Anda di halaman 1dari 11

Mikrobiologi Air

 Pentingnya air.
 Pengadaan sumber air baru:
1. Air tanah, sungai dan danau
2. Mengolah dan menawarkan air laut
3. Mengolah dan menyehatkan kembali
air kotor yang tercemar.
 Pencemaran domestik dan non domestik
Rumus air:

H2O + X

X 1. Faktor abiotik
2. Faktor biotik : Bakteri,
fungi/jamur, mikro algae,
protozoa dan virus.
Keuntungan Mikroba dalam air:
1. Plankton sebagai makanan ikan kecil-kecil
misalnya: Clorella, Scenedesmus dll.
2. Bakteri dan fungi bermanfaat sebagai
jasad dekomposer.
3. Mikroalgae berklorofil sebai produsen,
enambah jumlah kadar O2 sehingga
kelarutan oksigen (DO) tinggi.
4. Penggunaan hasil dekomposer agar tidak
menjadi penumpukan.
Tugas: Buatlah siklus biologis dinamis dalam
air.

Kerugian mikroba dalam air:


1. Salmonella typhosa menyebabkan sakit
tipus.
2. Salmonella paratyphosa menyebabkan
sakit paratipus.
3. Shigella dysenteriae menyebabkan sakit
disenteri.
4. Entamoeba histolytica menyebabkan sakit
disenteri/ entamubiasis.
5. Vibrio comma menyebabkan sakit kolera.
6. Clostridium tetani menyebabkan sakit
tetanus.
7. Pseudomonas, Salmonella, dan
Staphylococcus menghasilkan toksin.
8. Crenotrix (bakteri besi) dan Shaerotilus
Menyebabkan cepat mengkarat.
9. Thiobacillus (bakteri belerang) dan
Chromatium lebih cepat berbau busuk.
10. Mikroalgae yang menyebabkan blooming.

Kualitas air:
11.Fisik: kekeruhan, temperatur, warna, bau
dan rasa.
12.Kimia: ion-ion logam berbahaya, senyawa
bersifat racun, logam berat (Hg, Ag, Pb,
Cu).
13.Biologis: mikroba patogen.
Kualitas air berdasarkan jumlah coli per 100 ml:

Sangat memuaskan: kurang dari 1 (Tidak ada)


Memuaskan : 1–2
Diragukan : 3 – 10
Jelek : lebih dari 10
Nilai Indek Pencemar Biologis (IPB):
Nilai IPB = B/A+B X 100
A= kandungan mikroba berklorofil
B= kandungan mikroba tidak berklorofil

Kualitas air bedasarkan nilai IPB:


0 - 8 = bersih atau jernih
9 - 20 = tercemar ringan
21 - 60 = tercemar sedang
61 - 100 = tercemar berat
Penentuan nilai JPT/100 ml dengan
menggunakan tabel:
Rumus:
Nilai JPT X 10
(dari tabel) Volume tes terbesar
Misal: hasil pemeriksaan contoh air dengan
sistem 7 – 7 – 7 telah memberikan angka
sebagai berikut :
5 buah tabung positif untuk volume 0.1 ml
3 buah tabung positif untuk volume 0.01 ml
2 buah tabung positif untuk volume 0.001 ml
Misal JPT tabel 5-3-2 adalah 75
Maka 75 X 10/0.1 = 75 X 100 = 7.500
Jadi jumlah sel Coli per 100 ml = 7.500
Penentuan Nilai JPT/100 ml tanpa menggunakan
tabel:
Rumus: Jumlah tabung dengan hasil positif X 100
(jumlah ml tabung hasil negatif) X (jumlah

ml seluruh tabung yang digunakan)


Misal: Hasil pemeriksaan dengan sistem 5-5-5 dengan
memberikan angka :
5 tabung positif untuk volume 10.0 ml
2 tabung positif untuk volume 1.0 ml dan
0 tabung positif untuk volume 0.1 ml
Jadi : 7 X 100
(3.5) X (55.5)
50.2 Nilai hasil JPT adalah 50.