Anda di halaman 1dari 16

KELOMPOK 9

Nama Kelompok :
Ely Munica P17221174054
Siti Nur’diyanah H P17221174069
Shinta Wahyu D P17221174070
Kejang
• Pokok Bahasan :
1. Pengertian kejang-kejang
2. Etiologi kejang-kejang
3. Klasifikasi kejang
4. Patogenesis kejang-kejang
5. Patofisiologi kejang-kejang
6. Gejala klinis kejang-kejang
7. Komplikasi kejang-kejang
Pengertian Kejang
• Kejang (konvulsi) didefinisikan sebagai
gangguan fungsi otak tanpa sengaja
paroksismal yang dapat nampak sebagai
gangguan kehilangan kesadaran, aktivitas
motorik abnormal, kelainan peilaku, gangguan
sensoris, atau disfungsi autonom.
• Kejang demam adalah bangkitan kejang
terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal
di atas 38° c) yang disebabkan oleh suatu
proses ekstrakranium. Kejang demam sering
juga disebut kejang demam tonik-klonik,
sangat sering dijumpai pada anak-anak usia di
bawah 5 tahun
Etiologi Kejang
• 1. Intrakranial
Asfiksia : Ensefalitis, hipoksia iskemik
Trauma (perdarahan) : Perdarahan sub araknoid, sub dural
atau intra ventricular
Infeksi : Bakteri virus dan parasit
Kelainan bawaan : Disgenesis, korteks serebri

• 2. Ekstra cranial
Gangguan metabolic :Hipoglikemia, hipokalsemia,
hipomagnesimia, gangguan elektrolit
(Na dan K)
Toksik : Intoksikasi anestesi lokal, sindrom
putus obat
Lanjutan
• Kelainan yang diturunkan: Gangguan
metabolism asam amino, ketergantungan dan
kekurangan asam amino
3. Idiopatik
Kejang neonates, fanciliel benigna, kejang hari
ke 5
(Lumbang Tebing, 1997)
Klasifikasi Kejang
• Dibagi menjadi 3 bagian :
1. Kejang Tonik
2. Kejang Klonik
3. Kejang Mioklonik
Patogenesis Kejang
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kejang yaitu:
Untuk memulai kejang, harus ada kelompok neuron yang
mampu menimbulkan ledakan discharge (rabas) yang berarti
dan sistem hambatan GABAergik. Perjalanan dischage (rabas)
kejang akhirnya tergantung pada eksitasi sinaps glutamaterik.
Bukti baru-baru ini menunjukkan bahwa eksitasi
neurotransmitter asam amino ( glutamat, aspartat) dapat
memainkan peran dalam menghasilkan eksitasi neuron
dengan berkerja pada reseptor sel tertetu. Diketahui bahwa
kejang dapat berasal dari daerah kematian neuron dan bahwa
daerah otak ini dapat meningkatkan perkemangan sinaps
hipereksitabel baru yang dapat menimbulkan kejang.
Patofisiologi Kejang
• Pada keadaan demam kenaikan suhu 10C akan
mengakibatkan kenaikan metabolisme basal
10%-15% dan kebutuhan oksigen akan
meningkat 20%. Pada seorang anak berumur 3
tahun sirkulasi otak mencapai 65% dari
seluruh tubu, dibandingkan dengan orang
dewasa yang hanya 15%.
Lanjutan
• Jadi pada kenaikan suhu tubuh tertentu dapat
terjadi perubahan keseimbangan dari membran
sel neuron dan dalam waktu yang singkat terjadi
difusi dari ion kalium maupun ion Natrium
melalui membran tadi, dengan akibat terjadinya
lepas muatan listrik.
Faktor terpenting adalah gangguan peredaran
darah yang mengakibatkan hipoksia sehingga
meninggikan permeabilitas kapiler dan timbul
edema otak yang mengakibatkan kerusakan sel
neuron otak.
Gejala Klinis Kejang
Kejang Parsial :
kejang parsial sederhana
kejang parsial kompleks
Kejang Umum :
kejang absens
kejang mioklinik
kejang tonik klonik
kejang atonik
Komplikasi Kejang
Sekitar 2 – 4 anak kejang demam dapat
menimbulkan epilepsy, tetapi bukan karena
kejang demam itu sendiri kejang pertama
kadang di alami oleh anak dengan epilepsy pada
saat mereka mengalami demam. Komplikasi
yang paling umum dari kejang demam adalah
adanya kejang demam berulang.
Lanjutan
Sekitar 33% anak akan mengalami kejang
berulang jika mereka demam kembali resiko
terulangnya kejang demam akan lebih tinggi jika
• Pada kejang yang pertama, anak hanya
mengalami demam yang tidak terlalu tinggi
• Jarak waktu antara mulainya demam dengan
kejang yang sempit
• Ada faktor turunan dari ayah ibunya
• Resiko yang dapat terjadi :
riwayat penyakit kejang tanpa demam dalam
keluarga.
kelainan dalam perkembangan atau kelainan
saraf sebelum anak menderita kejang demam.
kejang yang berlangsung lama atau kejang
fokal.
• Namaun faktor terbesar terjadinya demam
berulang adalah usia. Semakin muda usia anak
mengalami kejang demam, akan semakin
besar resiko kejang berulang.
TERIMA KASIH