Anda di halaman 1dari 18

KELOMPOK DISKUSI

Siska Ariani
Serly Pranita
Sri Mulyani
Restika Rahmayani
 Pendapatan dan pertumbuhan ekonomi
menjadi aspek yang sangat penting dari setiap
bentuk usaha dan bagi Negara
 Berbagai sektor usaha seperti pertanian,
perkebunan, industri, pariwisata,
perbankan berlomba-lomba menghasilkan
pendapatan yang tinggi guna menghidupi
usaha yang mereka jalani agar tetap bisa
bertahan
 Pendapatan Nasional dijadikan sebagai tolak
ukur untuk menilai kondisi perekonomian suatu
negara, yang mana didalam perhitungan
pendapatan nasional bertujuan untuk
mendapatkan gambaran tentang tingkat
ekonomi yang telah dicapai dan nilai output
yang diproduksi, komposisi pembelanjaan
agregat, sumbangan dari sektor perekonomian,
serta tingkat kemakmuran yang dicapai
 Bagaimana elemen pendapatan nasional
di Indonesia?
 Bagaimana pertumbuhan ekonomi itu?
 Bagaimana pertumbahan ekonomi dalam
persepktif Islam?
 Bagaimana struktur ekonomi Indonesia?
1.3 TUJUAN
PENULISAN
Mengetahui elemen pendapatan nasional di
Indonesia
Mengetahui pertumbuhan ekonomi

Mengetahui pertumbahan ekonomi dalam persepktif


Islam
Mengetahui struktur ekonomi Indonesia
 Pengertian pendapatan Nasional
 Alfred Marshall,seorang ekonom klasik ,
menyatakan pendapatan nasional ataupun
deviden nasional merupakan tenaga kerja dan
modal dari negara yang mengolah sumber daya
alamnya untuk memproduksi sejumlah netto
komoditi, baik yang berupa material maupun
ummaterial , termasuk juga jasa dan sejenisnya.
 Arthur Cecil Pigou (Ekononom Inggris),
pendapatan nasional adalah bagian dari
pendapatan objektif masyarakat , termasuk
pendapatan yang berasal dari luar negeri. Yang
dapat diukur dengan uang nyata ( real ).
 Menurut Irving Fisher pendapatan nasional
merupakan hasil neto perekonoman yang
langsung dikonsumsi dalam tahun yang sama
 Dari pengertian di atas dapat disimpulkan
pendapatan nasional adalah adalah
merupakan jumlah seluruh pendapatan yang
diterima oleh masyarakat dalam suatu negara
selama satu tahun.
 Ada beberapa istilah dalam pendapatan
nasional, antara lain:
 Produk Domestik Bruto (PDB)
 Produk Nasional Bruto (GNP)
 RUMUS untuk menghitung GNP :
 GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
 Produk Nasional Neto (NNP)
 RUMUS menghitung NNP :
 NNP = GNP – Penyusutan
 Pendapatan Nasional Neto (NNI)
 RUMUS :
 NNI = NNP – Pajak tidak langsung
 Pendapatan Perseorangan (PI)
 RUMUS :
 PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan +
Iuran asuransi + Iuran jaminan sosial + Pajak
perseorangan )
 Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
 RUMUS :
 DI = Personal Income – Pajak langsung
 Perhitungan pendapatan nasional dimulai
dengan Produk Domestik Bruto. PDB itu
sendiri dapat dihitung atau diukur dengan tiga
macam pendekatan yaitu:
 Pendekatan Produksi
 Pendekatan Pendapatan
 Pendekatan Pengeluaran
 Permintaan dan penawaran agregat
 Konsumsi dan tabungan
 Investasi
 Menurut Boediono pertumbuhan ekonomi adalah
proses kenaikan output perkapita dalam jangka
panjang. Pertumbuhan ekonomi merupakan
indikator untuk melihat keberhasilan pembangunan
dan merupakan syarat keharusan (necessary
condition) bagi penurunan pengangguran.
Kemampuan ini tumbuh sesuai dengan kemajuan
teknologi, penyesuaian kelembagaan, dan ideologi
yang diperlukannya. Definisi ini memiliki tiga
komponen yaitu :
 Pertumbuhan ekonomi suatu bangsa terlihat dari
meningkatnya secara terus menerus persediaan
barang;
 Teknologi maju merupakan faktor dalam
pertumbuhan ekonomi yang menentukan derajat
pertumbuhan
kemampuan dalam penyediaan aneka macam
barang kepada penduduk;
 Penggunaan teknologi secara luas dan efisien
 Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi
adalah:
 Faktor Sumber Daya Manusia
 Faktor Sumber Daya Alam
 Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
 Faktor Budaya
 Sumber Daya Modal
 Menurut Khursyid pertumbuhan ekonomi tidak lepas dari
konsep keadilan distribusi pendapatan dan kekayaan bagi
setiap individu pada seluruh generasi, menghapus riba dan
mewajibkan zakat. Pendapat lain menambahkan bahawa
pertumbuhan ekonomi bertujuan untuk membersihkan dan
menyucikan akidah dan membenarkan iman
 Sedangkan pertumbuhan ekonomi menurut Pertumbuhan
ekonomi dalam perspektif Islam menurut Abu Yusuf (t.t.) untuk
mewujudkan kehidupan yang baik (al-hayat at-taiyibah) .
 Dengan demikian dapat disimpulkan Pertumbuhan ekonomi
dalam perspektif Islam harus memasukkan aspek aksiologis
(nilai, moral) agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya
diorientasikan kepada kesejahteraan materi saja melainkan
memasukkan juga aspek ruhaniyah.
 Sama halnya dengan konsep konvensional,
dalam pertumbuhan ekonomi perspektif Islam,
ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi
pertumbuhan itu sendiri , diantaranya:
 Sumber daya yang dapat dikelola (Investable
Resources
 Human Resources
 Wirausaha (Entrepreneurship)
 Teknologi
 Struktur ekonomi dipergunakan untuk
menunjukkan komposisi atau susunan sektor-
sektor ekonomi dalam suatu perekonomian. Sektor
yang dominan atau yang diandalkan mempunyai
kedudukan paling atas dalam struktur tersebut dan
menjadi ciri khas dari suatu perekonomian.
 Dimaksudkan dengan sektor ekonomi yang
dominan atau yang diandalkan adalah sektor
ekonomi yang menjadi sumber mata pencaharian
sebagian terbesar penduduk serta menjadi
penyerap tenaga kerja yang terbesar.Sektor
ekonomi yang dominan
 Dikenal dua macam struktur ekonomi, yaitu:
 Struktur Agraris dan industri
 3.1 KESIMPULAN
 Pendapatan nasional adalah adalah merupakan jumlah seluruh pendapatan yang
diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun. Ada beberapa
konsep pendapatan Nasional yaitu Produk domestik bruto (Gross Domestic
Product), Produk Nasional Bruto (Gross National Product), Produk Nasional Neto
(Net National Product), Pendapatan Nasional Neto (Net National Income),
Pendapatan perseorangan (Personal Income), dan Pendapatan yang siap
dibelanjakan (Disposable Income).
 Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu
perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.
Suatu wilayah dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi
peningkatan GNP riil di wilayah tersebut, sedangkan pertumbuhan ekonomi
menurut perspektif Islam pertumbuhan ekonomi memasukkan aspek aksiologis
(nilai, moral) agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya diorientasikan kepada
kesejahteraan materi saja melainkan memasukkan juga aspek ruhaniyah.
Struktur ekonomi yang tengah kita hadapi saat ini seseungguhnya merupakan
suatu struktur yang transisional. Kita sedang beralih struktur yang agraris ke
industrial dari struktur yang etatis ke borjulis, dari sturktur yang
kedesaan/tradisional ke kotaan/modern, sementara dalam hal birokrasi dan
pengambilan keputusan mulai desentralis.