Anda di halaman 1dari 21

UU. No.

7 Tahun 2004 Tentang SDA

Keberadaan SDA harus dikelola berdasarkan atas


Kelestarian
Keseimbangan
Kemanfaatan Umum
Keterpaduan dan Keserasian
Keadilan
Kemandirian
Transparansi dan akuntabilitas
BENTUK PENGELOLAAN

Konservasi
Pendayagunaan
Pengendalian daya Rusak dengan
memberi kesempatan kepada/peran
masyarakat dalam hal :
- Perencanaan
- Pelaksanaan
- Pengawasan
PENGENDALIAN DAYA RUSAK

Pengendalian Daya Rusak Air :


Dilakukan secara menyeluruh yang mencakup
upaya pencegahan, penanggulangan dan
pemulihan.
 Bencana :- Banjir (flood)
- Tanah longsor akibat hujan
- Aliran Sedimen, dsb
 Aliran (bencana) sedimen  STC
mengembangkan konsep ISDM
KONSEP DASAR ISDM

Menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman bencana


sedimen dengan cara :
 Membangun fasilitas fisik dan non-fisik yang sesuai dengan kondisi
setempat.
 Kerjasama antar pemerintah pusat, daerah dan LSM terkait
 Keterlibatan masyarakat secara langsung

Dengan Berorientasi :
 Dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat
 Semaksimal mungkin memanfaatkan material/potensi setempat
 Biaya relatif murah
TAHAPAN PENGENALAN KONSEP

Pemerintah Propinsi

Technical
Coperation JICA- Dikenalkan
Ditjen SDA
Pemerintah Kabupaten
ISDM Concept Masukan

Masyarakat Pelaksanaan
langkah-langkah
Pendampingan
LSM
KEGIATAN MODEL AREA ISDM

1. S. Gendol, lereng Selatan Gn. Merapi


2. S. Daya, lereng Utara Gn. Agung
3. S. Malalo, Selatan d. Singkarak, sumbar
4. S. Poboya, kota Palu, Sulteng
5. S. Jeneberang, Sulawesi Selatan
MODEL AREA ISDM MERAPI

 DESA Kepuharjo, desa Glagaharjo dan Desa Wukirsari


 Kecamatan : Cangkringan
 Kabupaten : Sleman, Yogyakarta
KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM TAHAP
PROSES ISDM
Keterlibatan masyarakat, minimal dalam tahap :
• Identifikasi masalah dan perumusan solusinya
• Menyusun rencana awal (draft plan)
• Rencana proses pelaksanaan
• Pada saat pelaksanaan pembangunan
• Pengelolaan bangunan ( setelah selesai di bangun )
PROSES IDENTIFIKASI MASALAH
Untuk identifikasi masalah, bersama masyarakat
menyelenggarakan pertemuan dalam forum yang di
sebut “PCM meeting”
PROSES IDENTIFIKASI MASALAH

Dari hasil PCM meeting, untuk model area Merapi


diidentifikasi paling tidak ada 6 masalah :
1. Kurangnya suplay air bersih
2. Perkampungan yang terancam aliran sedimen dan
tebing sungai yang rusak
3. Belum adanya peta rawan bahaya dan sistim
peringatan dini
4. Pengetahuan tentang bencana aliran sedimen dan
pengelolaan lahar di pegunungan, masih kurang.
5. Model kerja untuk peningkatan usaha masih sangat
dibutuhkan.
6. Belum adanya bangunan/gedung serbaguna untuk
mengembangkan sumber daya (manusia dan alam)
POHON MASALAH DI MODEL AREA MERAPI

Participatory Needs Assessment dan Pohon Masalah


( dihasilkan dari PCM meeting
MERUMUSKAN PERENCANAAN AWAL
(DRAFT PLAN)

Konsep perencanaan yang di siapkan oleh tim ISDM di diskusikan


dengan masyarakat untuk mendapatkan tanggapan dan masukan.
Setelah pembahasan ditetapkan sebagai rencana yang final untuk
menjadi dasar pelaksanaan selanjutnya
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN
GEDUNG SERBAGUNA
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN SABO SOIL CEMENT
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN TERASERING
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN TANGGUL

Tanggul utama telah ditutup oleh terasering


PEMBENTUKAN KOMUNITAS SABO
Setelah fasilitas dibangun, sesuai dengan kesepakatan awal bahwa
masyarakat harus mengelola.
Untuk itu masyarakat membentuk organisasi yang disebut komunitas
Sabo, dengan tugas antara lain :
1. Mengoperasikan sistim Peringatan Dini
2. Menjaga kelestarian Tanggal dan mengamati titik rawa luap (weak
point)
3. Mengadakan training kepada masyarakat umum dan siswa
sekolah di daerah rawan bencana.
4. mengamati perilaku aliran sungai dan aktifitas penambangan
pasir.
5. mengelola gedung serbaguna untuk kepentingan masyarakat
6. Menjaga kelestarian fungsi bangunan Sabo dan memelihara
terasering
7. Melaporkan kejadian / kegiatan yang membahayakan
masyarakat/kelestarian lingkungan kepada instansi terkait, dsb.
PEMBENTUKAN UNIT KERJA MITIGASI
BENCANA SEDIMEN
Latar belakang : Kondisi alam wilayah kita dan makin seringnya
terjadi bencana sedimen yang sangat merugikan

Maksud : Bencana sedimen dikelola dengan baik


Tujuan : Pengendalian daya rusak air dapat dilakukan
secara menyeluruh baik yang mencakup upaya
pencegahan, penanggulangan, maupun
pemeliharaannya

Bentuk : Unit kerja dalam struktur instansi teknis di tingkat


pusat, propinsi dan kabupaten / kota
KESIMPULAN :

1. Bencana sedimen merupakan salah satu


bencana alam yang berdampak langsung
terhadap kerusakan lingkugan sosial, ekonomi
dan korban jiwa. Sehingga untuk mitigasinya
diperlukan penanganan yang terpadu antar
stakeholder.
2. Dari segi teknis, baik yang bersifat fisik maupun
non-fisik, perlu institusi pusat sebagai technical
back bone dan pembentukan unit pengelolaan
bencana di daerah
3. Untuk meminimalkan kerugian akibat bencana
sedimen, khususnya korban jiwa, peningkatan
peran serta kewaspadaan masyarakat
merupakan hal yang terpenting; sehingga perlu
pembelajaran / pelatihan / sosialisasi
To be continued…….

Part #4