Anda di halaman 1dari 16

Laporan Kasus I

Keberhasilan Terapi Rituximab pada Mucosa


Associated Lymphoid Tissue Limfoma Pasien
Wanita Usia Lanjut

dr. Ahmad Hibban Awriya

divisi Gastroenterohepatologi/ Internal medicine


departement
Syiah kuala university/ Dr.Zainoel Abidin Hospital 1
Pendahuluan
• Mucosa Associated Lymphoid Tissue (MALT) limfoma adalah suatu
bentuk limfoma yang melibatkan jaringan limfoid terkait mukosa
• MALT limfoma memiliki insiden tertinggi antara usia 50-60 tahun
• Etiologi sebagian besar MALT tidak diketahui. Namun terdapat
beberapa faktor risiko yang menyebabkan terjadinya MALT, yaitu
onkogen, infeksi virus Ebstein Barr, Human T-leukemia Virus-I (HTLV-
I), penyakit autoimun dan defesiensi imun
Stagging Ann Arbor
Laporan kasus

Identitas
Nama : Ny. CE
Umur : 60 tahun
Jenis kelamin : Wanita
Pekerjaan : Petani
Alamat : Aceh Barat Daya

4
Kasus: Ny. CE, Wanita, 60 Th
Physical examination FOTO THORAX:
-Pneumonia, cor dalam batas
Anamnesa -V/S normal normal
-Tampak Anemis
-Perut membesar -Terdapat massa dan USG Abdomen:
di sertai nyeri splenomegali di daerah -splenomegali
-lemas umbillical ukuran 4x5 cm,
-Sakit kepala terfiksir, immobile, nyeri (+) CT SCAN THORAX:
-Nafsu makan Lab : - mediastinal lymph nodes,
menurun -Hb 10,4g/dl efusi pleura kiri, pulmonal
-Penurunan berat -MCV 82 fl nodul di lobus kiri atas dan kiri
badan -MCH 29 pg bawah, atelectasis di lobus kiri
-Keringat malam -MCHC 33 % bawah, CT-Scan Abdomen
hari -Leukosit 11.100/ml didapatkan massa lobulated di
-bilirubin total 1,36 mg/dl pancreas, spleen dan kista
-bilirubin direct 0,74 mg/dl - ginjal kanan.
SGOT 117 U/I →pengambilan sampel di
-SGPT 17 U/I lambung: MALT Limfoma
-Albumin 3,11 g/dl dengan CD 20+
Diagnosis :MALT Limfoma
5
Terapi Regimen RCHOP
Dosis(m2/
Nama Obat Dosis/ Kali Cara Pemberian Keterangan
hari)

Rituximab 596,25mg/h Vial 500mg=1


375mg/m2 IV bolus lambat
(Mabthera) ari Vial 100mg=1

Doxorubicin 50 79,5 Vial 50 mg= 1 vial


IV bolus lambat
HCL mg/m2/hari mg/hari Vial 10 mg= 3 vial

2,22
Vincristin 1,4mg/m2/hari IV bolus lambat Vial 2 mg =2
mg/hari

1192,5 Vial 1 g = 1
Cyclophosphamide 750mg/m2/hari IV bolus lambat
mg/hari Vial 200 mg= 1

Tablet 5 mg Selama 5
63,6 5 tablet pagi hari
Prednison 40 mg/m2/hari
mg/hari 4 tablet siang tiap siklus
4 tablet malam (65 tab)
Diskusi
Teori CCKasus

MALT limfoma memiliki insiden tertinggi


Pada kasus ini pasien berusia 60 tahun
antara usia 50-60 tahun

gejala : pembesaran kelenjar getah


perut membesar disertai nyeri ,demam
bening dan malaise umum, berat badan
sakit kepala, lemas dan penurunan nafsu
menurun 10 %, demam tinggi 38°C sejak
makan, penurunan berat badan ± 10 kg
satu minggu tanpa sebab, keringat
dan keringat malam hari.
malam, keluhan anemia, keluhan organ,
penggunaan obat

•KEMENKES RI. Panduan Penatalaksanaan Limfoma Non-Hodgkin. Komite Penanggulangan Kanker Nasional:
2017

7
Diskusi
Teori CCKasus
pemeriksaan fisik di dapatkan terdapat massa dan splenomegali di
pembesaran KGB, Kelainan / pembesaran daerah umbilical dengan ukuran 4x5 cm,
Organ terfiksir, immobile, nyeri.
Laboratorium : Anemia normositik Hb 10,4 g/dl, MCV 82 fl, MCH 29 pg,
normokrom MCHC 33 %

Diagnosis : histologi biopsi eksisi Rontgen thoraks : pneumonia, USG


(excisional biopsy) kelenjar getah bening abdomen splenomegali, CT-Scan thorax :
atau jaringan ekstranodal, radiologi dan mediastinal lymph nodes, efusi pleura kiri,
imunohistokimia pulmonal nodul di lobus kiri atas dan kiri
bawah, atelectasis di lobus kiri bawah

• American Academy of Ophthalmology. Lymphoprolifertive Disorders. ln: Orbits, Eyelids, and Lacrimal
System. San Francisco: American Academy of Ophthalmology. 2011: p. 79-85.

8
Teori Kasus

CT-Scan Abdomen : massa lobulated di


pancreas, spleen dan kista ginjal kanan,
biopsi pengambilan sampel dilambung.
→ MALT Limfoma dgn CD 20+
 Etiologi sebagian besar MALT tidak
 Pada pasien ini etiologi nya
diketahui. Namun terdapat beberapa
helicobacter pylori dari hasil
faktor risiko yang menyebabkan terjadinya
pemeriksaan biopsi di lambung
onkogen, infeksi virus Ebstein Barr, Human
T-leukemia Virus-I (HTLV-I), penyakit
autoimun dan defesiensi imun

Reksodiputro, A. dan Irawan, C. “Limfoma Non-Hodgkin”. Disunting oleh Sudoyo, Setyohadi, Alwi,
Simadibrata, dan Setiati. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia. 2007. P.718-23.
Davey P. Limfoma. At a Glance Medicine. Alih bahasa : Rahmalia A. Editos : Safitri A. Jakarta : Penerbit
Erlangga, 2006. p.318-9
9
Teori Kasus

 Rituximab dengan kombinasi kemoterapi  Terapi kemoterapi merupakan pilihan


memicu suatu manfaat yang signifikan di untuk MALT limfoma, regimen yang
banding dengan kemoterapi saja dalam digunakan adalah RCHOP (rituximab,
hal tingkat respon, survival bebas cyclophosphamide, doxorubicin,
progresi dan survival keseluruhan pada vincristine, prednisone)
pasien dengan limfoma sel B besar dan
folikular.

Stefanovic A, Lossos lS. Extranodal marginal zone lymphoma of the ccular adnexa. Blood 2009; 1 1 4: 501 -1 0.
Decaudin D, de Cremoux fl SaiomonAV Dendale R, Le Rouic Ll-. Ocuiar Adnexai Lumphoma: A Review of
Clinicopathoiogic Features and Treatment Options. Blood 2006; 108: 1451-60.
Gaiieni P, Polito E, Leccisotti A, Marotta G, Lasi S, Eigazzi C, Bucalossi A, Frezza G, Lauria F. Localized Orbital
Lymphoma. Haernatologica 1997;32:,136-9.
10
Rontgen Thorax

• Kesimpulan : -Pneumonia
-Cor dalam batas normal
USG ABDOMEN
Kesimpulan : Splenomegali
CT-SCAN THORAX
Kesimpulan : Mediastinal lymph nodes, efusi
pleura kiri, pulmonal nodul di lobus kiri
bawahkiri atas dan kiri bawah, atelectasis di
lobus

CT-Scan Abdomen : massa lobulated di


pankreas, spleen dan kista ginjal kanan
PET-SCAN
tampak kecurigaan adanya Tidak tampak kecurigaan adanya
massa atau nodal supra maupun Nodal supra maupun
infradiagrama dan keterlibatan infradiagrama di kedua sisi
organ-organ ekstranodal dan
limfoma Tidak tampak adanya
keterlibatan organ-organ
ekstranodal
Tidak tampak adanya
keterlibatan limfoma pada hepar
dan nodul hipermetabolikdi lien
sugestif keterlibatan limfoma
serta gastritis
Kesimpulan

Dilaporkan pasien wanita 60 tahun dengan diagnosa MALT Limfoma. Diagnosa di tegakan dengan CT-Scan,
biopsi dan CD20+. Pasien dilakukan terapi dengan regimen RCHOP (Rituximab, cyclophosphamide,
doxorubicin, vincristine, prednisone) sebanyak 6 siklus kemudian dilakukan PET-Scan perrtama dan di
temukan kecurigaan adanya massa atau nodul dan limfoma, lalu pasien menjalani kemoterapi dengan
regimen RHCOP (Rituximab, cyclophosphamide, doxorubicin, vincristine, prednisone) sebanyak 4 siklus.
Dilanjutkan PET-Scan ke dua tidak tampak kecurigaan adanya nodal supra-maupun infradiafgrama ke dua sisi,
tidak tampak adanya keterlibatan organ-organ ekstranodal dan tidak tampak adanya keterlibatan limfoma
pada hepar dan nodul hipermetabolik di lien sugestif keterlibatan limfoma serta gastritis. Terapi kombinasi
dengan rituximab berhasil.

15
TERIMA KASIH

16