Anda di halaman 1dari 34

PENYAKIT KULIT

KARENA VIRUS
VARISELA

 Infeksi akut primer oleh virus varisela-zoster yang


menyerang kulit dan mukosa, manifestasi klinis didahului
gejala konstitusi, keainan kulit polimorf, terutama
berlokasi dibagian sentral tubuh.
 Insiden : sering pada anak-anak (90%)
 Epidemiologi:
 Seluruh dunia
 Penularan melalui traktus respiratorius dan kontak langsung
 Waktu penularan: + 7 hari setelah timbul gejala kulit
GAMBARAN KLINIK

 Masa inkubasi: 14-21 hari


 Gejala prodromal
 Demam, malaise, sefalgia, pegal, batul,
kadang gatal
 Stadium erupsi
 Papul eritematosa  Vesikula  Keruh
menyerupai pustula Krusta
 Penyebaran utama didaerah badan
kemudian menyebar secara sentrifugal ke
wajah dan ekstremitas, serta dapat
menyerang selaput lendir mata, mulut,
dan saluran napas bagian atas.
 Disertai rasa gatal
PATOGENESIS

 VZV masuk tubuh melalui mukosa saluran nafas atas 


multiplikasi  penyebaran dalam pembuluh darah dan
saluran limfe viremia primer  tubuh mencoba
mengeleminasi  gagal viremia sekunder 
penyebaran virus ke kulit terutama dibagian sentral
tubuh
  melalui saraf perifer ke ganglia dorsal (infeksi laten)
DIAGNOSIS

 Anamnesis, gejala prodormal, rasa gatal, dan sesuai


predileksi dan morfologi
 Pemeriksaan lab:
 Tes tzank
 Pemeriksaan cairan vesikel dengan PCR
 Tes aglutinasi lateks
 Tes serologic

Differensial diagnosis
1. Variola
2. Insect bite
PENATALAKSANAAN

Oral Topikal
Bedak yang ditambah dengan zat anti gatal
Analgesik dan antipiretik
(menthol/kamfora.

Antihistamin Antibiotik topikal

Antivirus Catatan:
Indikasi antivirus: bila
VZIG
sebelumnya telah ada anggota
keluarga serumah yang menderita
varisela atau pada pasien
Antibiotik oral
immunokompromais
PROGNOSIS

 Perawatan yang teliti dan


memperhatikan higiene memberi
prognosis yang baik dan dapat
mencegah timbulnya jaringan parut.
MOLUSKUM KONTAGIOSUM

 Definisi: penyakit kulit yang disebabkan oleh virus


poks, dengan gambaran klinis berupa papul yang
berbentuk kubah, berkilat dan pada permukaannya
terdapat lekukan, berisi massa yang mengandung
badan moluskum.
 MI : 2-8 minggu
 Insiden : sering pada anak-anak
PATOGENESIS

 Virus berkembang dalam sitoplasma sel epidermis 


sel terinfeksi  tumbuh lebih cepat  menembus
epidermis  papula (berisi sel debris, virus dan
jaringan fibrous disebut molluscum Bodies),
berwarna putih seperti nasi setengah masak
GAMBARAN KLINIS

 Papul berbentuk bulat mirip kubah, berukuran


miliar sampai lentikular dan berwarna putih dan
berkilat seperti lilin, permukaan dapat disertai
delle.
 Sebagian papul dapat berukuran 1-5 mm dan
bertangkai, juga dapat berukuran besar hingga 10-
15 mm yang disebut giant molluscum
 Lokasi: wajah, leher, ketiak, badan dan ekstremitas
 Pada orang dewasa dapat dijumpai didaerah pubis dan
genitalia eksterna
DIAGNOSIS

 Gambaran klinis
 Pemeriksaan PCR
 Histopatologi
DIFERENSIAL DIAGNOSIS

 Milia
 Folikulitis
 Lesi awal varisela
PENANGANAN

Non-medikamentosa: menjaga kebersihan diri.


Medikamentosa:
1. Mengeluarkan masa yang mengandung
badan moluskum dengan estraktor komedo,
jarum suntik, atau kuret
2. Elektrokauterisasi
3. Kantaridin 0,7-0,9%
 Pencegahan
Hindari kontak dengan penderita

 Prognosis
Dengan menghilangkan semua lesi yang ada,
penyakit ini tidak atau jarang residif.
HERPES ZOSTER

 Definisi: penyakit neurokutan dengan manifestasi erupsi


vesikular berkelompok dengan dasar eritematosa disertai nyeri
radikular unilateral yang umumnya terbatas disatu dermatom.
 Insiden : >> orang dewasa
ETIOPATOGENESIS

 Imunitas menurun reaktivasi partikel virus


varisela-zoster menimbulkan ruam kulit yang
terlokalisata di dalam satu dermatom.

 Faktor pencetus: radiasi, trauma fisis, obat-obatan


tertentu, infeksi lain, atau stres.
GEJALA KLINIS

 Gejala prodormal: abnormal/nyeri otot lokal, nyeri


tulang, pegal, parestesia sepanjang dermatom,
gatal, rasa terbakar dari ringan sampai berat.
 Kadang terdapat gejala konstitusi (nyeri kepala,
malaise, demam)
 Setelah gejala prodorma, timbul erupsi kulit yang
biasanya gatal atau nyeri terlokalisata (terbatas di
satu dermatom) berupa makula eritematosa.
Kemudian menjadi papul, vesikel jernih
berkelompok selama 3-5 hari. Selanjutnya menjadi
keruh dan pecah menjadi krusta (7-10 hari).
Involusi setelah 2-4 minggu.
DIAGNOSIS

 Gambaran klinis
 Pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR)
 Pemeriksaan direct immunofluorecent
antigen-staining
DIAGNOSA BANDING

1. Dematitis venenata
2. Dermatitis kontak
3. Varisela
KOMPLIKASI

 Neuralgia pasca herpes


 Infeksi sekunder
 Komplikasi mata

Pencegahan: pemberian booster vaksin varisela


strain oka untuk meningkatkan kekebalan spesifik
terhadap VVZ
PENGOBATAN

Sistemik
1. Obat anti virus:
famsiklovir 3x500 mg,
valasiklovir
Topikal
hidrokhlorida 3x1000
1. Analgetik: kompres
mg, dan asiklovir 5x800
solusio burowi 4-6x/ hari
mg.
2. OAINS: bubuk aspirin
2. Kortikosteroid:
dalam kloroform atau
prednison
etil eter, krim
3. Analgetik: OAINS, non-
indometasin
opioid
4. Antidepresan dan
antikonvulsan: trisiklik,
gabapentin
VARIOLA

 Definisi: penyakit virus yang disertai keadaan umum


yang buruk, dapat menyebabkan kematian,
efloresensinya bersifat monomorf terutama pada
perifer tubuh.
 Indonesia: bebas variola
 Etiologi: virus poks
 Varola mayor
 Variola minor
PATOGENESIS

Transmisi terjadi secara aerogen, masuk ke


dalam tubuh, terjadi multipikasi di dalam
sistem retikuloendotelial, masuk ke dalam
darah, menuju sel epidermis melalui kapiler.
GEJALA KLINIS

 Masa inkubasi: 2-3 minggu


 Stadium inkubasi erupsi/prodormal (3-4 hari): nyeri tulang dan sendi,
nyeri kepala, disertai demam tinggi, mengigil, lemas, dan muntah-
muntah.
 Stadium makulo-papular: timbul banyak makula eritematosa yang
cepat menjadi papul, terutama di wajah dan ekstremitas. Suhu
tubuh normal.
 Stadium vesikulo-pustulosa (5-10 hari): timbul vesikel yang
kemudian menjadi pustul, suhu tubuh meningkat. Timbul umbilikasi.
 Stadium resolusi (2 minggu): timbul krusta dan suhu tubuh
menurun, krusta terlepas timbul sikatriks yang atrofi. Dapat timbul
perdarahan yang disebabkan depresi hematopoetik.
Mortalitas : 1-50%
 Variola minor
 Masa inkubasi lebih singkat dan gejala prodormal ringan. Mortalitas
< 1%.
 Varioloid
 Timbul pada individu yang sudah mendapat vakasinasi. Biasanya lesi
tibul di bagian dahi, lengan atas dan tangan.

 Komplikasi : bronkopneumonia, infeksi kulit sekunder, ulkus


kornea, ensefalitis, efluvium, dan telogen.
PENUNJANG DIAGNOSIS

 Inokulasi pada korioalantoik


 Pem. Virus dengan mikroskop elektron
 Deteksi antigen virus pada agar sel
 Pem. Histopatologi
 Tes serologik (tes ikatan komplemen)
PENATALAKSANAAN

 Dikarantina
 Kompres dengan antiseptik/antibiotik salep.
 Anti viral: asiklovir atau valasiklovir.
 Simtomatik: analgetik atau antipiretik

Prognosis: sangat bergantung pada tatalaksana awal. Mortalitas


1-50%.
VERUKA VULGARIS DAN VERUKA
PLANA
 Definisi: papul verukosa yang disebabkan oleh infeksi virus
human papiloma virus (HPV).
 Epidemiologi: dapat timbul diberbagai usia, jarang pada bayi
dan anak kecil. Meningkat saat usia sekolah menurun saat usia
>20 tahun.
 Gambaran klinis:papul padat verukosa, keratotik, dengan
ukuran <1 cm. Dapat menjadi lebih besar bisa berkonfluensi.
 Sering timbul di punggung, tangan, dan jari tangan.
DIAGNOSIS DAN DIAGNOSIS
BANDING
 Diagnosis:
 Gambaran klinis
 Pemeriksaan histopatologis bila perlu
Diagnosis banding:
Keratosis seboroik
Nervus verukosus
PENATALAKSANAAN

 Non medikamentosa: menjaga higiene, menghindari kontak


langsung.
 Medikamentosa: destruksi dengan bedah listrik, bedah beku,
bedah laser, atau dengan bahan keratolitik, kaustik.
 Atau secara topikal: asidum salisilikum 25-50%, triklorasetat
25%, fenol liquefaktum.
 Intralesi: bleomisin dan interferon.
VERUKA PLANA

 Definisi: Papul datar kecil yang disebabkan oleh infeksi human


pailoma virus 3 dan 10.
 Epidemiologi: ditemukan pada usia sekolah dan dewasa muda
 Gambaran klinis: papul datas agak menimbul dengan perukaan
licin dan warna seperti kulit atau abu-abu atau kehitaman.
Bentuk bulat atau poligonal, ukuran 1-5 mm.
 Lokasi tersering: wajah, punggung tangan dan tungkai bawah
dengan jumlah beberapa sampai ratusan.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
 Histopatologi : melihat hiperkeratosis dan akantosis, stratum
korneum tampak seperti rajutan keranjang (basket-weave).

 Diagnosis banding: liken planus, akrokeratosis verusiformis

 Tatalaksana:
 Non-medikamentosa: menjaga higiene dan mencegah kontak
langsung.
 Medikamentosa: destruksi dengan bedah listrik, bedah beku,
bedah laser, atau dengan bahan keratolitik, kaustik.
 Atau secara topikal: asidum salisilikum 25-50%, triklorasetat
25%