagi. tersebar dipermukaannya, seperti
roti ditaburi kismis
Ernest Rutherford Niels Hendrik David Bohr

Teoriinya memperkenalkan atom Teori Bohr memperkenalkan atom


sebagai sejenis miniatur planet sebagai elektron-elektron
mengitari matahari, dengan mengelilingi orbitnya yang disebut
elektron-elektron mengelilingi kulit elektron atau tingkat energi.
orbitnya sekitar bagian pokok
ELEKRON, PROTON, NEUTRON
SEBAGAI PARTIKEL DASAR ATOM

Elektron Proton Neutron ATOM


PARTIKEL DASAR PENYUSUN ATOM
Muatan Muatan
Massa
Partikel Lambang Penemu Massa (gram) eksak relatif
(sma)
(Coloumb) (sme)
Elektron e J.J. Thomson 0,00055 9,1100×10–28 –1,6×10-19 -1

Proton p Goldstein 1,00728 1,6726+10–24 +1,6×10-19 +1

Neutron n Chadwick 1,00866 1,6750×10–24 0 0


MOLEKUL
Banyak partikel terkecil dari suatu zat di alam yang bukan atom, melainkan gabungan dari dua
atau lebih atom unsur, baik dari unsur yang sama maupun berbeda. Gabungan dua atom atau
lebih yang berasal dari unsur yang sama atau berbeda disebut molekul. Jika atomnya berasal dari
unsur yang sama maka molekul tersebut disebut molekul unsur. Jika suatu molekul tersusun atas
dua atau lebih atom dari unsur yang berbeda maka disebut molekul senyawa.

Contoh zat yang partikel terkecilnya merupakan molekul senyawa adalah air. Air yang biasa kita
minum mengandung partikel-partikel terkecil yang disebut molekul air. Molekul air ini tersusun
atas dua atom unsur hidrogen dan satu atom unsur oksigen (rumus H2O). Karena molekul air
tersusun dari atom-atom unsur yang berbeda maka molekul air termasuk molekul senyawa.
Molekul air dapat dihasilkan dari reaksi antara molekul unsur hidrogen dan molekul unsur
oksigen.
ION
Pada pertengahan abad ke-19, banyak hasil penelitian yang menunjukkan bahwa banyak zat tidak
disusun oleh atom melainkan oleh partikel-partikel bermuatan yang disebut ion. Ukuran partikel ini
adalah sekitar ukuran atom dan molekul. Contoh: orang sudah mengenal bahwa lelehan garam dan
larutan garam dalam air dapat menghantarkan listrik. Dalam peristiwa tersebut, muatan listrik
mengalir dengan cara yang berbeda dibandingkan dalam logam. Dalam logam, muatan listrik dibawa
oleh elektron. Sebaliknya, dalam lelehan garam atau larutan garam dalam air, muatan listrik dibawa
oleh ion-ion (ion positif dan negatif).
Dengan demikian, partikel terkecil dari materi tidak hanya berbentuk atom dan molekul, tetapi juga
dapat berbentuk ion. Muatan elektron merupakan jumlah muatan terkecil yang disebut sebagai
muatan dasar (e). Muatan ion adalah satu kali atau beberapa kali muatan dasar tersebut. Karena itu,
muatan ion hanya dituliskan dengan angka satu atau kelipatan dari muatan tersebut. Logam-logam
membentuk ion-ion bermuatan positif (kation). Ion-ion unsur bukan logam sebagian besar
membentuk ion bermuatan negatif (anion).
Pada gambar di bawah terlihat bahwa satu ion natrium dikelilingi oleh enam ion klor.
Sebaliknya, satu ion klor dikelilingi oleh enam ion natrium. Keteraturan ini dimiliki oleh setiap
ion natrium dan ion klor. Dengan demikian, kedua ion tersebut tidak membentuk molekul
melainkan membentuk suatu kisi kristal. Tiap-tiap ion tetap berada pada tempatnya. Ini bisa
menjelaskan mengapa padatan garam dapur tidak dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan
lelehannya dapat menghantarkan arus listrik. Ketika natrium klorida(NaCl) dilarutkan dalam air
maka kisi kristal NaCl akan terurai membentuk ion natrium dan ionklor.

Kedua ion tersebut akan berinteraksi dengan molekul air, seperti ditunjukkan pada gambar
disamping. Ion-ion yang bermuatan berlawanan ini memiliki gaya tarik listrik yang kuat. Ikatan
kimia yang terjadi karena gaya tarik listrik ini disebut ikatan ion. Senyawa yang terbentuk karena
adanya ikatan ion disebut senyawa ion. Adanya gaya tarik yang kuat ini bisa menjelaskan
mengapa garam-garam atau senyawa ion umumnya memiliki titik leleh dan titik didih yang
tinggi, jauh lebih tinggi dari zat-zat yang tersusun atas molekul-molekul.
SIFAT DAN KEGUNAAN IKATAN
A. Ikatan Primer
Ikatan primer adalah ikatan kimia dimana ikatan gaya antar atomnya relatif besar. Ikatan primer
ini terdiri atas ikatan ion, ikatan kovalen, dan ikatan logam. Salah satu contoh:
1. Ikatan Ion
Ikatan ionik adalah sebuah gaya elektrostatik yang mempersatukan ion-ion dalam suatu
senyawa ionik. Ion-ion yang diikat oleh ikatan kimia ini terdiri dari kation dan juga anion.
Kation terbentuk dari unsur-unsur yang memiliki energi ionisasi rendah dan biasanya terdiri
dari logam-logam alkali dan alkali tanah. Sementara itu, anion cenderung terbentuk dari unsur-
unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi, dalam hal ini unsur-unsur golongan halogen dan
oksigen. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa ikatan ion sangat dipengaruhi oleh besarnya
beda keelektronegatifan dari atom-atom pembentuk senyawa tersebut
Sifat senyawa Ionik
1. Struktur/susunan kristal. Dalam keadaan padat, senyawa ionis terdapat dalam bentuk kristal dengan susunan
tertentu. Penafsiran terhadap hasil difraksi sinar-X pada senyawa ion dapat memberi petunjuk mengenai susunan
internal dari kristal ion tersebut. Misalnya pada kristal NaCl dapat diketahui bahwa setiap ion Na+ dikelilingi
oleh 6 ion Cl–, dan setiap ion Cl– juga dikelilingi oleh 6 ion Na+.
2. Isomorf. Senyawa-senyawa ion yang mempunyai susunan yang mirip satu sama lain seperti NaCl dan KNO3
mempunyai bentuk kristal yang sama yang disebut isomorf. Di samping itu terdapat pula senyawa-senyawa yang
mempunyai muatan ion berbeda, tetapi mempunyai susunan kristal yang sama, misalnya NaF dan MgO, CaCl2
dan K2S masing-masing mempunyai susunan kristal yang sama. Fakta tersebut dapat dijelaskan dengan meninjau
konfigurasi elektron ion-ion penyusun kristal tersebut.
3. Daya hantar listrik Baik dalam keadaan cair (meleleh) maupun dalam larutannya senyawa ionis dapat
menghantarkan arus listrik.
4. Titik leleh dan titik didih. Ion positif dan ion negative pada senyawa ionis, terikat satu sama lain oleh gaya
elektrostatis yang sangat kuat. Untuk memisahkan ion-ion tersebut baik yang terdapat dalam bentuk kristal
maupun dalam bentuk cairnya, diperlukan energy yang cukup besar, yang mengakibatkan titik leleh dan titik
didih senyawa ionis juga tinggi.
5. Kelarutan. Pada umumnya senyawa ionis larut dalam pelarut yang mengandung gugs OH- seperti H2O dan
C2H5OH yang merupakan senyawa kovalen polar, sedangkan senyawa kovalen larut dalam pelarut nonpolar.
6. Reaksi ion. Pada reaksi senyawa ionis, ion-ion tidak tergantung pada ion pasangannya, misalnya bila NaCl dan
AgNO3 (dalam larutan) dicampurkan, maka segera terbentuk endapan AgCl. Reaksi yang terjadi adalah:Ag+(aq)
+ Cl-(aq) AgCl (s)
7. Keras, kaku dan rapuh
B. Ikatan Sekunder (Gaya Tarik Antarmolekul)
Ikatan sekunder adalah ikatan antar molekul. Gaya ikatan sekunder timbul dari dipol atom atau
molekul. Pada dasarnya dipol listrik timbul jika ada jarak pisah antara bagian positif dan negatif
dari sebuah atom dan molekul. Perlu diingat bahwa gaya tarik antarmolekul berikatan dengan
sifat-sifat fisis zat, seperti titik leleh dan titik didih. Semakin kuat gaya tarik antarmolekul,
semakin sulit untuk memutuskannya, sehingga mengakibatkan semakin tinggi titik leleh
maupun titik didih suatu senyawa. Berikut adalah macam-macam ikatan sekunder:

Ikatan /
Gaya Van
Der Waals

Gaya
London / Ikatan
Gaya Hidrogen
Dispersi
1. Gaya London atau gaya dispersi
Gaya London atau gaya dispersi adalah gaya tarik menarik antara molekul-molekul dalam zat yang
nonpolar. Fritz London, seorang ilmuwan Jerman mengungkapkan teori tentang gaya ini, sehingga
gaya ini bisa disebut gaya London. Gaya London adalah gaya dimana elektron senantiasa bergerak
dalam orbital. Perpindahan elektron dari suatu daerah ke daerah lainnya menyebabkan suatu molekul
yang secara normal bersifat nonpolar menjadi polar sesaat, membentuk dipol sesaat. Dipol yang
terbentuk dengan cara ini disebut dipol sesaat karena dipol ini dapat berubah secara banyak dalam
satu detik. Dipol sesaat pada suatu molekul dapat mengimbas molekul di sekitarnya sehingga
membentuk suatu dipol terimbas. Kekuatan gaya London bergantung pada beberapa faktor:
• Kerumitan Molekul. Lebih banyak terdapat interaksi pada molekul kompleks dari molekul
sederhana, sehingga Gaya London lebih besar dibandingkan molekul sederhana. Makin besar Mr
makin kuat Gaya London.
• Ukuran Molekul. Molekul yang lebih besar mempunyai tarikan lebih besar dari pada molekul
berukuran kecil. Sehingga mudah terjadi kutub listrik sesaat yang menimbulkan Gaya London
besar.Dalam satu golongan dari atas ke bawah, ukurannya bertambah besar, sehingga gaya
londonnya juga semakin besar.
2. Ikatan Hidrogen
Suatu gaya antarmolekul yang relatif kuat terdapat dalam senyawa hidrogen yang mempunyai
keelektronegatifan besar, yaitu fluorin (F), oksigen (O), dan nitrogen (N). Misalnya dalam HF,
H20, dan NH3. Hal ini tercermin dari titik didih yang menyolok tinggi dari senyawa-senyawa
tersebut dibandingkan dengan senyawa lain yang sejenis.
Kekuatan ikatan hidrogen ini dipengaruhi oleh perbedaan elektronegativitas antara atom-atom
dalam molekul tersebut. Semakin besar perbedaannya, semakin besar ikatan hidrogen yang
terbentuk.
Ikatan hidrogen memengaruhi titik didih suatu senyawa. Semakin besar ikatan hidrogennya,
semakin tinggi titik didihnya. Namun, khusus pada air (H2O), terjadi dua ikatan hidrogen pada
tiap molekulnya. Akibatnya jumlah total ikatan hidrogennya lebih besar daripada asam florida
(HF) yang seharusnya memiliki ikatan hidrogen terbesar (karena paling tinggi perbedaan
elektronegativitasnya) sehingga titik didih air lebih tinggi daripada asam florida.
3. Ikatan / Gaya Van Der Waals
Gaya-gaya antarmolekul secara kolektif disebut juga gaya van der Waals. Jadi,
bisa dikatakan bahwa gaya London, gaya dipol-dipol, dan gaya dipol-dipol
terimbas, semuanya tergolong gaya van der Waals. Namun demikian, ada
kebiasaan untuk melakukan pembedaan yang bertujuan untuk memperjelas gaya
antarmolekul dalam suatu zat berikut:
• Istilah gaya London atau gaya dispersi digunakan, jika gaya antarmolekul
itulah satu-satunya, yaitu untuk zat-zat yang nonpolar. Misalnya untuk gas
mulia, hidrogen, dan nitrogen.
• Istilah gaya van der Waals digunakan untuk zat yang mempunyai dipol-dipol
selain gaya dipersi, misalnya hidrogen klorida dan aseton.
TERIMA KASIH