Anda di halaman 1dari 15

BAGIAN ILMU KESEHATAN

KULIT DAN KELAMIN


FK UNISMUH MAKASSAR

KANDIDIASIS
INTERTRIGINOSA
AISYA HANIFA | 105 505 500 519
IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. N
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 75 tahun
Pekerjaan : Pensiunan Guru
Tanggal Periksa : 24 November 2019
Alamat : Polewali Mandar
No. RM : 15.26.96

Seorang laki-laki 75 tahun yang merupakan pasien stroke non hemoragik dikonsul ke Bagian Kulit
dan Kelamin RSKD. Dadi dengan keluhan gatal di daerah axilla dan inguinal kanan sejak 3 hari yang
lalu. Lesi berupa bercak berbatas tegas dengan skuama, basah, eritematosa. Lesi dikelilingi oleh lesi
satelit berupa vesikel dan pustul. Riwayat penyakit keluarga dengan keluhan yang sama tidak ada
dan pada pemeriksaan laboratorium di dapatkan pasien menderita diabetes mellitus.
STATUS DERMATOLOGI

KANDIDIASIS
INTERTRIGINOSA

Lokasi: Regio axilla dan inguinal dextra

Effloresensi : makula eritematosa berbatas tegas, skuama,


basah. Lesi dikelilingi oleh lesi satelit berupa vesikel dan
pustul
PEMERIKSAAN KOH

Gambaran mikroskopik:
A. Pseudohifa tidak bersepta
B. Spora
DIAGNOSIS & PENATALAKSANAAN

Diagnosis Sementara
Penatalaksanaan
Kandidiasis Intertriginosa
• Ketokonazole 100 mg 1x1
• Cetirizine 10 mg 1x1
• NaCl 0,9%
• Myconazole krim 2%
Diagnosis Differensial
• Tinea (dermatofitosis) Name Here
• Eritrasma
• Dermatitis Kontak Alergi
PEMBAHASAN
Definisi Epidemiologi
Kandidiasis intertriginosa : penyakit jam • Semua umur
• ♀=♂
ur yang disebabkan oleh Candida spp
• Orang tua>>
(C. albicans). Lokasi: • DM
• Lipatan kulit ketiak
• Inguinal,
• Intergluteal,
• Lipat payudara,
• Interdigital, dan umbilikus.

Etiologi
Candida spp  Candida albicans
PEMBAHASAN
Etiopatogenesis
Faktor predisposisi

Endogen Eksogen
• Perubahan fisiologik : usia,
kehamilan, haid • Iklim
• Faktor nutrisi • Kelembapan
• Penyakit sistemik : DM, down • Kebersihan kulit kurang
dsyndrome, uremia, • Trauma (luka bakar, abrasi)
keganasan dll
• Iatrogenik : penggunaan
kateter, penggunaan obat-
obatan (glukokortikoid,
antibiotik,dll)
PEMBAHASAN
Gejala Klinis
Effloresensi
Lesi di daerah lipatan
• Bercak eritematosa
Axilla, umbilikus, inguinal, berbatas tegas
Intergluteal, Lipat payudara, • Skuama
interdigital, lipatan kulit
dinding perut
• Basah
• Lesi dikelilingi oleh lesi
satelit: vesikel dan pustul
atau bula
PEMBAHASAN
Diagnosis

Pem.
Pem. PAS
biakan
mikologik

Kerokan kulit diambil, • Ditanam dalam agar Dengan pewarnaan


kemudian ditetesi dekstrosa glukosa Periodic Acid- Schiff
KOH 20%, periksa di Sabouraud (PAS)
mikroskop • Dibubuhi antibiotik
Hasil: pseudohifa, (kloramfenikol).
spora Hasil: koloni mukoid
putih
PEMBAHASAN
Penatalaksanaan
Topikal

• Mikonazol 2% (krim dan bedak) Pencegahan


• Klotrimazol 1% (bedak, larutan, krim selama 14-28 • Menjaga higine tubuh
hari) • Jaga agar kulit infeksi tidak lembab
• Tiokonazol, bufonazol, isokonazol • Gunakan pakaian yang menyerap
• Siklopiroksolamin 1% (larutan, krim) keringat
• Antimikotik yang spektrum luas • Hindari penggunaan handuk bersama

Sistemik

Berbagai kelainan; refrakter, kandida diseminata dan


kandidosis mukokutan kronik
• Flukonazol : pasien non-neutropik dengan kandidemia atau
kandidosif invasif  100-400 mg/hari
• Itrakonazol 100-200 mg/hari
DIAGNOSIS DIFFERENSIAL
Tinea

Eritrasma DKA
DIAGNOSIS DIFFERENSIAL
TINEA

Tinea adalah penyakit yang disebabkan


oleh kolonisasi jamur dermatofit yang
menyerang jaringan yang mengandung
keratin seperti stratum korneum kulit, ram
but dan kuku pada manusia dan hewan.
Kelainan kulit tampak lesi berbatas
tegas, peradangan pada tepi lebih
nyata daripada daerah tengahnya.
Efloresensi terdiri atas bermacam-macam
bentuk yang primer dan sekunder
(polimorf). Bila sudah menahun, terdapat
bercak kehitaman disertai sedikit sisik.
DIAGNOSIS DIFFERENSIAL
ERITRASMA

• Penyebab: Corynebacterium
minutissimum
• Effloresensi : makula atau seperti
plak, eritem hiperpigmentasi, serin
g bersifat asimtomatik.
• Lokasi : daerah intertriginosa
(axilla, interdigtal, inguinal)
DIAGNOSIS DIFFERENSIAL
DERMATITIS KONTAK ALERGI

• DKA: disebabkan oleh bahan/substan


si yang menempel pada kulit seperti
bahan kimia sederhana dengan berat
molekul rendah <1000 dalton.
• Stadium akut : bercak eritomatosa
batas tegas, diikuti dengan edema, papul
ovesikel, vesikel atau bula dan apabila
pecah menyebabkan erosi dan eksudasi
(basah).
TERIMA KASIH
FASTABIQUL KHAERAT