Anda di halaman 1dari 53

Struktur Kasar Struktur Halus

Ukuran Sel

Bentuk Mekanisme kimiawi

Penataan
Secara umum: 0,5 – 1,0 x 2,0 – 5,0 μm
 Kokus
 Basilus
 Spirilum
Setiap spesies bakteri memiliki pola
penataan sel tertentu dan spesifik.
Pola penataan tersebut dapat berpasangan,
gerombol, rantai atau filamen.
 Diplokokus : Streptococcus pneunomiae
 Streptokokus : Streptococcus pyogenes
 Tetrakokus : Pediococcus cerevisiae
 Stafilokokus : Staphylococcus aureus
 Sarsina : Sarsina vebtriculi
Di luar dinding sel Di dalam dinding sel

flagelum Dinding sel

Pili (fimbriae) Membran sitoplasma

Kapsul Mesosom

Selongsong Ribosom

Tangkai Inti sel


 Jamak : flagela
 Rambut tipis yang mencuat menembus dinding sel dan
bermula dari tubuh dasar
 Struktur granular
 Di bawah membran sel dalam sitoplasma
 Berfungsi sebagai alat pergerakan
 Diameter : 10-20 nm
 Dari subunit protein yang dinamakan flagelin
 Pilus (jamak, pili); fimbria (jamak, fimbriae)
 Berukuran lebih kecil, lebih pendek dan lebih banyak
dibandingkan flagela
 Fungsi : pintu gerbang masuknya bahan genetik selama
berlangsungnya perkawinan antar bakteri
 Fungsi : alat untuk melekat pada permukaan
 Suatu lapisan kental yang mengelilingi sel bakteri
 Ukuran kapsul dipengaruhi oleh media tumbuh
 Karena kekentalannya, kapsul tidak mudah terdifusi lepas dari sel
bakteri
 Fungsi :
 pelindung dan gudang cadangan makanan
 Menambah kemampuan bakteri menginfeksi
 Akibat : menyebabkan gangguan lendir pada proses industri
 Terdiri dari senyawa logam tak larut, feri oksida dan mangan
oksida, yang mengendap di sekeliling sel bakteri
 Di sekitar sel seperti membentuk filamen
 Habitat air tawar yang kaya bahan organik, aliran air kotor
dan tempat pembuangan limbah
 Spesies tertentu
 Memiliki spesimen yang lengket di ujungnya
 Fungsi : memungkinkan bakteri lengket pada suatu tempat,
bentuk pertahanan diri
 Habitat : di air tawar dan marine
 Di bawah substansi ekstraseluler dan di atas membran
sitoplasma
 Struktur kaku yang memberikan bentuk pada bakteri
 Tebal 10 – 35 nm, 10 – 40% berat bakteri kering
 Fungsi : pertumbuhan dan pembelahan
 Komposisi dinding sel:
 N-Asetilglukosamin (AGA)
 Asam N-asetilmuramat (AAM)
 Peptida (4 – 5 asam amino, L-alanin, D-alanin, asam D-glutamat, lisin,
asam diaminopemelat)
 Komponen lain: asam tekoat, protein, polisakarida,
lipoprotein, lipopolisakarida yang terikat peptidoglikan
Gram positif Gram negatif
Struktur dinding sel Tebal (15-80 nm) Tipis (10-15 nm)
Berlapis tunggal Berlapis tiga
komposisi Kandungan lipid rendah (1- Kandungan lipid tinggi (11-
4%) 12%)
Peptidoglikan tunggal Peptidoglikan ada di lapisan
kaku
Penisilin Lebih rentan Kurang rentan
Penghambatan zat warna Pertumbuhan dihambat Pertumbuhan tidak begitu
dihambat
Persyaratan nutrisi Relatif rumit Relatif sederhana
Gangguan fisik Lebih resisten Kurang resisten
 Tebal sekitar 7,5 nm
 Mengendalikan transport kimiawi dalam larutan , masuk dan
keluar sel
 Mekanisme : difusi pasif dan angkutan aktif
 Difusi pasif (osmosis) : tidak spesifik, dari konsentrasi tinggi
ke konsentrasi rendah, menyamakan konsentrasi solut
 Angkutan aktif : spesifik (memperlakukan solut secara
selektif), memungkinkan penumpukan solut dengan
konsentrasi yang lebih tinggi
 Membran sitoplasma yang melipat ke dalam sitoplasma
(invaginasi)
 Sinambung dengan membran sitoplasma
 Fungsi : sintesis dinding sel dan pembelahan nukleus
1. Daerah sitoplasma, penampilan glanular, kaya akan RNA
Partikel RNA-protein (ribosom) terkemas padat.
2. Daerah nukleus, kaya akan DNA
DNA menempati dekat pusat sel dan terikat pada mesosom.
Genom terdiri atas kromosom tunggal.
3. Bagian zat alir, mengandung nutrien terlarut dan bahan
partikulat (tubuh inklusi)
Spesies bakteri belerang menumpuk sejumlah besar belerang
Polifosfat, lipid glikogen atau pati
 Protoplas : tidak memiliki dinding sel, tidak bergerak,
berbentuk bola, tidak dapat membelah diri, tidak mampu
membentuk dinding sel, tidak rentan thdp infeksi
bakteriofage
 Sferoplas : bakteri gram positif,tidak seluruhnya bebas dari
dinding sel, pembuangan peptidoglikan menyisihkan lapisan
luar.
Eksospora
Di luar sel vegetatif, menghasilkan spora eksternal
Rangkaian spora disebut konidia
Contoh Streptomyces
Endospora
Tubuh berdinding tebal, sangat refraktif, sangat resisten
Ciri-ciri
Bentuk sel Bulat batang, vibrio, spiral, gram negatif
Perkembangbiakan Pembelahan biner
Pergerakan Flagela
Fotosintetik Anaerobik, tidak terbentuk oksigen
Bakterioklorofil Pigmen fotosintetik
Pigmen Ungu lembayung, ungu, merah, coklat jingga, hijau
Habitat Akuatik
Ciri-ciri
Bentuk sel Batang, bola, filamen, gram negatif
Pergerakan Motil, gerak luncur perlahan pada permukaan, tdk ada organel
lokomotor
Sel terbenam pada lendir
Tubuh Membentuk tubuh buah
Habitat Tanah, tumbuhan busuk, akuatik
Ciri-ciri
Bentuk sel Batang, filamen, gram negatif
Terbungkus dalam selongsong
Membentuk pelekap yang digunakan untuk melekat pada
permukaan
Pergerakan Flagela
Habitat Akuatik , lumpur
Ciri-ciri
Bentuk sel Bola, oval, batang dengan ujung runcing, hifa
Memiliki prosteka atau pelekap
Perkembangbiakan Berkuncup dan membelah
Pergerakan Flagela kutub (motil), nonmotil
Fotosintetik Anaerobik, tidak terbentuk oksigen
Habitat Akuatik, tanah
Ciri-ciri
Bentuk sel Dinding sel lentur, gram negatif
Langsing, terpilin
Perkembangbiakan Pembelahan melintang
Pergerakan Rotasi cepat sepanjang sumbu panjang spiral atau lenturan sel
Patogenesis Patogen terhadap manusia dan binatang
Habitat Akuatik, tanah, jaringan atas organ vaskular tubuh, organ genital,
sistem saraf pusat manusia dan binatang
Ciri-ciri
Bentuk sel Dinding sel kaku, gram negatif
Batang terpilin, beberapa dengan satu atau lebih putaran lengkap
Pergerakan flagela
Patogenesis Patogen terhadap manusia dan binatang
Habitat Akuatik, organ reproduktif, saluran pencernaan, rongga mulut
hewan dan manusia
Ciri-ciri
Bentuk sel Batang, lonjong, bola, dimensi khas, gram negatif
Aerobik
Pergerakan Flagela (motil) dan nonmotil
Ciri metabolik Mengambil nitrogen dari udara, mengoksidasi senyawa berkarbon
satu, menghancurkan berbagai macam senyawa
Patogenesis Beberapa patogen terhadap manusia dan hewan
Habitat Akuatik, tanah, air asin
Ciri-ciri
Bentuk sel Batang pendek, anaerobik fakultatif, gram negatif
Ciri biokimiawi Banyak terjadi perubahan pada substrat
Pergerakan Flagela yang tersebar merata (motil) dan nonmotil
Patogenesis Pada manusia, hewan, tumbuhan
Habitat Akuatik, tanah, makanan, air seni, tinja
Ciri-ciri
Bentuk sel Batang, lurus, lengkung, memperlihatkan banyak pleomorfisme
Anaerobik obligat: peka terhadap oksigen bebas
Ciri biokimiawi Banyak produk dihasilkan dari fermentasi glukosa
Pergerakan Sel-sel peritrikus atau monotrikus (flagelum)
Patogenesis Pada manusia, hewan
Habitat Rongga alamiah pada manusia dan hewan, saluran pencernaan
serangga
Ciri-ciri
Bentuk sel Kokus, berpasangan (diplokokus)
Kokobasili (batang pendek), tunggal dan berpasangan
Aerobik
Gram negatif
Ciri biokimiawi Kemampuan terbatas untuk merombak senyawa karbohidrat,
protein dan sebagainya
Pergerakan nonmotil
Patogenesis manusia
Habitat Selaput lendir manusia dan hewan
Ciri-ciri
Bentuk sel Kecil sampai lebih besar, bulat, berpasangan, rantai
Anerobik
Ciri biokimiawi Merombak karbohidrat dan asam lemak
Pergerakan Nonmotil
Parasit
Habitat Saluran pernapasan dan saluran pencernaan pada manusia dan
hewan
Ciri-ciri
Bentuk sel Bulat, batang, spiral, membran berlapis banyak, bakteri
pengoksidasi belerang dapat menyimpan butir-butir belerang
Autotrofik, energi diperoleh dari oksidasi senyawa anorganik,
misalnya amonia, nitrit, belerang, belerang tereduksi, besi dan
mangan
Gram negatif
Pergerakan Flagela (motil) dan nonmotil
Habitat Tanah, limbah, akuatik, lingkungan alamiah yang banyak
mengandung belerang (air tambang asam, sumber air panas
belerang)
Ciri-ciri
Bentuk sel Bola batang, spiral
Autotropik atau heterotropik (energi dihasilkan dari oksidasi
hidrogen atau format atau asetat dengan pembentukan metan dan
CO2)
anaerobik
Gram positif atau gram negatif
Pergerakan Flagela (motil) dan nonmotil
Termofilik
Habitat Saluran gastrointestinal pada binatang, endapan lingkungan
akuatik, limbah
Ciri-ciri
Bentuk sel Kokus, tunggal, berpasangan, rantai, paket, gerombol
Gram positif
Heterotropik (persyaratan nutrien berkisar luas)
Anaerobik fakultatif
Pergerakan nonmotil
Patogenesis Hewan, manusia
Habitat Tanah, air tawar, kulit dan selaput lendir hewan berdarah panas
(manusia)
Ciri-ciri
Bentuk sel Batang
Kebanyakan gram positif
Aerobik, anaerobik, anaerobik fakultatif
Endospora Dibentuk semua spesies
Pergerakan Flagela (motil) dan nonmotil
Patogenesis Pada manusia, hewan, beberapa menyebabkan peracunan makanan
Habitat Tanah, air, saluran pencernaan hewan dan manusia
Ciri-ciri
Bentuk sel Basilus, tunggal, rantai
Gram positif
Anaerobik, anaerobik fakultatif
Ciri metabolik Asam laktat sebagai produk akhir fermentasi
Pergerakan Nonmotil
Habitat Produk susu, daging, butiran, limbah, produk fermentasi, rongga
mulut, vagina, saluran pencernaan hewan dan manusia
Ciri-ciri
Bentuk sel Batang tak beraturan, filamen, filamen bercabang, struktur
miselium
Gram positif
Aerobik, anaerobik, anaerobik fakultatif
Pergerakan Nonmotil
Patogenesis Hewan, manusia, tumbuhan
Habitat Tanah, akuatik, binatang, manusia
Ciri-ciri
Bentuk sel Batang pendek, lonjong
Gram negatif
Parasit obligat intraseluler (kultivasi dalam kultur jaringan atau
hewan)
Pergerakan Nonmotil
Patogenesis Pada manusia, hewan
Habitat Serangga pembawa, burung, mamalia
Ciri-ciri
Morfologi sel Tidak ada dinding sel sejati, kandungan sel terbungkus membran
sel berlapis tiga yang tidak kaku
Gram negatif, anaerobik fakultatif
Pergerakan Nonmotil
Patogenesis Patogen dan parasit pada mamalia dan burung, patogen pada
tumbuhan
Habitat Selaput lendir saluran pernapasan, saluran alat kelamin bawah