Anda di halaman 1dari 35

KONSEP DASAR

PERSALINAN

KELOMPOK 8 :
Annisa April Liana
Hana Huwaida
Octaviana Nur Ardiyati
Ulpah
Pengertian

• Persalinan adalah suatu proses fisiologis yang


memungkinkan serangkaian perubahan yang b
esar pada ibu untuk dapat melahirkan janinnya
melaui jalan lahir.

• Persalinan adalah suatu proses dimana seoran


g wanita melahirkan bayi yang diawali dengan k
ontraksi uterus yang teratur dan memuncak pad
a saat pengeluaran bayi sampai dengan pengel
uaran plasenta dan selaputnya dimana proses
persalinan ini akan berlangsung selama 12 sam
pai 14 jam.
Klasifikasi Persalinan

• 1. Persalinan spontan, bila persalinan berl


angsung dengan tenaga sendiri.

• 2. Persalinan buatan, bila persalinan deng


an rangsangan sehingga terdapat kekuat
an untuk persalinan.

• 3. Persalinan anjuran
Penyebab Persalinan

1. Penurunan kadar progesteron


2. Teori oxytocin
3. Keregangan otot-otot
4. Pengaruh Janin
5. Teori Prostaglandin
Macam – Macam His

• 1. Kontraksi Dini
– Kontraksi terjadi akibat mereganyanya ligamen d
i sekitar rahim biasanya diikuti oleh perut kembu
ng, konstipasi dan dehidrasi. Jika kontraksi di aw
al kehamilan ini diikuti oleh adanya bercak darah
maka segeralah anda ke dokter untuk dilakukan
pemeriksaan lebih lanjut
• 2. Kontraksi palsu
– Waktunya tidak bisa ditentukan namun biasanya
terjadi setiap 30 menit sekali dengan lama kontr
aksi sekitar 30 detik.Rasanya seperi nyeri saat k
ram haid. Jika kontraksi ini tidak terjadi menjadi l
ama, kemudian intervalnya semakin memendek
• 3. Kontraksi Saat Berhubungan
– Pada saat berhubungan dapat juga menimbulkan te
rjadinya kontraksi.Oleh karena itu sebelum berhubun
gan, pastikan terlebih dulu melalui pemeriksaan dokt
er bahwa kehamilan dinyatakan sehat. Kontraksi yan
g terjadi saat berhubungan, tidak akan menjadikan r
esiko lahir prematur, selama kehamilannya sehat da
n tanpa komplikasi

4. Kontraksi Sebenarnya
terjadi menjelang persalinan. Kontraksi berlangsung
selama 40-60 detik, terjadi di setiap 10 sampai 20 m
enit atau satu jam, kemudian kontraksi terjadi menja
di lebih sering. Kontraksi sebenarnya akan diikuti ole
h pembukaan mulut rahim, keluarnya cairan atau len
dir yang bercampur darah yang berwarna kecoklatan
yang merupakan sebagai sumbatan lendir atau muk
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persalin
an
1. Passage
Sebagai klinisi harus berhati-hati dalam mengevaluasi
berbagai variasi dari bentuk pelvis.Sebab kemajuan persalin
an ditentukan oleh sikap dan posisi janin yang dihubungkan
dengan jalan lahir.Untuk itu sangat penting melakukan pem
eriksaan jalan lahir. Jalan lahir ditentukan oleh ukuran-ukura
n:

• Pintu atas panggul


Pintu atas panggul digambarkan sebagai permukaan datar d
engan membentuk sudut 55 dengan garis horizontal denga
n posisi ibu berdiri, sudut ini disebut pelvis inklinasi. Sudut y
ang lebar merupakan prognosis yang lebih baik bagi persali
nan
• Bidang sempit panggul
• Pintu bawah panggul
• Pintu atas Pangggul
2. Power

• Kurang lebih selama 48 jam sebelum persalinan terjadi kontraksi de


ngan amplitudo 20-30 mmHg per 5-10 menit: -Selama fase persalin
an 2-4 kontraksi dengan amplitudo 20-30 mmHg terjadi selama 10
menit. Pada fase aktif intensitas kontraksi meningkat dan kemajuan
dilatasi serviks meningkat yaitu 35 mmHg-48 mmHg.

• Dengan kekuatan mengejan ibu dan tekanan intra amnion mencapai


100 mmHg-150 mmHg.Kontraksi uterus meningkat dari 2-4 kontra
ksi per 10 menit pada awal persalinan hingga 4-5 kontraksi per 10
menit pada akhir persalinan.
3. Passenger

• Diameter kepala bayi biasanya lebih besar dari tubuhnya, se


hingga kepala merupakan bagian yang tersulit pada persalin
an. Kepala janin terdiri dari bagian muka dan tulang kepala.

• Untuk mempermudah pemahaman keberadaan passenger da


lam hubungannya dengan proses parsalinan maka dikemuka
kan istilah – istilah : letak,presentasi,sikap dan posisi. Penen
tuan letak, presentasi, sikap dan posisi dapat diperoleh secar
a klinis yaitu dengan pemeriksaan Leopold, pemeriksaan dal
am, dengan auskultasi dan secara sonografi.
• Letak :Hubungan sumbu panjang janin dengan sumbu
panjang ibu dan dapat memanjang atau melintsng. Kaq
dangkala sumbu janin dan ibu melintang pada sudut 45
derajat, disebut letak oblik,yang dapat bereubah menja
di memanjang stsu melintsng dalam proses persalinan.
Letak memanjang terjadi psds lebih dari 99% persalina
n cukup bulan.

• Presentasi janin : Adalah bagian tubuh janin yang bera


da paling depan didalam jalan lahir atau berada paling
dekat dengan bagian proksimal jalan lahir, yatu bagian
Jnin yang diraba pada pemeriksaan dalam. Pada letak
memanjang ,bagian presentasi adalah kepala atau boko
ng janin, sehingga disebut presentasi kepala atau boko
ng. Kalau letak janin melintang maka bahu merupakan
bagian presentasinya.
• Sikap : Setelah janin tumbuh dan berkembang membesar, ruang
dalam uterus menjadi sempit dubandingkan besar tubuh janin .
Sesuai dengan bentuk kavum uteri,janin membentuk sebuah mas
a ovoid jaga, dengan menekukkan badannya, sehingga punggun
g melengkung/konveks, kepala menunduk/fleksi penuh sehingga
dagu hampir menyentuh dada, keduapaha fleksi terhadap abdom
en, tungkai terlipat pada lutut, dan tumit bersandar pada permuk
aan anterior kaki. Lengan biasanya menyilang didepan dada dan
tali pusat terletak pada ruang antara lengan dan ektermitas bawa
h.
• Posisi : Posisi menggambarkan hubungan bagian terendah janin
dengan panggul ibu, yaitu sebelah kiri / kanan ibu dan sebelah d
epan / belakang ibu. Sehingga untuk setiap presentasi terdapat d
ua posisi yaitu kiri atau kanan dan depanetu belakang. Sebagai c
ontoh pada belakang kepala dengan ubun-ubun kecil sebaghai
denomina torakan ditemukan posisi kepala uuk kiri depan, uuk k
iri belakang,uuk kanan depan atau uuk kanan belakang.
Posisi Melahirkan

• Berbaring horizontal (supine)


• Berbaring miring (lateral)
• Pada tangan dan lutut
• Posisi tegak (upright)
a. Duduk pada awal persalinan: membuat uterus m
aju kedepan, mencegah uterus menekan diafrag
ma, dan memperbaiki aliran darah pada otot yan
g berkontraksi. Bisa menggunakan kursi persalin
an atau kursi lainnya atau menggunakan bola.
b. Berdiri atau berjalan: membantu memperlebar pe
lvik outlet dan membiarkan grafitasi bekerja men
dorong bayi menekan serviks. Gunakan diding at
au pasangan sebagai penyanggah saat terjadi k
– Berjongkok (squatting): membuka pelvis lebih le
bar sehingga bayi memiliki cukup ruang untuk be
rgerak turun ke jalan lahir. Saat berjongkok, rata-
rata pelvik outlet menjadi 28% lebih besar diban
dingkan dengan posisi berbaring. Dilakukan saat
kepala bayi telah engaged. Dapat menggunakan
squatting bar atau dua orang yang mendukung
mempertahankan posisi ini. Sebaiknya tidak digu
nakan pada persalinan dengan presentasi oksip
ut posterior.

– Berlutut saat kelahiran: mempertahankan posisi


upright tanpa menegangkan punggung. Berlutut
bisa dilakukan di atas bantal, pada tempat tidur
Pembagian Fase Persalinan

• Kala I
Persalinan kala I atau kala pembukaan adalah periode persali
nan yang dimulai dari his persalinan yang pertama samapai
pembukaan cervix menjadi lengkap.
Berdasarkan kemajuan pembukaan maka Kala I dibagi menjad
i:
• Fase Latent, yaitu fase pembukaan yang sangat lambat ialah d
ari 0 sampai 3 cm yang membutuhkan waktu 8 jam
• Fase Aktif, yaitu fase pembukaan yang lebih cepat membutuhk
an waktu 6 jam yang terbagi lagi manjadi :
• Fase Accelerasi (fase percepatan), dari pembukaan 3 cm sam
pai 4 cm yang dicapai dalam 2 jam
• Fase Dilatasi Maksimal, dari pembukaan 4 cm sampai 9 cm ya
ng dicapai dalam 2 jam
• Fase Decelerasi (kurangnya kecepatan), dari pembukaan 9 cm
sampai 10 cm yang dicapai dalam 2 jam
• Kala II
Kala II atau Kala Pengeluaran adalah periode per
salinan yang dimulai dari pembukaan lengkap (10 cm
) sampai lahirnya bayi. Proses ini berlangsung 2 jam
pada primigravida dan 1 jam pada multigravida. Pada
kala ini his lebih cepat dan kuat, kurang lebih 2-3 me
nit sekali. Dalam kondisi normal kepala janin sudah m
asuk dalam rongga panggul
• Kala III
Kala III atau Kala Uri adalah periode persalinan y
ang dimulai dari lahirnya bayi sampai lahirnya plasent
a.Berlangsung tidak lebih dari 30 menit.Setelah bayi l
ahir uterus teraba keras dan fundus uteri agak diatas
pusat. Beberapa menit kemudian uterus berkontraksi
lagi untuk melepaskan plesenta dari dindingnya .
• Kala IV
Kala IV merupakan masa 1-2 jam setelah plesent
Adaptasi Fisiologi dan Psikologi Persalinan
– Tekanan darah
• Ada beberapa faktor yang mengubah tekanan darah ib
u, baik tekanan sistolik maupun diastolik akan tetap se
dikit meningkat diantara kontraksi. Wanita yang mema
ng memiliki resiko hipertensi kini resikonya meningkat
untuk mengalami komplikasi, seperti perdarahan otak.
– Metabolisme
• Metabolisme karbohidrat aerob dan anaerob akan me
ningkat secara berangsur disebabkan karena kecema
san, dan aktivitas otot skeletal. Peningkatan ini ditand
ai dengan adanya peningkatan suhu tubuh, denyut na
di, kardiak output, pernafasan dan cairan yang hilang
– Suhu tubuh
• Karena terjadi peningkatan metabolisme, maka suhu t
ubuh agak sedikit meningkat selama persalinan teruta
ma selama dan segera setelah persalinan. Peningkata
– Detak jantung
• Pada setiap kontraksi, 400 ml darah dikeluarkan dar
i uterus dan masuk ke dalam sistem vaskuler ibu. H
al ini akan meningkatkan curah jantung sekitar 10%
-15% pada tahap pertama persalinan dan sekitar 30
% - 50% pada tahap kedua persalinan.
– Pernafasan
• Sistem pernafasan juga beradaptasi.Peningkatan a
ktivitas fisik dan peningkatan pemakaian oksigen ter
lihat dari peningkatan frekuensi pernafasan.Hiperve
ntilasi dapat menyebabkan alkalosis respiratorik (pH
meningkat), hipoksia dan hipokapnea (CO2ꜜ), Pada
tahap kedua persalinan.
– Perubahan pada ginjal
• Pada trimester ke dua, kandung kemih menjadi org
an abdomen. Selama persalinan wanita dapat meng
alami kesulitan untuk berkemih secara spontan akib
– Perubahan gastrointestinal
• Persalinan mempengaruhi sistem saluran cerna w
anita.Bibir dan mulut dapat menjadi kering akibat
wanita bernafas melalui mulut, dehidrasi dan seba
gai respons emosi terhadap persalinan.Selama pe
rsalinan, motilitas dan absorbsi saluran cerna men
urun dan waktu pengosongan lambung menjadi la
mbat.Wanita sering kali merasa mual dan memunt
ahkan makanan yang Belum dicerna sebelum ber
salin.Mual dan sendawa juga terjadi sebagai resp
ons refleks terhadap dilatasi serviks lengkap.Ibu d
apat mengalami diare pada awal persalinan.Bidan
dapat meraba tinja yang keras atau tertahan pada
rektum.Mual atau muntah biasa terjadi sampai me
ncapai akhir kala I.

– Perubahan hematologi
• 2.) Perubahan dan adapatasi psikologis dalam m
asa persalinan
a. Memperlihatkan ketakutan atau kecemasan, yan
g meneyebabkan wanita mengartikan ucapan pe
mberi perawatan atau kejadian persalinan secara
pesimistik atau negatif.
b. Mengajukan banyak pertanyaan atau sangat was
pada terhadap sekelilingnya
c. Memperlihatkan tingkah laku sangat membutuhk
an
d. Memperlihatkan tingkah laku minder, malu atau ti
dak berharga
e. . Memperlihatkan reaksi keras terhadap kontraksi
ringan atau terhadap pemeriksaan
f. Menunjukkan ketegangan otot dalam derajat ting
Lanjutan…

7. Tampak menuntut, tidak mempercayai, marah atau


menolak terhadap para staf
8. Menunjukkan kebutuhan yang kuat untuk mengontrol
tindakan pemberiperawatan
9. Tampak ”lepas kontrol” dalam persalinan (dalam nyer
i hebat, menggeliat kesakitan, panik, menjerit, tidak
merespon saran atau pertanyaan yang membantu).
10. Merasa diawasi
11. Merasa dilakukan tanpa hormat Merasa diabaikan a
tau dianggap remeh
12. Respons ”melawan atau menghindar”, yang dipicu
oleh adanya bahayafisik, ketakutan, kecemasan dan
bentuk distres lainnya.
Cara membuat Klorin 0.5%

• Untuk membuat larutan klorin, yang pertama harus dil


akukan adalah menentukan dulu jenis konsentratnya.
Karena lain jenis lain pula cara perhitungannya. Hanya
dibutuhkan sedikit perhitungan yang sangat sederhan
a.
• Rumus untuk membuat larutan klorin 0,5% dari larutan
konsentrat berbentuk cair adalah sbb :
– Jumlah bagian air = (%larutan konsentrat : % larut
an yang diinginkan)-1
– Untuk membuat larutan klorin 0,5% dari larutan klor
in 5,25% : 1. Jumlah bagian = (5,25% : 0,5%)-1 = 1
0,5-1 = 9,5 2.
– Tambahkan 9 bagian (pembulatan kebawah dari 9,
Asuhan Keperawatan pada Persalinan Normal

• Kala I
• Pengkajian
– Anamnesa
» Nama, umur, dan alamat
» Gravida dan para
» Hari pertama haid terakhir (HPHT)
» Riwayat alergi obat
» Riwayat kehamilan sekarang
» Riwayat kehamilan sebelumny
» Riwayat medis lainnya seperti hipertensi, pernafas
an
» Riwayat medis saat ini (sakit kepala, pusing, mual
, muntah atau nyeri epigastrium)
» Pemeriksaan fisik, abdomen, tinggi fundus, kontra
ksi uterus
» Nilai keadaan umum, suasana hati, tingkat kegelis
ahan, warna konjungtiva, kebersihan, status gizi, d
an kebutuhan cairan tubu
Diagnosa Keperawatan:

• Nyeri berhubungan dengan kontraksi uteru


s selama persalinan

• Kelelahan berhubungan dengan peningkat


an kebutuhan energi akibat peningkatan
metabolisme sekunder akibat nyeri selama
persalinan
Perencanaan
• 1. Nyeri berhubungan dengan kontraksi uterus selama pers
alinan
Tujuan : diharapkan ibu mampu mengendalikan nyerinya
Kriteria evaluasi : ibu menyatakan menerima rasa nyerinya se
bagai proses fisiologis persalinan

Intervensi:
• Kaji kontraksi uterus dan ketidaknyamanan (frekuensi, dura
si, intensitas, dan gambaran ketidaknyamanan
• Kaji tentang metode pereda nyeri yang diketahui dan diala
mi.
• Kaji faktor yang dapat menurunkan toleransi terhadap nyeri.
• Kurangi dan hilangkan faktor yang meningkatkan nyeri
• Jelaskan metode pereda nyeri yang ada seperti relaksasi,
massage, pola pernafasan, pemberian posisi, obat – obata
n
• Kala II

Pengkajian:
• Aktivitas /istirahat.
• Sirkulasi: tekanan darah dapat meningkat 5-10m
mHg diantara kontraksi.
• Integritas Ego
• Eleminasi.
• Nyeri/ Ketidak nyamanan
• Pernafasan: peningkatan frekuensi pernafasan.
• Keamanan
• Sexualitas
Diagnosa Perencanaan

1. Nyeri akut berhubungan 1. Nyeri b/d tekanan mekani


dengan tekanan mekanik k pada presentasi, dilatas
pada bagian presentasi , i/ peregangan jaringan, k
dilatasi/ peregangan jarin ompresi saraf, pola kontr
gan , kompresi saraf, pola aksi semakin intensif
kontraksi semakin intense • Kriteria evaluasi :
lama, hiperventilasi mater • - Mengungkapkan penuru
nal. nan nyeri
• - Menggunakan tehnik ya
ng tepat untuk memperta
han kan control nyeri.
• Istirahat diantara kontraks
i
• Intervensi :
• Identifikasi derajat ketidak nyamanan dan sumbernya.
• Pantau dan catat aktivitas uterus pada setiap kontraksi.
• Berikan dukungan dan informasi yang berhubungan de
ngan
• Anjurkan klien untuk mengatur upaya untuk mengejan.
• Bantu ibu untuk memilih posisi optimal untuk mengejan
• Kaji pemenuhan kandung kemih, kateterisasi bila terlih
at distensi.
• Dukung dan posisikan blok sadel / anastesi spinal, local
sesuai.
Diagnosa Perencanaan

• 2. Risiko infeksi m • Lakukan perawatan parienal


setiap 4 jam.
aternal b/d prosed
• Catat tanggal dan waktu pec
ur invasive berulan
ah ketuban.
g, trauma jaringan,
• Lakukan pemeriksaan vagina
pemajanan terhad hanya bila sangat perlu, den
ap pathogen, pers gan menggunakan tehnik as
alinan lama atau p eptic
ecah ketuban • Pantau suhu, nadi dan sel da
rah putih.
• Gunakan tehnik asepsis bed
ah pada persiapan peralatan.
• Kala III

• Pengkajian

• Aktivitas/istirahat
• Sirkulasi
• Makanan/cairan : kehilangan darah normal 200-300
ml.
• Nyeri/ketidaknyamanan : inspeksi manual pada uter
us dan jalan lahir menetukan adanya robekan atau l
aserasi. Perluasan episiotomi atau laserasi jalan lah
ir mungkin ada
• Seksualitas : darah yang berwarna hitam dari vagin
a terjadi saat plasenta lepas dari endometrium, bias
anya dalam 1-5 menit setelah melahirkan bayi. Tali
pusat memanjang pada muara vagina. Uterus berub
Diagnosa Perencanaan

• 1. Risiko cedera (m • Palpasi fundus uteri dan m


asase perlahan.
eternal) b/d posisi
selama melahirkan • Masase fundus secara per
lahan setelah pengeluaran
/pemindahan, kesu plasenta.
litan dengan plase • Kaji irama pernapasan dan
nta. pengembangan.
• Bersihkan vulva dan perine
um dengan air larutan anti
septik, berikan pembalut p
erineal steril.
• Rendahkan kaki klien seca
ra simultan dari pijakan ka
ki..
Diagnosa Perencanaan

2. Nyeri b/d trauma jarin • Bantu dengan teknik pern


gan, respon fisiologis apasan selama perbaikan
pembedahan bila tepat.
setelah melahirkan.
• Berikan kompres es pada
perineum setelah melahir
kan.
• Ganti pakaian dan linen b
asah.
• Berikan selimut hangat.
• Kala IV

Pengkajian

• Aktivitas / Istirahat
• Sirkulasi;
• Integritas Ego
• Eliminasi
• Makanan / Cairan
• Neurosensori
• Nyeri / Ketidaknyamanan.
• Keamanan
Diagnosa Perencanaan
• 1) Nyeri akut b/d trau • Kaji sifat dan derajat ketidaknya
ma mekanis / edema ja manan, jenis melahirkan, sifat kej
adian intrapartal, lama persalinan
ringan, kelelahan fisik , dan pemberian anastesia atau
dan psikologis, ansieta analgesia
s • Berikan informasi yang tepat tent
ang perawatan
• Evaluasi penyatuan perbaikan lu
ka, perhatikan adanya edema, h
emoroid
• Berikan kompres esRasional : E
s memberikan anastesia lokal, m
eningkatkan vasokontriksi dan m
enurunkan pembentukan edema
• Lakukan tindakan kenyamanan (
misalnya : perawatan mulut, man
di sebagian, linen bersih dan keri
ng
Diagnosa Perencanaan
• 2. Perubahan prose • Anjurkan pasien untuk mengge
ndong, menyentuh, dan meme
s keluarga b/d transi riksa bayi
si / peningkatan per • Anjurkan ayah untuk menyentu
kembangan anggot h dan menggendong bayi dan
membantu dalam perawatan b
a keluarga ayi, sesuai kondisi
• Observasi dan catat interaksi b
ayi – keluarga, perhatikan peril
aku untuk menunjukkan ikatan
dan kedekatan dalam budaya
khusus
• Catat pengungkapan / perilaku
yang menunjukkan kekecewaa
n atau kurang minat / kedekata
nRasional
• Terima keluarga dan sibling de
ngan senang hati selama perio