Anda di halaman 1dari 8

DisusunOleh:

Chusnul Khotimah (P07220118073) Elisa Pratiwi (P07220118079)


David Mirza M (P07220118074) Eviana Permana (P07220118080)
Devita Riska Hidayah (P07220118075) Fahdillia Suryanti (P07220118081)
Dhani Rizky Anjani (P07220118076) Fiqhi Syarifatun (P07220118082)
Dhevi Kharisma (P07220118077) Hana Huwaida (P07220118083)
Dinda Eka Syafitri (P07220118078) Inafatulhamidah (P07220118084)
Zhakia Nabila M (P072220118110)
Cedera adalah istilah umum untuk menyebut
segala jenis luka pada tubuh yang disebabkan
oleh kecelakaan, terjatuh, hantaman, serta
benturan fisik lainnya. Cedera dapat terjadi
dimanapun dan kapanpun, mulai dari yang ringan
hingga mengancam jiwa. Jenis cedera yang paling
umum terjadi adalah luka, memar, luka bakar,
dislokasi (pergeseran sendi), patah tulang, terkilir,
dan cedera otot. Luka terjadi ketika kulit, jaringan
tubuh, atau otot, robek dan terbuka karena benda
tajam ataupun tumpul.
banyak jenis luka ringan dan parah, umumnya luka berupa robekan
atau laserasi disebabkan oleh kecelakan seperti berikut: Trauma
akibat benda tumpul – Merujuk pada cedera yang diakibatkan oleh
serangan fisik atau benturan benda (kecil atau besar). Sebagai
contoh, serangan fisik seperi tinju yang menyebabkan robekan pada
wajah dan bibir. Selain itu, trauma benda tumpul juga dapat
disebabkan oleh hantaman besar pada bagian tubuh manapun,
seperti terhantam tongkat pemukul bisbol. Tabrakan memiliki
dampak terbesar dan termasuk trauma benda tumpul yang
menyebabkan laserasi. Melahirkan – Luka robek perineal adalah
laserasi yang tidak disengaja pada kulit di perineum, daerah tubuh
antara vagina dan anus. Laserasi ini terjadi saat akan melahirkan
dan bisa saja ringan atau parah. Jatuh – Ada dua kondisi di mana
jatuh dapat menyebabkan laserasi. Pertama, ketika seseorang
mengalami laserasi saat terjatuh, seperti saat terjatuh dari pohon
 Luka lecet (ekskoriasi )
 Luka robek ( laserasi )
 Luka tusuk ( punctum )
 Luka bakar
 Luka Memar
Pemeriksaan fisik akan dilakukan untuk menentukan
tingkat keparahan luka. Tes pencitraan juga dilakukan
untuk melihat kondisi cedera pada jaringan dan organ
bagian dalam. Jenis tes pencitraan yang digunakan,
yaitu:
 Foto Rontgen, untuk mendeteksi retakan atau patahan
pada tulang.
 CT scan, untuk memeriksa kondisi cedera dari berbagai
sudut secara lebih detail.
 MRI, untuk memeriksa dan mendeteksi dampak cedera
terhadap organ tubuh bagian dalam.
Pada dasarnya, perawatan luka harus didasarkan
pada pengetahuan anatomi dan fisiologi,
penilaian holistik, manajemen luka spesifik dan
pemilihan produk manajemen luka yang sesuai
 1. Luka kronis
Jenis luka ini bisa terjadi karena faktor eksogen
dan endogen dalam tubuh, sehingga membuat
kegagalan dalam proses penyembuhan.
 2. Luka akut
Jenis luka ini sesuai dengan konsep
penyembuhan yang telah disepakati
 Luka bersih
Luka bersih adalah luka karena tindakan operasi dengan teknik
steril, misalnya pada daerah dinding perut dan jaringan lain yang
letaknya lebih dalam (non contaminated deep tissue), misalnya
pembuluh darah, tiroid, tulang, dan otak
 Luka bersih-kontaminasi
Luka ini bisa terjadi karena benda tahan. Lingkungan yang tidak
steril atau tindakan operasi yang mengenai daerah bronchial dan
usus halus.
 Luka kontaminasi
Jenis luka ini sering disebakan oleh lingkungan yang kotor.
Penanganan yang bisa dilakukan adalah Operasi pada saluran
terinfeksi infeksi bronchial, usus besar dan saluran kemih.
 Luka infeksi
Jenis luka ini diikuti oleh adanya kerusakan jaringan, serta
kurangnya vaskularisasi pada jaringan luka.
 Stadium I
Luka superfisial (Non-Blanching Erithema). Luka jenis ini adalah luka
yang terjadi pada lapisan epidermis kulit.
 Stadium II
Luka jenis ini adalah hilangnya lapisan kulit pada lapisan epidermis
dan bagian atas dari dermis. Merupakan luka superficial dan adanya
tanda klinis seperti halnya lubang yang dangkal, abrasi, atau blister
 Stadium III
Jenis luka ini adalah hilangnya kulit keseluruhan meliputi kerusakan
atau nekrosis jaringan subkutan yang dapat meluas sampai bawah
tetapi tidak melewati jaringan yang mendasarinya. Luka ini timbul
secara klinis sebagai suatu lubang yang dalam dengan atau tanpa
merusak jaringan di sekitarnya.
 Stadium IV
Jenis luka yang terakhir adalah luka yang telah mencapai tendon,
tulang dan otot karena adalah kerusakan yang telah meluas.