Anda di halaman 1dari 7

SWAMEDIKAS

• KELOMPOK 2
• AGUNG PRABAWA 184840102
• APRILIA NURJANAH 184840108
• JUMANA 184840117
• PINSI JAYU BABELIANA 184840123
• RIANTI RAMANDANI 184840126
http://www.free-powerpoint-templates-design.com
• SILVIA PUSPITASARI 184840132
Contoh
kasus:

Seorang Bapak berumur 53th datang ke Apotek X untuk membeli


obat. Beliau mengatakan kalau memiliki gejala sakit pusing yang sudah
2 hari tidak kunjung membaik, disertai dengan adanya rasa mual,
dada-nya terasa panas dan jantung berdebar-debar.
Selama pusing, pasien mengaku minum obat flu warna kuning
(mixagrip flu) yang ada di warung dekat rumahnya. ketika ditanyakan
oleh TTK yang sedang bertugas apakah pasien lidahnya terasa pahit
dan sering telat makan, pasien tersebut menjawab bahwa lidahnya
terasa pahit, dan pasien berkata memang sudah terbiasa telat makan
dan tidak ada masalah selama ini.
Ditambah lagi, pasien tersebut mengaku bahwa
pekerjaan bangunan yang dilakukan nya setiap hari,
membuat pasien tersebut candu akan meminum kopi.
selama ini, jika pusing kepala pasien selalu meminum
kopi dan merasa pusing tersebut hilang. namun sekarang,
ketika pusing dan meminum kopi, pusing tersebut tidak
hilang. justru semakin membuat sakit pada lambung
pasien. TTK yang bertugas mendiagnosis pasien tersebut
mengidap penyakit maag. Namun, pasien tersebut
menyangkal bahwa sakit yang dideritanya bukanlah sakit
maag, Pasien juga mengatakan kalau sebelumnya sudah
minum obat sakit maag dan ternyata tidak memberikan
efek apa-apa.
TTK menanyakan obat apa yang sudah diminum dan bagaimana
cara meminum obatnya. pasien mengatakan bahwa beliau meminum
obatnya seperti meminum obat pada umumnya. setelah meminum
obat flu pun pasien mengatakan kesulitan tidur setelahnya.
Dari gejala yang disebutkan oleh pasien, pasien
mengalami penyakit maag dengan gejala yang
dideritanya adalah mual, pusing, lidah terasa pahit, dan
sebagainya. Penyebab penyakit maag ini adalah berasal
dari kebiasaan buruk pasien yang sering terlambat
makan dan kecanduan meminum kopi. hal lain yang
Penyebab : menjadi faktor adalah, salahnya cara pasien dalam
mengkonsumsi obat maag. Obat maag seharusnya
dikonsumsi dengan cara dikunyah, bukan ditelan seperti
meminum obat lainnya berdasarkan penjelasan pasien.
sehingga, karena cara penggunaan obat yang salah,
obat maag tersebut tidak memberikan efek pada pasien,
yang menyebabkan sakit pada pasien tidak berkurang.
Penyebab jantung berdebar dan terasa panas pada
pasien dapat disebabkan oleh efek samping dari
mengkonsumsi obat flu yang diminum oleh pasien
Solusi :
Berdasarkan kasus tersebut, dalam melakukan swamedikasi
terhadap pasien haruslah menanyakan dengan jelas gejala
sakit yang diderita. obat yang diberikan kepada pasien
adalah obat antasida diminum 3x1sehari sebelum makan
dikombinasikan dengan omeprazol 2x1 sehari sebelum
makan untuk mengurangi mual. penggunaan obat flu
tersebut disarankan untuk tidak dikonsumsi kembali, dan
pasien mengurangi konsumsi kopi yang berlebih serta
menjaga pola makan dengan baik.