Anda di halaman 1dari 30

BENCANA ALAM SEDIMEN

 Peristiwa tanah longsor, letusan gunungapi, aliran lahar merupakan


peristiwa alam yang wajar terjadi di muka bumi.
 Peristiwa alam akan menjadi bencana apabila menimbulkan
kerugian bagi manusia ( harta benda dan jiwa ).
 Muncul upaya manusia untuk menanggulangi bencana alam
tersebut dengan berbagai rekayasa teknologi ( antara lain Teknologi
Sabo ).
 Upaya teknologi untuk melawan kekuatan alam ?
TIDAK upaya teknologi TIDAK untuk melawan kekuatan
alam tetapi hanya untuk mengendalikan dan
mengurangi kerugian akibat peristiwa alam
 Bencana alam terjadi karena tidak adanya keharmonisan hubungan
antara manusia dengan alam sekitarnya, seperti terjadinya
overlaping kebutuhan lahan bagi perkembangan peradaban
manusia dan bagi perkembangan dinamika alam ( daerah rawan
bencana )
MOVIE\DEBRIS_YATSU.AVI
Bahorok river

W W

Photo
Bahorok river
a

W
a W

b
b
Mt. Bawakaraeng, South Sulawesi

Sedimen deposited
Upper stream area of Denoyo River, Jember
300m

200m

Upper stream area of Denoyo River,


Jember
200m

Upper stream of Denoyo River , Jember


- Mass movement to downstream-
Banjarmangu District, Banjarnegara Regency
Banjarmangu District, Banjarnegara Regency
MOVIE\LANDSLIDE_SHIRANUKA.AVI
Landslide occurred at
Temanggung (Central Java)

Landslide occurred at Puncak


(West Java)
Jompo river, Jember
MOVIE\SLOPEFAILURE_AZUMI.AVI
Slope failure occurred at Kebumen regency
in 2001, 3 houses destroy and several houses
damage.

Slope failure occurred at Kulonprogo


(D.I. Yogyakarta).
Aliran Debris/Lahar
Daerah Rawan Bencana Sedimen
Tanah Longsor

Tanah Gerak

Daerah Aliran debris/Lahar

Areal yang terletak sepanjang alur


curam yang cenderung dialiri
debris/lahar Daerah Tanah Longsor
Areal didalam kipas alluvial dengan ( Slope failure )
kemiringan 2o atau lebih
Areal dengan kemiringan lebih dari
30o dan ketinggian lereng lebih dari 5
Tanah Gerak
m
( Landslide )
Areal didalam jarak horizontal 10 m
Areal yang mempunyai
dari puncak lereng.
kecenderungan dan berpotensi terjadi
Areal didalam jarak horizontal 2 kali
gerakan tanah (landslide )
tinggi lereng dari kaki lereng.
Sumber : Sabo in Japan Areal yang terletak di dalam jarak
tertentu kearah bawah dari kaki
lereng ( maksimum 250 m )
BENCANA ALAM SEDIMEN DAN
PENANGGULANGANNYA

Fenomena Alam
Letusan gunungapi, tanah longsor, dsb.

Kerugian harta dan


jiwa manusia

Bencana /Bencana
Sedimen

Penanggulangan Bencana
merupakan usaha manusia
mengurangi akibat/kerugian

Akibat Akibat
letusan gunungapi Tanah longsor

Phisik Non Phisik


Bahaya Primer akibat Bahaya sekunder akibat
langsung letusan tidak langsung
a.l. aliran, pyroclastic; aliran lahar/debris, dll
bomb, dst Sistem bangunan Sistem peringatan
pencegahan tanah dini
longsor : Relokasi
Phisik Non Phisik Sistem drainase Pendidikan
(permukaan dan Sosialisasi
bawah permukaan) Dll
Fasilitas bangunan Sistem Peringatan Dini Tembok penahan
pengendali sedimen : Pelatihan tanah
a.l. check dam, Penetapan daerah Dll
kantong lahar, dll Bahaya, dll
Penanggulangan Aliran Debris
secara teknis / phisik
Debris Flow Fungsi Sabo Dam

Sumber : Sabo in Japan


Prinsip Dasar Pengendalian Tanah longsor

1. Pengendalian Secara Teknis / Phisik

 Mencegah masuknya/meresapnya air hujan


dalam tanah pada daerah longsoran
 Mencegah masuknya air dari luar daerah
longsoran menuju ke daerah longsoran
 Menurunkan muka air tanah pada daerah
longsoran
 Membuat lereng terjal menjadi lebih landai
 Menanami lahan dengan jenis tanaman keras
2. Pengendalian Secara Non-Teknis / Non-Phisik

 Mengosongkan daerah longsoran dari penduduk


dan perumahan
 Sosialisasi bahaya tanah longsor dan cara
pencegahannya kepada penduduk setempat
 Meningkatkan sistem informasi bencana tanah
longsor
 Menegakkan hukum dan peraturan
 Mencegah penggundulan hutan
 Meningkatkan taraf hidup penduduk setempat
Penata Gunaan Lahan
 Memanfaatkan lahan sesuai dengan peruntukannya
 Tidak menggunakan lahan di wilayah konservasi dalam
bentuk apapun
 Lahan basah seperti sawah, kolam ikan, genangan air,
diubah menjadi lahan kering
 Tidak memanfaatkan lahan didaerah rawan longsor untuk
pemukiman
 Tata guna lahan di daerah longsoran dibuat pada peta
dengan skala besar perlu diperdakan serta
disosialisasikan
 Aparat pemerintah sampai tingkat desa memberikan
sosialisasi dan pengawasan terhadap pemanfaatan lahan
sesuai dengan peruntukkannya
Lokasi Rawan Bencana Tanah Longsor

Survai Lokasi Rawan Bencana

Penelitian Struktur Bangunan Relokasi Bangunan Sumber : Sabo in Japan


Tindakan Pencegahan

Perbaikan tempat tinggal

Letak kamar tidur sebaiknya di


lantai 2, pada daerah hilir sungai

Tanah yg runtuh

Jangan membuat jendela


di depan lereng
Tindakan Pencegahan
Perbaikan tempat tinggal

Relokasi
Tanah yg runtuh

L1 L1
2 x L1 L1
2 x L1
Rumah L1
Tindakan Pencegahan
Menanam pepohonan
Tindakan Pencegahan
Menanam pepohonan

Tanah yg runtuh

H >= 1.5m

Munbuat pagar dari


kayu

Rumah
Tindakan Pencegahan
Perbaikan tempat tinggal
Menanam pepohonan

Relokasi Tanah yg runtuh

Munbuat pagar dari


kayu

Rumah
Tindakan Pencegahan
Perbaikan tempat tinggal
Menanam pepohonan

Tanah yg runtuh

Rumah
Rapat kesiapsagaan menghadapi Sosialisasi bencana alam kepada
bencana alam ! Jamaah Masjid !

Sosialisasi bencana alam kepada Sosialisasi bencana alam kepada


anak sekolah ! Pramuka !

Sosialisasi
To be continued…….

Part #3