Anda di halaman 1dari 17

Arundel Partners :

The Sequel Project

Clara Nathania - 01011170188


Nathaniel Richard Suandi - 01011170235
Sonia Gunawan - 01011170068
Viladelva Vio Vieresta Saras Manoe - 01011170434
Arundel Partners

● Pada April 1992, Bapak David A. Davis, ● Akan membeli hak sekuel dari studio utama :
seorang analis industri film di Paul Kagan 1. Sebelum film pertama dibuat
Associates, Inc dan diminta untuk melihat 2. Kelompok investor tidak akan membuat
dan mengomentari ide bisnis penilaian artistik atau berupaya memilih hak
● Paul Kagan Associates, Inc. memiliki untuk film tertentu berdasarkan prediksi atau
keahlian dalam menganalisis bisnis film, kemungkinan kesuksesan sekuel
dan telah mengumpulkan data 3. Pembayaran tunai Arundel untuk hak-hak
kepemilikan tertentu tentang arus kas tersebut, dengan harga yang disepakati per film
industry.
Arundel Partners

● 3 tahap : ● Hal yang Menarik dengan Arundel


Partners :
1. Produksi
1. Dapat menyediakan uang ketika
2. Distribusi dibutuhkan
3. Exhibition 2. Dapat membantu mengurangi
peminjaman studio
3. Harga $2 juta atau lebih / film
The Sequel Project

● Arundel Partners tertarik untuk membeli hak sekuel untuk satu atau lebih
seluruh produksi studio selama jangka waktu tidak kurang dari satu tahun.
● Penting bagi Arundel bahwa sejumlah film dan harga per film harus
disepakati sebelum Arundel atau studio mengetahui film mana yang akan
diproduksi.
Identification of Problems

● Arundel mau menilai apakah membeli proyek sequel rights itu akan
menguntungkan atau tidak
● Masalah apa yang akan timbul antara arundel dan studio films jika Arundel
membeli sequel right
Why do the principals of Arundel Partners think they can make
money buying movie sequel rights?

Kepala dari Arundel Partners berpikir mereka dapat menghasilkan uang dari membeli
movie sequel rights karena movie sequel akan dibuat saat suatu film itu berhasil.

Jika berhasil, mereka berpikir bahwa membuat sequel akan menguntungkan, dengan
menggunakan haknya dalam memproduksi sequel sendiri atau menjual hak tersebut
kepada penawar tertinggi (perusahaan produksi lainnya). Menguntungkan atau
tidaknya suatu sequel dapat dilihat dengan jelas setelah beberapa minggu pertama
film itu diluncurkan di bioskop AS.
Why do the partners want to buy a portfolio of rights in
advance than negotiating film-by-film to buy them?

Arundel ingin membeli portofolio dibandingkan dengan menegosiasikan


film demi film karena :

1. Kurangnya informasi akan kesuksesan suatu film


2. Adanya asymmetric information antara Arundel dan studio film
3. Meminimalkan resiko di industri film
Estimate the per-film value of a portfolio of sequel rights
such as Arundel proposes to buy
- NPV

r =12% annually

TOTAL NPV = -$238.355 m

NO OF TOTAL PROJECT = 99

VALUE OF EACH PROJECT = -$2.408 m → NPV<0 (reject the project)


Estimate the per-film value of a portfolio of sequel rights
such as Arundel proposes to buy
- NPV

r =12% annually

TOTAL NPV = $490.867 m

NO OF PROJECT (PROFIT) = 26 ; NO OF PROJECT (LOSS) = 73

NO OF TOTAL PROJECT = 99

VALUE OF EACH PROJECT = $4.958 m → NPV>0 (accept the project)


Estimate the per-film value of a portfolio of sequel rights
such as Arundel proposes to buy

- Black Scholes Model

K = avg PV negative cost → 22.6


10 year US T-Bond (1989) = 9.09%
So = avg PV inflow at year 0 → 13.707
Inflation rate = 3% annually
T = tahun saat first film rilis → 1
Real Risk free rate
σ = std dev one year return → 1.21
= Risk free rate - Inflation rate

= 9.09% - 3% = 6.09%
Estimate the per-film value of a portfolio of sequel rights
such as Arundel proposes to buy

VALUE OF EACH PROJECT = $4.623 m


What are the primary advantages and disadvantages of
the approach you took to valuing the rights?
NPV approach
Keuntungan: Kekurangan:

- Merupakan pendekatan yang sederhana - Prediksi pada kinerja masa depan


- Analisis ini didasarkan pada data historis berdasarkan performa historis.
dan empiris - Hanya 1 tahun data historis yang tersedia
- Mudah membuat keputusan dengan - Adanya asumsi bahwa setiap film yang
melihat apakah NPV>0 (proyek diterima) sukses akan membuat sekuel, namun hal ini
atau NPV<0 (proyek ditolak) tidak selalu terjadi.
- Memperhatikan time value of money - Tidak memperhitungkan risiko
What are the primary advantages and disadvantages of
the approach you took to valuing the rights?
Black Scholes approach

Keuntungan: Kekurangan:

- Karena mau membeli hak sequel, sehingga - Black Scholes mengasumsikan risk free rate
Black Scholes sangat cocok dalam kasus ini. dan volatilitas konstan, namun pada
- Black Scholes lebih akurat karena kenyataannya tidak.
memperhitungkan volatilitas (ketidakpastian). - Hanya dapat mencari nilai dari European
- Mudah untuk dimengerti dan dihitung. Option.
What further assistance or data would you require to
refine your estimate of the rights’ value?

- Lebih banyak data historis akan berguna untuk mendukung asumsi


tersebut
- Adanya data cost of equity dan debt to equity ratio sehingga dapat
membantu mengidentifikasi discount rate yang lebih akurat.
- Informasi tentang kesediaan perusahaan production dalam hal
mengenai penjualan hak sekuel dengan harga pra-negosiasi.
What problems or disagreements would you expect Arundel and a major
studio to encounter in the course of a relationship like that described in the
case? What contractual terms and provisions should Arundel insist on?

- Masalah: Banyaknya hak sekuel di masa depan yang akan dimiliki oleh Arundel.
Solusi: Syarat kontrak ini harus diklarifikasi dan ditulis dengan jelas dalam perjanjian
tentang berapa banyak hak yang dapat dimiliki Arundel untuk film tertentu.

- Masalah : Lamanya Perjanjian


- Solusi : Panjang perjanjian harus dinegosiasikan dan ditulis dalam perjanjian