Anda di halaman 1dari 16

Oleh:

Sri Tatminingsih
PGPAUD - FKIP

TUGAS AKHIR PROGRAM (TAP)


(PAUD4500)
CONTOH KASUS

Pelajari ilustrasi berikut dan jawablah pertanyaannya dengan tepat dan rinci.

Hari Senin pagi pukul 06.00 WIB, kesibukan di Taman Pendidikan


Anak “Hati Bunda” sudah mulai terlihat. Anak-anak berusia 2 - 4 tahun
mulai berdatangan dengan diantar orangtuanya. Ada yang diantar Ibunya
dan ada yang diantar ayahnya. Para pengasuh TPA berdiri menyambut di
depan pintu dengan senyuman yang ramah sehingga anak-anak mau
melepaskan orangtuanya dan mu diajak masuk ke dalam TPA tersebut.
Beberapa orangtua bercakap-cakap ringan dengan pengasuh TPA,
menanyakan perkembangan anaknya. Para pengasuh TPA menjawab
dengan sabar dan antusias.
PENYELESAIAN KASUS

Sesampai di dalam ruang TPA, anak-anak yang belum mandi, langsung


dimandikan oleh para pengasuh dan diganti bajunya dengan baju yang
bersih.Anak-anak yang sudah mandi diperbolehkan mengambil mainan
di arena bermain, tetapi mereka harus melepaskan sepatunya terlebih
dahulu. Mereka berlarian ke arena bermain dan beberapa anak
meletakkan sepatunya sembarangan. Seorang pengasuh yaitu Bu Siti
segera menegur mereka: “Hayo ingat …., di letakkan dimana
sepatunya? Ayo kembali, simpan sepatu kalian dengan benar”. Anak-
anak berbalik kembali mengambil sepatu mereka dengan wajah kurang
senang dan meletakkannya di rak sepatu. Seelah itu mulailah mereka
bermain di arena tersebut.
KISI-KISI

Selang beberapa saat, mereka dipanggil untuk berkumpul karena acara


makan pagi bersama akan segera dimulai. Mereka mengelilingi meja
makan yang besar. Para juru masak menyiapkan masakan. Beberapa
anak tak sabar dan ingin mengambil sendiri nasi dari tempat nasi, tetapi
dicegah oleh juru masak dan diminta bersabar dan mengantri. Sesaat
kemudian beberapa anak sudah memegang piring berisi nasi dan
lauknya, mereka berjalan ke depan televisi dan makan sambil menonton
televisi. Pengasuh mendiamkan saja prilaku mereka karena sedang
sibuk mengatur anak-anak lain yang mengantri.
KISI-KISI

Suasana agak gaduh, beberapa butir nasi dan makanan lain berceceran di
bawah meja. Pengasuh mengingatkan anak-anak untuk membersihkannya
dengan cara memungutnya dan membuangnya ke tempat sampah apabila
mereka sudah selesai makan. Mereka juga dimanta menaruh piring kotor
ke tempat cucian.
Setelah acara makan selesai, anak-anak memungut nasi dan makanan
yang berceceran dan membuang ke tempat sampah. Sisanya dibersihkan
oleh pengasuh. Anak-anak juga meletakkan piring kotor ke tempat cucian
piring. Pengasuh memberi pujian pada anak-anak yang tertib. Misalnya
pada Susi: ”Susi, bagus sekali, kamu sudah makan dengan tertib,
membuang sampah, dan meyimpan piring kotor di bak cuci. Kamu
memang jempolan deh”.
Selesai makan anak-anak bemain bebas. Beberapa anak bermaindi luar
ruangan, dan bebeapa lagi di dalam ruangan. Pengasuh mengawasi
mereka dengan seksama. Tiba-tiba Nano berteriak “Bu ……….. mau
ppis”. Bu Yeni segera mengahampiri dan membawa Nano ke kamar
mandi. Tetapi rupanya Nano terlambat melapor sehingga celananya dan
lantai tempatnya berdiri sudah basah. Bu Yeni segera membersihkan
lantai dan mengajak Nano ke kamar mandi seraya berkata “Aduh Nano
…., Ibu kan sudah sering bilang, kalau mau pipis harus cepat bilang,
supaya tidak pipis di celana. Jadi kotor deh lantainya. Hari ini kamu tidak
Ibu beri kueh deh, habis kamu mengompol sih. Nano terdiam dan tampak
sedih.
Ketika tiba pukul 10.00 WIB, anak-anak diberi makanan kecil berupa kue
pisang dan kue lapis. Semua anak mendapat kue termasuk Nano.
Kegiatan dilanjutkan dan anak-anak bermain di sentra. Hari itu anak-anak
bermain di sentra balok dan seni. Bu Yoyoh bertugas menjadi pengasuh di
sentra balok. Ia mengajak anak-anak berkumpul membentuk lingkaran. Bu
Yoyoh mengabsen anak lalu mengajak mereka bercakap-cakap tentang
tema pada hari itu yaitu “sekolah”.
Beberapa anak asyik bermain balok membuat bangunan sekolah. Dudi,
anak berusai 3 tahun, ingin membuat bangunan sekolah bertingkat. Tetapi
berkali-kali ia mencoba menumpuk sebuah balok, bangunan tersebut
selalu runtuh. Bu Yoyoh membantu memasangkan balok tersebut,
kemudian ia minta Dudi melanjutkan memasangkan balok lainnya dengan
hati-hati. Dudi melanjutkan pekerjaannya dengan senang.
Sementara itu Rini menangis karena tidak bisa memasang puzzle. Bu
Feni yang berada di dekatnya segera memasangkan puzzle tersebut
hingga selesai. Kemudian Bu Feni berkata: “Sudah ya … jangan
menangis lagi. Ini sudah jadi puzzlenya. Bagus tidak? Rini menerima
puzzle dari bu Feni, tangisannya mulai mereda.
Di sudut lain, Lilo berebut mobil-mobilan dengan Tono. Lilo menangis keras
karena mobil-mobilannya di tarik-tarik oleh Tono. Bu Yoyoh yang meliht hal
tersebut segera melerai. Kemudian Ia mengambil mobil-mobilan yang
hampir sama dengan yang sedang diperebutkan. Ia berkata: “Tono, mobil ini
juga bagus… sama dengan mobilnya Lilo. Tono pake mobi yang ini saja ya.
Kalian jangan berkelahi karena anak aik tidak pernah berkelahi, tetapi main
bersama. Ayo main sama-sama. Tono menurut, dan mereka mulai
bermainmobil-mobilan bersama.
Di sentra seni anak-anak melakukan kegiatan finger painting, Bu Siti
memberikan contoh gambar dan cara menggambar dengan jari yang
sebelumnya dicelupkan ke dalam cat. Kemudian anak-anak diminta
membuat lukisan di atas kertas yang sudah dibagikan. Beberapa anak
tampak kebingungan, mereka mengusap-ngusap jari mereka yang penuh
cat ke atas kertas putih. Bi siti menuntun anak-anak melukis dengan cara
memegangi tangan anak tersebut, mencelupkan ke dalam cat dan
mengoleskannya di atas kertas putih.
Kegiatan finger painting berlangsung cukup lama. Beberapa anak mulai
rewel karena sudah waktunya makan siang. Para pengasuh meminta anak
bersabar karena mereka harus membereskan peralatan dan bahan yang
digunakan untuk finger painting. Beberapa anak, meskipun sudah
menggunakan celemek, tapi tangan dan mukanya tampak belepotan cat.
Anak-anak diminta mencuci tangan oleh bu Siti secara bergiliran, lalu
duduk di meja makan. Tetap karena juru masak membantu bu Siti maka
makanan belum siap. Anak-anak yang sudah lapar mulai rewel karena
kesal. Beberapa anak memukul-mukul piring dengan sendoknya karena
terlalu lama menunggu. Untunglah juru masak cukup cekatan sehingga tak
lama kemudian makanan siap dan mereka semua makan dengan lahap.
Selesai makan siang bu Feni bercerita di depan anak-anak, setelah itu
mereka diminta bersiap-siap untuk tidur siang. Beberapa anak tidak mau
tidur siang karena tidak mengantuk. Pengasuh membolehkan mereka
tidak tidur siang. Mereka boleh membaca buku, menggambar atau
melakukan kegiatan lain asal tidak gaduh.
Vita minta dibacakan buku cerita karena belum mengantuk. Bu Feni
dengan sabar memangku Vita dan mulai membacakan cerita yang
sederhana dari sebuah buku cerita untuk anak. Vita merasa senang,
sesekali ia berkomentar sambil menunjuk gambar dalam buku. Bu Feni
berkata: “Nah …Vita, lebahnya mau terbang. Mau ke mana ya ? Ayo kita
lihat halaman berikutnya.
Pada pukul I5.OO WIB semua anak sudah bangun. Mereka dipersilakan
mandi. Beberapa anak tidak sabar mengantri. Mereka membuka baju
mereka dan berlarian kesana-kemari. Pada waktu sikat gigi, mereka juga
berebutan karena sikat gigi mereka serupa dan tidak diberi nama.
Pengasuh segera menangani masalah tersebut dengan membagikan lebih
banyak sikat gigi dan meminta anak-anak yang sudah membuka bajunya
untuk duduk dan tidak berlarian ke sana ke mari.
Selesai mandi, pengasuh mengganti baju mereka dengan baju yang
bersih. Setiap anak boleh memilih baju kesukaannya dan diperbolehkan
mengambil sendiri dari lemari masing-masing. Pengasuh mengingatkan
agar mereka mengambil baju dengan hati-hati sehinngga tidak
berantakan. Tetapi beberapa anak minta diambilkan baju, dan pengasuh
melayani mereka dengan sabar.
Selesai berpakaian, sambil menunggu orangtua mereka menjemput
mereka, pengasuh memutarkan film kartun dari VCD. Sebagian anak
sayik menonton, sebagian lagi memilih bermain puzzle, membaca buku
cerita dan bermain balok. Pada saat orangtua mereka datang, pengasuh
menyerahkan mereka kepada orang tua masing-masing.
Pertanyaan:
1. Berdasarkan ilustrasi di atas, terdapat beberapa praktek yang sesuai
dan tidak sesuai menurut DAP Developmentally Appropriate Practice.
Dari ilustrasi di atas …..
a. jelaskan empat praktek pengasuhan yang sesuai dengan DAP
b. jelaskan empat praktek pengasuhan yang tidak sesuai dengan DAP
2. Jelaskan pijakan yang perlu dilakukan pengasuh TPA saat anak bermain
di sentra (minimal tiga langkah pijakan), yaitu untuk :
a. Pijakan sebelum main
b. Pijakan selama main
c. Pijakan setela main
3. Jelaskan rambu-rambu yang perlu diperhatikan dalam cara membimbing
anak usia balita di TPA dalam rutinitas harian (minimal empat) untuk
kegiatan ….
a. buang air kecil/besar (toilet training)
b. Makan
c. Cuci tangan
d. Berdo’a
4. Berdasarkan ilustrasi kegiatan di atas, buatlah jadwal harian di TPA
fullday seperti di atas dari jam 08.00 – 16.00 untuk anak balita,
dengan format 2 kolom (waktu, kegiatan).
5. Untuk melakukan perbaikan terhadap praktek pengasuhan di TPA
“Hati Bunda”, buatlah rencana PTK dengan 1 siklus kegiatan yang
bertujuan meningkatkan kemandirian anak di TPA yang terdiri dari:
a. Identifikasi masalah
b. Analisis masalah
c. Perumusan masalah
d. Tujuan perbaikan
e. SKH dan skenario perbaikan untuk 1 hari (hari pertama saja)