Anda di halaman 1dari 23

Instrumen Penelitian adalah alat

bantu yang digunakan oleh peneliti


dalam kegiatannya mengumpulan
data, agar kegiatan tersebut menjadi
sistematis dan dipermudah olehnya.
 Instrumen adalah suatu alat yang memenuhi
persyaratan akademis shg dapat digunakan
sebagai alat untuk mengukur suatu obyek ukur
atau mengumpulkan data mengenai suatu
variabel penelitian.

 Ciri Instrumen yang Baik :


1. Valid (shahih)  validitas
2. Reliabel  reliabilitas
3. Sensitif
4. Obyektifitas tinggi
5. Fisibilitas baik
1. Kisi-kisi umum adalah kisi-kisi yang dibuat
untuk menggambarkan semua variabel
yang diukur, dilengkapi dengan semua
kemungkinan sumber data, semua metode
dan instrumen yang mungkin dapat
dipakai.

2. Kisi-kisi khusus yaitu kisi-kisi yang dibuat


untuk menggambarkan rancangan butir-
butir yang akan disusun untuk sesuatu
instrumen.
1. Peneliti memiliki gambaran yang jelas
dan lengkap tentang jenis instrumen dan
isi dari butir-butir yang akan disusun

2. Peneliti akan mendapatkan kemudahan


dalam menyusun instrumen karena kisi-kisi
ini berfungsi sebagai pedoman dalam
menuliskan butir-butir

3. Instrumen yang disusun akan lengkap


dan sistematis karena ketika menyusun
kisi-kisi peneliti belum dituntut untuk
memikirkan rumusan butir-butirnya.
4. Kisi-kisi berfungsi sebagai “peta perjalanan”
dari aspek yang akan dikumpulan
datanya, darimana data diambil, dan
dengan apa pula data tersebut diambil

5. Peneliti dapat menyerahkan tugas


menyusun atau membagi tugas dengan
anggota tim ketika menyusun instrumen

6. Validitas dan reliabilitas instrumen dapat


diperoleh dan diketahui oleh pihak-pihak
luar tim peneliti sehingga
pertanggungjawaban peneliti lebih
terjamin.
1. Tujuan penelitian
2. Sampel penelitian
3. Lokasi
4. Pelaksana
5. Biaya dan Waktu
6. data
1. Kuisioner/angket
2. Pedoman wawancara
3. Pedoman Observasi
4. Pedoman Dokumentasi
5. Test
6. Chekl-list
Klasifikasi kuisioner berdasarkan sasaran
dan bentuk jawabannya dapat
dibedakan secara skematis sebagai
berikut:
Langsung : tentang diri sendiri
Sasaran
Tidak langsung : tentang orang lain

Kuisioner
Isian (open-ended)

Bentuk Pilihan (closed form)

Kombinasi isian dan pilihan


Responden mengisi sendiri jawaban atas
pertanyaan dalam kueisioner.
Contoh :
 Bagaimana pendapat saudara jika orang-orang
yang melakukan korupsi ditembak mati di depan
umum?
Jawab :……………………………………………………
 Hukuman apakah yang paling baik untuk anak
didik ?
Berikaan alasan!
Jawab
:……………………………………………………
Keuntungan Kuesioner Isian :
 Dapat memberikan jawaban secara bebas,
terungkap hal-hal yang tak diduga oleh peneliti.
 Memungkinkan menanyakan : perasaan, pendapat,
motivasi, secara tak terbatas.
Kelemahan kuesioner isian :
 Responden segan memeberikan jawaban yang
lengkap dan mendasar.
 Hal yang sangat diperlukan tidak terungkap dari
responden.
 Analisis datanya sulit.
 Bagi responden memerlukan banyak waktu untuk
menjawab sehingga harapan kembali relative kecil.
 Kesulitan menyatakan sesuatu dalam bahasan tulisan
oleh karena ada perbedaan dalam : tingkat
pendidikan, status ekonomi dari responden.
Responden memilih jawaban yang telah disediakan oleh peneliti.
Isi jawaban dpt berupa: fakta (fact finding), pendapat, keyakinan
dsb.
Bentuk pilihan jawaban dapat:
 dua pilihan saja (force choice) atau
 pilihan ganda (multiple choice).

Contoh kuesioner fact finding dengan force choice.


Status jabatan saudara di Fakultas ini adalah :
( ) Dosen tetap
( ) Dosen luar biasa
Contoh : kueisioner tentang pendapat dengan force choice.
Apakah saudara merasa tugas saudara skrng ini terlalu berat?
( ) Ya
( ) Tidak
Contoh : keyakinan dengan multiple choice.
Bagaimana menurut saudara tentang status sosial Dosen pada
umumnya?
( ) Tinggi sekali ( ) Lumayan
( ) Cukup tinggi ( ) Rendah
Kelemahan Kuesioner Pilihan :
 Responden terpaksa memilih walaupun
sebenarnya responden ingin jawaban yang
lain, sehingga cenderung asal pilih
Keuntungan Kuesioner Pilihan :
 Pengolahan data mudah.
 Responden tidak perlu mengekspresikan
pikirannya dalam bentuk tulisa
 Pengisisan kuesioner mudah dan cepat,
sehingga harapan kembali akan lebih besar.
1. Bagian Pengantar Daftar Pertanyaan
Menerangkan maksud & kegunaan penelitian bagi
masyarakat, serta ucapan terima kasih.
2. Petunjuk bagi petugas (asisten peneliti)
utk mengawasi petugas, dpt digunakan
pertanyaan tanggal dan jam pengisian, jumlah
kunjungan & alasan bila responden tdk ditemui
3. Petunjuk pengisian bagi responden

Sebelum kuesioner dilaksanakan, sebaiknya:


1. Diskusi dgn pakar utk dpt kritik & saran perbaikan
2. Mengadakan Uji Coba kuesioner utk mengetahui:
(a) apakah pertanyaaan telah dimengerti responden?
(b) apakah peneliti dpt merasakan kesalahannya
3. Mengadakan Rapport, mengenal responden lebih dahulu.
Wawancara (interview) dlm riset dpt berfungsi untuk:
1) Mendapat informasi langsung dari responden
(metode primer).
2) Mendapatkan informasi, jika metode lain tidak dapat
dipakai  (metode sekunder).
3) Menguji kenenaran teknik kuesioner atau observasi 
(metode kriteria)

Dalam wawancara diperlukan syarat penting, yaitu


terjalinnya hubungan yang baik dan demokratis antara
responden dengan penanya (I am good, you are good)

Klasifikasi wawancara berdasarkan cara mwnjawab


responden, adalah sebagai berikut:
1) Wawancara bebas (unguided/undirevtive)
2) Wawancara terpimpin (controlled/structured
interview)
3) Wawancara bebas terpimpin (focused interview)
Tanya jawab tidak diarahkan oleh penanya
 Isi tanya-jawab tergantung “mood”, keinginan,
perhatian dari responden.
 Di sini akan terjadi “free talk”.
Kelemahan :
 Sabagai instrument risat sangat lemah
 Tidak efisien dan hasil tidak jelas
Waktu lama dan biaya mahal
Keuntungan :
 Cocok untuk studi pendahuluan (eksporasi)
mencari problema.
 Kewajaran Tanya jawab maksimal, sehingga
wawancara dapat mendalam.
Tanya jawab menggunakan kerangka
pertanyaan sebagai pedoman umum
jalannya tanya-jawab.
Kedua fihak mempunyai peranan yang
jelas dan berbeda.
Kelemahan :
 Tanya jawab menjadi kaku, formil sehinnga data
kurang mendalam (seperti seorang hakim dan
seorang terdakwa).
Kebaikan :
 Pertanyaan seragam, sehingga dapat
melakukan komparasi.
 Membuktikan hipotesis.
 Memungkinkan analisis data secara kuantitatif.
 Kesimpulan lebih dapat diandalkan.
Observasi atau pengamatan merupakan
kegiatan memperhatikan objek penelitian
dengan saksama. Selain itu, kegiatan observasi
bertujuan mencatat setiap keadaan yang
relevan dengan tujuan penelitian.
Observasi Partisipasi (Participant Observation)
Observasi partisipasi dilakukan dengan cara peneliti
hadirdi tengah-tengah informan dan melakukan
berbagai kegiatan bersama sambil mencatat
informasi yang dibutuhkan. Kehadiran peneliti dapat
diketahui oleh siapa pun sehingga observasi bersifat
terbuka.

Observasi Nonpartisipasi (Nonparticipant Observation)


Observasi nonpartisipasi dilakukan tanpa kehadiran
peneliti, bahkan mungkin responden tidak menyadani
proses pengamatan tensebut. Observasi dilakukan
dan jarak jauh atau antara peneliti dan infonman
yang berbeda tempat
Kelebihan :
 Dapat melihat langsung kegiatan sehari-hari informan.
 Cocok untuk orang yang tidak memiliki tingkat kesibukan
tinggi karena tidak harus terpaku pada waktu dan
tempat tertentu.
 Dapat mencatat secara bersamaan adanya kejadian
tertentu.

Kekurangan :
 Dapat menimbulkan perilaku atau sikap yang berbeda
dengan perilaku sehari-hari karena merasa diamati.
 Ada berbagai hal yang tidak terduga sehingga
mengganggu proses pengamatan.
 Ada kejadian atau keadaan informan yang sulit
diamati karena bersifat terlalu pribadi dan rahasia.
Cara lain untuk dapat memperoleh data dan
responden dan informan adalah menggunakan
dokumentasi. Dengan dokumentasi, peneliti
memperoleh infonmasi dan berbagai macam
sumber. Informasi tersebut antara lain tempat
tinggal, alamat, dan latar belakang pendidikan.

Sugiyono (2012:240), mengemukakan pendapatnya


mengenai dokumen, dokumen merupakan catatan
peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa
berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya
monumental dari seseorang.
Kelebihan :
 Memberikan gambaran benbagai informasi tentang
informan pada waktu lampau (yang direkam atau di
dokumentasikan).
 Menyajikan informasi mengenai hubungan informasi
pada masa lampau dengan kondisi sekarang.
 Merekam berbagai jenis data tentang informan atau
responden seperti identitas responden, identitas orang
tua responden, keadaan dan latar belakang keluarga
responden, Iingkungan sosial, data psikis, prestasi
belajar, data pendidikan dan data kesehatan jasmani.

Kekurangan :
 Memerlukan validitas dokumentasi untuk mengetahui
keabsahan dokumentas.
 Dokumentasi terkadang tidak lengkap sehingga dapat
menyesatkan peneliti.
Dokumen resmi, berupa dokumen atau berkas yang
dikeluarkan oleh suatu lembaga secara resmi, misalnya rapor,
nilai akhir semester, dan arsip sejarah.

Dokumen tidak resmi, berupa dokumen yang diperoleh dan


sumber tidak resmi tetapi memberikan informasi penting
terkait suatu kejadian.

Dokumen primer, berupa dokumen yang diperoleh dan


sumber pertamana atau orang yang menjadi informan
langsung. Dokumen mi mempunyai nilai keaslian dan bobot
lebih valid daripada dokumen lain.

Dokumen sekunder, berupa dokumen yang diperoleh selain


dan sumber ash, bisa orang lain atau berbagai media seperti
surat kabar, laporan penehitian, makalah, dan publikasi
lainnya. Dokumen mi tidak memihiki nilai dan bobot keaslian
sevahid dokumen primer