Anda di halaman 1dari 11

LATIHAN NAPAS DALAM

DAN BATUK EFEKTIF

OLEH :
Kelompok M`19

PROGRAM PROFESI NERS


MANAJEMEN KEPERAWATAN
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ANDALAS
2019
LATIHAN NAFAS DALAM

Latihan napas dalam adalah bernapas


dengan perlahan dan menggunakan
diafragma, sehingga memungkinkan
abdomen terangkat perlahan dan dada
mengembang penuh (Parsudi, dkk. 2002)
 Meningkatkan relaksasi otot
 Menghilangkan ansietas
 Menyingkirkan pola aktifitas otot-otot
pernapasan yang tidak berguna, tidak
terkoordinasi, melambatkan frekuensi
pernapasan
 Mengurangi udara yang terperangkap
serta mengurangi kerja bernapas
(Suddarth & Brunner, 2002).
C ARA LATIHAN TEKNIK NAFAS DALAM

1. Tarik nafas melalui hidung secara


maksimal kemudian tahan 1-2 detik
2. Keluarkan secara perlahan dari mulut
3. Lakukanlah 4-5 kali latihan, lakukanlah
minimal 3 kali sehari (pagi, siang,
sore).
APA ITU BATUK
EFEKTIF
Batuk efektif merupakan suatu
metode batuk dengan benar,
dimana klien dapat menghemat
energi sehingga tidak mudah
lelah dan dapat mengeluarkan
dahak secara maksimal.
 Melatih otot-otot pernafasan agar
dapat melakukan fungsi dengan baik
 Mengeluarkan dahak yang ada
disaluran pernafasan
 Melatih klien agar terbiasa
melakukan cara pernafasan dengan
baik
 Mengeluarkan dahak yang menyumbat jalan
napas
 Mencegah efek samping dari retensi
sekresi seperti pneumonia, atelektasis dan
demam
 Untuk memperingan keluhan saat terjadi
sesak nafas
CARA BATUK EFEKTIF

 Anjurkan klien untuk minum air hangat (agar mudah dalam


pengeluaran sekresi)

 Mengatur posisi duduk : badan tegak, kepala menghadap ke


depan

 Pasang perlak/alas/ tisu di dada

 Latih pasien melakukan nafas perut (menarik nafas dalam


melalui hidung hingga 3 hitungan, jaga mulut tetap
tertutup)
 Minta pasien menahan nafas hingga 3 hitungan

 Minta pasien menghembuskan nafas perlahan dalam 3


hitungan (lewat mulut, bibir seperti meniup)

 Hirup napas dalam ketiga kalinya dan tahan napas sampai


hitungan ke 3, Batukkan dengan kuat 2 atau 3 kali secara
berturut-turut tanpa menghirup napas kembali selama
melakukan batuk dan minta pasien untuk keluarkan dahak
pada sputum pot