Anda di halaman 1dari 30

NURSING CARE OF PATIENT IN

EMERGENCY ROOM
• Pelayanan Kegawatdaruratan adalah tindakan
medis yang dibutuhkan oleh pasien gawat
darurat dalam waktu segera untuk
menyelamatkan nyawa dan pencegahan
kecacatan (PMK 47 tahun 2018 tentang
pelayanan kegawatdaruratan)
• Pelayanan Kegawatdaruratan di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan dilakukan di:
1. Ruangan Gawat Darurat atau ruang tindakan untuk
Puskesmas, Klinik, atau tempat praktik mandiri
Dokter dan Dokter Gigi/tenaga kesehatan lain; dan
2. Instalasi Gawat Daurat untuk Rumah Sakit.
Tempat Pelayanan Kegawatdaruratan tersebut
berperan sebagai gerbang utama jalan masuknya
Pasien.
INSTALASI GAWAT DARURAT
Suatu tempat / unit di RS yg memiliki tim
kerja dengan kemampuan khusus &
peralatan khusus, yg memberikan
pelayanan pasien gawat darurat,
merupakan rangkaian dari upaya
penanggulangan pasien gawat darurat
yang terorganisir.
MANAJEMEN KEPERAWATAN DI IGD

Kepala
Instalasi Gawat Darurat

Koordinator Dokter Kepala Ruangan IGD

Depo Farmasi Security Pekarya Kasir Administrasi/Rekam Medik

PJ Alat PJ Umum Triage Critical Area Intermediate care Minor Area Observasi Area
KEPALA RUANGAN IGD
• Pengertian : Seorang tenaga Keperawatan profesional yang diberi
tanggung jawab dan wewenang dalam mengelola pelayanan Keperawatan
dan fungsi manajemen di suatu ruangan IGD dan bertanggung jawab
kepada Kepala Instalasi.
• Persyaratan :
1. Pendidikan : S1 Keperawatan atau D3 Keperawatan senior
2. Kursus /Pelatihan : Manajemen Bangsal, ACLS, ATLS, ACLS, Basic
Course/FCCS, ACLS/BCLS instructure course, Triage, Neonatus lice
suport, Pediatric Live suport, PONEK/PONED
3. Pengalaman Kerja : Sebagai perawat primer 3 – 5 tahun
4. Kondisi Fisik : Sehat jasmani dan rokhani
5. Mempunyai kemampuan manajerial.
6. Mempunyai prestasi dan dedikasi
7. Penilaian kinerja baik
8. Komunikasi baik
KOORDINATOR PERAWAT RUANGAN KRITIKAL DAN NON KRITIKAL (PERAWAT
PRIMER)
• Pengertian
Seorang tenaga keperawatan profesional yang membantu tugas Kepala Ruang
dalam menyelenggarakan asuhan keperawatan di ruang rawat kritikal dan non
kritikal.
• Persyaratan :
1. Pendidikan : S1 Keperawatan / D3 Keperawatan senior
2. Kursus/Pelatihan :Managemen Bangsal, Emergency, ATLS, Basic
Course/FCCS, ACLS/BCLS instructure course, triage. Pediatric life support,
Neonatus life suport, PONED/PONEK.
3. Pengalaman kerja :Sebagai ketua tim selama 1-2 tahun
4. Kondisi fisik : Sehat Jasmani dan rohani
5. Mempunyai kemampuan managerial
6. Mempunyai prestasi dan dedikasi
7. Penilaian kinerja baik
KETUA TIM PERAWAT JAGA
• Pengertian : Seorang Perawat senior dalam satu shift jaga yang bertugas
mengepalai perawat jaga dalam shift tersebut. Ketua tim jaga yang
bertugas diluar jam kerja dapat dianggap sebagai mewakili kepala
ruangan sehingga segala hal yang berhubungan dengan keperawatan
pasien dalam shift jaga tersebut menjadi tangggung jawabnya
• Kriteria :
1. Pendidikan S1 keperawatan atau D3/D4 keperawatan yang disahkan oleh
pemerintah yang berwenang.
2. Pengalaman kerja : sebagai perawat asosiate selama 1-2 tahun.
3. Mengikuti kursus BCLS/BTLS, ACLS/ATLS, Triage, BASIC COURSE, BLS/ACLS
instructure course, Pediatric Life Support, Neonatus Life Suport, PONED/PONEK
4. Mempunyai ketrampilan di bidang keperawatan.
5. Mampu melakukan asuhan keperawatan dan prosedur keperawatan sesuai
dengan standar keperawtaan.
6. Mampu mendokumentasikan hasil pelakasanaan asuhan keperawatan.
7. Dapat bekerjasama dengan atasan dan anggota tim lainnya.
8. Sehat jasmani dan rohani.
PERAWAT ASSOSIATE
• Pengertian : adalah seorang tenaga keperawatan yang diberi
wewenang dan tanggung jawab terhadap pelayanan asuhan
keperawatan pada pasien yang menjadi tanggung jawabnya dan
bertanggung jawab kepada perawat primer / keordinator ruangan/
Ka. Tim / Ka. Shift.
• Kriteria Persyaratan :
1. Pendidikan minimal D3 Keperawatan
2. Mengikuti kursus BCLS/BTLS, ACLS/ATLS, Triage
3. Mempunyai ketrampilan di bidang keperawatan.
4. Mampu melakukan asuhan keperawatan dan prosedur keperawatan
sesuai dengan standar keperawtaan.
5. Mampu mendokumentasikan hasil pelakasanaan asuhan keperawatan.
6. Dapat bekerjasama dengan atasan dan anggota tim lainnya.
7. Sehat jasmani dan rohani.
Kewenangan Klinis
PERAWAT GAWAT DARURAT

◦ Orang terdekat dengan pasien


◦ Paling mengetahui perkembangan pasien saat
dirawat  tanda – tanda kegawatan
◦ Mampu mengenal gejala dan pertolongan
sebelum dokter datang
◦ Bertanggung jawab atas perkembangan dan
tindakan yang telah dilakukan  pencatatan
◦ Berfikir dan berinisiatif
Peran dan fungsi perawat gawat darurat
• Pelayanan
• Administrasi
manajemen
• Pendidikan
• Konsultasi
• Advokasi
• penelitian
Keunikan Pelayanan Gawat Darurat

Pelayanan gawat darurat sangat sensitif dengan waktu


Keberhasilan penanganan dibatasi oleh kemampuan
critical thingking dan pengambilan keputusan
Pelayanan dilakukan dengan pendekatan tim
Kondisi fisik dan psikologis pasien dalam kondisi ktiris
Area pelayanan sangat luas, kondisi kegawatan bisa
terjadi dimana saja
Meliputi area prehospital yang tidak terprediksi dan
melibatkan banyak pihak
Ekspektasi sosial yang tinggi
KEMAMPUAN TENAGA PERAWAT UGD

– MAMPU MENGENAL KLASIFIKASI PASIEN 


TRIAGE
– MAMPU MENGATASI PASIEN GAWAT DARURAT
– Mampu Melaksanakan PENCATATAN &
PELAPORAN YAN ASKEP .
– MAMPU BERKOMUNIKASI : Intern, Ekstern
MAMPU MENGENAL KLASIFIKASI PASIEN 
TRIAGE
Zona Hijau adalah prioritas ketiga (area
observasi), pasien dengan cidera minimal,
dapat berjalan dan menolong diri sendiri atau
mencari pertolongan (respon time 30-60
menit)
Zona Kuning adalah prioritas kedua (area
tindakan), pasien memerlukan tindakan
defenitif, tidak ada ancaman jiwa segera
(respon time 10-15 menit)
Zona Merah adalah prioritas pertama (area
resusitasi), pasien cidera berat, mengancam
jiwa yang kemungkinan besar dapat hidup bila
ditolong segera (respon time 0 menit)
MAMPU MENGATASI PASIEN GAWAT DARURAT…

Indikator Standar Minimal


Kemampuan menangani life saving anak dan dewasa 100%
Pemberi pelayanan gawat darurat yang bersertifikat yang masih berlaku 100%
BLS/PPGD/GELS/ALS
Dokumentasi Keperawatan

• Pengkajian
• Diagnosa Keperawatan
• Intervensi Keperawatan
• Implementasi Keperawatan
• Evaluasi Keperawatan
Mampu berkomunikasi efektif
(SKP 2: Komunikasi efektif)
KOMUNIKASI DALAM PELAYANAN
KEGAWATAN

Prinsip komunikasi dalam situasi krisis


• Pertahankan kejujuran dan kejelasan pesan
• Beri gambaran situasi sesungguhnya yang
sedang terjadi dengan, usahakan tidak
meningkatkan kecemasan
• Berikan support verbal dan nonverbal
Kunci kesuksesan dalam komunikasi situasi krisis
dengan pasien dan kolega

• Asertif
• Bertanggung jawab
• Caring
• Hangat
• Menghargai
• Tulus
• Empati
• Pesan spesifik
• Humor
Discharge planning
• Proses intervensi/ persiapan
melepas/memindahkan pasien dari
departement emergency
• Ke unit lain, pulang ke rumah atau dirujuk ke rs
lain
• Meliputi komunikasi dengan perawat di unit
yang baru, edukasi kepada pasien dan keluarga,
persiapan administrasi dan data pasien ketika
dirujuk
Tujuan discharge planning
• Meningkatkan pelayanan kepada pasien secara
keseluruhan
• Meminimalkan error
• Mencegah pengulangan tindakan
• Meningkatkan komunikasi
• Mempermudah manajemen dalam kasus yang sulit
• Mengurangi angka kekambuhan pasien ( pada
pasien rawat jalan)
TERIMA KASIH