Anda di halaman 1dari 24

Sistem Traksi

PT LEN INDUSTRI
Pendahuluan

 Kereta Rel Listrik (KRL) atau dalam bahasa Inggris


disebut juga Electrical Multiple Unit (EMU)
merupakan salah satu moda transportasi darat yang
dapat menampung banyak penumpang.

 Berbeda dengan moda transportasi darat lain seperti


mobil, KRL tidak menggunakan sistem motor bakar
melainkan menggunakan sistem yang disebut
dengan sistem traksi.
Klasifikasi

KRL dapat diklasifikasikan berdasar:


 Tegangan
 Arus
 Arus searah (DC)
 Arus bolak-balik (AC)
 Perbedaan frekuensi
 Kontak sistem
 Catenary (overhead line)

 Rel ketiga (third rail)


Klasifikasi (Tegangan & Arus)

Contoh klasifikasi KRL:

Tegangan Aplikasi Negara


600 V DC Tram Lama Amerika, Australia, Jerman
750 V DC Tram Baru / Light Rail Amerika, Inggris, Jerman
1500 V DC KRL Suburban, Subway Indonesia, Belanda, Korsel
3000 V DC KRL Suburban Slovakia, Slovenia, Korut
15 kV AC 16,7 Hz KRL Urban Jerman, Austria, Swiss
25 kV AC, 50/60 Hz KRL Urban Jepang, Perancis, Korsel
Klasifikasi (Kontak Sistem)
Klasifikasi (Kontak Sistem)
Sistem Propulsi

 Sistem propulsi merupakan sistem penggerak pada


KRL

 Sistem propulsi dapat diklasifikasikan berdasarkan


motor traksi yang digunakan:
 Motor DC
 Motor AC
Sistem Traksi

 KRL pada umumnya mempunyai konfigurasi:


 Dua trailer car dengan kabin masinis.

 Dua motor car dengan sistem propulsi.

 Formasi: TC1 – M1 – M2 – TC2

1500DC 1500DC

TC1 M1 M2 TC2
Sistem Traksi (Propulsi & Auxiliary)

1500VDC 1500VDC

TC1 M1 M2 TC2

P 1500Vdc P

ARR MF ARR MF

MS AS MS AS
MC

DRIVER BRE BRE 380Vac


COMMANDS
VVVF VVVF 110Vdc SIV

BAT

4xTM 4xTM

2xRCD 2xRCD RCD


Sistem Traksi (Pantograph)

 Pantograph berfungsi untuk menyalurkan daya dari


catenary ke sistem propulsi KRL
Sistem Traksi (Arrester & Fuse)

 Arrester berfungsi untuk melindungi sistem KRL dari


tegangan lebih akibat sambaran petir pada catenary
 Fuse berfungsi untuk melindungi sistem KRL dari short
circuit
Sistem Traksi (Main Switch & Auxiliary Switch)

 Main switch berfungsi untuk menyambung atau memutus


hubungan antara pantograph dan VVVF Inverter.
 Auxiliary switch berfungsi untuk memparalel atau memutus
hubungan antara pantograph yang satu dengan yang lain.
Sistem Traksi (Master Controller)

 Master Controller (MC) berfungsi sebagai antarmuka


manusia – mesin (human-vehicle interface) untuk sistem
traksi.
 MC menterjemahkan perintah masinis untuk akselerasi
dan pengereman menjadi perintah elektronik (electronic-
commands) dan mengirimnya ke kontrol VVVF Inverter.
 MC akan dipasang pada meja masinis (driver’s desk).
Sistem Traksi (VVVF Inverter)

 VVVF Inverter berfungsi sebagai power supply motor traksi.


 VVVF Inverter mengatur tegangan DC catenary menjadi
tegangan AC untuk motor traksi.
 Output VVVF Inverter berupa variasi tegangan dan variasi
frekuensi.
Sistem Traksi (Motor Traksi )

 Traksi motor merupakan sistem penggerak pada KRL


 Umumnya 1 VVVF Inverter digunakan untuk mengontrol 4
motor traksi.
 Motor traksi yang sekarang lazim digunakan adalah motor
induksi.
Sistem Traksi (Breaking Resistor)

 Pada saat KRL akselerasi, motor traksi akan menarik daya


dari catenary, namun jika KRL deselerasi (mengerem), motor
traksi akan menjadi generator yang akan mensuplai daya.
 Daya yang dihasilkan motor traksi akan dikirim balik ke
catenary, namun apabila daya ini melebihi ambang batas
catenary yang dibolehkan, daya ini akan dibuang ke breaking
resistor sebagai panas.
Sistem Traksi (Return Current Device)

 Return current device (RCD) berfungsi sebagai jalur arus


balik negatif KRL.
 RCD dipasang di roda bodie, yang terhubung dengan rel
kereta.
 Rel kereta untuk sistem KRL merupakan jalur negatif dari
power supply substation.
Sistem Traksi (Static Inverter)

 Static Inverter (SIV) merupakan catu daya bantu di sistem


KRL yang berfungsi untuk mensuplai kebutuhan tegangan
rendah KRL
 Output SIV berupa tegangan 220/380 VAC 50 Hz dan 110
VDC.
 Output tegangan 110 VDC di-backup dengan batere.
Sistem Traksi (Beban SIV)

 Beban SIV:
 11o VDC; digunakan untuk suplai kontrol KRL, seperti kontrol VVVF
Inverter, kontrol SIV, master controller, dll.
 220/380 VAC; digunakan untuk suplai kebutuhan penerangan,
kompresor udara, sistem pendingin seperti fan atau air conditioner.

 Daya SIV menyesuaikan dengan kebutuhan beban KRL,


untuk sistem tanpa AC, daya SIV cukup hanya 50 kVA.
Namun untuk sistem dengan AC, daya SIV bisa mencapai 250
kVA.
Sistem Traksi (Braking System)

 Ada dua jenis pengereman:


 Dynamic braking

 Pneumatic braking

 Dynamic braking adalah pengereman dengan


elektronik, yaitu VVVF Inverter akan mengurangi
kecepatan motor traksi.
 Dynamic braking aktif hingga batas kecepatan
tertentu, setelah batas dicapai sistem pengereman
berganti menjadi pneumatic braking.
Sistem Traksi (Braking System)

 Brake Control Unit (BCU) berfungsi untuk


mengaktifkan pneumatic braking jika regenerative
braking sudah mencapai ambang batasnya.
 BCU menerima input dari kontrol VVVF Inverter.
 Mode pengereman:
 Service brake
 Emergency brake
 Parking brake
 Sistem persedian udara untuk pneumatic braking
menggunakan kompresor dan motor-kompresor.
Sistem Gardu Traksi

Gardu Traksi adalah Fasilitas penyedia Daya untuk operasi sistem Kereta Api
Listrik.

Dalam Operasi Kereta Api Listrik, dibutuhkan Daya untuk menggerakkan mesin
Kereta. Kebutuhan dalam operasional Kereta Listrik dihitung berdasarkan Bobot
Kereta, Headway, dan jarak antar Gardu Traksi.
Sistem Gardu Traksi

Single Line Blok Diagram Gardu Traksi


The End