Anda di halaman 1dari 55

Proses Pembentukan Urin

(Transport Transepitel Nefron:


Reabsorbsi dan Sekresi)
Sestramita
PMIB FKUI
II. Sekresi dan Reabsorpsi
Setelah filtrat glomerular terbentuk, maka sel-
sel tubulus akan:
menambah konsentrasi bahan tertentu pada filtrat
dengan cara sekresi
mengurangi konsentrasi bahan tertentu pada filtrat
dengan cara reabsorpsi
kecepatan sekresi atau reabsorpsi tergantung
pada kebutuhan tubuh terhadap bahan tersebut
Mekanisme Sekresi dan Reabsorpsi

• Transport aktif:
- transport aktif primer
- transport aktif sekunder
- transport aktif reabsorpsi protein:
pinositosis (endositosis)
• Transport pasif
- melalui ruang antar sel
- menggunakan carrier
• Osmosis: air
Tranport Maksimum (Tm)

• Kecepatan maksimum dari transport aktif tubulus


renal
• Bahan yang mengalami transport pasif, tidak punya
Tm, sebab kecepatan transport juga tergantung
pada:
- gradien elektrokimia untuk difusi
- permeabilitas membran terhadap bahan
tersebut
- waktu saat bahan tersebut berada dalam
tubulus (diesebut: gradient-time transport)
Proses di Tubulus Proksimal

• Sel epitel tubulus proksimal “highly metabolic”


dan banyak sekali mitokondria untuk transport
aktif
• Mrmpunyai “brush border” yang sangat luas 
“surface area” yang sangat luas untuk transport
• Mempunyai banyak sekali protein carrier dan
sejumlah besar ion Na  transport aktif
sekunder (co-transport dan counter transport)
Jadi proses reabsorpsi yang paling aktif
….Proses di Tubulus Proksimal

• Di setengah pangkal: reabsorpsi


natrium bersama dengan co-transport
Na: glukosa, asam amino
• Di setengah ujung: reabsorpsi Na
terutama dengan Cl
• Diikuti oleh osmosis air
Proses di Ansa Henle

Ansa Henle mempunyai 3 segmen yang berbeda secara


fungsional:
• Segmen desenden tipis (thin descending):
- sangat permeabel terhadap air
- permeabel (moderat) terhadap bahan terlarut

- difusi sederhana
- reabsorpsi air (20%)
Proses di Ansa Henle
• Segmen asenden tipis (thin ascending):
- tidak permeabel terhadap air
- kapasitas reabsorpsi sangat rendah
• Segmen asenden tebal (thick ascending)
- tidak permeabel terhadap air
- mempunyai sel epitel yang tebal
- sel epitelnya “highly metabolic”

- reabsorpsi aktif Na, Cl, K (25%)
- counter transport Na-H

Cairan tubular sangat encer
Proses di Tubulus Distal

• Di setengah pangkal:
- karakteristik reabsorptif mirip dengan segmen
asenden tebal ansa Henle
- reabsorpsi aktif hampir semua ion termasuk Na,
Cl, K
- tidak permeabel terhadap air

Cairan tubular encer
• Di setengah ujung tubulus distal dan bagian
pangkal (bagian kortikal)duktus koligentes
(collecting duct)
- mempunyai 2 macam sel:
> sel prinsipal: Na, sekresi K
> sel intercalated: reabsorpsi K, sekresi H
- tidak permeabel terhadap urea
- permeabelitas terhadap air diatur oleh ADH (Anti
Diuretic Hormon) (= vasopressin)
> ADH meningkat: permeabel terhadap air
> ADH tidak ada: sangat tidak permeabel
terhadap air

Mekanisme kontrol derajad dilusi atau konsentrasi urin
• Di bagian ujung (bagian medula) duktus
koligentes (collecting duct)
- memegang peranan yang sangat penting dalam
menentukan output akhir urin
- Permeabel terhadap urea
- Permeabelitas terhadap air juga diatur ADH
- Bersama dengan duktus koligentes kortikal:
mempunyai kemampuan untuk mensekresikan
ion H

Berperan penting dalam mengatur keseimbangan asam-basa
Pemekatan Urin
(Mekanisme Countercurrent)

• Sekresi ADH: permeabelitas tubulus distal dan duktus


koligentes terhadap air meningkat  reabsorpsi air
meningkat
• Jaringan intersisial di medula renal (di sekitar duktus
koligentes) sangat hiperosmotik  air yang direabsorpsi di
bawah pengaruh ADH akan masuk ke dalam jaringan
intersisium ginjal
• Mekanisme yang membuat intersisial renal hiperosmotik
adalah mekanisme countercurrent, yaitu peranan dari ansa
Henle dan vasa recta (kapiler peritubuler khusus di medula
renal)
Kontrol hormon pada reabsorpsi tubular

• Aldosteron: meningkatkan reabsorpsi Na dan sekresi


K
• Angiotensin II (AT II): meningkatkan reabsorpsi Na
dan air
• ADH: meningkatkan reabsorpsi air
• Atrial Natriuretic Peptide (ANP): mengurangi
reabsorpsi Na dan air
• Paratiroid: meningkatkan reabsorpsi Ca
Diuresis Osmotik
• Terjadi bila banyak bahan terlarut di dalam cairan
tubular yang tidak direabsorpsi (mis; pemberian
manitol)

Cairan tubular menjadi hiperosmotik

Reabsorpsi air berkurang  ekskeri air meningkat

diuresis
Diuresis Air
• Terjadi pada Diabetes Insipidus (ADH tidak ada)

Reabsorbsi air di tubulus distal dan duktus koligentes
berkurang

ekskeri air meningkat

Diuresis
Pengaturan ekskresi Na

• Na difiltarsi di glomerolus
• Direabsorpsi aktif di sepanjang tubulus (kecuali di ansa
Henle asenden tipis)
• 96 – 99 % Na yang difiltrasi direabsorpsi, karena Na
adalah kation penting pada cairan ekstraselular
• Hormon Aldosteron dan AT II meningkatkan reabsorpsi
Na  ekskresi Na berkurang
• ANP mengurangi reabsorpsi Na  ekskresi Na
meningkat
Transport aktif dan pasif tubulus
Reabsorbsi
• Transport aktif dan pasif
• Tubulus-kapiler peritubular
• Transport Maximum (Tm)
• Renal plasma threshold
Transport Tubulus
Reabsorbsi
• Difusi
• Difusi difasilitasi : carrier atau transporter
• Transport aktif primer
• Transport aktif sekunder : Cotransport dan countertransport
• Endocytosis
• Solvent drag
Reabsorbsi
• Mengembalikan/menarik bahan-bahan yang masih digunakan oleh
tubuh
Reabsorbsi di berbagai segmen
• Tubulus proksimal
– Mitokondria >> : transport aktif
– 65 % zat direabsorbsi
– Kecepatan reabsorbsi di tubulus proksimal, selain tergantung pada
transport aktif melalui epitel tubulus juga dipengaruhi oleh faktor yang
mempengaruhi tekanan intertitial
– Na+
• Membran basolateral : transport aktif
• Membran luminal : difusi yang dipermudah
– Osmolaritas cairan tubulus relatif konstan, permeabel thdp air.
Reabsorbsi di berbagai segmen
• Tubulus proksimal
– Glukosa, asam amino : cotransport sodium
– Protein direabsorbsi dengan pinositosis di membran luminal,
kemudian di dalam sel tubulus dipecah menjadi asam amino dan
dengan difusi dipermudah menembus membran basolateral. 30 gr/hari
protein yang terfiltrasi (megalin or cubilin are associated with
proteinuria, suggesting both receptors to be essential to normal
tubular reabsorption of filtered proteins)
– Tempat penting untuk sekresi asam dan basa organik seperti garam
empedu, oksalat, urat dan katekolamin
Reabsorbsi di berbagai segmen
• Segmen tipis ansa Henle
– Bagian descenden
• Sangat permeabel terhadap air : 20 % air yg difiltrasi
• Permeabel terhadap urea, natrium
– Bagian ascenden
• Dibandingkan dengan descenden, lebih permeabel terhadap urea
• Kurang permeabel terhadap air pemekatan urin
Reabsorsi di berbagai segmen
• Segmen tebal ansa Henle
– Impermeabel terhadap air dan urea
– Transport aktif : Na+, K+, Cl-  25 % dari beban yang difiltrasi
– Berperan dalam mengatur konsentrasi urin
• Segmen distal
– Segmen dilusi
• Impermeabel terhadap air dan urea
• Mengabsorbsi kebanyakan ion
– Tubulus distal akhir
• Impermeabel terhadap urea
• Di pengaruhi oleh aldosteron
• Dipengaruhi ADH

• Duktus kolektivus
• Dipengaruhi ADH
• Sedikit permeabel terhadap urea

• Aldosteron
– Permeabilitas membran luminal terhadap Na+ meningkat – Peningkatan Na, K – ATPase – ATP meningkat • ADH – Peningkatan ADH meningkatkan
reabsorbsi air dan urea
• Reabsorpsi tubulus
• • Adalah proses penyerapan kembali zat yang dibutuhkan oleh tubuh
seperti glukosa, asam amino, nutrisi organik, air dan garam mineral •
Dapat terjadi secara pasif (osmosis tanpa energi) maupun aktif
(memerlukan energi) • Biasanya tubulus mereabsorpsi sekitar 99%
dari H2O yang terfiltrasi, 100% gula terfiltrasi, dan 99,5% garam yang
terfiltrasi • Urine yang dihasilkan setelah proses reabsorpsi tubulus
disebut urine sekunder
• Bahan yang direabsorbsi di harus melewati lima penyaring terpisah
yang disebut transpor transepitel, sebagai berikut:
• 1. Bahan harus meninggalkan cairan tubulus dengan melewati
membran luminal sel tubulus
• 2. Melewati sitosol dari satu sisi sel tunulus ke sisi lainnya
• 3. Melewati membran basolateral sel tubulus untuk masuk ke cairan
interstisial (cairan diantara sel)
• 4. Berdifusi melalui cairan interstisial
• 5. Menembus dinding kapiler peritubuler untuk masuk ke plasma
darah
Reabsorpsi Air
• Pada keadaan normal, hampir 99% dari air yang menembus membran
filtrasi akan direabsorpsikan sebelum mencapai ureter
• Reabsorpsi di tubulus kontortus prosikmal diakukan degan proses osmosis
disebut reabsorpsi obligat
• Reabsorpsi air di tubulus kontortus distal disebut reabsorpsi fakultatif, yaitu
reabsorpsi yang terjadi tergantung kebutuhan
• Reabsorpsi air di tubulus kontortus distal dipengaruhi oleh hormon
antidiuretik (ADH) yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis
• Bila sekresi hormon antidiuretik sangat berkurang maka reabsorpsi air akan
dihambat
• Hal tsb menyebabkan jumlah urine yang diekskresikan menjadi banyak
• Keadaan tsb disebut diabetes insipidus
Reabsorpsi zat yang penting bagi tubuh
• Zat zat yang penting dalam tubuh yang secara aktif direabsorpsi
adalah protein, asam amino, glukosa, asam asetoasetat dan vitamin
• Zat zat tersebut direabsorpsi secara aktif di tubulus proksimal,
sehingga tidak ada lagi dilekung Henle
Reabsorpsi Zat Tertentu
• Dapat terjadi secara transpor aktif dan difusi
• Contoh, pada sisi tubulus yang berdekatan dengan lumen tubulus
renalis terjadi difusi ion Na+ , sedangkan pada sisi sel tubulus yang
berdekatan dengan kapiler terjadi transpor aktif ion Na+
• Tranpor aktif Na+ menyebabkan menurunnya kadar ion Na+ di sel
tubulus renalis, sehingga difusi Na+ terjadi dari lumen sel tubulus
renalis
c. Augmentasi
• Adalah proses penambahan zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh
ke dalam tubulus kontortus distal
• tubulus mengeluarkan zat-zat tertentu yang mengandun sel-sel ion
hidrogen dan ion kalium yang kemudian menyatu dengan urin
sekunder
• Penambahan ion hidrogen dimaksudkan untuk menjaga
kesetimbangan pH dalam darah
• urin yang terbentuk akan disimpan sementara dalam kantung kemih
dan selanjutnya dibuang melalui uretra
Penyimpanan sementara urine dan berkemih
• Urine dari duktus kolektivus
• pelvis renalis ureter vesike urinaria
• Ureter kontraksi mendorong urine ke kantung kemih
• Dari kantung kemih urine mengalir ke uretra
• Uretra berdiameter 4-6 mm panjang uretra pada wanita dewasa 2,5-
3,5 cm, sedangkan pada laki laki dewasa 17-22,5 cm
• Keinginan membuang air kecil : penambahan tekanan di dalam
kandung kemih yang dapat dikendalikan oleh saraf pusat di ota
Penyimpanan sementara urine dan berkemih
• • Urine dari duktus kolektivus pelvis renalis ureter vesike
urinaria • Ureter kontraksi mendorong urine ke kantung kemih • Dari
kantung kemih urine mengalir ke uretra • Uretra berdiameter 4-6 mm
panjang uretra pada wanita dewasa 2,5-3,5 cm, sedangkan pada laki
laki dewasa 17-22,5 cm • Keinginan membuang air kecil :
penambahan tekanan di dalam kandung kemih yang dapat
dikendalikan oleh saraf pusat di otak
• Fungsi Sekresi
• Ginjal menghasilkan berbagai substansi yang sangat perlu bagi tubuh,
• seperti :
• a. Renin
• Hormon ini menyebabkan pembentukan angiotensin II yaitu
• protein yang bersifat vasokonstriktor kuat yang berguna untuk
• memacu retensi garam. Hormon ini perlu untuk pemeliharaan
• tekanan darah.
• Vitamin D
• Merupakan hormon steroid yang dimetabolisme di ginjal menjadi
• bentuk aktif 1,25-dihidroksikolekalsiferol, yang terutama berperan
• meningkatkan absorpsi kalsium dan fosfat dari usus.
• c. Eritropoetin
• Merupakan protein yang diproduksi di ginjal; meningkatkan
• pembentukan sel darah merah di sumsum tulang.
• d. Prostaglandin
• Diproduksi di ginjal; memiliki berbagai efek, terutama pada tonus
• pembuluh darah ginjal.
• Ginjal menjalankan fungsi yang vital sebagai pengatur volume dan
komposisi
• kimia darah dengan mengekskresikan zat terlarut dan air secara selektif.
• Dalam proses pembentukan urin, ginjal menyerap kembali elektrolit
penting
• melalui transport aktif dalam tahap reabsorpsi. Komposisi dan volume
cairan
• ekstraseluler ini dikontrol oleh filtrasi glomerulus, reabsorpsi, dan sekresi
• tubulus. (Sherwood, 2006)
• Reabsorpsi Tubulus
• Reabsorpsi tubulus merupakan proses menyerap zat-zat yang diperlukan
• tubuh dari lumen tubulus ke kapiler peritubulus. Proses ini merupakan
• transport transepitel aktif dan pasif karena sel-sel tubulus yang berdekatan
• dihubungkan oleh tight junction.

• Berikut ini merupakan zat-zat yang direabsorpsi di ginjal :
• a. Reabsorpsi glukosa
• Glukosa direabsorpsi secara transport aktif di tubulus proksimal.
• Proses reabsorpsi glukosa ini bergantung pada pompa Na ATP-ase,
• karena molekul Na tersebut berfungsi untuk mengangkut glukosa

• menembus membran kapiler tubulus dengan menggunakan energi.

• b. Reabsorpsi natrium

• Natrium yang difiltrasi seluruhnya oleh glomerulus, 98-99% akan

• direabsorpsi secara aktif di tubulus. Sebagian natrium 67%

• direabsorpsi di tubulus proksimal, 25% direabsorpsi di lengkung

• Henle, dan 8% di tubulus distal dan tubulus pengumpul (Sherwood,

• 2006). Natrium yang direabsorpsi sebagian ada yang kembali ke

• sirkulasi kapiler dan dapat juga berperan penting untuk reabsorpsi

• glukosa, asam amino, air, dan urea (Corwin, 2009).

• c. Reabsorpsi air

• Air secara pasif direabsorpsi melalui osmosis di sepanjang tubulus.

• Sebanyak 80% akan direabsorpsi di tubulus proksimal dan ansa

• Henle. Sisanya akan direabsorpsi di tubulus distal dan duktus

• pengumpul dengan kontrol vasopressin. (Sherwood, 2006)

• d. Reabsorpsi klorida

• Direabsorpsi secara pasif mengikuti penurunan gradien reabsorpsi

• aktif dari natrium. Jumlah ion klorida yang direabsorpsi ditentukan

• oleh kecepatan reabsorpsi ion natrium. (Sherwood, 2006)

• e. Reabsorpsi kalium

• Kalium difiltrasi seluruhnya di glomerulus, kemudian akan

• direabsorpsi secara difusi pasif di tubulus proksimal sebanyak 50%,

• 40% kalium akan direabsorpsi di ansa henle pars asendens tebal, dan

• sisanya direabsorpsi di duktus pengumpul. (Corwin, 2009)


• Reabsorpsi urea
• Urea merupakan produk akhir dari metabolism protein. Ureum akan
• difiltrasi seluruhnya di glomerulus, kemudian akan direabsorpsi
• sebagian di kapiler peritubulus, dan urea tidak mengalami proses
• sekresi. Sebagian ureum akan direabsorpsi di ujung tubulus proksimal
• karena tubulus kontortus proksimal tidak permeabel terhadap urea.
• Saat mencapai duktus pengumpul, urea akan mulai direabsorpsi
• kembali. (Sherwood, 2006)
• g. Reabsorpsi fosfat dan kalsium
• Ginjal secara langsung mengatur kadar ion fosfat dan kalsium dalam
• plasma. Kalsium difiltrasi seluruhnya di glomerulus, 40% direabsorpsi
• di tubulus kontortus proksimal dan 50% direabsorpsi di ansa henle
• pars asendens. Dalam reabsorpsi kalsium dikendalikan oleh hormone
• paratiroid. Ion fosfat yang difiltrasi, akan direabsorpsi sebanyak 80%
• di tubulus kontortus proksimal kemudian sisanya akan diekskresikan
• ke dalam urin.
• Sekresi Tubulus
• Sekresi adalah proses perpindahan zat dari kapiler peritubulus kembali ke
• lumen tubulus. Proses sekresi yang terpenting adalah sekresi ion H+, K+
• dan ion-ion organik. Proses sekresi ini melibatkan transport transepitel. Di
• sepanjang tubulus, ion H+ akan disekresi ke dalam cairan tubulus
• sehingga dapat tercapai keseimbangan asam-basa. Asam urat dan K+
• disekresi ke dalam tubulus distal. Sekitar 5% dari kalium yang terfiltrasi
• akan disekresikan dalam urin dan kontrol ion K+ tersebut diatur oleh
• hormone antidiuretik (ADH).
MekanismePembentukanUrin
• 3 prosesutamapembentukanurin:
• 1.Filtrasiglomerulus prosespenyaringanbesar-besaranplasma (hampir
bebasprotein) darikapilerglomeruluskedalam kapsulabowman
• 2.Reabsorpsitubulus perpindahanzatdarilumen tubulusmenujuplasma
kapilerperitubulus
• 3.Sekresitubulus perpindahanzatdariplasma kapilermenujulumen
tubulus
REABSORPSI
• 99% cairanyang difiltrasiglomerulusdiserap
kembaliolehtubulus(sebagianbesardi tubulusproksimal), 1% diekskresi
• 1.Bbrpsenyawaasingyang difiltrasitidakakan direabsorpsi, LFG yang
tinggiper harimembantu membersihkanplasma darisenyawaasingtsb.
2.LFG yang tinggimenyebabkanair & ion terfiltrasi dengan cepat.
Ketikafiltratmelaluitubulusginjal& memerlukanair & ion
ygterfiltrasitsb, makaakan diserapkembali.
• Reabsorpsi Natrium
• Terjadiditubulus proksimalmll •kanalion krnadanya
gradienelektrokimia dimembranapikal,& •transport aktifpompa Na+-
K+-ATPasedi membran basolateral
• Reabsorpsi Glukosa
• Terjadiditubulusproksimal mll •transport aktifsekunder dg
simportnatrium, yaitu: kotransporterNa+glukosadimembran apikal,
dan •Difusiterfasilitasidg pompaNa+-K+-ATPasedi
membranbasolateral
• Reabsorpsi Urea
• •Terjadiditubulus proksimaldengan caradifusipasif karenagradien
konsentrasiurea yang disebabkan olehreabsorpsi natriumdansolut
lain.
PenangananglukosaolehNefron
PenangananGlukosaolehNefron
• •Prosesyang terjadidinefrondapatdigambarkan sbb: jmlygdiekskresi=
jmlygdifiltrasi–jmlygdireabsorpsi+ jmlygdisekresi
•Glukosatidakdisekresi, shg: jmlglukosaygdiekskresi=
jmlglukosaygdifiltrasi–jmlglukosaygdireabsorpsi
•Dalamkeadaannormal, semuaglukosaygdifiltrasi
direabsorbsi⇒jmlglukosaygfiltrasi= jmlyg direabsorpsi
•Ketikaambangrenal untukglukosatercapai, maka
glukosaakandiekskresikan⇒glikosuria≈kadar guladarahmeningkat
SEKRESI
• •SekresiialahperpindahanmolekuldariCES kelumen tubulusnefron.
•Sekresibergantungpadasistemtransport membran;
merupakantransport aktifkrnmelawangradien
konsentrasi→sbgnbesarmlltransport aktifsekunder. •Prosessekresi:
difusizatdarikapilerperitubuluske interstisium→zatmenujulumen
tubulusdg menyebrangitight junction antarsel(jalurparaselular)
ataumelewatimembranbasolateral& membranapikal
(jalurtranselular). •SekresiK+&
H+olehnefronpentingdalamhomeostasis ion-ion tsb.
•Sekresimembantunefronmeningkatkanekskresis/ molekul.