Anda di halaman 1dari 55

Transport Phenomena

Momentum Transport, Mass Transport, Heat Transport

CE1E103 – Transport Phenomena


Department of Chemical Engineering
UNIVERSITAS INTERNASIONAL SEMEN INDONESIA
Eka Lutfi Septiani, S.T, M.T
Okky Putri Prastuti, S.T, M.T
1
UISI® For internal use only OKKY PP ®
Course Details
Course title : Transport Phenomena
Time slot : Monday, 12.50 – 15.55
Credit : 3 sks
Instructor : Eka Lutfi Septiani, S.T, M.T
Telephone : +628983842036
E-mail : eka.septiani@uisi.ac.id
Education :
Bachelor Degree Chemical Engineering ITS (2009-2013)
Master Degree Chemical Engineering ITS (2013-2015)

Course books :
[1]. C. J., Geankoplis, (2003), Transport Process and Separation Process Princepless, Fourth
Edition, Prentice Hall
[2]. Bird, R.B., Stewart, W.E., Lightfoot, E.N., (2002), Transport Phenomena, 2nd Edition, John
Willey and Sons
(TRANSPORT PHENOMENA) 2
Topics

1. Fenomena Fluida : Fluida Statis dan Gaya Apung


2. Hukum Kekekalan dan Kecepatan
3. Analogi Perpindahan Momentum, Panas dan Massa
4. Sifat-sifat Transport, Kinematika Aliran
5. Fenomena Perpindahan Molekul Disertai dan Tanpa Konveksi
6. Fenomena Perpindahan Antar Fasa
7. Prinsip Kekekalan Makroskopik Momentum, Massa dan Energi

(TRANSPORT PHENOMENA) 4
Outline of Learning
Week Subjects
1 Masalah umum proses perpindahan, apikasi sederhana proses perpindahan.
2-3 EngFluida statis, Fluida Statis dan Gaya Apung, Hukum Kekekalan dan Kecepatan serta
Analogi Perpindahan Momentum, Panas dan Massa.
4-6 Konsep Viscositas Fluida serta model Fluida Newtonian dan Non-Newtonian;
konduktivitas termal; difusivitas dan Jenis Aliran Fluida dan Bilangan Reynolds.
9-11 Distribusi Kecepatan pada Aliran Laminar, Perpindahan panas konduksi keadaan steady,
Perpindahan panas konduksi disertai konveksi, Difusi didalam gas,liquid dan solid,
Perpindahan massa difusi disertai konveksi dan reaksi kimia.
12-13 Friction factor, koefisien transfer panas untuk konveksi bebas dan konveksi paksa; dan
untuk adanya perubahan fasa, koefisien transfer massa dan Perpindahan panas radiasi.
15 Prinsip kekekalan makroskopik untuk perpindahan momentum, massa, dan energi dan
contoh penerapan di industri.

(TRANSPORT PHENOMENA) 5
Assessment

Tugas : 15%
Kuis 1 : 15 %
UTS : 20 %
Kuis 2 : 15 %
UAS : 20 %
Keaktifan : 15%

(TRANSPORT PHENOMENA) 6
Kontrak kuliah
1. Pengumpulan tugas
tepat waktu nilai total 100
diskon keterlambatan 20%/hari
2. Permintaan ujian susulan maksimal 1 minggu dari waktu
ijin (sakit, penugasan universitas)
3. Jika mahasiswa terlambat 30 menit harus tutup pintu
dari luar kelas
4. Tidak ada ujian perbaikan
5. Akhir sesi selalu ada post test
6. Perubahan dan/atau penambahan kontrak kondisional
(TRANSPORT PHENOMENA) 7
Gambaran Umum

PROSES PERPINDAHAN adalah kuliah pada


tingkat Sarjana yang dirancang untuk membahas
dasar-dasar proses perpindahan momentum,
panas dan massa yang terdapat dalam industri
dan kehidupan sehari-hari. Konsep-konsep dasar
akan dijelaskan melalui aplikasinya dalam
penyelesaian soal-soal.

(TRANSPORT PHENOMENA) 8
Pendahuluan

Neraca Energi
(Azas teknik Kimia 2)

Stoikiometri
( Kimia Dasar & Kimia
Analisa )
Neraca Massa
(Azas teknik Kimia 1)

Bekal awal untuk menguasai Pengetahuan Dasar Inti untuk Chemical Engineer
(TRANSPORT PHENOMENA) 9
Pendahuluan
Temperature (T)
Jumlah partikel (N)
Volume (V)
Tekanan (P)
Perbedaan kimia dalam Energi dalam (U)
perilaku Fasa makroskopik
Pengetahuan
Dasar
Inti
Untuk
Chemical Reaksi dicerminkan
secara makroskopik
Engineer

Fenomena perpindahan
momentum, panas, massa
secara mikroskopis
(TRANSPORT PHENOMENA) 10
Pendahuluan
Transport Phenomena mempelajari prinsip-prinsip teoritis yang mendasari fenomena
perpindahan yang terjadi didalam praktek.
Transport phenomena

Berpindahnya momentum yang terjadi dalam media


Momentum Transport bergerak (ex: aliran fluida, sedimentasi,
pencampuran, filtrasi)

Berpindahnya panas dari satu media/tempat ke


Heat Transport tempat yang lain (ex: evaporasi, pengeringan,
destilasi, heat exchange)
Berpindahnya massa antar fase atau ke fase yang
Mass Transport lain (ex: absorbsi, LLE, cristalisasi, filtrasi
membran)

(TRANSPORT PHENOMENA) 11
Pendahuluan
Momentum Transport Heat Transport Mass Transport

(TRANSPORT PHENOMENA) 12
Pendahuluan
Proses Perpindahan Sederhana

Proses Perpindahan Kompleks

(TRANSPORT PHENOMENA) 13
Pendahuluan
Seberapa banyak kah yang perlu dipahami seorang
SARJANA TEKNIK KIMIA? Memodelkan secara
matematik

Knowledge
of
Transport
phenomena Optimasi
scale proses di
industri

(TRANSPORT PHENOMENA) 14
Pendahuluan
Level Pembelajaran Proses Perpindahan

Molekular Mikroskopi Interfase Makroskopi

(TRANSPORT PHENOMENA) 15
Pendahuluan

Mekanisme Perpindahan
secara umum: Molecular, Convection, dan Turbulen
Mekanisme Molekular: Perpindahan properti terjadi oleh gerakan dan atau gaya tarik antar
molekul.
Mekanisme Convection: Perpindahan properti terjadi karena adanya gerakan atau aliran
fluida.
Mekanisme Turbulen: Perpindahan properti terjadi karena adanya arus eddy dari aliran
turbulen.

(TRANSPORT PHENOMENA) 17
Konsep Dasar dan Definisi
WUJUD ZAT: PADAT, CAIR, GAS CAIR DAN GAS DISEBUT FLUIDA

PADAT : memiliki tahanan permanen terhadap sebuah gaya yang berusaha untuk memdeformasi

FLUIDA: zat yang terdeformasi secara kontinyu jika terkena aksi gaya geser
jika fluida tidak kena gaya geser, maka fluida dalam keadaan diam.

gaya geser juga bisa mucul dan berkembang ketika fluida diam mulai bergerak.

(TRANSPORT PHENOMENA) 18
Konsep Dasar dan Definisi
Fluida ideal: memiliki viskositas dan gaya geser (shear) = nol
terdistribusi seragam saat mengalir
Fluida ideal dan nyata Fluida nyata : memiliki viskositas dan gaya geser (shear) tertentu
terdistribusi tidak seragam saat mengalir
K
L
A Fluida incompressible : densitas nya tidak begitu dipengaruhi oleh
S perubahan tekanan. Sebagian besar liquida adalah incompressible.
I fluida incompressible Gas dipandang sebagai fluida compressible.
F dan compressible Akan tetapi jika tekanan dan suhu gas hanya berubah sedikit, densitasnya juga
I hanya akan mengalami perubahan yang kecil. Dalam hal ini gas bisa dipandang
K incompressible.
A
S
I Fluida Newtonian, biasanya diwakili oleh gas dan liquida encer, menunjukkan
fluid Newton dan Non viskositas yang tidak tergantung kepada laju perubahan shear stress.
Newtonian Fluida non-Newtonian, biasanya diwakili oleh gel, emulsi, suspensi, dan gas-gas
yang mendekati titik kritis, menunjukkan viskositas yang tergantung pada laju
perubahan shear stress

(TRANSPORT PHENOMENA) 19
Sifat fluida
Densitas
Densitas masa, atau lebih singkat densitas, didefinisikan sebagai massa per
satuan volume fluida yang bisa dinyatakan sebagai
m

V
Volume spesifik adalah kebalikan dari densitas, dan didefinisikan sebagai
volume per satuan masa fluida, yang bisa dituliskan sebagai

1 V
 
 m
Specific Gravity (s.g.) adalah nisbah antara densitas suatu zat terhadap
densitas air murni (atau udara pada STP jika fluidanya adalah gas). Specific
gravity bisa dihitung jika densitas fluida diketahui. Specific gravity untuk zat cair
dan zat padat adalah


 ref

(TRANSPORT PHENOMENA) 20
Viskositas
Sifat fluida

Viskositas  : ukuran ketahanan fluida terhadap aliran. Fluida berviskositas rendah akan mengalir
lebih cepat dan lebih bebas daripada fluida kental. Jika hanya disebutkan viskositas, besaran
tersebut biasanya merujuk kepada viskositas dinamik. Istilah lain yang sering digunakan adalah
viskositas kinematik 



Satuan viskositas: kg/(ms), g/(ms) (juga dikenal sebagai poise yang disimbolkan dengan P).
Centipoise (cP), seperseratus poise, juga merupakan satuan yang sering digunakan karena
viskositas air pada suhu ruang kira-kira 1 centipoise.
Satuan viskositas kinematik: m2/s atau cm2/s atau stoke

Viskositas sangat tergantung pada suhu, tetapi pada umumnya tidak tergantung tekanan.
Viskositas zat cair menjadi kecil jika suhu naik. Sebaliknya, viskositas gas semakin besar jika suhu
naik. Viskositas zat cair pada umumnya dua tingkat lebih besar daripada viskositas gas pada
tekanan atmosfer. Sebagai contoh, pada 25C, air = 1 centipoise dan udara = 1  10-2
centipoise.

(TRANSPORT PHENOMENA) 21
Sifat fluida
Tekanan Uap

Tekanan uap: Tekanan yang dihasilkan oleh molekul bebas pada permukaan zat cair, atau oleh fluida pada
molekul-molekul di permukaan. Mendidih terjadi ketika tekanan uap naik sampai tekanan ambient lokal. Titik
didih zat cair tergantung pada tekanan luar. Zat cair yang bertekanan uap rendah dan memiliki stabilitas tinggi
bisa digunakan untuk barometer yang akurat. Harga tekanan tergantung pada titik referensi yang dipilih. Ada
dua titik referensi yang biasa digunakan: tekanan nol absolut dan tekanan atmosfer standard.

Jika tekanan atmosfir standard (1,013105 Pa) dipilih sebagai referensi, tekanan terukur dikenal sebagai
tekanan gage. Tekanan gage positif adalah tekanan diatas atmosfer. Vakum (tekanan gage negatif) adalah
tekanan dibawah atmosfer. Vakum maksimum, menurut perjanjian ini adalah -1,013105 Pa. Jika tekanan
nol dipilih sebagai referensi, tekanan dikatakan tekanan absolut. Tidak ada perbedaan antara tekanan
positif dan negatif

Tekanan dimana zat cair mendidih dinamakan tekanan uap zat cair tersebut.

(TRANSPORT PHENOMENA) 22
Sifat fluida
Compressibility dan Bulk modulus
Semua bahan, apakah zat padat, zat cair atau gas, adalah compressible, dengan
kata lain volume V dari sebuah massa tertentu akan menyusut menjadi V  dV
jika sebuah gaya dikenakan secara seragam pada seluruh permukaannya. Jika
gaya per satuan luas permukaan bertambah dari p menjadi p + dp, hubungan
antara perubahan tekanan dan perubahan volume tergantung pada bulk modulus
bahan.

perubahan tekanan
Bulk modulus (  ) 
strain volumetrik
dV p
perubahan volume perubahan tekanan
  
volume mula - mula bulk modulus V 
dp dp
    V
d dV
Untuk 1 gram bahan
dp
  V V 1
  V d dV   d Vd  dV  0 V
   
(TRANSPORT PHENOMENA) 23
Surface Tension
Sifat fluida

GAYA TARIK YANG BEKERJA PADA SEBUAH MOLEKUL YANG BERADA DI PERMUKAAN (S) DAN
DIDALAQM ZAT CAIR (L)
UAP
S

ZAT CAIR
L

Tegangan permukaan adalah kecenderungan permukaan zat cair berkelakuan seperti membran elastis yang
tertarik. Ada kecenderungan alamiah bagi zat cair untuk meminimalkan luas permukaan. Dengan alasan inilah,
tetesan zat cair cenderung berbentuk bola untuk meminimalkan luas permukaannya.

(TRANSPORT PHENOMENA) 24
Sifat fluida
Kapilaritas

Kapilaritas merupakan sifat yang penting (dalam pengukuran fluida) untuk kasus zat cair didalam
pipa yang diameternya lebih kecil daripada 10 mm. Kenaikan (atau penurunan) kapilaritas didalam pipa
bisa dihitung dengan membuat neraca gaya. Gaya-gaya yang bekerja adalah gaya karena tegangan
permukaan dan gravitasi.
KELAKUAN TETESAN ZAT CAIR MEMBASAHI PERMUKAAN:
A)MEMBASAHI B) TIDAK MEMBASAHI


(a) (b)

Gaya karena tegangan permukaan: Fs  d cos  4 cos 


 h
Fg  d 2hg gd
Gaya gravitasi : 4

(TRANSPORT PHENOMENA) 25
Pengaruh Shear stress
Tipe fluida

Pengaruh Shear stress menentukan cara fluida mengalir


Sifat fluida terpenting yang mempengaruhi adalah viskositas

Untuk gas dengan viskositas kecil & bahkan pada shear rate tinggi  stress viscousnya kecil (Fluida Inviscid)

Problemnya, pada aliran fluida terdapat stress viscous yang menimbulkan gradient kecepatan cukup
besar dalam fluida  terjadi disipasi energi akibat gaya friksi yang terbentuk.

Cairan murni biasanya mempunyai rasio shear stress (tegangan geser) terhadap shear rate (laju geser) yang
konstan sehingga disebut FLUIDA NEWTONIAN

Suspensi biasanya mempunyai rasio shear stress (tegangan geser) terhadap shear rate (laju geser) yang tidak
konstan, viskositasnya merupakan fungsi shear ratenya, maka disebut FLUIDA NON NEWTONIAN

(TRANSPORT PHENOMENA) 26
Fluida Newtonian
Sifat fluida

dv  : shear stress (tegangan geser)

Hukum Newton untuk Viskositas     : viskositas fluida


dy dv/dy : shear rate (laju geser/gradient
kecepatan)

Semua gas dan sebagian besar zat cair yang memiliki rumus molekul sederhana dan berat
molekul relative rendah adalah FLUIDA NEWTONIAN

Ex : air, benzena, ethyl alcohol, CCL4, heksana, udara.

(TRANSPORT PHENOMENA) 27
Fluida Non Newtonian
Sifat fluida

Fluida yang tidak mengikuti vikositas Newton, missal : slurry, pasta, gel, larutan polimer, dll.
Perilaku FLUIDA NON-NEWTONIAN
Tidak bergantung waktu bergantung waktu

Bingham plastic

Viskositas apparent
Rheopectic
Pseudoplastic
Shear stress, 

Fluida Newtonian

Dilatant

Thixotropic

Waktu dimana shear Waktu


Shear rate, du /dy rate ditambah

(TRANSPORT PHENOMENA) 28
Fluida Non Newtonian
Sifat fluida

Bingham-plastic: Menahan shear stress yang kecil tetapi mengalir


Tidak bergantung waktu dengan mudah pada shear stress yang lebih besar, misalnya: pasta
gigi, jeli, dan beberapa slurry.
Bingham plastic
Pseudoplastic
Pseudo-plastic: Sebagian besar fluida non-Newtonian masuk dalam
Shear stress, 

Fluida Newtonian kelompok ini. Viskositas menjadi kecil dengan bertambahnya


Dilatant gradien kecepatan, misalnya: larutan polimer, darah. Fluida
pseudoplastik disebut juga sebagai fluida shear thinning. Pada
shear rate (du/dy) rendah, fluida shear thinning lebih kental
daripada fluida Newtonian, dan pada shear rate tinggi,
viskositasnya lebih rendah.
Shear rate, du /dy
Fluida dilatant. Viskositas bertambah dengan bertambahnya
gradien kecepatan. Fluida tipe ini tidak lazim, tetapi suspensi kanji
dan pasir berkelakuan dengan cara seperti ini. Fluida dilatant
disebut juga fluida shear thickening

(TRANSPORT PHENOMENA) 29
Fluida Non Newtonian
Sifat fluida

bergantung waktu Fluida thixotropic: viskositas mengecil dengan waktu bila


dikenai gaya shear, misalnya: cat jelly thixotropic.
Viskositas apparent

Rheopectic

Fluida rheopectic: viskositas naik dengan waktu bila


dikenai gaya shear, misalnya: suspensi gypsum dalam air.
Thixotropic
Fluida visco-elastic: beberapa fluida memiliki sifat elastis,
yang membuatnya mengerut kembali jika gaya shear
Waktu dimana shear Waktu dilepaskan, misalnya: putih telur.
rate ditambah

(TRANSPORT PHENOMENA) 30
Pengaruh Tekanan dari Luar
Sifat fluida

Fluida incompressible : densitas nya tidak begitu dipengaruhi oleh perubahan tekanan.
Sebagian besar zat cair adalah incompressible. Gas dipandang sebagai fluida compressible.
Akan tetapi jika tekanan dan suhu gas hanya berubah sedikit, densitasnya juga hanya akan mengalami
perubahan yang kecil. Dalam hal ini gas bisa dipandang incompressible.

Hubungan antara tekanan, suhu dan volume gas nyata umumnya sangat kompleks, meskipun, kecuali
pada tekanan yang sangat tinggi, perilaku gas mendekati perilaku gas ideal.
Gas Ideal:

Pada gas ideal volume dari suatu massa berbanding terbalik dengan tekanan dan berbanding lurus
dengan suhu absolut. Akan tetapi, pada tekanan tinggi dan ketika perubahan tekanan besar, mungkin
ada penyimpangan yang cukup besar dari hukum ini dan oleh karenanya suatu pendekatan persamaan
keadaan harus digunakan.
Gas Nyata: Z = faktor kompresibilitas

R= Konstanta Gas= 8341 J kmol-1K-1

(TRANSPORT PHENOMENA) 31
Post test Yuuukk..!
Post test
1. Mengapa kita harus belajar tentang proses perpindahan?
2. Apa yang kita pelajari dalam mata kuliah proses perpindahan?
3. Berikan contoh pada jenis-jenis proses perpindahan!
4. Apa itu fluida? Apa yang membedakan fluida dengan padatan?
5. Menurut pengaruh shear stress, fluida diklasifikasi menjadi …………
berikan contohnya pada masing – masing klasifikasi!
6. Menurut pengaruh tekanan dari luar, fluida diklasifikasi menjadi ……..
berikan contohnya pada masing – masing klasifikasi!
7. Tuliskan harapan-harapan dalam mengambil mata kuliah ini

(TRANSPORT PHENOMENA) 32
Tugas untuk minggu depan (week 2)
• 1. apa yang disebut fluida statis?
• 2. apa yang disebut dengan head(tekanan)?
• 3. bejana terdapat 2 larutan yg berdensitas 800 kg/m3 dan air. tekanan
atmosfir, tangki terbuka dan berkontak langsung dengan udara.
tinggi lauran air ialah 1/4 tinggi total tangki, sisanya adl larutan lain. hitung
tekanan gage dan tekanan absolutnya!
• 4. apa yang dimaksud dengan gaya apung?
• 5. bagaimana cara menghitung gaya tekan?
• 6. bagaimana cara pengukuran tekanan menggunakan manometer?
tekanan apa yang terbaca di manometer?

33
THANK YOU

(TRANSPORT PHENOMENA) 34
Fluida Statis
Week 2

35
(TRANSPORT PHENOMENA)
FLUIDA STATIS Fluida Statis
FLUIDA STATIS:
1. Tidak ada gaya geser (shear force) yang bekerja pada fluida statis
2. Gaya yang bekerja antara fluida dan permukaan batas bekerja dengan
sudut yang tegak lurus terhadap batas tersebut.

F2
F
F1

R2 F
p
R R1 A

Satuan dari tekanan adalah Newton per meter persegi (Nm-2 atau kgm-1s-2).
Satuan ini juga dikenal sebagai Pascal (Pa), atau dengan kata lain 1 Pa = 1 N m-
2. Satuan tekanan yang juga sering digunakan adalah satuan alternatif SI bar,
dimana 1 bar = 105 Nm-2.

HUKUM PASCAL: Tekanan disuatu titik adalah sama untuk kesegala arah

(TRANSPORT PHENOMENA) 36
Post test
FLUIDA STATIS Fluida Statis
Variasi Tekanan dalam Medan Statik
Gaya yang bekerja pada medan statik terdiri dari gaya tekan dan gaya gravitasi.
Berdasarkan kesetimbangan gaya, Jumlah vektor gaya-gaya ini sama dengan nol.

Ditinjau elemen fluida dengan volume  x y z


didalam ruang tiga dimensi

z Kesetimbangan gaya kearah z:

P z  z xy  P z  z z xy   g z xyz  0

P z  z  z  P z  z
  g z  0
Δz Arah gravitasi z
Δx dP PM dP
Δy  g   gz
dz RT dz
y

Fluida Incompressible:
x

P2  P1   g z ( z 2  z1 )
  gMz 
Fluida Compressible: P2  P1 exp  
 RT 
FLUIDA STATIS Fluida Statis

z2
A B

h z z
z
z1 D C

P1  P2   g h  Patm   g h
pD  pA  gz
pC  pB  gz
Tekanan didalam fluida pada ketinggian yang
pA  gz  pB  gz
sama adalah sama

pA  pB
(TRANSPORT PHENOMENA) 38
FLUIDA STATIS Fluida Statis

CONTOH-1
Suatu tangki berisi minyak dengan densitas 917 kg/m3.
Tinggi tangki adalah 3.66 m (12 ft), dan bagian atas tangki
terbuka ke udara (tekanan absolut adalah 1 atm). Ketinggian
permukaan dalam tangki adalah 3.05 m ( 10 ft) dan juga
berisi 0.61 m (2 ft) air didasar tangki. Hitung tekanan dalam
Pa dan psia pada bidang 3.05 m dari atas tangki dan pada
bidang dasar. Juga hitung tekanan gage pada bidang dasar
tangki.

(TRANSPORT PHENOMENA) 39
FLUIDA STATIS Fluida Statis
Tekanan pada bidang “1” PENYELESAIAN
g  lbm   lbf   1 
P1  P0  h1  min yak 14.696  (10 ft)  0.917 x 62.43 3  1    =18.68 psia
2 
(Satuan British)
gc  ft   lbm   144 in / ft 
2

 kg   m
P1  P0  h1  min yak g 1.0132 x 10 5  (3.05 m)  917 3   9.8066 2  =1.287 x 105 Pa (Satuan SI)
 m  s 

P0 = 1 atm abs

Tekanan pada bidang “2”

g  lbm   lbf   1 
minyak P1 P2  P1  h2  air 18.68  (2 ft) 1 x 62.43 3  1   
2 
10 ft = h1 gc  ft   lbm   144 in / ft 
2

P2
=19.55 psia
air 2 ft = h2
 kgm   m 
P2  P1  h2  air g 1.287 x10 5  (0.61) 1000 3   9.8066 2 
 m  s 
=1.347 x 105 Pa.

Tekanan gage pada bidang dasar adalah = 19.55-14.696 = 4.85 psig

(TRANSPORT PHENOMENA) 40
FLUIDA STATIS Fluida Statis
Tekanan dan Head:

h
z
y
x

Tekanan didalam liquida yang berjarak h dari permukaan liquida dinyatakan dengan:
p  gh  patm
Atau: pgage  gh Dengan acuan tekanan atmosfir

pabs  gh  patm Dengan tekanan acuan = o

Karena g adalah konstan, tekanan gage bisa diberikan dengan menyatakan tinggi
vertikal sembarang fluida berdensitas  yang sama dengan tekanan tersebut. Tinggi
vertikal kolom fluida tersebut dikenal sebagai head fluida. Yang perlu diingat adalah
jika tekanan disebutkan dalam head, densitas fluida juga harus diberikan.
(TRANSPORT PHENOMENA) 41
FLUIDA STATIS Fluida Statis
Tekanan dan Head:

CONTOH 3: Nyatakan tekanan 500 kN m-2 dalam istilah tinggi kolom air berdensitas
 = 1000 kg m-3 dan kolom air raksa berdensitas  = 13,6103 kg m-3.

Penyelesaian:
Menggunakan p = gh,
p 500  103
h   50,95 m air
g 1000  9,81

500  103
h  3,75 m air raksa
13,6  103  9,81

(TRANSPORT PHENOMENA) 42
FLUIDA STATIS Fluida Statis
CONTOH SOAL-4

Pintu penutup (Lock gate) suatu saluran (kanal) (lihat Gambar ) berbentuk segi empat
dengan lebar 20 m dan tinggi 10 m. Salah satu sisi lock gate berhubungan dengan udara
dan sisi lain bersentuhan dengan air yang tinggi permukaan atas nya sama dengan tinggi
lock gate. Tentukan gaya total pada lock gate.

PENYELESAIAN:

Gaya tekan
atmosfir

Lock gate

Gaya tekan
atmosfir

Gaya tekan
hidrostatik

H 10
F   P dA   ( Patm  gh  Patm ) L dh   1000 *9.8 * h * 20 dh  98000 h 2
10
 9800000 N
0
0 0
(TRANSPORT PHENOMENA) 43
Fluida Statis Fluida Statis
TEKANAN PADA PERMUKAAN

Titik Pusat Kedalaman:

F  g  hdA F  gA
 hdA
F  gAhc (hc = titik pusat kedalaman)
A

Titik Pusat Tekanan:


1
hc.p.  
2
F hc.p.   hPdA F hc.p.   gh dA
2 h dA
A
A Ahc A

(TRANSPORT PHENOMENA) 44
Fluida Statis Fluida Statis

CONTOH 6. Sebuah bendungan (lihat Gambar ) berbentuk


segitiga dengan panjang melintang ujung atas 100 ft dan
dalamnya 75 ft. Air sampai ke puncak bendungan pada salah
satu sisi; sisi yang lain terpapar ke atmosfer. Berapakah gaya
bersih terhadap bendungan?

100 ft

W
75 ft dh
h

(TRANSPORT PHENOMENA) 45
Fluida Statis Fluida Statis
Penyelesaian:
Suku tekanan atmosfer saling menghilangkan sehingga kita bisa menghemat
tenaga dengan mengerjakan problema tekanan gage.
 h 
F  g  hWdh W  100 1  
F  g  hdA dA = W dh  75 ft 

75 ft
 h   h2 h3 
F  g100 ft  h 1  dh  g100 ft   
 75 ft   2 3  75 ft  0
lbm ft  75 ft 2 75 ft 3  lbf  s2
 62,3 3  32,2 2  100 ft    
ft s  2 3  75 ft  32,2 lbm  ft
 5,84  106 lbf  26,0 MPa
Cara lain:
1
hc  75 ft   25 ft 1
A  100 ft 75 ft   3750 ft2
3 2
lbm ft lbf  s2
F  gAhc  62,3 3  32,2 2  3750 ft  25 ft 
2

ft s 32,2 lbm  ft
 5,84  106 lbf  26,0 MPa
(TRANSPORT PHENOMENA) 46
Fluida Statis Fluida Statis
TEKANAN PADA PERMUKAAN BIDANG MIRING

Untuk bidang miring, komponen gaya tekan horisontal dan vertikal diberikan oleh

dFx
dFx  P sindA  dFy
dF
y
dFy  P cosdA
x

Fx   P sindA   Pd proyeksi x dari A

Fy    P cos dA    Pd proyeksi y dari A

(TRANSPORT PHENOMENA) 47
Fluida Statis Fluida Statis
TEKANAN PADA PERMUKAAN BIDANG MIRING

CONTOH 7. Gambar berikut menunjukkan sebuah bendungan yang dipasang pada


sudut 70 dari horisontal. Panjang bendungan adalah 20 ft dan lebarnya 10 ft dan
berisi air sampai pada puncaknya. Berapa gaya bersih karena air tersebut pada
arah yang tegak lurus bendungan? Berapakah komponen x dan y nya?

20 ft

70

Penyelesaian:
Kontribrusi atmosfer saling meniadakan, sehingga bisa digunakan tekanan gage:

(TRANSPORT PHENOMENA) 48
Fluida Statis Fluida Statis
TEKANAN PADA PERMUKAAN BIDANG MIRING

Penyelesaian:
Kontribrusi atmosfer saling meniadakan, sehingga bisa digunakan tekanan gage:

F   P dA  Wg  hdz h z sin z adalah jarak yang diukur kebawah dari


z 20 ft puncak bendungan
z2 
F  Wgsin  
2  z 0 θ
lbm ft
 10 ft  62,3 3  32,2 2  0,9397 
20 ft 2

lbf  s
ft s 2 32,2 lbm  s2
 1,17  105 lbf  520,3 kN
Z
h
z 20 ft
z2 
Fx   P sindA  Wgsin   2
 F sin
2  z 0
 1,17  105 lbf  0,9397  1,10  105 lbf  489 kN
z 20 ft
z2 
Fy    P cos dA  Wg sin cos    F cos 
2  z 0
 1,17  105 lbf  0,342  4 ,0  104 lbf  177,9 kN
(TRANSPORT PHENOMENA) 49
Fluida Statis
Fluida Statis
CONTOH 8. Sebuah bendungan dibangun dari sebuah pipa silinder besar
berdiameter 10 ft dan panjang 3 ft (lihat Gambar ). Hitung komponen gaya fluida
vertikal dan horisontal bersih pada bendungan ini.

P h

r
10 ft

Penyelesaian:
Seperti sebelumnya kontribusi tekanan atmosfer saling meniadakan sehingga kita
dapat bekerja dengan tekanan gage: P  gh  gr  r cos  ; dA  Wrd 

Fx   P sindA  Wg  r  r cos  sinrd  
Fy    P cos dA  Wg  r  r cos  cos rd 
0 0


 Wgr 2  cos   12 sin2  

0  2Wgr 2  Wgr 2 sin  12 sin cos   12  0  Wgr 2

lbm ft lbf  s2 2
 2  3 ft  62,3 3  32,2 2  5 ft  
2
lbm ft lbf  s2
ft s 32,2 lbm  ft  2  3 ft  62,3 3  32,2 2  5 ft  
2

ft s 32,2 lbm  ft
 9345 lbf  41,57 kN

2  Fx  7340 lbf  32,65 kN
h 4
Fx  gW
2
(TRANSPORT PHENOMENA) 50
Fluida Statis Fluida Statis
Gaya Apung
Hukum Archimedes

Benda yang tercelup didalam suatu fluida mengalami gaya apung (buoyancy force)
sebesar berat fluida yang dipindahkannya.
Benda yang terapung memindahkan fluida yang beratnya sama dengan berat benda
tersebut.

Patas F  Pdasar  Patas xy  BgHxy


x
y Pdasar – Patas = liqgh + udarag(H – h),

H F  liqghxy  udara gH  hxy  BgHxy

h F  liq  B gVliq  udara  B gVudara

Pdasar

(TRANSPORT PHENOMENA) 51
Fluida Statis Fluida Statis
CONTOH 9: Balon helium berada pada tekanan dan suhu yang sama seperti udara
disekitarnya (1 atm, 20C) dan memiliki diameter 3 m. Berat kulit plastik balon dapat
diabaikan. Berapa banyak beban yang dapat diangkat keatas oleh balon tersebut?

Penyelesaian:

Fapung  udaragVbalon Whel  hel gVbalon

Beban  Fapung  Whel  Vbalon gudara  hel 


P
 Vg Mudara  Mhel 
RT
 9,81 m 1 atm
  3 m3  2 
6 s  
8,2  10 -5 m3  atm/ mol  K  293,15 K 
 g g  kg N  s2
  29 4  
 mol mol  1000 g kg  m
 144,2 N  32,4 lbf
(TRANSPORT PHENOMENA) 52
Fluida Statis Fluida Statis
CONTOH 10: Sebuah balok kayu mengapung pada antarmuka lapisan bensin dan
lapisan air (lihat Gambar ). Berapa fraksi kayu yang dibawah antarmuka?

Bensin sg = 0,72 Vkayu kayu g  Vair air g  Vbensin bensing

Dibagi ρair

Kayu Vkayu sgkayu  Vair  Vbensinsgbensin


sg = 0,96 Vkayu  Vair  Vbensin
Air Vkayu sgkayu  Vair  Vkayu  Vair sgbensin

Vair sgkayu  sgbensin 0,96  0,72


   0,866
Vkayu 1  sgbensin 1  0,72

(TRANSPORT PHENOMENA) 53
Fluida Statis Fluida Statis
Pengukuran Tekanan: Manometer

Patm
Patm  PC  mgd2
D
g PA  PB   T gd1
A z
d2
Fluida dalam d1 PA  Patm  mgd2  T gd1
tangki - T
B C

Fluida manometer - m

(TRANSPORT PHENOMENA) 54
Fluida Statis Fluida Statis
Pengukuran Tekanan: Manometer

1 2

Aliran

2P1  P2 
Q  AoCd
 1   4 
z

P1  P2  m   gz

2m   gz
Q  AoCd
Orifice meter
 1   4 

(TRANSPORT PHENOMENA) 55
Fluida Statis Fluida Statis
Pengukuran Tekanan: Manometer

CONTOH 11. Sebuah manometer digunakan untuk untuk mengukur head atau
pressure drop sebuah flow meter (orifice). Fluida dalam manometer adalah air
raksa (m = 13,6 g/cm3) dan fluida yang mengalir adalah air ( = 1,00 g/cm3).
Pembacaan pada manometer z adalah 32,7 cm. Hitung beda tekanan dalam
N/m2 menggunakan sistem satuan SI.

Penyelesaian:

 
P1  P2  m   gz  13.6  11000 kg/m3  9,8066 m/s 2 32,7 100 m
 4,040  104 N/m2

(TRANSPORT PHENOMENA) 56
Post test Yuuukk..!
Post test
1. Sebuah tangki gas dihubungkan dengan sebuah manometer pipa-U (berisi
air) terbuat dari kaca dengan salah satu ujungnya terbuka ke atmosfer.
Densitas gas adalah 1,1 kg/m3. gas menekan air dalam manometer ke
bawah sehingga jarak d1 adalah 15 cm dan d2 adalah 30 cm. hitung tekanan
gage dalam tangki.
2. Fluida dalam manometer ethyl iodide dengan s.g = 1,93. ketinggiannya
adalah d1 = 44 in dan (d2-d1) = 8 in.
a. berapa tekanan gage dalam tangki?
b. berapa tekanan absolut dalam tangki?

(TRANSPORT PHENOMENA) 57