Anda di halaman 1dari 12

TATA LAKSANA DAN TERAPI NON

FARMAKOLOGI
FAKTOR PENCETUS SERANGAN
• Trauma, stress psikogenik, gangguan tidur
• Kelelahan, Iklim
• Beberapa jenis makanan yang mengandung tiramin / MSG
• Minuman (alkohol, coklat)
• Bau yang merangsang
• Menstruasi, pil kontrasepsi
• Perubahan barometrik
MIGRAIN

Terapi komprehensif migrain


mencakup
1. terapi akut dan profilaksis
2. menejemen faktor pencetus dan
gaya hidup melalui strategi
selfmanagement
Tata Laksana Migrain

Terapi abortif (saat seranga) Terapi profilaksi


• Abortif non spesifik : analgetik, obat anti-inflamasi Prinsip umum :
non steroid (OAINS)
• Obat harus dititrasi perlahan sampai dosis
• Abortif spesifik : triptan, dihidroergotamin, efektif atau maksimum untuk meminimalkan
ergotamin, diberikan jika analgetik atau OAINS efek samping.
tidak ada respon
• Obat harus diberikan 6 sampai 8 minggu
mengikuti dosis titrasi.
• Pilihan obat harus sesuai profil efek samping
dan kondisi komorbid pasien.
• Setelah 6-12 bulan profilaksi efektif, obat
dihentikan secara bertahap.
Beta bloker, Antiepilepsi, Antidepresi, Obat
antiinflamasi non steroid
Terapi Non Farmakologi Migrain
• Self-monitoring untuk mengidentifikasi faktor2 yang mempengaruhi
migrainnya
• Hindari faktor pencetus
• Menghindari gaya hidup yang memperburuk migrain
Modifikasi diet (mis : mengurangi caffeine, makanan yang kaya bumbu,
coklat)
• Terapi relaksasi
• Tidur yang baik dan teratur
• Mengelola stres dengan baik
• Menghindari berfikir negatif
• berbicara efektif tentang nyeri pada keluarga.
NYERI KEPALA TIPE
TEGANG (TENSION TYPE
HEADACHE)
Tata Laksana NYERI KEPALA TIPE TEGANG
Pada serangan akut tidak boleh lebih dari Sedangkan pada tipe kronis, adalah
2 hari/minggu, yaitu dengan: Analgetik: dengan:
1. Aspirin 1000 mg/hari 1. Antidepresan Jenis trisiklik:
2. Asetaminofen 1000 mg/hari amytriptiline, sebagai obat
terapeutik maupun sebagai
3. NSAIDs (Naproxen 660-750 pencegahan tension-type
mg/hari, Ketoprofen 25-50 mg/hari, headache.
asam mefenamat, ibuprofen 800 2. Antiansietas Golongan
mg/hari, diklofenak 50-100 benzodiazepin dan butalbutal
mg/hari) sering dipakai. Kekurangan obat
4. Kafein (analgetik ajuvan) 65 mg ini bersifat adiktif, dan sulit
5. Kombinasi: 325 aspirin, dikontrol sehingga dapat
asetaminofen + 40 mg kafein memperburuk nyeri kepalanya
Terapi Non Farmakologi tension-type
headache
1. Kontrol diet
2. Terapi fisik
3. Hindari pemakaian harian obat analgetik, sedatif dan ergotamin
4. Behaviour treatment (olah raga harian untuk melonggarkan otot
leher dan bahu)
Terapi fisik meliputi :
1. Latihan postur dan posisi (terutama saat bekerja).
2. Massage, ultrasound, manual terapi, kompres panas/dingin.
3. Akupuntur TENS (transcutaneus electrical stimulation).
NYERI KEPALA KLUSTER
(CLUSTER TYPE
HEADACHE)
Tata Laksana NYERI KEPALA KLUSTER
(CLUSTER TYPE HEADACHE)
Terapi Akut : Supresi Periodik Klaster
1. Inhalasi oksigen (masker muka): oksigen 1. Prednison
100% 2. Ergotamine tartrate
2. Dihidroergotamin (DHE )
3. Dihidroergotamin; Injeksi 1 mg i.m.
3. Sumatriptan injeksi subkutan 4. Capsaicin
4. Zolmitriptan 5. Methysergide
5. Anestesi lokal
6. Chlorpromazine
6. Indometasin (rectal suppositoria)
7. Opioids (rektal, Stadol nasal spray) hindari
pemakaian jangka lama.
8. Ergotamine aerosol
9. Gabapentin atau Topiramat.
Farmakologi Profilaksis
• Verapamil (pilihan pertama), selain itu bisa juga dengan Nimodipin atau Nifedipin
• Steroid (80–90% efektif untuk prevensi serangan), tidak boleh diberikan dalam waktu lama.
• Lithium
• Methysergide
• Divalproat Sodium
• Neuroleptik (Chlorpromazine
• Clonidin transdermal atau oral
• Ergotamin tartrat
• Indometasin
Catatan:
− Terapi pilihan pertama: prednison dan verapamil. Jika gagal: Methysergide, jangan diberikan dengan
obat lain, kecuali hydrocodon bitartrat (Vicodin).
− Jika tidak efektif: Lithium atau asam valproat atau keduanya dapat dipakai bersama dengan
verapamil. Untuk pasien yang dirawat inap karena nyeri kepala klaster intractable: dihidroergotamin
i.v. setiap 8 jam, juga diberikan sedatif
Terapi Non Farmakologi NYERI KEPALA
KLUSTER (CLUSTER TYPE HEADACHE)
1. Hindari pencetus sakit
2. Hindari alcohol, histamine dan vasodilator
3. Hindari kontak jangka panjang dengan pelarut, bensin dan cat minyak
4. Profilaksis sebelum perjalanan dengan pesawat atau ketinggian
5. Hidup dan istirahat cukup
6. Hindari tidur sore
7. Hindari tembakau
8. Hindari ketinggian
9. Hindari sinar terang dan suara gaduh