Anda di halaman 1dari 41

PENATALAKSANAAN DIIT PADA PASIEN

G3P0A2 Post Sectio Caesarea Hamil 40 +3 minggu


Dengan Balon Cateter Di Bangsal Alamanda 3
RSUD Panembahan Senopati Bantul
Tahun 2020

Oleh :
Devia Gustiana Maulida (P07131216099)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN BANJARMASIN
PRODI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Persalinan adalah suatu proses mendorong keluar hasil konsepsi (janin, plasenta dan
ketuban) dari dalam rahim lewat jalan lahir atau dengan jalan lain (Reeder, 2012).

Pelahiran sectio caesarea adalah persalinan buatan dimana janin dilahirkan melalui
insisi pada dinding perut dan dinding rahim dengan syarat rahim dalam keadaan utuh dan
berat janin diatas 500 gram yang sering disebut dengan sectio caesarea (SC) (Mitayani,
2011; Green, 2012).
2. Tujuan
a. Tujuan Umum
Mahasiswa mampu merencanakan dan melakukan manajemen asuhan gizi klinik di rumah
sakit yang meliputi analisis tentang pengkajian, perencanaan, penerapan, dan monitoring evaluasi
pasien Ny.IPP di RSUD Panembahan Senopati Bantul.

b. Tujuan Khusus
1. Mahasiswa mampu menganalisis hasil data dan mengolah, baik data Antropometri, Biokimia,
Fisik/Klinis dan Status gizi pasien.
2. Mahasiswa mampu melakukan anamnesa gizi pasien.
3. Mahasiswa mampu melakukan pengukuran antropometri.
4. Mahasiswa mampu menentukan status gizi pasien sesuai metode dan keadaan pasien.
5. Mahasiswa mampu menganalisa data subyektif dan obyektif untuk menentukan diagnosa gizi pasien.
6. Mahasiswa mampu merencanakan terapi diet yang sesuai dengan penyakit dan kebutuhan zat-zat gizi
pasien.
7. Mahasiswa mampu merencanakan dan melakukan penyuluhan serta konsultasi gizi kepada pasien.
8. Mahasiswa mampu mengevaluasi asuhan gizi yang telah diberikan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1. Definisi Kehamilan dan Persalinan
2. Definisi Sectio Caesarea
3. Etiologi
4. Indikasi ibu
5. Indikasi janin
6. Indikasi Sosial
BAB III
METODE PENGAMBILAN DATA
A. Tempat dan Waktu
1. Tempat studi kasus

Studi kasus mendalam dilaksanakan di bangsal Alamanda 3 Kamar 5B di RSUD Panembahan Senopati
Bantul.

2. Waktu studi kasus

Waktu pelaksanaan studi kasus mendalam dimulai tanggal 09 Desember 2019 s/d 11 Desember 2019.
B. Jenis dan Cara Pengumpulan Data
1. Jenis Data
Jenis data ini meliputi data primer dan data sekunder
2. Cara Pengumpulan Data
Data antropometri, data riwayat gizi, asupan makan, dan status/keadaan pasien.
C. Instrumen Studi Kasus

Form screening, metlin, lila, nutri survey, piring, alat makan (sendok, gelas), siklus menu 10 hari,
kalkulator, buku status pasien (Rekam Medik).
BAB IV
GAMBARAN UMUM
Nama Ny. IPP
Umur 20 Tahun
Jenis Kelamin Perempuan
No. RM 60-69-31
Bangsal/Kamar Alamanda 3/5B
Pekerjaan Ibu Rumah Tangga
Pendidikan Terakhir SMP
Alamat Benyo RT.01 Sendangsari Pajangan
Tanggal MSRS 6 Desember 2019
Tanggal Operasi 9 Desember 2019
Tanggal Skrining Kasus 9 Desember 2019
Aktivitas Mobilisasi ditempat tidur
Diagnosa Medis G3P0A2 Post Sectio Caesarea Hamil 40 +3 minggu Dengan Balon
Cateter
Alasan Masuk RS Pasien datang sadar G3P0A2 uk 40 +3 minggu merasa gerakan janin
berkurang, lendir darah (-), kencang-kencang (+)
Riwayat Penyakit
Riwayat Penyakit Dahulu -

Riwayat Penyakit Keluarga Diabetes Melitus

Riwayat Penyakit Sekarang G3P0A2 Post Sectio


Caesarea uk 40 +3 minggu
Dengan Balon Cateter

Kesimpulan : Riwayat dari keluarga yaitu diabetes melitus dari ibu kandung.
G3P0A2 yaitu kehamilan ketiga dengan abortus 2 kali.
Riwayat Gizi
Alergi penyakit/makanan -
Masalah gastrointestinal -
Kesehatan Mulut Baik
Riwayat Pola Makan - Makan 3x/hari dengan 2 centong rice cooker setiap makan,
MSRS tidak ada pantangan makan
- Konsumsi lauk hewani seperti ikan lele, dan ayam diolah
dengan cara digoreng
- Konsumsi lauk nabati seperti tahu dan tempe 1 kali setiap
makan diolah dengan cara digoreng.
- Konsumsi buah-buahan seperti apel dan jeruk 2x/minggu
- Kurang menyukai sayuran seperti oseng kangkung
- Suka mengkonsumsi cemilan seperti coklat
- Sering mengkonsumsi teh dan air putih setiap hari
Kesimpulan :
Dilihat dari Pola Makan pasien sebelum masuk rumah sakit dapat
disimpulkan bahwa pola makan pasien baik karena pasien makan 2-3 kali dalam
sehari, makanan lauk hewani dan nabati dan buah sudah cukup dikonsumsi.
ASSESMENT
ANTROPOMETRI

Umur 20 Tahun
Jenis Kelamin Perempuan
LILA 31 cm
½ RL 78 cm
Estimasi tinggi badan berdasarkan rentang lengan TB = 63,18 + (0,63 x RL) - 0,17 x U
= 63,18 + (0,63 x 156) - 0,17 x 20
= 63,18 + 98,28 - 3,4
= 158,06 cm
Estimasi berat badan berdasarkan LILA 𝑙𝐼𝐿𝐴 𝑌𝐴𝑁𝐺 𝐷𝐼𝑈𝐾𝑈𝑅
BB = x (TB - 100)
𝐿𝐼𝐿𝐴 𝑆𝑇𝐴𝑁𝐷𝐴𝑅
31
= x (168,14 - 100)
28,5
= 66,69 Kg
Berat Badan Ideal BBI = (TB-100) – 10% (TB-100)
= (158,06-100) – 10% (158,06-100)
= 58,06 – 5,806
= 52 Kg
Status Gizi Berdasarkan LILA % deviasi dari standar =
𝑝𝑒𝑛𝑔𝑢𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎 𝑥 100%
𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟
31 𝑥 100%
= 28,5
= 108,77% ( Gizi Baik)
*kategori LILA :
No. Kategori Status Gizi Ambang Batas

1. Gizi Baik >85%

2. Gizi Kurang 70,1 - 84,9%

3. Gizi Buruk <70%


BIOKIMIA

Kesimpulan: Dari hasil pemeriksaan


laboratorium Eritrosit pasien rendah,
PPT rendah, Natrium rendah, Batang
rendah, dan Eosinofil rendah
dikarenakan adanya infeksi.
ASSESMENT

Fisik dan Klinis

Fisik Menggerakkan perut sakit dan terasa panas,


tidak ada mual muntah,tidak pusing dan nafsu
makan baik.

Pemeriksaan pada tanggal 09 Desember 2019

Klinis Parameter Hasil Nilai Normal Keterangan

Tekanan Darah 110/80 mmHg 120/80 mmHg Normal

Suhu 36 0C 36-37 0C Normal

Nadi 88 x/mnt 80-90 x/mnt Normal

Respirasi 17 x/mnt 20-30 x/mnt Rendah


Pemeriksaan pada tanggal 10 Desember 2019
Parameter Hasil Nilai Normal Keterangan

Tekanan Darah 110/70 mmHg 120/80 mmHg Normal

Suhu 36 0C 36-37 0C Normal

Nadi 82 x/mnt 80-90 x/mnt Normal

Respirasi 20 x/mnt 20-30 x/mnt Normal

Pemeriksaan pada tanggal 11 Desember 2019


Parameter Hasil Nilai Normal Keterangan

Tekanan Darah 110/80 mmHg 120/80 mmHg Normal

Suhu 36,5 0C 36-37 0C Normal

Nadi 84 x/mnt 80-90 x/mnt Normal

Respirasi 22 x/mnt 20-30 x/mnt Normal


ASSESMENT
ASUPAN MAKAN Hasil Re-call 24 jam
Tanggal : 08 Desember 2019
Hasil Re-call 24 jam makan pasien
Waktu Nama masakan Keterangan (yang dimakan) Jumlah
Bubur Ayam Jakarta 1 porsi 100 gram
Makan Pagi
Kerupuk Aci 1 porsi 5 gram
Snack Siang Bubur kacang ijo 1 porsi 200 ml
Makan Siang
Snack Sore Puasa
Makan Malam
ASSESMENT
ASUPAN MAKAN Hasil Re-call 24 jam
Tanggal : 09 Desember 2019
Hasil Re-call 24 jam makan pasien

Indikator Energi (kkal) Protein (gr) Lemak (gr) KH (gr)

Hasil recall 333,59 19,77 4,038 110,52

Kebutuhan 2011,05/3 = 670 120,55/3 = 40,18 46,89/3 = 15,63 346,65/3 = 115,55


% asupan 49,78 94,47 25,83 95,64
Kriteria Kurang Baik Kurang Baik
ASSESMENT
TERAPI MEDIS
ASSESMENT
IDENTIFIKASI MASALAH

Biokimia : Dari hasil pemeriksaan laboratorium Eritrosit pasien rendah, PPT rendah,
Natrium rendah, Batang rendah, dan Eosinofil rendah dikarenakan adanya
infeksi.

Fisik : Pasien masih mengalami nyeri dan perut terasa panas pasca melahirkan SC.

Dietary History: Kurang menyukai sayuran oseng kangkung. Kurangnya asupan berdasarkan
hasil Re-call 24 jam energy kurang (49,78%), lemak kurang (25,83%).
ASSESMENT
DIAGNOSA GIZI

 NI.5.1 Peningkatan kebutuhan energi dan protein berkaitan dengan perbaikan jaringan luka
dan kebutuhan untuk menyusui ditandai dengan post partum dengan tindakan SC

 NI.2.1 Asupan oral tidak adekuat berkaitan dengan nyeri dibagian perut ditandai dengan
asupan < 80%

 NB.1.1 Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan makanan atau zat gizi berkaitan
dengan belum mendapat konseling mengenai makanan dan zat gizi ditandai Ny.IPP suka teh
dan tidak suka sayuran
INTERVENSI GIZI
A. Planning (Perencanaan Implementasi)
 Terapi diet : TETP
 Bentuk Makanan : Bubur Saring - Biasa
 Cara pemberian : Bertahap
 Tujuan Diet :

1. Memenuhi kebutuhan energy dan protein yang meningkat untuk mencegah dan mengurangi kerusakan
jaringan tubuh.

2. Meningkatkan pengetahuan pasien dan anggota keluarga tentang diit ibu menyusui/pemberian ASI
3. Pasien dan keluarga mengetahui bahan makanan yang baik diberikan.
 Prinsip Diet :
 Energi tinggi
 Kebutuhan protein tinggi, yaitu 20%.
 Kebutuhan lemak cukup, yaitu 20%.
 Kebutuhan karbohidrat sisa dari total kebutuhan.
 Vitamin dan mineral cukup.
 Makanan diberikan dalam bentuk mudah cerna yaitu makanan biasa
INTERVENSI GIZI
 Syarat diet :
1. Energi tinggi, yaitu 2011,05 kkal.
2. Kebutuhan protein tinggi, yaitu 120,55 gram.
3. Kebutuhan lemak cukup, yaitu 46,89 gram.
4. Kebutuhan karbohidrat, yaitu 346,65 gram.
Perhitungan Kebutuhan dan Zat Gizi
Kebutuhan kalori sehari pasien dihitung menggunakan
rumus Harris Benedict

 Kalori
BEE = 655 + (9.6 x BBI) + (1.7 x TB) – (4.7 x U)
= 655 + (9.6 x 52) + (1.7 x 158,06) - (4.7 x 20)
= 655 + 499,2 + 268,70 – 94
= 1328,9 kkal
TEE = BEE x FA x FS
= 1328,9 kkal x 1.1 x 1.15
= 1681,05 + 330
= 2011,05 kkal
(+) 2212,15 (-) 1809,94

 Protein = 20% x total kalori : 4


= 20% x 2011,05 kkal : 4
= 402,21 : 4
= 100,55 + 20
= 120,55 gram
(+) 132,60 (-) 108,49
Perhitungan Kebutuhan dan Zat Gizi
Kebutuhan kalori sehari pasien dihitung menggunakan
rumus Harris Benedict

 Lemak = 20% x total energi : 9


= 20% x 2011,05 kkal : 9
= 402,21 : 9
= 44,69 + 2,2
= 46,89 gram
(+) 51,57 (-) 42,20

 Karbohidrat = 60% x total energi : 4


= 60% x 2011,94 kkal : 4
= 1206,63 : 4
= 301,65 + 45
= 346,65 gram
(+) 381,31 (-) 311,98
INTERVENSI KONSELING GIZI

 Terapi diet : TETP


 Waktu : ± 15 menit
 Tempat : Bangsal Alamanda 3/5B
 Metode : Konsultasi
 Alat bantu : Leaflet diet TETP
 Materi : Penjelasan tentang tujuan dilakukan diet
MONITORING
ANTROPOMETRI

Hari Awal Kasus Akhir Kasus

BB estimasi 66,69 Kg 66,69 Kg

TB estimasi 158,06 cm 158,06 cm

LILA 31 cm 31 cm
BBI BBI = (TB-100) – 10% (TB-100) BBI = (TB-100) – 10% (TB-100)
= (158,06-100) – 10% (158,06-100) = (158,06-100) – 10% (158,06-100)
= 58,06 – 5,806 = 58,06 – 5,806
= 52 Kg = 52 Kg
Status Gizi berdasarkan
lila 108,77% ( Gizi Baik) 108,77% ( Gizi Baik)
BIOKIMIA
FISIK DAN KLINIS
HASIL ASUPAN
HASIL ASUPAN
HASIL ASUPAN
IMPLEMENTASI Pada Tanggal 10 - 11 Desember 2019

Bentuk
Hari/Tanggal Keterangan Gizi
Pagi Siang Malam
Energi : 2105 kkal
Protein : 72,72 gram
10 Desember 2019 BBS TETP BBS TETP BBS TETP
Lemak : 66,87 gram
Karbohidrat : 363,59 gram
Energi : 2141,6 kkal
Protein : 92,75 gram
11 Desember 2019 NB TETP NB TETP NB TETP
Lemak : 58,01 gram
Karbohidrat : 364,18 gram
TERAPI MEDIS Pada Tanggal 09 - 11 Desember 2019
PEMBAHASAN
 Pasien Ny. IPP berusia 20 tahun merupakan pasien yang dirawat di bangsal Alamanda 3
kamar 5B RSUD Panembahan Senopati Bantul. Pengambilan data dilakukan pada
tanggal 09 Desember 2019 dan dilanjutkan intervensi gizi yang dilakukan selama 2 hari
mulai tanggal 10 Desember 2019 sampai dengan 11 Desember 2019.

 Pasien masuk Rumah Sakit pada tanggal 06 Desember 2019 dengan keluhan pasien
datang sadar G3P0A2 uk 40 +3 minggu merasa gerakan janin berkurang, lendir darah (-
), kencang-kencang (+), yaitu G3P0A2 Post Sectio Caesarea Dengan Balon Cateter.
Evaluasi Antropometri
 Pada studi kasus ini hasil pengukuran antropometri awal didapatkan
hasil penimbangan dan pengukuran BB dan TB dari rekam medis.
Dikarenakan pada awal pengambilan data pasien hanya bisa
beraktivitas ditempat tidur, maka dalam hal ini pasien hanya diukur
LILA dan panjang ULNA. Berdasarkan perhitungan IMT pasien
termasuk kategori normal.
 Pada hari pertama sampai akhir pemantauan pasien yaitu berat badan
berdasarkan estimasi LLA yaitu 68,14 kg dan tinggi badan berdasarkan
estimasi rentang lengan yaitu 158,06 cm
Evaluasi Biokimia
 Berdasarkan data laboratorium, hasil laboratorium yang bermasalah yaitu eritrosit yang
kurang dari normal yaitu akibat adanya infeksi.

Evaluasi Fisik
 Perkembangan fisik pasien dari awal kasus hingga akhir, dilihat secara keadaan umum
pasien baik composmentis. Pada tanggal awal pengkajian sampai akhir pemantauan
pasien secara fisik nafsu makan baik. Nyeri pasca melahirkan dari awal pemantauan
sampai akhir pemantauan sudah mulai berkurang. Pasien tidak ada keluhan mual
muntah, pusing serta tidak ada alergi makanan.
Evaluasi Klinis
 Hasil pemeriksaan suhu, nadi, dan tekanan darah pasien normal respirasi pada awal
pemantauan yaitu 17x/mnt rendah. Pada awal kasus hingga hari terakhir pemantauan
tekanan darah pasien selalu normal. Sedangkan data klinik lainnya dari awal
pemantauan sampai akhir pemantauan tetap juga normal.
Evaluasi dietary
 Berdasarkan hasil perhitungan zat gizi pada pasien dengan diagnosa medis G3P0A2
Post Sectio Caesarea Dengan Balon Cateter, didapatkan hasil perhitungan energi
2011,05 kkal protein 20,55 gram lemak 46,89 gram dan karbohidrat 346,65 gram.
Sedangkan Hasil recall 1x24 jam.

 Hasil recall 1x24 jam presentase pemenuhan kebutuhan pasien berkategori energi
49,78% (kurang), lemak 25,83% (kurang).Sedangkan Selama pemantauan dari awal
hingga akhir, asupan makan pasien dalam kondisi baik hal ini dibuktikan dengan ada
beberapa peningkatan asupan makan pasien dari hari pertama pemantauan sampai hari
terakhir pemantauan mengalami kenaikan yaitu energi 81,23%(baik), 106,49% (baik),
protein 43,20% (kurang), 88,13% (baik), lemak 94,62% (baik), 123,71% (lebih), dan
karbohidrat 98,60% (baik), 105% (baik).
Diet TETP

 Diet TETP yang diberikan pada ibu post partum tujuannya adalah untuk pertumbuhan
jaringan yang rusak. Jika diet TETP tidak dipenuhi maka pertumbuhan jaringan yang
rusak setelah melahirkan akan lambat.
KESIMPULAN
 Dari studi kasus diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa:
 Diagnosis penyakit pasien adalah G3P0A2 Post Sectio Caesaria Dengan Balon Cateter
 Kebutuhan energy dan zat gizi pasien adalah sebagai berikut:
Energi : 2011,05 kkal/hari
Protein : 120,55 gr/hari
Lemak : 46,89 gr/hari
KH : 346,65 gr/hari
 Terapi diet yang diberikan kepada pasien adalah diet Tinggi Energi Tinggi Protein. Diagnosa gizi yaitu

NI.5.1 Peningkatan kebutuhan energi dan protein berkaitan dengan perbaikan jaringan luka dan kebutuhan
untuk menyusui ditandai dengan post partum dengan tindakan SC.

NI.2.1 Asupan oral tidak adekuat berkaitan dengan nyeri dibagian perut ditandai dengan asupan < 80%.

NB.1.1 Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan makanan atau zat gizi berkaitan dengan belum
mendapat konseling mengenai makanan dan zat gizi ditandai Ny.IPP suka teh dan tidak suka sayuran
 Sedangkan selama pemantauan dari awal hingga akhir, asupan makan pasien dalam
kondisi baik hal ini dibuktikan dengan dengan peningkatan asupan makan pasien dari
hari pertama pemantauan sampai hari terakhir pemantauan yaitu energi 81,23%(baik),
106,49% (baik), protein 43,20% (kurang), 88,13% (baik), lemak 94,62% (baik),
123,71% (lebih), dan karbohidrat 98,60% (baik), 105% (baik).

 Monitoring dan evaluasi dari antropometri, biokimia, fisik/klinis, asupan pasien


semakin hari semakin membaik.

 Materi yang diberikan meliputi tujuan, prinsip, dan syarat diet TETP, pola makan yang
sehat, bahan makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi, ditandai dengan pasien
telah memahami materi konseling yang diberikan dibuktikan dengan adanya perubahan
dalam pola makan dan pemahaman materi.
SARAN
 Keluarga pasien harus memberikan motivasi dan dukungan pada pasien untuk
melakukan diet yang diberikan dengan baik untuk mempercepat proses kesembuhan
pasien.
 Keluarga pasien seharusnya berkonsultasi langsung dengan ahli gizi sehubungan
dengan diet yang harus dijalani oleh pasien.
 Hasil laporan studi kasus ini diharapkan dapat dijadikan bahan masukan maupun
rujukan guna menambah ilmu pengetahuan.
Sekian dan Terima Kasih