Anda di halaman 1dari 19

PENGUNGKIT PADA TUBUH MANUSIA

Disusun oleh :
Nuarista Indah Safitri (17312241033)
Ayu Febriana Mawartiningtyas (17312241047)
Atang Ganis Bayu Aji (17312241060)
PENGUNGKIT
 Pengungkit atau tuas adalah batang yang bebas berputar pada
titik tetap yang disebut titik tumpu.
 Tuas digunakan untuk mengangkat beban dengan cara yang
menguntungkan dari satu titik ke titik lainnya.
JENIS-JENIS TUAS
1. Tuas jenis pertama
 Titik tumpu terletak diantara kuasa dan beban.

 Contohnya : Linggis

2. Tuas jenis kedua


 Letak titik bebannya berada diantara titik tumpu dan titik
kuasa.
 Contohnya : Gerobak dorong

3. Tuas jenis ketiga


 Titik kuasa letaknya di tengah, diantara titik tumpu dan titik
beban
 Contohnya : Sekop
 Untuk ketiga jenis tuas, gaya (F) yang diperlukan untuk
menyeimbangkan beban :

 di mana d1 dan d2 adalah panjang lengan tuas


 Jika d1 kurang dari d2, maka gaya yang diperlukan untuk
menyeimbangkan beban lebih kecil dari berat beban.
 Keuntungan mekanis tuas :

 Tergantung pada jarak dari titik tumpu


TUAS JENIS 1

 Keuntungan mekanis dari tuas jenis 1 bisa lebih besar atau lebih
kecil dari satu.
 Dengan menempatkan beban mendekati titik tumpu, dengan d1
jauh lebih kecil dari d2, keuntungan mekanis yang didapat sangat
besar.
TUAS JENIS 2

 Dalam tuas jenis 2, d1 selalu lebih kecil dari d2.


 Oleh karena itu, keuntungan mekanis dari tuas jenis 2 lebih besar
daripada satu.
TUAS JENIS 3

 Dalam tuas jenis 3, d1 lebih besar dari d2


 Oleh karena itu, keuntungan mekanis selalu kurang dari satu
Suatu gaya yang sedikit lebih besar daripada yang dibutuhkan untuk
menyeimbangkan beban akan membuat beban terangkat seperti gambar di
atas
 Gaya bergerak melalui jarak L2
 Beban bergerak dengan jarak L1

Hubungan antara L1 dan L2 :


 Rasio kecepatan kedua titik pada tuas yang bergerak :

 V2 adalah kecepatan titik kuasa, dan v1 adalah kecepatan beban.


 Hubungan ini berlaku untuk ketiga kelas tuas.

 Dengan demikian, kecepatan beban berbanding terbalik dengan


keuntungan mekanik.
SIKU
 Dua otot terpenting yang menghasilkan gerakan siku adalah
biseps dan trisep.
 Kontraksi trisep menyebabkan ekstensi atau pembukaan siku,
sementara kontraksi bisep menutup siku
 Gambar 1.12a menunjukkan bobot W yang
dipegang di tangan dengan siku ditekuk pada
sudut 100◦.
 Diagram disederhanakan dari posisi lengan
ini ditunjukkan pada Gbr.1.12b.
 Dimensi yang ditunjukkan pada Gambar.1.12
masuk akal untuk lengan manusia, tetapi
mereka tentu saja akan berbeda dari orang ke
orang.
GAYA TARIK FM YANG DIBERIKAN OLEH OTOT BISEPS DAN
ARAH DAN BESARNYA GAYA REAKSI FR
 Untuk kesetimbangan, jumlah komponen x dan y dari gaya masing-masing
harus nol. Dari kondisi ini kita dapatkan
X komponen gaya : Fm cos θ = Fr cos φ (1.10)
Y komponen gaya : Fm sinθ = W + Fr sin φ (1.11)
 Torsi pada titik tumpu harus nol.
 Karena gaya reaksi Fr bekerja pada titik tumpu, ia tidak menghasilkan torsi
pada titik ini.
 Menggunakan dimensi yang ditunjukkan pada Gambar.1.12, kita dapatkan
4cm × Fm sin θ = 40 cm × W
atau
Fm sin θ = 10W (1.12)
 Karena itu, dengan θ = 72.6◦, gaya otot Fm adalah
Fm = 10 W / 0.954 = 10.5
 Dengan berat 14 kg (31 lb) di tangan, gaya yang diberikan oleh otot adalah
Fm = 10,5 × 14 × 9,8 = 1440N (325lb)
 Solusi Persamaan.1.10 dan 1.11 memberikan besarnya dan arah gaya reaksi Fr.
Dengan asumsi seperti sebelumnya bahwa berat yang didukung adalah 14kg,
persamaan ini menjadi

1440 × cos 72.6 = Fr cos φ


1440 × sin72.6 = 14 × 9,8 + Fr sin φ (1,14)
atau
Fr cos φ = 430N
Fr sin φ = 1240N (1.15)

 Mengkuadratkan kedua persamaan, menggunakan cos2 φ + sin2 φ 1 dan


menambahkannya, kita dapatkan
Fr2 = 1.74 × 106N2
atau
Fr = 1320 N (298lb) (1.16)

 Dari Persamaan.1.14 dan 1.15, cotangent sudut adalah


cotφ= 430/ 1240 = 0,347 (1,17)
dan
φ =70,9◦
PINGGUL
 Gambar disamping menunjukkan sendi pinggul
dan representasi tuasnya yang
disederhanakan.
 Pinggul distabilkan dalam persendian oleh
sekelompok otot, yang direpresentasikan pada
Gambar.1.14b sebagai gaya resultan tunggal
Fm.
 WL mewakili berat gabungan dari leg(kaki),
foot(tumit sampai jari kaki), dan paha.
Biasanya, berat ini adalah sebagian kecil
(0,185) dari total berat badan W (yaitu, WL
0,185 W).
 Gaya W yang bekerja di bagian bawah tuas
adalah gaya reaksi tanah pada kaki orang
tersebut.
 Perhitungan ini menunjukkan bahwa gaya pada persendian
pinggul hampir dua dan satu kali lipat dari berat orang tersebut.
Perhatikan, misalnya, seseorang yang beratnya 70 kg dan
beratnya 9,8 × 70 686N (154lb). Gaya pada sendi pinggul adalah
1625N (366lb).
PUNGGUNG
 Saat tubuh ditekuk ke depan, spine pivot
(poros tulang belakang) berputar terutama
pada vertebra lumbar(bagian tulang belakang
dari pinggang) ke lima (Gbr.1.16a).
 pivot point A adalah lumbar (bagian tulang
belakang dari pinggang) kelima.
 Lengan pengungkit A B mewakili punggung.
 Berat tubuh W1 didistribusikan merata di
sepanjang punggung; pengaruhnya dapat
diwakili oleh berat yang ditangguhkan di
tengah.
 Berat kepala dan lengan diwakili oleh W2
yang ditangguhkan di ujung lengan tuas.
 Otot erector spinalis, ditampilkan sebagai
koneksi D-C yang terpasang pada titik dua
pertiga dari tulang belakang,
mempertahankan posisi punggung.

PINCANG

 Orang yang mengalami pincang karena


pinggul yang terluka dengan bersandar ke sisi
yang tidak terluka.
 Akibatnya, pusat gravitasi tubuh bergeser ke
posisi di atas sendi panggul untuk mengurangi
kekuatan pada area yang terluka.
BERJINJIT DENGAN SATU KAKI
 Berat total orang tersebut didukung oleh gaya reaksi pada titik A.
 Ini adalah tuas jenis 1 dengan titik tumpu pada kontak tibia.

 Gaya keseimbangan diberikan oleh otot yang terhubung ke tumit


oleh tendon Achilles.