Anda di halaman 1dari 13

Kelompok 1

Observasi &
Wawancara
M. Iqbal Suryawan Putra

Yuli Rahmawati

Rahmawati “
Mutia Rahmah
Aufa Yasmina
Salsabila Wahyu Almira Siham Safrina
Hafizh Putra Gustama
Lulu Septiannisa
Tunjung Trihapsari

2
Behavioral tallying & Charting

3
• Behaviour Tallying  teknik pencatatan
bersifat close method, yang artinya data
hasil pengamatan adalah data jadi bukan
data mentah

Charting / Graphic  teknik perluasan


dari bentuk behaviour tallying yang model
pencatatannya berbentuk diagram atau
grafik

Kelebihan &
kekurangan Behaviour
Tallying & Charting

5
◦ Kelebihan :

1. Perubahan tingkah laku dapat
diamati
2. Cara pengerjaan yang tepat
3. Objektif dalam mengukur
frekuensi tingkah laku

6
◦ Kekurangan :


1. Data mentah hilang karena tidak ada catatan
secara ditail mengenai tingkah laku yang terjadi
2. Hanya dapat mengukur 1 jenis tingkah laku
3. Memungkinkan terjadinya bias dalam proses
pencatatan

7
Target Behavior dipisahkan ke dalam 2 unit analisis,
yakni :

Tingkah laku diskrit : perilaku dapat dihitung dan


menghasilkan frekuensi

Tingkah laku nondiskrit : perilaku tidak bisa dihitung dan


hanya dapat dilihat melalui durasi

8
Contoh Tally mark (Turus)

9
CONTOH PENCATATAN
DENGAN FREKUENSI
Nama : A
Tingkah Laku : Memukul Kepala Anak Lain
Hari Tally Total

1 8

2 12

3 9

4 12

5 6

Rata-rata perhari 9,4 memukul

10
CONTOH PENCATATAN DENGAN DURASI
Nama : B Hari Waktu Jumlah (menit)

Tingkah Laku :


1 09.05 – 09.22

Berjalan-jalan di ruang 09.27 – 09.30


39
kelas 14.03 – 14.10

14.18 – 14.30

2 09.00 – 09.30

14.10 – 14.21 43

14.28 – 14.30

3 09.00 – 09.30
48
14.00 – 14.18

Rata - rata 43,3 menit / hari

11

12
THANKS!
Any questions?

13

Anda mungkin juga menyukai