Anda di halaman 1dari 15

KELOMPOK 6

 Aditya (A101701)
 Rizkika (A101701)
 Hani (A101701)
 Yuli Damayanti (A10170188)

http://www.free-powerpoint-templates-design.com
BAB
“KESELAMATAN KERJA DAN KESEHATAN KARYA
WAN”
16
Konten 1 : Menjelaskan peran penyelia dalam keselamatan kerja

Peran Manajemen dalam Keselamatan Peran Penyelia dalam Pencegahan Ke


Kerja celakaan

Setelah memeriksa lokasi kerja tem


pat pekerja memasang pipa pembu
.angan di sebuah parit selebar 4 kaki
Keselamatan kerja dimulai dari punc
, inspektur OSHA menyatakan bahw
ak. Pemberi kerja harus melembaga
a pemberi kerja melanggar peratura
kan komitmen mereka dengan kebij
n OSHA yang mengharuskan pemb
akan keselamatan kerja, memublika
eri kerja memiliki “tangga, turunan, a
sikannya, dan memberi prioritas ting
tau jalan keluar aman lainnya.” Jika
gi pada masalah keselamatan
. kerja.
paritnya runtuh, pekerja membutuhk
an jalan cepat untuk keluar.
Konten 2 : Menjelaskan fakta-fakta dasar mengenai hukum keselamatan
kerja dan OSHA (Occupational Safety and Health Administration)

01 Pengarahan Manajer Mengenai Huk 02 Standar OSHA dan pengarsipan


um Keselamatan Kerja
Kongres mengesahkan Undang-undang keselamatan OSHA beroperasi dibawah klausul standar “u
dan kesehatan kerja Tahun 1970 (Occupational Saf mum” yang menyatakan bahwa setiap pemb
ety and Health Act of 1970) “demi menjamin sejauh m eri kerja: harus memberi setiap karyawannya
ungkin setiap pria dan wanita bekerja di negri ini mend pekerjaan dan tempat pekerjaan yang bebas
apatkan kondisi kerja yang aman dan sehat dan untuk dari bahaya yang diketahui yang menyebabk
melindungi sumber daya manusia kita.”Satu-satunya p
an atau berkemungkinan menyebabkan kem
emberi kerja yang tidak tercakup adalah orang-orang y
ang bekerja sendiri, pertanian yang mana hanya kerab
atian atau luka-luka fisik serius kepada karya
at dekat dari keluarga pemberi kerja yang bekerja, dan wannya.
sejumlah tempat kerja yang telah dilindungi oleh badan
federal atau dibawah perundang-undangan lainnya.
03 04

Inspeksi dan Surat Pemanggilan Tanggung Jawab dan Hak Pemberi


Kerja dan Karyawan
OSHA menegakan standarnya mela
lui inspeksi dan (jika diperlukan) sur Baik pemberi kerja maupun karyawan mempu
at pemanggilan. Inspeksi tersebut bi nyai tanggung jawab dan hak di bawah Undan
asanya tidak diumumkan.OSHA tida g-undang Keselamatan Kesehatan Kerja (Occ
upational Safety Health Act). Pemberi kerja be
k dapat melakukan inspeksi tanpa iz
rtanggung jawab untuk memberikan “tempat k
in dan persetujuan pemberi kerja. erja yang bebas dari bahaya yang diketahui”,
untuk mengenal baik standar wajib OSHA, da
n untuk memeriksa kondisi tempat kerja untuk
memastikannya memenuhi standar OSHA.
Konten 3 : Menjawab pertanyaan, “Apakah yang Menyebabkan
Kecelakaan?”

3. Tindakan karyawan
1. Kejadian kebetulan 2. Kondisi tidak aman
yang tidak aman

Kondisi tidak aman (unsafe conditions


) adalah penyebab utama kecelakaan. (seperti tidak mengenakan he
Kejadian kebetulan (se Kondisi-kondisi ini meliputi: lm pelindung) akan membatal
• Perlengkapan yang tidak terlindungi kan upaya Anda untuk meng
perti berjalan melewati dengan baik
hilangkan kondisi tidak aman,
sebuah pohon tepat ke • Perlengkapan cacat
• Prosedur berbahaya di sekitar mesi tetapi tidak ada jawaban sed
tika sebuah cabang jat n atau perlengkapan erhana mengapa orang bertin
uh) lebih kurang berad • Penyimpanan tidak aman-kepenuhs dak seperti itu.
esakan, pemuatan secara berlebiha Mungkin tampak jelas bahwa
a di luar kendali manaj n beberapa orang memang ren
emen. • Penerangan yang tidak semestinya-
tan mengalami kecelakaan, t
cahaya yang menyilaukan,pencaha
yaan yang kurang terang etapi risetnya tidak jelas.
• Ventilasi yang tidak semestinya.
Konten 4 : Menyebutkan dan menjelaskan lima cara untuk mencegah
kecelakaan.

1. Mengurangi Kondisi Tidak Aman

Mengurangi kondisi tidak aman adalah lini pertahanan pertama pemberi ker
ja dalam pencegahan kecelakaan.Teknisi keselamatan kerja harus mendes
ain pekerjaan untuk menghilangkan atau mengurangi bahaya fisik. Terkada
ng kondisi yang tidak aman memiliki solusi yang jelas, tetapi kadang juga ti
dak jelas.
2. Mengurangi Tindakan Tidak Aman

Untuk mengurangi tindakan tidak aman tidak cukup hanya dengan memberi ta
hu karyawan agar “waspada”. Pertama indentifikasi dan usahakan untuk menghilangkan
potensi resiko seperti pelengkapan tidak terlindung berikutnya kurangi potensi ganggua
n, seperti kebisingan , panas , dan stres kemudian sering dan latihlah karyawan secara
teliti. Seperti yang akan dijelaskan :

1. Mengurangi tindakan tidak aman melalui penyaringan


Penyaringan dan penempatan karyawan yang tepat dapat mengurangi tindak
an tidak aman contohnya: indeks reliabilitas karyawan , mengukur dimensi realibilitas se
perti kematangan emosional , hati nurani , dan kinerja yang tidak aman.
2. Mengurangi tindakan tidak aman melalui pelatihan
Pelatihan keselamatan kerja dapat mengurangi tindakan tidak aman , khusus
nya bagi karyawan baru. Dengan cara memberi intruksi kepada karyawan mengenai pra
ktik dan prosedur yang aman , memperingatkan mereka mengenai potensi bahayanya
dan bekerja untuk mengembangkan sikap sadar keselamatan kerja.
3. Mengurangi tidakan tidak aman melalui po 4. Mengurangi tindakan tidak aman dengan
ster , insentif dan penguatan positif menumbuhkan kultur keselamatan kerja

Menurut seorang ahli keselam


Untuk mengurangi trindakan tidak aman
atan kerja,m tempat kerja yang mempun
bisa digunakan dengan poster, poster ya
yai kultur berorientasi keselamatan kerja
ng digunakan harus mudah dilihat, terba
akan menampilkan :
ca , dan diberi pencahayaan cukup.
1. Kerja tim
Program insentif juga dapat berguna unt
2. Komunikasi dan kolaborasi interaktif
uk mengurangi tindakan tidak aman den
3. Visi bersama pada keunggulan dalam
gan menerapkan rencana karyawan men
hal keselamatan kerja
dapatkan poin.Kesediaan keterlibantan
4. Penugasan keselamatan kerja kritis ke
memelihara keselamatan kerja lebih bes
pada individu atau tim tertentu
ar.Menggunakan penguatan positif Bany
5. Upata terus menerus untuk menginde
ak pemberi kerja hasil menggunakan pro
ntifikasi dan mengoreksi masalah dan ba
gram penguatan positif untuk memperba
haya keselamatan kerja di tempat kerja
iki keselamatan
6. Dorongan untuk melaporkan insiden
5. Mengurangi tindakan tidak aman dengan
menciptakan lingkungan suportif

Tim penyelia suportif tampak mempunyai catatan keselamatan ke


rja yang lebih baik, “organisasi dapat mengembangkan lingkunga
n suportif dengan melatih penyelia untuk menjadi pemimpin yang
lebih baik, menekankan pentingnya kerja tim dan dukungan sosial
, dan menetapkan nilai keselamatan kerja”
Konten 5 : Menyebutkan Lima Bahaya Kesehatan di Tempat Kerja dan C
ara Menanganinya

Alkoholisme dan Penyalahgunaan Zat


01 Bahan Kimia dan Higiene Industri 02 Adiktif

Standar OSHA mengharuskan beberapa tindak Program tempat kerja yang bebas obat-obatan meliputi
an sehubungan dengan asbestos. Pemberi kerj 5 komponen:
a harus memantau udara manakala mereka me 1.Kebijakan tempat kerja bebas obat-obatan
mperkirakan tingkat asbestos meningkat hingg 2.Pelatihan penyelia
3.Edukasi Karyawan
a setengah kali dari batasan yang di izinkan (0,
4.Bantuan Karyawan
1 serat per sentimeter kubik) . kendali teknis di 5.Pengetesan obat-obatan
ngding, filter khusus, dan sebagainya-diperluka Kebijakan tersebut tidak harus berisi pernyataan “pengg
n untuk menjaga tingkat asbestos yang memen unaan, kepemilikan, pengalihan, atau penjualan obat-ob
uhi standar OSHA. Baru setelah itu pemberi ke atan ilegal oleh karyawan merupakan hal yang terlarang
rja dapat menggunakan respirator jika upaya ta ” kebijakan tersebut juga harus menjelaskan logika kebij
mbahan diperlukan untuk mencapai penumbuh akan, dan konsekuensi disiplinernya.Penyelia harus dila
tih untuk memantau kinerja karyawan, dan untuk mewa
an.Salah satu solusinya adalah dengan pemant
spadai masalah kinerja terkait obat-obatan.
auan terus menerus.
03 04
Paparan Asbestos di Tempat Kerja dan Kual Stress, Kejenuhan, dan Depresi
itas Udara Dr. Karl Albrecht menyarankan untuk mengikuti cara-cara berikut oran
g yang ingin mengurangi stress kerja.
•Bangun hubungan yang memuaskan, menyenangkan, dan kooperatif
dengan rekan kerja dan karyawan.
Pemberi kerja harus memantau udara manak •Jangan mengambil pekerjaan lebih dari yang anda mampu lakukan.
ala mereka memperkirakan tingkat asbestos m •Bangun hubungan yang efektif dan suportif dengan atasan anda.
•Negosiasikan dengan atasan anda untuk tenggat waktu yang realistis
eningkat hingga setengah kali dari batasan yan pada proyek penting.
g di izinkan (0,1 serat per sentimeter kubik) . ke •Belajarlah sebanyak yang anda mampu mengenai kegiatan yang aka
n datang dan dapatkan lead time sebanyak mungkin untuk mempersia
ndali teknis dingding, filter khusus, dan sebagai pkan diri.
nya-diperlukan untuk menjaga tingkat asbestos •Carilah waktu setiap hari untuk perlepasan dan relaksasi.
2 memenuhi standar OSHA. Baru setelah it
yang •Berjalan-jalanlah di sekeliling kantor untuk menjaga tubuh anda tetap
segar dan waspada.
u pemberi kerja dapat menggunakan respirator •Temukan cara untuk mengurangi kebisingan yang tidak perlu.
jika upaya tambahan diperlukan untuk mencap •Kurangi jumlah hal-hal sepele dalam pekerjaan anda; delegasikan pe
kerjaan rutin jika dimungkinkan, Batasi interupsi.
ai penumbuhan. •Jangan menunda untuk mengatasi permasalahan yang tidak disukai.
satu solusinya adalah dengan pemantauan ter •Buatlah “ daftar kekhawatiran” konstruktif yang berisi solusi untuk seti
ap permasalahan.
us menerus. •Dapatkan tifur berkualitas yang lebih lama dan lebih baik.
05
Penyakit Menular

Pemberi kerja dapat mengambil langkah-langkah untuk mencegah masuknya atau p


enyebaran penyakit menular. Langkah-langkah ini meliputi:

1. Memantau secara ketat peringatan perjalanan dari pusat pengendalian dan pencegahan pe
nyakit (centers for disease control and prevention –CDC).
2. Memberikan penyaringan medis harian untuk karyawan yang pulang dari area terinfeksi.
3. Menolak akses seklama 10 hari kepada karyawan atau pengunjung yang pernah mempuny
ai kontak dengan individu yang diduga tertular.
2
4. Member tahu karyawan untuk tinggal dirumah jika mereka mengalami memar atau gejala si
stem pernafasan.
5. Membersihkan area dan permukaan kerja secara rutin. Membuat disinfektan yang mengan
dung alkohol mudah terjangkau.
6. Mengatur waktu istirahat secara bergiliran. Menawarkan beberapa periode makan siang un
tuk mengurangi kepadatan. Situasi khusus membutuhkan kebutuhan khusus.
Konten 6 : Membahas prasyarat rencana keamanan dan cara
menyiapkan program keamanan dasar
Thank you
Insert the title of your subtitle Here

Anda mungkin juga menyukai