Anda di halaman 1dari 3

Menurut kamus kedokteran Dorland (2012) Masukan makanan Genetik Aktifitas tubuh ↓

Obesitas merupakan peningkatan berat badan melampaui batas kebutuhan


fisik dan skeletal, akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan.
PENGERTIAN PATOFISIOLOGI OBESITAS
Obesitas didefinisikan sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang
dapat mengganggu kesehatan (WHO, 2015).
Mekanisme neuro kumoral
Abdomen

PENGUKURAN STATUS GIZI Menekan diafragma Ke atas


Hipotalamus

Untuk anak umur 60 – 72 bulan Pengatur keseimbangan energi

Hasil Pengukuran Z- Status Gizi (IMT/U) Tindakan Inspirasi inefektif


score Pengatur lapar dan kenyang, regulasi sekresi hormon laju pengeluaran energi

Segera rujuk ke RS Lapang thorax tidak maksimal


Di atas 2 SD Obesitas Sinyal afaren
Menghitung IMT
Asupan Gizi Sesak nafas
disesuaikan dengan
berat badan (kg) Setelah dapat sinyal dari aferen parifer (jar. adiposa, usus, dan jar-otot
> 1 SD s.d 2 SD Gemuk
kebutuhan dan
aktivitas anak Tinggi badan (m2) Apneu
Sinyal bersifat anabolik
Berikan pujian kepada
-2 SD s.d 1 SD Normal ibu dan anak Ketidakefektifan pola nafas
↑ Lapar, ↓ pengeluaran energi
Asupan Gizi
ditingkatkan dan Kolesistokinin sebagai stimulator rasa lapar
-3 SD s.d < -2 SD Kurus
jadwalkan kunjungan
berikutnya Asupan energi ↑ Asupan energi
Intervensi :
• Manajemen jalan ↑ Asupan makanan
Segera rujuk ke
napas Penumpukan lemak pada
Di bawah -3 SD Sangat kurus Puskesmas dengan Penumpukan lemak pada
• Pemantauan respirasi Sejumlah bagian tubuh
TFC atau ke RS Sejumlah bagian tubuh ↓ Pengeluaran energi
• Edukasi pengukuran
respirasi
• Dukungan ventilasi Kegemukan
Jar-adiposa bertambah Lipid di simpan dalam jar-adiposa

Gangguan Citra Massa tubuh

MANIFESTASI DAMPAK Ketidakseimbangan Nutrisi


lebih dari kebutuhan tubuh
Defisit pengetahuan Tubuh berat

KLINIS Intervensi :
Malas bergerak

• Anak obesitas memiliki berat badan lebih yang


PENCEGAHAN Intervensi :
• Edukasi nutrisi anak
• Edukasi berat badan
Intervensi :
• Promosi citra
tubuh
Gaya hidup
monoton
• Identifikasi status nutrisi efektif
lebih tinggi dari anak seusianya. • Promosi koping
• Identifikasi kebutuhan • Edukasi diet
• Anak obesitas akan mencapai masa pubertas kalori dan jenis nutrien • Dukungan Tidak mampu
• Edukasi aktivitas
lebih cepat. • Monitor asupan makanan fisik
penampilan Beraktivitas lebih
• Pertumbuhan anak obesitas lebih cepat dari • Monitor berat badan • Edukasi pemberian
peran
anak seusianya dan pertumbuhan tingginya lebih • Ajarkan diet yang di • Edukasi
makan pada anak
programkan perawatan diri Inteloren
cepat selesai.
• Kolaborasi dengan ahli aktivitas
• Anak obesitas memiliki bentuk muka yang tidak
gizi untuk menentukan
proporsional, hidung dan mulut relatif kecil dan jumlah kalori dan jenis
memiliki dagu ganda. nutrien yang dibutuhkan
• Terdapat timbunan lemak pada daerah lengan
atas, payudara, perut, dan paha. (pada anak laki-
laki tumbuh payudara, penis terlihat kecil, dan Sumber: Intervensi :
http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic/apa-saja-bahaya-obesitas-pada-anak • Manajeman energi
jari-jari terlihat kecil dan runcing. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/26/tips-pencegahan-obesitas-untuk-anak-
• Pada beberapa bagian tubuh terdapat striae • Terapi aktivitas
remaja
http://p2ptm.depkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/pesan-pencegahan-obesitas-tips-untuk-bayi-balita • Manajemen program
http://repository.unimus.ac.id/2457/3/BAB%20II.pdf latihan
http://eprints.undip.ac.id/57603/3/Neva_Arunika_Utami_22010113120055_Lap.KTI_Bab2.pdf • Edukasi latihan fisik
https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penelitian_1_dir/2918fe86d470c23f1c120a6ee430247d.pdf • Promosi latihan fisik
PPNI. 2018. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. Jakarta: DPP PPNI.
Modul pembelajaran Skrining Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia 0-6 tahun
Sanitasi dan pelayanan
yang tidak memadai
Sosial ekonomi ↓ ,
malabsobrsi
Pola asuh anak
tidak memadai
Defisit pengetahuan
Patofisiologi Pengertian
Diagnosa :
Program gizi tidak
berjalan efektif
Intake nutrisi ↓
Pola makan tidak
terkontrol dengan baik
Defisit Pengetahuan adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan
Tentang Nutrisi Bayi b.d
Faktor Keluarga
(Familial Short
Kurang terpapar informasi yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur
Stature)
Intervesi :
- Identifikasi kemampuan
dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua
STUNTING ibu menyediakan nutrisi
- Sediakan Materi dan
standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO.
media pendidikan
Hilangnya lemak di bantalan kesehatan
kulit - Jelaskan tanda-tanda
awal rasa lapar
Gangguan Daya tahan - Ajarkan cara memilih
metabolisme otak tubuh ↓ makanan sesuai dengan
usia bayi

Terganggu DNA di
susunan saraf
Keadaan
umum lemah
Turgor kulit menurun dan
keriput
Indikator Stunting
Diagnosa :
Resiko Infeksi b.d Malnutrisi Risiko kerusakan integritas
Gangguan Risiko infeksi
pertumbuhan sel- kulit
Intervesi :
sel otak - Cuci tangan sebelum dan
Kategori Status
sesudah kontak dengan
pasien dan lingkungan Indeks Gizi
Ambang Batas (Z-Score)
Kecerdasan dan Harga diri pasien
mental ↓ rendah - Anjurkan meningkatkan
asupan cairan
- Anjurkan meningkatkan
Diagnosa : Panjang Badan
Intelektual ↓ Tidak mudah
asupan nutrisi
Resiko gangguan Integritas Sangat Pendek <-3 SD
bergaul
- Anjarkan cara mencuci
Kulit / Jaringan b.d menurut Umur (PB/U)
tangan dengan benar
Perubahan status nutrisi
atau Tinggi Badan
Pendek -3 SD s/d ≤ -2 SD
Sulit Intervesi : Normal -2 SD s/d 2 SD
berkonsentrasi Menarik diri - Identifikasi Penyebab menurut umur (TB/U)
gangguan integritas kulit
Tinggi > 2 SD
- Hindari Produk berbahan
dasar alkohol pada kulit
anak umur 0-60 bulan
Gangguan tumbuh Isolasi sosial
kembang kering
- Anjurkan meningkatkan Sumber : Kepmenkes RI, 2010
asupan nutrisi
- Anjurkan meningkatkan
asupan buah dan sayur

Diagnosa :
Gangguan Tumbuh Kembang Diagnosa :
Isolasi Sosial b.d Keterlambatan
Intervesi : Perkembangan
- Identifikasi Pencapaian tugas
perkembangan anak
- Motivasi anak berinteraksi
Intervesi :
- Identifikasi harapan citra tubuh
Dampak Pencegahan Manifestasi Klinis
dengan anak lain berdasarkan tahap perkembangan
- Dukung anak mengekpresikan - Diskusikan perbedaan penampilan
diri melalui penghargaan positif fisik terhadap harga diri
atau umpan balik atas usahanya
- Anjurkan orang tua
- Diskusikan cara mengembangkan • Anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya
harapan citra tubuh secara realistis
berinteraksi dengan anaknya - Anjurkan mengungkapkan • Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak
gambaran diri terhadap citra tubuh
tampak lebih muda atau lebih kecil untuk usianya
• Pertumbuhan tulang tertunda
• Berat badan tidak naik
• Cenderung menurun
• Untuk anak perempuan
- Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil • Menstruasi terlambat
- Beri ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan
Sumber :
https://www.kemkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/buletin/Buletin-Stunting-2018.pdf - Dampingi ASI Eksklusif dengan MPASI sehat • Mudah terkena penyakit infeksi
https://jurnal.pasarpolis.com/2018/02/28/gejala-penyakit-stunting-pada-anak/ (diaskes pada 26/2/2020)
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2016). Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia. Jakarta: DPP PPNI. - Terus memantau tumbuh kembang anak
Tim Pokja SIKI DPP PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. Jakarta: DPP PPNI. - Selalu jaga kebersihan lingkungan
Pemeriksaan status gizi Untuk anak umur 0-60 bulan

Status Gizi (BB/TB atau


Hasil Pengukuran Z-score Tindakan
BB/PB)
1. Tentukan penyebab
utama anak
> 2 SD Gemuk kegemukan
2. Konseling gizi sesuai
penyebab
Berikan pujian kepada ibu
-2 SD s.d 2 SD Normal
dan anak
1. Tentukan penyebab
utama anak kurus
-3 SD s.d -2 SD Kurus 2. Konseling gizi sesuai
penyebab

Segera rujuk ke Puskesmas


Di bawah -3 SD Sangat kurus
dengan TFC atau ke RS