Anda di halaman 1dari 30

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.

S
PADA GANGGUA N SISTEM
PENCERNAAN DENGAN RISIKO
DEFISIEN VOLUME CAIRAN ETCAUSA
FEBRIS SUSPECT THYPOID
DI RUANG KENANGA RSUD R
GOETENG TARUNADIBRATA
PURBALINGGA
DISUSUN OLEH :

NAMA : NABILA NURSANINAH


NIM : 1811020146
KELAS : 3C KEPERAWATAN S1
DEFINISI

Dengangejaladem
Penyakit am>6hari
sistemikakutsalur Disebabkanbakter ,gangguanpencer
anpencernaanu iSalmonellathypi naan,denganataut
sushalus anpapenurunanke
sadaran
ANATOMI FISIOLOGI

Duodenum berfungsi untuk mencerna


makanan secara kimia dengan bantuan
enzim-enzim pencernaan yang sebagian
berasal dari pankreas.
Jejunum berfungsi dalam proses
penyerapan nutrisi dari makanan yang
dicerna.
Ileum juga berperan dalam mengatur
katup ileosekal agar tidak terjadi refluks
dari usus besar ke usus halus.
Usus Besar berfungsi mengatur
kadar air pada sisa makanan
Rektum berfungsi sebagai tempat
penyimpanan sementara bagi kotoran
sebelum dieliminasi dari tubuh
melalui anus
ETIOLOGI
Salmonella Typhi
Salmonella Paratyphi A
Salmonella Paratyphi B
Salmonella Paratyphi C

Bakteri Gram-negatif,
mempunyai flagela, tidak
berkapsul, tidak membentuk
spora.fakultatif anaerob.

Antigen somatik (O) yang


terdiri dari oligosakarida,
flagelar antigen (H) yang
terdiri dari protein dan
envelope antigen (K) yang
terdiri polisakarida.
PATOFISIOLOGI

Penularan Salmonella Typhi ditularkan melalui 5F yaitu Food, Fingers,


Fomitus, Fly, Feses.
Feses dan Muntah penderita Thypoid dapat menularkan bakteri
Salmonella pada orang lain. Bakteri tersebut ditularkan melalui perantara
lalat, dimana lalat hinggap pada makanan yang akan dikonsumsi oleh
orang yang sehat. Apabila orang tersebut kurang mempertahankan
kebersihan dirinya maka makanan yang tercemar bakteri Salmonella
masuk ke tubuh orang yang sehat melalui mulut. Kemudian bakteri masuk
ke dalam lambung, sebagian akan dimusnahkan oleh asam lambung
sebagian akan masuk ke usus halus dan mencapai jaringan limfoid. Di
alam jaringan limfoid, bakteri berkembang biak, lalu masuk ke aliran
darah sistemik dan mencapai retikuloendotelial. Sel sel retikuloentotelial
ini melepaskan kuman ke sirkulasi darah dan menimbulkan bakterimia,
kuman selanjutnya masuk ke limfa, usus halus, dan kantung empedu.
PATHWAY
BIODATA PASIEN

Nama : Tn. S
Tempat, Tanggal Lahir : Purbalingga, 1 April 1978
Usia : 43 Tahun
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Laki - laki
Pendidikan : SD
Suku : Jawa
Pekerjaan : Petani
Tanggal Masuk RS : 30 November 2019
Sumber Informasi : Pasien dan Keluarga Pasien
Status Perkawinan : Kawin
RIWAYAT KESEHATAN KLIEN

Keluhan Utama
Pasien mengatakan sudah demam 6 hari

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang ke IGD RS R Goeteng Tarunadibrata Purbalingga dengan
keluhan demam sudah 6 hari, pusing, mual. Ketika di IGD diberi terapi infus
Asering 20 tpm, paracetamol infus 1 gr IV, injeksi ketorolac 1 gr IV, kemudian
dipindahkan ke ruang kenanga dengan keluhan demam sudah 6 hari. Pada
saat pengkaian tanggal 2 Desember 2019 pukul 14.00 wib pasien mengatakan
demam, pusing, dan mual. Pasien mengatakan bahwa psuingnya seperti
dipukul-pukul, dan muncul secara perlahan lahan di area kepala hingga
menjalar ke seluruh bagian kepala dengan skala nyeri 5. Pasien mengatakan
demamnya muncul secara tiba tiba. Pasien juga mengatakan tidak nafsu
makan, dan tidak banyak minum. Pasien jua mengatakan BAB dan BAK tidak
lancar. BAB 1 x 3 dan BAK 1 x 5.
Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien mengatakan sewaktu masih muda pernah mengalami sakit
Thypoid

Riwayat Penyakit Keturunan


Keterangan genogram

Meninggal dunia
Kesimpulannya adalah
tidak ada riwayat
penyakit keturunan
Perempuan
dalam keluarga pasien.
Penyakit yang dialami
Laki - laki pasien karena pasien
bekerja terlalu capek di
sawah sehingg pasien
sering telat makan dan
Pasien
pola makan pasien
menjadi tidak teratur
Garis perkawinan dan telah menjadi
Tinggal serumah kebiasaan buruk bagi
Garis Keturunan pasien.
DATA PENGKAJIAN
1. Aspek Biologis

Data Subjektif Data Objektif

Pasien mengatakan demam, pusing, mual Pasien terlihat lemas


Pasien mengatakan tidak banyak minum, TD : 110/80 S : 38,6 N : 60 RR : 25
tidak banyak makan Pasien terlihat tidak menghabiskan
Pasien mengatakan BAB tidak lancar. BAB porsi makannya dan menghabiskan
1x3 dan BAK 1x5 minumnya
Hasil laboratorium :
Hematokrit : 34% Eritrosit : 4,3 juta
Hasil Pemeriksaan Fisik :
Inspeksi : mata anemis, mukosa
bibir kering
Auskultasi : bising usu 15x per menit
Palpasi : ekstreitas atas dan bawah
teraba hangat
2. Aspek Fisik
Data Subjektif Data Objektif
Pasien mengatakan aktivitas geraknya Pasien tampak tidak kesulitan dalam
tidak terganggu degan penyakit yang melakukan aktivitas geraknya
dideritanya sekarang
Pasien mengatakan sebelum masuk ke RS
kurang beristirahat karena bekerja

3. Aspek Psikologis

Data Subjektif Data Objektif


Pasien mengatakan merasakan nyeri Pasien terlihat memegang kepalanya
karena pusing dibagian kepalanya dengan dengan kedua tangannya
skala nyeri 5 dan muncul secara perlahan Keluarga pasien telihat selalu
lahan seperti nyeri dipukul – pukul mendampingi pasien dan berdoa
Pasien mengatakan keluarga selalu untuk kesembuhan pasien
memberikan dukungan untuk
kesembuhannya
Pasien mengatakan sabar dengan penyakit
yang dideritanya sekarang
3. Aspek Sosial
Data Subjektif Data Objektif
Keluarga pasien mengatakan jika pasien Pasien terlihat kooperatif saat
selalu ramah dengan lingkungan dilakukan komunikasi
sekitarnya Pasien terlihat mampu berinteraksi
dengan baik di lingkungan RS

3. Spiritual
Data Subjektif Data Objektif
H : Pasien mengatakan sangat menaruh H : Pasien terlihat mengalihkan
harapan hidupnya dalam menjalani cobaan pandangan saat diajak berbicara
yang dialami sekarang kepada Tuhan O : Pasien tampak gelisah dalam
O : Pasien mengatakan tidak mengikuti menjawab pertanyaan seputar
keagamaan dilingkungan sekitarnya keagamaan
P : Pasien mengatakan percaya adanya P : Pasien tampak tidak
tuhan dengan cara berdoa, sholat, puasa melaksanakan sholat pada saat
Pasien mengatakan selama diRS tidak waktu sholat tiba
sholat dengan alasan pusing
E : Pasien mengatakan yakin dengan
kesembuhan penyakitnya dan yakin bahwa
Tuhan maha menyembuhkan
Laboratorium

Tanggal Jenis Normal Hasil


Pemeriksaan
30.11.2019 Trombosit 150 – 440 145
Sero Imunologi Typi O (-) Typi O (+)
Typi H (-) Typi H (+)
01.12.2019 Tes Widdal 1/320 (-) 1/320 (+)
02.12.2019 Hemoglobin 12,2 – 17,8 12,1
Leukosit 2,8 – 18,6 3,4
Hematokrit 40-52% 34%
Eritrosit 44 – 50 43
Pengobatan
Tanggal Jenis
2.12.2019 Inf. Nacl 0,9% 20tpm
Inj Ketorolac 1 amp
Inj Omeprazole 1 vial
Paracetamol 3 x 1
Inj ketorolac 1 amp
Inj Omperazole 1 vial
3.12.2019 Inf Asering 20 tpm
Inj Ketorolac 1 amp
Inj Ceftriaxon 1 gr
Paracetamol 3 x 1
Inj Ketorolac 1 amp
Inj Ceftriaxon 1 gr
4.12.2019 Inf Asering 20 tpm
Inj Ketorolac 1 amp
ANALISA DATA
ANALISA DATA PROBLEM ETIOLOGI
DATA SUBJEKTIF DATA OBJEKTIF
Pasien mengatakan Pasien terlihat lemas Risiko Defisien Peningkatan Suhu
demam, pusing, Pasien terihat tidak Volume Cairan Tubu
mual menghabiskan
Pasien mengatakan minumnya
tidak banyak TD 110/80 S 38,6
minum N 60 RR 25
Pasien mengatakan Mukosa bibir kering
Bab 1x3 dan BAK Mata anemis
1x5 Ekstremitas atas dan
bawah terba hangat
Hematokrit 34%
Eritrosit 4,3 juta
ANALISA DATA

ANALISA DATA PROBLEM ETIOLOGI


DATA SUBJEKTIF DATA OBJEKTIF
Pasien mengatakan Pasien terlihat lemas Ketidakseimba Faktor biologis
demam, pusing, Pasien terihat tidak ngan nutrisi
mual menghabiskan porsi kurang dari
Pasien mengatakan makannya kebutuhan
tidak nafsu makan TD 110/80 S 38,6 tubuh
N 60 RR 25
Mukosa bibir kering
Mata anemis
Ekstremitas atas dan
bawah terba hangat
Hematokrit 34%
Eritrosit 4,3 juta
ANALISA DATA
ANALISA DATA PROBLEM ETIOLOGI
DATA SUBJEKTIF DATA OBJEKTIF
Pasien mengatakan Pasien terlihat Hambatan Krisis Spiritual
sangat menaruh harapan mengalihkan Religiositas
hidpnya dalam pandangan
menjalani cobaan matanya saat
kepada Tuhan diajak
Pasien mengatakan tidak komunikasi
mengikuti kegiatan Pasien terlihat
kegamaan di lingkungan gelisah dalam
sekitarnya menjawab
Pasien mengatakan pertanyaan
percaya adanya Tuhan seputar
dengan berdoa, sholat, keagamaan
puasa Pasien terlihat
Pasien mengatakan tidak sholat saat
selama diRS tidak sholat waktu sholat tiba
karena pusing
Pasien yakin Tuhan
maha menyembuhkan
Diagnosa Keperawatan

1. Risiko Defisien Volume Cairan b/d Peningkatan Suu Tubuh d/d Suhu
tubuh 38,6◦C, membran mukosa kering, asupan cairan kurang.
2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari Kebutuhan tubuh b/d faktor
biologis d/d kurang minat pada makanan, enggan makan, membran
mukosa pucat.
3. Hambatan Religisitas b/d krisis spiritual d/d kesulitan memahami
keyakinan agama yang dianut, kesulitan mematuhi ritual keagamaan
yang dianut, keinginan untuk berhubungan kembali dengan pola
keyakinan sebelumnya.
Dx Data dari Analisa Tujuan/Kriteria Hasil/indikator Rencana
Data Setelah dilakukan tindakan Tindakan
Keperawatan 3x24 jam diharapkan
suhu tubuh pasien normal dengan
kriteria hasil :
1 DS : Pasien - Keseimbangan Cairan O : Monior TTV
mengatakan demam, Monitor
pusing, mual Indikator Awal Target kehilangan
Pasien mengatakan
cairan
tidak banyak minum Keseimbangan intake dan 3 5
Pasien mengatakan output dalam 24 jam
Monitor suhu
Bab 1x3 dan BAK 1x5 Kelembapan membra dan warna kulit
3 5 N : Tingkatan
DO : Pasien terlihat mukosa
3 5 intake asupan
lemas Hematokrit
Pasien terihat tidak Pusing 3 5 cairan peroral
menghabiskan Mengenali tubuh yang 2 5 yang sesuai
minumnya dapat empercepat E : Berikan
TD 110/80 S 38,6 produksi panas
cairan yang
N 60 RR 25
Mukosa bibir kering sesuai dengan
Mata anemis pasien
Ekstremitas atas dan C : Berikan
bawah terba hangat pengobatan
Hematokrit 34% antipiretik
Eritrosit 4,3 juta
Dx Data dari Analisa Tujuan/Kriteria Hasil/indikator Rencana
Data Setelah dilakukan tindakan Tindakan
Keperawatan 3x24 jam diharapkan
status nutrisi pasien normal dengan
kriteria hasil :
1 DS : Pasien - Status Nutrisi : Asupan makanan dan O : Monior
mengatakan demam, cairan kalori dan
pusing, mual asupan
Pasien mengatakan Indikator Awal Target
makanan
tidak nafsu makan
DO : Pasien terlihat Asupan makanan 3 5 N : Instruksikan
lemas secara oral pasien mengenai
Pasien terihat tidak Asupan cairan 3 5 kebutuhan
menghabiskan porsi secara oral nutrisi
makannya Asupan cairan 3 5 E : Berikan
TD 110/80 S 38,6 intravena pilihan makanan
N 60 RR 25 sambil
Mukosa bibir kering
menawarkan
Mata anemis
Ekstremitas atas dan bimbingan
bawah terba hangat terhadap pilihan
Hematokrit 34% makanan yang
Eritrosit 4,3 juta lebih sehat
O : Beri obat
antiemetik
Dx Data dari Analisa Tujuan/Kriteria Rencana Tindakan
Data Hasil/indikator
Setelah dilakukan tindakan
Keperawatan 3x24 jam
diharapkan kemampuan
beribadah pasien normal
dengan kriteria hasil :
1 DS : Pasien - Kesehatan Spiritual O : Gunakan
Indikator Awal Target
mengatakan sangat komunikasi terapeutik
menaruh harapan Kualitas 3 5 dalam membangun
hidpnya dalam
keyakinan hubungan saling
menjalani cobaan
kepada Tuhan
Kemampuan 3 5 percaya dan caring
Pasien mengatakan beribadah N : Dengarkan perasaan
tidak mengikuti Keterkaitan 3 5 klien
kegiatan kegamaan di dalam diri E : Berbagi mengenai
lingkungan sekitarnya pribadi keyakinan sendiri
Pasien mengatakan Keterkaitan 3 5 mengenai arti dan
percaya adanya dengan orang tujuan hidup dengan
Tuhan dengan
lain baik
berdoa, sholat, puasa
Pasien mengatakan C : Rujuk pada
selama diRS tidak penasehat spiritual yang
sholat karena pusing dipilih klien.
Pasien yakin Tuhan
maha menyembuhkan
IMPLEMENTASI

IMPLEMENTASI RESPON
Keseimbangan Cairan
- Menjaga asupan dan output cairan - DS : Pasien mengatakan sudah
pasien banyak minum
- Memonitor TTV - DO : TD 110/80 S 36,6◦C N 60 RR 25
- Berikan cairan yang sesuai dengan - DS : - DO : Keluarga pasien terlihat
pasien mendukung dalam pemberian
asupan cairan pasien
- Mengkonsultasikan dengan dokter
jika ada tanda dan gejala kelebihan
volume cairan
IMPLEMENTASI RESPON
Status Nutrisi : Asupan makanan dan
cairan
- Menyiapkan lingkungan yang - DS : Pasien mengatakan sudah nafsu
nyaman pada saat pasie akan makan makan. DO : wajah pasien nampak
rileks
- Memberikan obat antiemetik atau - DS : - DO : Obat masuk dalam tubuh
penghilang rasa sakit (sebelum pasien
makan)
- Monitor kalori dan asupan makanan - DO : Keluarga pasien terlihat
mendukung dalam pemberian
asupan makanan pasien
- Memberikan edukasi tentang - DS : Pasien mengatakan sudah tidak
makaan 4 sehat 5 sempurna mual DO : Pasien tampak
menghabiskan porsi makannya
IMPLEMENTASI RESPON
Kesehatan Spiritual
- Menggunakan - DS : Pasien mengatakan ingin meningkatkan
komunikasi terapeutik keagamaannya lagi seperti sebelum masuk RS.
jika menanyakan seputar DO : Pasien mengalihkan pandangan matanya
keagamaan ketika menjawab pertanyaan
- Mendengarkan perasaan - DS : Pasien mengatakan dirinya gelisah ketika
klien tidak melaksanakan sholat. DO : Pasien tampak
merasa lega ketika keluhannya didengarkan oleh
orang lain
- Memberikan pasien - DS : Pasien mengatakan setelah keluar dari RS
untuk mengikuti akan mengikuti kegiatan keagamaan seperti
kegiatan keagamaan di tahlilan. DO : -
lingkungan sekitarnya
EVALUASI
Senin, 02 Desember Selasa 02 Desember Rabu, 03 Desember
2019 2019 2019
S : Pasien mengatakan S : Pasien mengatakan S : Pasien mengatakan
demam sudah 6 hari, demam sudah berkurang, sudah tidak demam, tidak
pusing, mual. Pasien pusing, mual. Pasien pusing, tidak mual.
mengatakan tidak banyak mengatakan minum agak Pasien mengatakan sudah
minum banyak minum dengan cukup
O : Pasien terihat lemas O : Pasien terihat lemas sesuai kebutuhan
TD 110/70 S 38,6 N 60 TD 110/70 S 38,3 N 60 O : Pasien terlihat rileks
RR 25 RR 25 TD 110/70 S 36,5 N 60
Ektsremitas atas dan Ektsremitas atas dan RR 25
bawah teraba hangat bawah teraba hangat Ektsremitas atas dan
Mata anemis, mukosa Mata anemis, mukosa bawah dalam suhu
bibir kering bibir kering normal
A : peningkatan suhu A : peningkatan suhu Mata takanemis, mukosa
tubuh belum teratasi tubuh sedikit teratasi bibir lembab
P : monitor TTV dan P : monitor TTV A : peningkatan suhu
memberikan obat Memberikan obat tubuh sudah teratasi
antipiretik antipiretik P : Hentikan intervensi
Senin, 02 Desember Selasa 02 Desember Rabu, 03 Desember
2019 2019 2019
S : Pasien mengatakan S : Pasien mengatakan DS : Pasien mengatakan
demam sudah 6 hari, demam sudah berkurang, sudah tidak demam, tidak
pusing, mual. Pasien pusing, mual. Pasien pusing, tidak mual
mengatakan tidak nafsu mengatakan sudah nafsu Pasien mengatakan sudah
makan makan tapi hanya sedikit nafsu makan dan akan
O : Pasien terlihat lemas DO : Pasien terlihat lemas sesuai kebutuhan
TD 100/70 S 38,6 N 60 TD 110/70 S 38,3 N 60 DO : Pasien terlihat
RR 25 RR 25 rileks, nyaman
Ektsremitas atas dan Ektsremitas atas dan TD 110/70 S 36,5 N 60
bawah teraba hangat bawah teraba hangat RR 25
Mata anemis, mukosa Mata anemis, mukosa Ektsremitas atas dan
bibir kering. Pasien bibir kering bawah dalam suhu
terlihat tidak A : ketidakseimbangan normal
menghabiskan porsi nutrisi sedikit teratasi Mata takanemis, mukosa
makannya P : Monitor kalori dan bibir lembab
A : Ketidakseimbangan asupan makanan A : Ketidakseimbangan
nutrisi belum teratasi Memberikan nutrisi nutrisi sudah teratasi
P : monitor kalori dan sesuai kebutuhan pasien P : Hentikan intervensi
asupan makanan
Memberikan nutrisi
sesuai kebutuhan pasien
Senin, 02 Desember Selasa 02 Desember Rabu, 03 Desember
2019 2019 2019
S : Pasien mengatakan S : Pasien mengatakan S : Pasien mengatakan
sangat menaruh harapan percaya adanya Tuhan percaya adanya Tuhan
hidupnya pada Tuhan dengan berdoa, sholat dengan berdoa, sholat
Pasien mengatakan Pasien mengatakan Pasien mengatakan
percaya adanya Tuhan selama diRS tidak selama diRS tidak
dengan berdoa, sholat melaksanakan sholat melaksanakan sholat
O : Pasien selalu dengan alasan pusing dengan alasan pusing
mengalihkan pandangan O :Pasien tampak tidak O : Pasien tampak terlihat
matanya jika diajak bicara melakukan sholat jika melakukan tayammum di
Pasien tampak tidak waktu sholat telah tiba atas tempat tidur
melakukan sholat jika A : Hambatan religiositas Pasien tampak terlihat
waktu sholat telah tiba belum teratasi melakukan sholat jika
A : Hambatan religiositas P : Mengingatkan pada waktu sholat telah tiba
belum teratasi pasien akan pentingnya dengan cara sholat
P : Mengingatkan pada sholat berbaring di atas tempat
pasien akan pentingnya Mengajari pasien untuk tidur
sholat melaksanakan tayamum A : hambatan religiositas
Mengajari pasien untuk sudah teratasi
melaksanakan tayamum P : Hentikan intervensi
TERIMA KASIH