Anda di halaman 1dari 9

NAMA ANGGOTA

1.Aditya Chandra K.
2.Gigih Juang Pamungkas
3.Septiana Herlina BR.G
4.Syafa Salsabillah
5.Tessa Refka Nada Rianty
Adaptasi tingkah laku merupakan
penyesuaian yang didasarkan pada
tingkah laku. Setiap makhluk hidup
melakukan adaptasi tingkah laku untuk
menyesuaikan diri dengan
lingkungannya.
Perubahan warna pada bunglon berawal
bari ketika mata bunglon menangkap
warna lingkungan sekitarnya, kemudian
cahaya ini disalurkan ke bagian
epitalamus. Selanjutnya, epitalamus akan
mengolah rangsang yang masuk lalu
menghantarkannya ke seluruh saraf tepi di
semua permukaan kulit bunglon dan
chromatophore akan menangkap pesan
dari otak tersebut. Dengan begitu,
chromatophore akan membesar atau
mengecil. Membesar atau mengecilnya
chromatophore akan mengakibatkan
pigmen-pigmen bercampur dan akan
membentuk warna yang menyerupai
lingkungan sekitarnya.
Autotomi adalah suatu sistem yang
digunakan oleh suatu mahluk hidup
sebagai suatu sistem pertahanan
terhadap perlawanan lawan atau
mangsa.
-Ekor cicak terdiri dari susunan ruas -ruas sendi tulang yang bersambungan . ruas-ruas
itu di rekatkan oleh sejenis zat lekat ,otot ,urat syaraf dan kulit. itulah sebabnya tulang
belakang cicak di persendian antara pinggul dan ekornya tidak terlalu kuat sehingga
mudah putus
-Cara cicak memutuskan ekornya adalah saat berhadapan dengan musuhnya ,cicak
akan menjadi tegang atau stress . stress akan menyebabkan konteraksi antar otot di
tulang belakang sehingga ekorpun terputus . jika kontraksi semakin cepat ekor akan
lebih muda putus
-Ekor cicak yang sudah terputus masih bisa bergerak karena jaringan yang putus pada
ekor berada dalam kondisi sekarat ,akibat kekurangan oksigen. gerakannya spontan
dan tidak teratur karena tidak di kontrol oleh otak . ekor cicak yang putus akan sedikit
mengeluarkan darah karena ada otot di ekor yang berkontraksi di sekitar pembuluh
darah.
Hibernasi adalah kondisi ketakaktifan dan penurunan
metabolisme pada hewan yang. ditandai dengan suhu tubuh
yang lebih rendah, pernapasan yang lebih perlahan, serta
kecepatan metabolisme yang lebih rendah. Hewan yang
melakukan hibernasi berusaha menghemat energi, terutama
selama musim dingin sewaktu terjadi kelangkaan makanan,
membakar cadangan energi, lemak tubuh, dengan perlahan
Musim dingin adalah waktu ketika makanan berkurang dan kondisi cuaca yang
buruk. Hewan harus menghabiskan lebih banyak energi untuk mencari makanan.
Bahkan bila mereka berhasil menemukan makanan, seringnya tidak cukup untuk
mengkompensasi hilangnya energi saat berburu untuk mendapatkan makanan
tersebut.
Selain itu, cuaca dingin sering menjadi penyebab kematian bagi hewan-hewan.
Untuk mengatasi masalah ini hewan-hewan berevolusi dan belajar untuk
mengurangi keinginan makan dengan mengurangi kebutuhan energi mereka. Hal
ini bisa dicapai dengan berhibernasi sepanjang musim dingin.
Estivasi adalah menonaktivkan diri (dorman) pada
saat kondisi lingkungan tidak bersahabat. Bedanya
dengan hibernasi adalah di mana pada estivasi
dilakukan pada musim panas dengan suhu udara
yang panas dan kering.
Di negara yang mempunyai musim kering panas,
makanan dan air sangat sedikit di musim panas. Pada
saat itu, banyak hewan yang memasuki keadaan
estivasi, suatu proses yang serupa dengan hibernasi,
untuk menghindari dari kekeringan dan menghemat
energi. Contohnya adalah katak atau kodok dengan
melakukan estivasi di liang bawah tanah yang sejuk
dan lembap.