Anda di halaman 1dari 30

» Vitamin merupakan suatu

senyawa organik yang dalam


jumlah sangat kecil dibutuhkan
oleh tubuh untuk memelihara
fungsi dan metabolisme nomal
» Berdasarkan sifat kelarutannya vitamin
dibagi menjadi dua :
a. Vitamin yang larut dalam air
Contoh : thiamin,riboflavin,asam folat,
cyanocobalamin,piridoksin dll
b. Vitamin yang larut dalam lemak
Contoh : vitamin A,D,E,K
» Antioksidan
» Koenzim
» Bahan obat
» Membantu proses oksidasi tubuh
» Menjaga keutuhan jaringan saraf
» Mempercepat pemindahan rangsang sinar ke
saraf mata.
» Metabolis energi dalam tubuh
1. Vitamin A 10. Vitamin C
2. Vitamin B1 11. Vitamin D
3. Vitamin B2 12. Vitamin E
4. Vitamin B3 13. Vitamin K
5. Vitamin B5
6. Vitamin B6
7. Vitamin B7
8. Vitamin B11
9. Vitamin B12
Vitamin A

Nama Biokimia (Vitaminer) : Retinal, Retinol, Carotenoids


Fungsi : Penting untuk indra penglihatan,menjaga
kesehatan kulit dan imunitas Tubuh
Penyakit karena defisiensi : Rabun Senja, Katarak, Hyperkeratosis
(benjolan putih pada folikel rambut),
Keratomalacia (Perusakan Kornea)
Sumber Makanan Vitamin A : Buah-buahan berwarna Merah dan Kuning
(Wartel, Cabe Merah,Pisang, Pepaya), Susu,
Margarine, Hati dan Ginjal, Sayuran yang
berwarna Hijau dan Kuning.
Vitamin B1

Nama Biokimia (Vitaminer) : Thiamine


Fungsi : Penting untuk system saraf dan fungsi
jantung, mencegah penyakit beri-beri
Penyakit akibat kekurangannya : Daya tahun tubuh berkurang, penyakit
beri-beri, kurang nafsu makan, kulit kering,
kulit bersisik, susah buang air besar.
Sumber Makanan Vitamin B1 : Gandum, kacang hijau, kacang kedelai,
daging, susu, roti, tepung, ikan, daging
tanpa lemak, ayam dan lain sebagainya.
Vitamin B2

Nama Biokimia (Vitaminer) : Riboflavin


Fungsi : Penting untuk kulit, pertumbuhan jaringan
tubuh, mencegah kepekaan mata
terhadap cahaya
Penyakit akibat kekurangannya : Penyakit Ariboflavinosis, turunnya daya
tahan tubuh, kulit kering, kulit bersisik,
mulut kering, bibir pecah-pecah.
Sumber Makanan Vitamin B2 : Susu, Pisang, Kacang hijau, asparagus,
sayuran hijau yang berdaun, daging tanpa
lemak.
Vitamin B3

Nama Biokimia (Vitaminer) : Niacin, Niacinamide


Fungsi : Membantu makanan menjadi energi,
membantu sistem saraf, mencegah
penyakit pellagra, mencegah
berkurangnya nafsu makan.
Penyakit akibat kekurangannya : Penyakit Pellagra (Penyakit karena kurang
makan), insomnia mual-mual, badan
lemas, otot mudah keram dan kejang.
Sumber Makanan Vitamin B3 : Telur, Roti, daging ayam, daging sapi, ikan
(tuna dan salmon), sayur-sayuran,
berdaun, asparagus, hati, ragi, susu,
Avokado, Brokoli.
Vitamin B5
Nama Biokimia (Vitaminer) : Pantothenic acid (Asam Pantotenat)
Fungsi : Membantu pemecahan nutrisi makanan
(terutama pada lemak), menjaga
komunikasi sistem saraf dan otak,
memproduksi senyawa, asam lemak,
sterol, neurotransmiter, dan hormon
tubuh.
Penyakit akibat kekurangannya : Penyakit Paresthesia, Otot mudah kram,
sulit tidur, kulit kering dan bersisik.
Sumber Makanan Vitamin B5 : Brokoli, avokado, daging, sayur-sayuran.
Vitamin B6
Nama Biokimia (Vitaminer) : Pyridoxine (Pridoksin)
Fungsi : Penting kesehatan gigi dan gusi, penting
untuk sel-sel darah merah dan sistem saraf,
memproduksi antibodi.
Penyakit akibat kekurangannya : Penyakit Anemia (kekurangan darah),
gangguan sistem saraf
Sumber Makanan Vitamin B6 : Daging, pisang, sayur-sayuran dan kacang-
kacangan.
Vitamin B7

Nama Biokimia (Vitaminer) : Biotin


Fungsi : Membantu reaksi biokimia pada tubuh
seperti transfer karbondioksida dan
metabolisme karbohidrat dan lemak.
Penyakit akibat kekurangannya : Dermatitis, enteritis, depresi, nusea,
anemia dan kerontokan rambut.
Sumber Makanan Vitamin B7 : Daging, kuning telur, pisang, kacang-
kacangan, ragi dan gandum.
Vitamin B9

Nama Biokimia (Vitaminer) : Folic acid (Asam Folat)


Fungsi : Mencegah kecacatan pada janin,
membantu tubuh dalam proses
metabolisme protein yang berlangsung,
membangun sel-sel darah merah yang
sehat, menurunkan resiko penyakit jantung.
Penyakit akibat kekurangannya : Kecacatan pada janin
Sumber Makanan Vitamin B9 : Bayam, kacang polong, biji bunga matahari,
kentang, tomat, jeruk, telur dan hati.
Vitamin B12

Nama Biokimia (Vitaminer) : Cyanocobalamin, hydroxycobalamin,


methylcobalamin
Fungsi : Menjaga kesehatan sistem saraf,
mencegah penyakit anemia dan penting
untuk pertumbuhan bagi anak-anak.
Penyakit akibat kekurangannya : Penyakit Anemia (Kurang darah), cepat
lelah.
Sumber Makanan Vitamin B12 : Ikan, daging, telur, susu, hati.
Vitamin C

Nama Biokimia (Vitaminer) : Ascorbic acid (Asam Askorbat)


Fungsi : Penting untuk kesehatan gigi dan gusi
serta tulang, Membentuk sel-sel tubuh
dan pembuluh darah, mencegah penyakit
kudis,meningkatkan daya tahan tubuh,
sebagai antioksidan.
Penyakit akibat kekurangannya : Lidah pecah-pecah, berkurangnya energi /
cepat lelah, penyakit kudis, penyakit
sariawan, anemia.
Sumber Makanan Vitamin C : Jeruk, tomat, arbei, strawberry,
asparagus, kol, susu, mentega dan ikan.
Vitamin D

Nama Biokimia (Vitaminer) : Cholecalciferol, Ergocalciferol (Kalsiferol)


Fungsi : Penting untuk Gigi dan tulang, membantu
tubuh menggunakan kalsium dan phospor,
mencegah penyakit rahkitis (pelunakan
tulang pada anak-anak).
Penyakit akibat kekurangannya : Rheumatoid arthritis (radang sendi),
Penyakit Osteomalasia (hilangnya unsur
fosfor dan kalsium secara berlebihan),
diabetes, penyakit Rakhitis.
Sumber Makanan Vitamin D : Ikan, telur, hati, Jamur, Kedelai, Susu,
udang, tiram.
Vitamin E

Nama Biokimia (Vitaminer) : Tocopherols, Tocotrienols


Fungsi : Penting untuk fungsi darah, mencegah
asam lemak yang berlebihan,
menjaga jaringan kesehatan kulit, mata,
darah merah dan hati. Sebagai antioksidan
alami, melindungi paru-paru dari polusi
udara.
Penyakit akibat kekurangannya : kemandulan, gangguan saraf dan otot.
Sumber Makanan Vitamin E : minyak sayur, gandum, padi-padian,
lettuce, ikan, ragi, kuning telur.
Vitamin K

Nama Biokimia (Vitaminer) : Phylloquinone, Menaquinones


Fungsi : membantu metabolisme tubuh dan
mencegah penyakit diabetes,
menekan proses pendarahan akibat
pemakain senyawa aspirin atau antibiotik
berlebihan, menurunkan risiko terkena
penyakit osteoporosis.
Penyakit akibat kekurangannya : menghambat pembekuan darah,
menurunnya kepadatan tulang.
Sumber Makanan Vitamin K : sayuran berdaun hijau, avocado, kiwi,
peterseli (parsley).
»Mineral adalah zat anorganik
yang dalam jumlah kecil
bersifat essensial bagi banyak
proses metabolisme dalam
tubuh
» a. Makroelemen
Mineral yang diperlukan tubuh
dalam jumlah besar.
» b. Mikroelemen
Mineral yang diperlukan tubuh
dalam jumlah sedikit.
1. Kalsium
2. Fosfor
3. Besi
4. Fluorin
5. Iodin
6. Natrium
7. Klorin
8. Kalium
9. Tembaga
1. Kalsium (Ca)
Kalsium merupakan jenis mineral yang paling
berlimpah dalam tubuh manusia. Total rata-rata
banyaknya kalsium pada tubuh manusia dewasa kurang
lebih mencapai 1 kg, dimana 99% terdapat pada tulang
dan gigi, lalu 1% sisanya ada pada cairan tubuh dan
aliran darah. Walaupun terkesan sangat sedikit, sisa 1%
ini sebenarnya berperan penting dalam transmisi sistem
saraf, konstraksi otot, pengaturan tekanan darah, dan
pelepasan hormon.
Sumber : Susu, telur dan buah-buahan.
Fungsi : Pembentukan tulang dan gigi
2. Fosfor (P)
Sumber : Susu, kacang-kacangan, telur, daging, dan
sayuran.
Fungsi : 1. Pembentukan tulang dan gigi,
2. Metabolisme,
3. Kontraksi otot, Aktivitas saraf, Komponen
enzim, DNA, RNA, dan ATP,
4. Membentuk fosfatid,
5. Menjaga keseimbangan asam basa,
6. Pengaturan aktivitas hormone,
7. Efektivitas beberapa vitamin.

Akibat defisiensi : Kerapuhan tulang dan gigi,


Sakit pada tulang,
Pada anak anak : Rakhitis,
Pada orang Dewasa : Osteomalasia.
3. Besi (Fe)

Sumber : 1. Susu
2. Hati
3. Kuning telur
4. Sayur-sayuran yang berwarna hijau.

Fungsi : Pembentukan hemoglobin dalam darah.


4. Fluorin (F)
Sumber : kuning telur, susu, otak, dan air minum.
Fungsi : Memelihara gigi, Mencegah kekurangan
Mg, osteoporosis, dan penyakit
periodontal.
Defisiensi : kekurangan Fluorin dapat mengakibatkan
kerusakan karang gigi (caries dentis)
5. Iodin (I)
Sumber : Makanan hasil laut, telur, susu, garam
beryodium, tiram, dan rumput laut.
Fungsi : Aktivitas kelenjar tiroid (tiroglobin),
Komponen hormon tiroksin, Komponen
hormon triyodotironin.
Defisiensi : dapat mengakibatkan Gondok, Pendengaran
berkurang
6. Natrium (Na)
Natrium yang dibutuhkan oleh tubuh setiap hari
sebesar 15-20 g.
Sumber : Daging, garam, mentega, dan produk
peternakan.
Fungsi : Transmisi saraf, Kontraksi otot, Menjaga
tekanan osmotik darah, Sebagai buffer
(dalam bentuk Nakarbonat),
Mempertahankan iritabilitas sel otot,
Komponen anorganik cairan ekstra sel.
Defisiensi : Dehidrasi, shock, gangguan pada jantung,
Kejang otot, Kelelahan, Suhu tubuh
meningkat.
Jika kelebihan natrium akan mengakibatkan gejala hipertensi.
7. Klorin (Cl)
Klorin merupakan mineral yang dibutuhkan oleh
tubuh dalam setiap hari dengan jumlah 15-20 g.
Sumber : Garam, susu, daging, dan telur.
Fungsi : 1. Pembentukan HCl dalam lambung yang
berperan dalam penyerapan Fe dan
emulsi lemak,
2. Aktivator enzim, Bahan ion klorit yang
penting untuk transfer CO2 dari darah
ke paru-paru,
3. Memelihara keseimbangan asam basa,
elektrolit, dan tekanan osmosis.
Defisiensi : kontraksi otot abnormal, hilangnya
rambut dan gigi,pencernaan terganggu.
8. Kalium (K)
Sumber : sayuran, buah-buahan, dan kecap.
Fungsi : 1. Mengatur detak jantung
2. Memelihara keseimbangan air,
3. Transmisi saraf,
4. Memelihara keseimbangan asam basa,
5. Katalisator, kontraksi otot,
6. Mengatur sekresi insulin dari pancreas,
7. Memelihara permeabilitas membran
sel.
Defisiensi : Gangguan jantung,
Kontraksi otot terganggu,
Pernapasan terganggu.

Apabila kelebihan mineral akan mengakibatkan kelemahan


otot dan terganggunya denyut jantung
9. Tembaga (Cu)

Sumber : Padi-padian, polong-polongan, kerang,


ginjal, dan hati.
Fungsi : Pembentukan eritrosit dan hemoglobin,
Komponen enzim dan protein,
Aktivitas saraf, Sintesis substansi seperti
hormone.
Defisiensi : Anemia, gangguan saraf dan tulang.
TERIMAKASIH