Anda di halaman 1dari 37

KLASIFIKASI

GINGIVAL DISEASE
AAP EFP 2017
KELOMPOK 3 B

http://www.free-powerpoint-templates-design.com
NAMA ANGGOTA:

Linni Amalia Nasution (180600052)


Wardatul Ummah (180600053)
Lutfiah Aulia (180600054)
Baby Sri Hocky (180600055)
Alpri Bernadeta (180600056)
Devana Meidianty (180600057) Wanda Hamida
Sukma Hadana (180600059)
Theresa J Sinunhaji (180600127)
(1800600215)
Jilan Afanin Azipua (180600129) Chintya Pricilia
Dinda Andaru Wirsa (180600130)
Natalia Hotmauli (180600131)
(180600216)
Elvina Hakiman (180600132) Gracia Hutabar
Bagas Rahmat (180600151)
Miranda L Turnip (180600153)
at (180600217)
Grace Muthia (180600154) Indah Shafa (1
Novita Melani (180600155)
Lasmawati Silaban (180600157)
800600218)
Juita Sembiring (180600158) Syifa Tarigan (1
Kristian Vieri (180600159)
Lisdayanti (180600214)
80600219)
Gingival Disease
Periodontal Health an Gingival Health
1.1 Clinical gingival health on a intact periodontium
A 1.2 Clinical gingival health on a reduced periodontium
1.2a. Stable periodontitis patient
1.2b. Non periodontitis patient

Gingivitis: Dental Biofilm Induced


2.1 Associated with dental biofilm alone
B 2.2 Mediated by Systemic or local risk factor
2.3 Drug-influenced gingival enlargement

Gingival Disease: Non-Dental Biofilm-Induced


3.1 Genetic/developmental disorders
3.2 Specific infection
3.3 Inflammatory and immune conditions
C 3.4 Reactive processes
3.5 Neoplasma
3.6 Endocrine, nutritional & metabolic disease
3.7.Traumatic lesions
3.8 Gingival Pigmentation
A. PERIODONTAL HEALTH AND GINGIVA HEALTH

A.1. Clinical gingival health on an intact periodon


tium
A.2. Clinical gingival health on a reduced
periodontium
1.2. Stable periodontitis patient
1.2. Non periodontitis patient
A.1. Clinical Gingival Health on an Intact Periodontium

Tanda klinis gingiva yang normal dan sehat :


1. Berwarna merah muda atau merah salmon , warna ini tergantung dari
derajat vaskularisasi, ketebalan epitel, derajat keratinisasi dan konsentrasi pigmen melanin.
2.Konturya berlekuk, berkerut-kerut seperti kulit jeruk
3.Konsistensinya kuat dan kenyal, melekat pada struktur dibawahnya
4. Melekat dengan gigi dan tulang alveolar
5.Ketebalan free gingiva 0.5-1,0 mm, menutupi leher gigi dan meluas menjadi
papila interdental
6.Sulkus gingiva tidak ≥ 2 mm
7. Tidal mudah berdarah
8. Tidak oedem
9. Tidak ada eksudat
10. Ukuran tergantung dengan elemen seluler, interseluler dan suplai vaskuler.
gingiva pada periodontium yang normal juga ditandai oleh tidak adanya perdara
han saat probing, eritema dan edema, perlekatan serta kehilangan tulang.
Kadar tulang fisiologis berkisar dari 1,0 hingga 3,0 mm apikal hingga
persimpangan cemento-enamel
A.2. Clinical Gingival Health on a Reduced Periodontium

Gambaran klinis kesehatan gingiva pada reduced periodontium


ditandai dengan tidak adanya perdarahan saat probing, eritema, edema,
dan gejala penurunan level perlekatan klinis.

Pasien dengan reduced peridontium terbagi menjadi 2 yaitu :


- Stable periodontitis patient
- Non-periodontitis patient (contoh : resesi, pemanjangan mahkota)
Pasien dengan periodontitis yang berhasil dirawat dan stabil memiliki
Peningkatan risiko rekurensi jika dibandingkan dengan pasien
non-periondontitis
Clinical Gingival Health on a Reduced Periodontium…

Untuk tujuan epidemiologis, gingiva pada reduced and stable periodontium


dikatakan sehat apabila bleeding sites <10% dengan kedalaman probing <=
3mm

Pada praktik klinis, tujuan perawatan periodontal pada kasus reduced


periodontium adalah pasien tanpa tanda-tanda gingivitis.
Setelah mendapatkan perawatan,
pasien mungkin tidak akan mencapai status kesehatan gingiva sebagaimana
dikemukakan
Namun, bukti menunjukkan bahwa pasien dapat mencapai stabilitas period
ontal.
B.Gingivitis Dental Biofilm Induced

B.1 Associated with Dental Biofilm Alone


B.2 Mediated by Systemic or Local Risk
Factor
B.3 Drug-Influenced Gingival Enlargement
B.1. Associated with Dental Biofilm Alone

GINGIVITIS dapat digambarkan Radang Gusi Hadir Sebagai


sebagai infeksi bakteri pada jaringan 02 Kemerahan gingiva marginal,

01 gingiva yang disebabkan oleh


plak (biofilm) pada margin gingiva.
pendarahan gingiva,
edema atau gingiva membesar,
Penyakit gingiva yang diinduksi plak gigi sensitivitas dan kelembutan gingiva,
dicirikan sebagai gingivitis yang terkait tidak ada kehilangan perlekatan klinis,
plak gigi hanya dengan atau tanpa faktor
dapat dikembalikan ke kesehatan stelah
-faktor lain yang berkontribusi lokal.
plak kausatif (biofilm) dihilangkan.
Faktor Lokal
Faktor-faktor yang berkontribusi lokal dapat

03 meliputi:
Gigi penuh sesak atau berposisi buruk,
restorasi gigi ,
peralatan ortodontik

Faktor-faktor ini tidak menyebabkan


tetapi bertindak sebagai perangkap plak /
biofilm yang membuat teknik kebersihan
mulut lebih sulit dan kurang efektif.
B.2. Mediated by Systemic or Local Risk Factor

Local risk factors(predisposing factor) Systemic risk factor ( modiflying factor)


1. Faktor retensi biofilm plak gigi 02
1. Merokok
01
2. Mulut kering atau xerostomia. 2. Hiperglikemia
3. Faktor gizi atau nutrisi
4. Pharmacological agents ( prescription
, non-prescription and recreational)
5. Hormon steroid
Masa pubertas
Siklus menstruasi
Kehamilan
kontrasepsi oral
6. Kondisi hematologis
B.3. Drug-influenced gingival enlargement

02
Agen farmakologis seperti obat-obatan dapat bertindak melalui beragam mekanisme
01
untuk meningkatkan kerentanan terhadap radang gusi.
Obat-obatan yang dapat berpengaruh terhadap penyakit gingivitis yaitu
• obat-obatan yang mengurangi laju aliran saliva
• obat yang memengaruhi fungsi endokrin,dan
• obat-obatan yang dapat menyebabkan pembesaran gusi dan pseudo-pocketing.
C. Non-Dental Biofilm-Induced

C.1 Genetic/developmental disorders


C.2 Specific infection
C.3 Inflammatory and immune conditions
C.4 Reactive processes
C.5 Neoplasma
C.6 Endocrine, nutritional & metabolic
disease
C.7.Traumatic lesions
C.8 Gingival Pigmentation
C.1 Genetic/developmental disorders

 Genetic/developmental disorders
- Kondisi Non-dental biofilm-induced ini merangkumi banyak kondisi
02
yang tidak terjadi disebabkan plak dan tidak dapat diselesaikan dengan
01
pembuangan plak pada gigi.
Lesi yang terjadi kemungkinan disebabkan manifestasi oleh kondisi sistemik individu.
Walaupun lesi-lesi ini terjadi tidak disebabkan plak namun, tahap keparahan gambaran klin
is yang terjadi pada gingiva seseorang itu dengan berpandukan akumulasi plak dan inflama
si gingiva.

 Hereditary gingival fibromatosis


- HGF boleh disebabkan oleh idiopatic atau familial. Biasanya HGF ini
terjadi waktu lahir tetapi dapat dikesan sewaktu erupsi gigi permanen.
- HGF ini boleh dikenali sebagai elephantiasis gingivae, diffuse fibroma,
familial elephantiasis, idopatic fibromatosis.
- HGF ini juga terjadi akibat produksi kolagen dalam gingival corium yang
berlebihan. HGF juga dikarakteristik dengan pembesaran gingiva
yang lambat pertumbuhannya.
Genetic/developmental disorders…

02
01
Genetic/developmental disorders…

02
01
C.2. Specific Infections

02
Merupakan penyakit gingiva yang disebabkan oleh bakteri spesifik,infeksi virus,
Bakteri ataupun jamur yang tidak berhubungan dengan peradangan gingiva yang
berhubungan dengan plak.
C.3. Inflammatory and Immune Conditions

Sel-sel sistem imun didistribusi di seluruh tubuh ketika infeksi terjadi, respon inflamasi yang menyusun
elemen sistem imun pada area spesifik.

02
Alergi dan trauma merupakan contoh lain dari peradangan gingiva yg disebabkan oleh faktor non-plak.
01
Inflammatory dan immune conditions ini dibagi menjadi 3 yaitu:

1.Reaksi Hipersensitif
a. Kontak Alergi
b. Plasma cell gingivitis
c. Erythema multiform

2. Penyakit Autoimun kulit dan membran mucous


a. Pemphigus vulgaris
b. Phempigoid
c. Lichen planus
d. Lupus erythematosus

3. Lesi Granulomatous inflammatory


a. Crohn’s desease
b. Sarcoidosis
C.3. Inflammatory and Immune Conditions…

02
01
C.4. Reactive Processes

Epulides
 Fibrous epulis,
K06.8 : konsistensi fibrous dengan massa eksofitik berwarna merah muda dengan permukaan halus yang melekat pada
gingiva.

 Clasifaying fibroblastic granuloma,


L92.8 : massa yang bertangkai atau sesil berwarna merah hingga merah muda,biasanya berasal dari papilla interdental

 Pyogenic granuloma (vascular epulis),


L98 : massa berulkus, halus atau berlobus, bertangkai atau sesil, berwarna merah hingga merah muda bergantung
pada durasi dari lesi yang bersangkutan

 Peripheral giant cell granuloma (or central),


M27.1 prosesus mirip tumor lunak yang berdiferensiasi dengan baik,
bertangkai atau sesil berwarna ungu, terkadang kebiruan atau kecoklatan.
C.4. Reactive Processes…
C.5. Neoplasma
berupa tumor benigna atau tumor maligna.

1. Tumor jinak gingiva

Epulis adalah keadaan umum yang secara klinis digunakan untuk menandai suatu tumor gu
si yang terbagi atas

(A) Fibroma
Muncul dari jaringan ikat gingiva atau ligamen periodontal,Tumbuh secara lambat, berbentu
k bulat, keras, bernodul-nodul, kadang lunak dan bervaskularisasi serta memiliki tangkai. .

(B) Papiloma
Papiloma adalah pertumbuhan jinak dari epitel pada permukaan gingiva yang tidak selalu be
rhubungan dengan HPV. Papiloma pada gingiva tumbuh soliter seperti kutil atau bunga kol,
kadang kecil dan tepisah-pisah dengan permukaan yang tidak beraturan.
C.5 Neoplasma…

(C) Peripheral Giant Cell Granuloma


Muncul dari intradental atau dari tepi gingiva
Bentuknya bervariasi, memiliki tangkai,
berdungkul-dungkul, berlobulus dengan permukaan berlekuk-lekuk, sering tampak ulserasi pada tepi gingiva serta
asimptomatis. Dapat menginvasi secara lokal dan menyebabkan destruksi tulang.

(D) Central Giant Cell Granuloma


Tumbuh dirahang bawah dan menyebabkan timbulkan kavitas. Biasanya menyebabkan suatu deformitas rahang
bawah yang mengakibatkan gingiva membesar.

(E) Leukoplakia
Penyebabnya masih belum bisa dipastikan dengan jelas meskipun banyak dihubungkan dengan tembakau atau t
obacco. Beberapa faktor penyebab yang mungkin adalah candida albicans, HPV 16 dan HPV-18 dan trauma.

Kebanyakan leukoplakia bersifat jinak (80%) dan yang lainnya bersifat malignant atau premalignant (20%).
C.5 Neoplasma…

(F) Kista gingiva


Kista yang sering terjadi yaitu kista yang berukuran kecil dan jarang mencapai ukuran ya
ng signifikan. Terjadi pembesaran lokal yang melibatkan tepi gingiva dan gingiva cekat.
Kista sering terjadi di mandibula didaerah kaninus dan pre-molar.
Kista gingiva bersifat asimptomatis, namun lesinya dapat meluas dan menyebabkan ero
si pada permukaan tulang alveolar.

(G) Massa Jinak Lain


Merupakan tumor jinak pada gingiva yang jarang ditemukan.
Termasuk diantaranya adalah nevus, myoblastoma, hemangioma, neurilemoma, neurifib
roma, mucoceles dan ameloblastoma.
C.5 Neoplasma…

2. Tumor ganas gingiva

(1.) Karsinoma
Dari seluruh kejadian kanker pada seluruh tubuh, 3% terjadi
Kanker yang sering terjadi pada rongga mulut ialah jenis squamous cell carcinoma.

Dapat tumbuh secara eksofitik dan tidak teratur atau berbentuk ulkus yang datar. Sering tidak ada gejala s
ampai adanya komplikasi karena inflamasi yang disebabkan oleh neoplasma itu sendiri. Terkadang gejala
muncul setelah ekstraki gigi. Massanya dapat menginvasi ke tulang sampai ligamen periodontal. Metastas
is biasanya terbatas pada regio diatas clavicula walaupun bisa sampai menuju paru, hati atau tulang.

(2.) Melanoma Malignant

Merupakan tumor yang jarang terjadi. Biasanya terjadi pada palatum durum dan gingiva daerah maxilla pa
da usia lanjut. Berasal dari sel melanoblast gingiva, pipi atau palatum. Lesinya berwarna gelap, berbentuk
nodul atau datar, tumbuh serta bermetastasis dengan cepat. Sering bermetastasis ke tulang dan limfonodi
cervixal ataupun axial.
C.5 Neoplasma…

3.) Sarkoma

Fibrosarkoma, lymphosarkoma dan reticulum sel karsinoma pada gingiva merupakan kasus
yang jarang terjadi.43,44 Sarkoma Kaposi sering terjadi pada rongga mulut pasien dengan
penyakit AIDS dan pada resipien transplantasi ginjal yang mengalami immunosupresi.

(4.) Metastasis
Tumor metastasis jarang terjadi pada rongga mulut. Beberapa kejadian metastasis pada ron
gga mulut yang dilaporkan dapat berasal dari colon, paru, melanoma, ginjal, kondrosarkom
dan tumor testis.
C.5 Neoplasma…
C.6. Endocrine, Nutritional and Metabolic Disease

Defiesiensi Vitamin
Defisiensi Vitamin C (Scurvy)

Asam askorbat (vitamin C) diperlukan untuk berbagai proses metabolisme dalam jaringan ikat serta dalam
pembentukan katekolamin. Secara klinis, penyakit scurvy ditandai oleh perdarahan gingiva dan nyeri,
serta tekanan respon imun. Pada gingiva yang sehat, konsentrasi askorbat dalam cairan krevikular
gingiva lebih tinggi daripada didalam plasma.

– Gejala klinis : Peningkatan pendarah gingiva, ulserasi, pembengkakan


– Etiologi : Perubahan dalam metabolisme jaringan ikat karena kekurangan asam askorbat.
– Pemeriksaan fisik/Kondisi berhubungan : Malaise
– Diagnostic investigation : Kurang konsentrasi asam askorbat dalam plasma
C.6. Endocrine, Nutritional and Metabolic Disease…
C.7. Traumatic Lesion

Dalam rongga mulut dapat timbul lesi yang salah satunya disebabkan
karena adanya trauma.
Biasanya trauma tersebut diakibatkan oleh
• kerusakan mekanik seperti kontak dengan makanan yang tajam,
• tergigit ketika makan,
• bicara,
• bahkan tidur.
Lesi ini juga bisa terjadi akibat luka bakar benda panas, atau kimia.
Lokasi lesi traumatik bisa terjadi pada mukosa pipi, mukosa bibir, palatum dan
tepi perifer dari lidah
C.7. Traumatic Lesion…
C.8 Pigmentasi Gingiva

Pigmentasi gingiva disajikan sebagai keunguan difus dalam


perubahan warna atau sebagai bro berbentuk tidak teratur dan c
oklat muda
atau bercak hitam,striae atau helai.

Ini hasil dari butiran melanin, yang diproduksi oleh melanoblast.


Melanin, non-hemoglobin pigmen turunan coklat, adalah yang pali
ng umum dari endogepigmen nous dan diproduksi oleh
melanosit yang ada di basal dan lapisan sel suprabasal dari epitel
.
C.8 Pigmentasi Gingiva…
DAFTAR PUSTAKA

1. World Health Organization. Preamble to the Constitution of the


World Health Organization as adopted by the International Health
Conference. Official Records of the World Health Organization
1948; 19456 No. 2:1.

2. Ainamo J, Bay I. Problems and proposals for recording gingivitis


and plaque. Int Dent J. 1975;25:229–235.
Thank you