Anda di halaman 1dari 13

Pemantauan Dan Pengawasan

Kelompok 4
Mila Hariyani
Mutiara Ayu Diana
Siti Azizah Jumal
Torcha Addinto P
Latifah Ajrani
Raphael Mayvo J
Pengertian Pemantauan

Pemantauan (monitoring) adalah penilaian secara terus menerus


terhadap fungsi kegiatan-kegiatan program-program di dalam hal
jadwal penggunaan input / masukan data oleh kelompok sasaran
berkaitan dengan harapan-harapan yang telah direncanakan.
Pengertian Pengawasan

Pengawasan adalah proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan


pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil
yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan
tersebut. Menurut Winardi “Pengawasan adalah semua aktivitas
yang dilaksanakan oleh pihak manajer dalam upaya memastikan
bahwa hasil aktual sesuai dengan hasil yang direncanakan”.
Prinsip Pemantauan & Pengawasan
A. Prinsip dari pemantauan:
• Monitoring harus dilakukan terus-menerus
• Monitoring harus menjadi umpan terhadap perbaikan kegiatan program
organisasi
• Monitoring harus memberi manfaat baik terhadap organisasi maupun
terhadap pengguna produk atau layanan
• Monitoring harus dapat memotifasi staf dan sumber daya lainnya untuk
berprestasi
• Monitoring harus berorientasi pada peraturan yang berlaku
• Monitoring harus obyektif
• Monitoring harus berorientasi pada tujuan program
B. Prinsip pengawasan
sangat diperlukan oleh seorang pimpinan atau manajer dalam membandingkan rencana dengan
pelaksanaan adalah sebagai berikut:
Prinsip perencanaan
Prinsip wewenang
Prinsip tercapainya tujuan
Prinsip efisiensi
Prinsip tanggung jawab
Prinsip masa depan
Prinsip pengawasan langsung
Prinsip penyesuaian dengan organisasi
Prinsip pengawasan individual
Prinsip standar
Manfaat pemantauan & pengawasan
Manfaat pemantauan
• Mengumpulkan data dan informasi
• Memberikan masukan tentang kebutuhan
• Mendapatkan gambaran ketercapaian tujuan
• Memberikan informasi tentang metode yang tepat
• Mendapatkan informasi kesulitan dan hambatan
• Memberikan umpan balik bagi penilaian
• Memberikan pernyataan berupa fakta dan nilai
Manfaat Pengawasan
• Mencegah terjadinya penyimpangan-penyimpangan dan program kerja yang
telah ditetapkan, dan meluruskan kembali penyimpangan-penyimpangan
tersebut
• Membimbing dalam rangka peningkatan kemampuan kerja
• Memperoleh umpan balik tentang hasil pelaksanaan program kerja
• Pelaksanaan pengawasan dilakukan secara langsung maupun tidak langsung
• Pelaksanaan pengawasan hendaknya efisien untuk menjamin tercapainya
relevansi dan efektivitas program
• Untuk mengukur seberapa jauh tujuan yang telah tercapai sebagai umpan balik
bagi perbaikan-perbaikan bagi program kegiatan selanjutnya
Proses pemantauan & pengawasan

A. Proses Pemantauan
• Menetapkan standar pelaksanaan
• Pengukuran pelaksanaan
• Menentukan kesenjangan (deviasi) antara pelaksanaan dengan standar dan
rencana.
B. Proses Pengawasan
• Tahap Menciptakan Standar
• Penetapan Standar Pelaksanaan
• Penentuan Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan
• Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan
• Pembandingan Pelaksanaan dengan Standar dan Analisa Penyimpangan
• Tahap Pengambilan Tindakan Koreksi
Jenis Pemantauan dan Pengawasan

A. Jenis Pengawasan
1. Pengawasan Pendahuluan
Pengawasan yang terjadi sebelum kerja dilakukan. Pengawasan Pendahuluan
menghilangkan penyimpangan penting pada kerja yang diinginkan yang
dihasilkan sebelum penyimpangan tersebut terjadi.Pengawasan Pendahuluan
mencakup semua upaya manajerial guna memperbesar kemungkinan bahwa
hasil-hasil aktual akan berdekatan hasilnya dibandingkan dengan hasil-hasil
yang direncanakan.
2. Pengawasan pada saat kerja berlangsung
Pengawasan yang terjadi ketika pekerjaan dilaksanakan.Memonitor pekerjaan
yang berlangsung guna memastikan bahwa sasaran-sasaran telah
dicapai.Concurrent control terutama terdiri dari tindakan-tindakan para
supervisor yang mengarahkan pekerjaan para bawahan mereka.
3. Pengawasan Feed Back
Pengawasan Feed Back yaitu mengukur hasil suatu kegiatan yang telah
dilaksakan, guna mengukur penyimpangan yang mungkin terjadi atau tidak sesuai
dengan standar. Pengawasan yang dipusatkan pada kinerja organisasional dimasa
lalu. Tindakan korektif ditujukan ke arah proses pembelian sumber daya atau
operasi-operasi aktual. Sifat khas dari metode-metode pengawasan feed back
(umpan balik) adalah bahwa dipusatkan perhatian pada hasil-hasil historikal,
sebagai landasan untuk mengoreksi tindakan-tindakan masa mendatang.
Terima Kasih 