Anda di halaman 1dari 17

ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS

GINEKOLOGI
PADA NY. P DENGAN KASUS KISTA OVARIUM
DI RUANG NUSA INDAH II
RSUD SLEMAN
Disusun oleh:

Dede Dhazreka 19400010


Endri Puspita Intani 19400011
Rizkiyanto Ruhim 19400037
DEFINISI KISTA OVARIUM
Kista ovarium mempunyai permukaan rata dan halus, biasanya bertangkai, seringkali
bilateral dan dapat menjadi besar. Dinding kista tipis dan cairan dalam kista jernih
dan berwarna kuning (Prawirohardjo, 2014).
Kista ovarium adalah tumor jinak yang paling sering ditemui bentuknya kistik, berisi
cairan kental, dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara,
cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya (Prayitno 2014).
PENGKAJIAN
BIODATA PASIEN
Nama/umur : Ny. P (43 tahun)
Status pernikahan: menikah
Diagnosa medis : Cholic abdomen, torsi kista ovarium

STATUS KESEHATAN SAAT INI


1. Alasan kunjungan/keluhan utama:
Pasien datang ke Puskesmas Tempel II karena mengeluh nyeri perut sejak kurang lebih 4 hari yang lalu.
Nyeri skala 5, terus meneruss dan belum diberikan tindakan apapun untuk mengatasinya, kemudian di
Puskesmas di cek darah kemudian dirujuk ke IGD RSUD Sleman, di IGD diberikan injeksi Ranitidin
40mg/2cc via IV dan Ketorolac 30mg/1cc via IV, di cek ulang darah lengkap, dipasang IV Line di tangan
kanan. Vital sign saat di IGD TTV 130/90 mmHg, N 138x/m, RR 18x/m, S 36,7o C.
2. Faktor pencetus : masa menstruasi
3. Lamanya keluhan : kurang lebih sejak 4 hari yang lalu
4. Timbulnya keluhan : nyeri premenstruasi tak terhankan dirasa sejak kelahiran anak terakhir sekitar
tahun 2018. Nyeri hilang saat tidak dalam masa menstruasi.
5. Faktor yang memperberat : tidak mengetahui teknik relaksasi
PEMERIKSAAN FISIK
Abdomen
- Bentuk : sedikit membesar pada kuadran kiri bawah
- Tepi perut : simetris kanan kiri
- Bendungan : tidak terdapat bendungan pembuluh darah
- Auskultasi : peristaltik usus 8x/menit
- Nyeri : ada nyeri tekan
• O (Onset) : Nyeri terus-menerus
• P (Provocative) : Nyeri hebat dirasakan saat bergerak
• Q (Quality) : Nyeri dirasakan seperti di tusuk-tusuk
• R (Regio) : perut bagian kiri bawah
• S (Scale) : Skala nyeri 5
• T (Time) : Pasien tidak mengetahui cara menanggulangi nyerinya
• U (Understanding): Pasien mengerti nyerinya disebabkan oleh penyakit
• V (Value) : Pasien berharap nyerinya hilang
- Massa : ada massa teraba keras pada kuadran kiri bawah ‘
- Pembesaran hepar : tidak terdapat pembesaran hepar
- Pembesaran lien : tidak terdapat pembesaran lien
- Titik mc burney : tidak terdapat nyeri tekan pada titik mc burney
PEMERIKSAAN FISIK
Reproduksi
- Kehamilan : G0P3A0
Gangguan Proses Tempat/penolong Keadaan anak saat
No. anak Masalah persalinan Masalah bayi
kehamilan persalinan persalinan ini
1 tidak ada spontan BPM tidak ada tidak ada hidup
2 tidak ada spontan BPM tidak ada tidak ada hidup
3 presentasi bokong sectio RSUD SLEMAN presentasi bokong presentasi bokong hidup
caesarea
- Pemeriksaan payudara : simetris, tidak ada benjolan/massa/luka - Keputihan : tidak ada
- Keluhan payudara : tidak ada - Penggunaan kateter : tidak ada
- Pemeriksaan genetalia : tidak ada gangguan - Pemeriksaan papsmear : tidak pernah
- Usia menarche : 12 tahun
- Siklus menstruasi : tidak teratur
- Karaksteristik menstruasi : darah keluar banyak, nyeri
- Menopause : pasien belum menopause
- Masalah reproduksi : sekarang dengan masalah torsi kista
ovarium
- Pembedahan ginekologi : tidak ada
ANALISA DATA
Hari/ Nama
Kode
Tanggal/ Data fokus Etiologi Masalah /
SDKI
Jam paraf
Kamis, DS: Infiltrasi tumor Nyeri kronis 0078 Endri
30/1/2020, - Pasien mengeluhkan nyeri diarea bawah perut
21.00 - Pasien mengatakan nyeri dikala sedang menstruasi
WIB - Pasien mengatakan nyeri dirasakan sejak setelah melahirkan
anak terakhir pada tahun 2018
- Pengkajian OOPQRSTUVUV:
O: Terus meneruss
P: Nyeri hebat dirasakan saat bergerak
Q: Nyeri dirasakan seperti di tusuk-tusuk
R: Area bawah perut
S: Skala nyeri 5
T: Pasien tidak mengetahui cara menanggulangi nyerinya
U: Pasien mengerti nyerinya disebabkan oleh penyakit
V: Pasien berharap nyerinya hilang
DO:
- Pasien menunjukkan ekspresi wajah meringis kesakitan
- Vital sign:
TD : 102/68 mmHg
S : 36,5o C
N : 113x/m
RR : 18x/m
ANALISA DATA
Kamis, DS: Penyakit Risiko infeksi 0142 Endri
30/1/202 - Pasien mengatakan sudah mengetahui dirinya kronis
0, mengalami penyakit menahun
21.00 - Pasien tidak pernah melakukan kontrol kesehatan ke
WIB fasilitas kesehatan
- Pasien tidak pernah melakukan vaksinasi
- Pasien mengatakan mengalami penurunan BB sebanyak
±7kg sejak melahirkan anak terakhir
DO:
- Pasien tampak lemah dan pucat
- Hasil Lab:
Leukosit : 16,7 ribu/uL
- Vital sign:
TD : 102/68 mmHg
S : 36,5o C
N : 113x/m
RR : 18x/m
ANALISA DATA
Kamis, DS: kondisi Keletihan 0057 Endri
30/1/2020, - Pasien cepat lelah dalam melakukan aktivitas sehari-hari fisiologis:
21.00 - Pasien mengatakan memiliki riwayat penyakit anemia anemia
WIB - Pasien kadang-kadang sering mengantuk
DO:
- Pasien tampak lemah
- Hasil Lab :
Hemoglobin : 8,1 gr/dl
- Vital sign:
TD : 102/68 mmHg
S : 36,5o C
N : 113x/m
RR : 18x/m
Jum’at, DS: rencana operasi Ansietas 0080 Dede
31/1/2020, - Pasien mengatakan takut dan gelisah dengan persiapan operasi
10.00 - Pasien khawatir dengan perubahan diri setelah dilakukan operasi
WIB DO:
- Pasien tampak lemah
- Wajah tampak tegang
- Vital sign:
TD : 102/68 mmHg
S : 36,5o C
N : 113x/m
RR : 18x/m
ANALISA DATA
Sabtu, DS: faktor mekanis: Kerusakan integritas 00044 Rizki
01/02/2020, - Pasien mengatakan nyeri dibagian perutnya yang dioperasi prosedur bedah jaringan
12.30 - Pasien sulit melakukan mobilisasi karena nyeri
WIB DO:
- Pasien post op laparatomi
- Pasien dilakukan dressing
- Tampak sedikit perdarahan
- Vital sign:
TD : 110/70 mmHg
S : 35,9 o C
N : 110x/m
RR : 19x/m
Sabtu, DS: agen pencedera Nyeri akut 0077 Dede
01/02/2020, - Pasien mengeluhkan nyeri pada luka bekas operasinya fisik: prosedur
12.30 - Pengkajian OPQRSTUV: operasi
WIB O: Terus meneruss
P: Nyeri hebat dirasakan saat bergerak
Q: Nyeri dirasakan seperti di tusuk-tusuk
R: Area bawah perut
S: Skala nyeri 6
T: Pasien mengetahui cara menanggulangi nyerinya
U: Pasien mengerti nyerinya disebabkan oleh tindakan operasi
V: Pasien berharap nyerinya hilang
DO:
- Pasien menunjukkan ekspresi wajah menahan nyeri
- Pasien memegangi bagian perutnya
DIAGNOSA KEPERAWATAN
No. Diagnosa Keperawatan Waktu Tanggal
Terdiagnosa Teratasi
1. Nyeri kronis b.d infiltrasi tumor 30 Januari 1 Februari
2020 2020
2. Risiko infeksi b.d penyakit kronis 30 Januari 1 Februari
2020 2020
3. Keletihan b.d kondisi fisiologis: anemia. 30 Januari 2 Februari
2020 2020
4. Ansietas b.d rencana operasi 31 Januari 1 Februari
2020 2020
5. Kerusakan integritas jaringan b.d faktor mekanis: 1 Februari .......
prosedur bedah 2020
6. Nyeri akut b.d agen pencedera fisik: prosedur operasi 1 Februari .......
2020
RENCANA KEPERAWATAN PRE OPERASI
PRE-OPERASI
Tgl/jam Diagnosa Tujuan dan Rencana Rasional TTD
keperawatan kriteria hasil
Kamis, Nyeri kronis Setelah dilakukan tindakan Manajemen nyeri Manajemen nyeri Endri
30/1/2020, keperawatan 3x24 jam 1. Monitor nyeri secara komprehensif 1. Mengetahui karakteristik
21.00 diharapkan pasien dapat (OPQRSTUV) nyeri
WIB mengontrol nyerinya, nyeri 2. Monitor tanda-tanda vital 2. Acuan untuk mengetahui
berkurang dengan kriteria hasil: 3. Monitor respon non verbal kondisi umum seseorang
1. Melaporkan nyeri terkontrol ketidaknyamanan pasien 3. Mengkaji respon psikologis
(4) 4. Ajarkan pasien teknik non- pasien yang menunjukkan
2. Pasien mampu melakukan farmakologi untuk mengurangi ketidaknyamanan
teknik non-farmakologis (4) nyeri (napas dalam) 4. Mengoptimalkan oksigen
5. Instruksikan pasien untuk yang masuk ke dalam
melaporkan saat nyeri timbul tubuh dan metabolisme sel
6. Kolaborasi pemberian terapi dan jaringan yang adekuat
analgesik 5. Melibatkan pasien dalam
menangani masalah
6. Untuk mengurangi rasa
sakit/nyeri
RENCANA KEPERAWATAN PRE OPERASI
Kamis, Keletihan Setelah dilakukan tindakan Manajemen energi Manajemen energi Endri
30/1/2020 keperawatan 3x24 jam 1. Kaji penyebab keletihan 1. Mengetahui faktor
, diharapkan pasien dapat 2. Monitor tanda-tanda vital. penyebab keletihan
21.00 mengontrol tingkat 3. Atasi penyebab keletihan. sebagai dasar
WIB keletihan berkurang dengan 4. Ajarkan nutrisi yang tepat penentuan intervensi.
kriteria hasil: untuk mengatasi keletihan. 2. Acuan untuk
1. Hematokrit dalam 5. Kolaborasi interpretasi hasil mengetahui kondisi
rentang normal (37- pemeriksaan laboratorium. umum seseorang
47%) (4) 3. Mengatasi keletihan
2. Hemoglobin dalam berdasarkan
rentang normal (12-16) penyebabnya.
(4) 4. Membantu
mengurangi keletihan
dengan nutrisi yang
tepat untuk
memaksimalkan
metabolisme tubuh.
5. Mengetahui sistem
imunologi tubuh
sebagai pertahanan
sekunder tubuh
RENCANA KEPERAWATAN PRE OPERASI
Kamis, Risiko infeksi Setelah dilakukan asuhan Status imun Status imun Endri
30/1/2020, keperawatan 2x8 jam 1. Monitor tanda dan gejala 1. Mengetahui tanda dan
21.00 diharapkan pasien mampu infeksi gejala infeksi yang
WIB menunjukkan status imun 2. Lakukan perawatan luka muncul (color, dolor,
yang adekuat dengan KH: 3. Ajarkan pasien dan keluarga rubor, tumor, fungtio
1. Pasien terbebas dari untuk mengenali tanda dan laesa)
tanda gejala infeksi (4) gejala infeksi 2. Mempertahankan
2. Leukosit dalam batas 4. Kolaborasi pemberian terapi pertahanan primer
normal (4) antibiotik tubuh.
5. Kolaborasi interpretasi hasil 3. Melibatkan keluarga
pemeriksaan laboratorium untuk mengenali
proses penyakit
4. Mengatasi infeksi
dengan psikofarmaka.
5. Mengetahui sistem
imunologi tubuh
sebagai pertahanan
sekunder tubuh
Pertahanan sekunder
tubuh
RENCANA KEPERAWATAN PRE OPERASI
Jum’at, Ansietas Setelah dilakukan asuhan Penurunan kecemasan Penurunan kecemasan Dede
31/1/202 keperawatan 3x8 jam 1. Jelaskan semua prosedur 1. Merubah pandangan
0, diharapkan pasien mampu yang dilakukan pada pasien pasien terkait adanya
10.00 menunjukka penurunan 2. Dengarkan dengan penuh prosedur yang
WIB kecemasan yang adekuat perhatian membahayakan
dengan KH: 3. Dorong pasien untuk dirinya
1. Tanda vital dalam mengungkapkan perasaan, 2. Menenangkan pasien
batas normal (5) ketakutan, persepsi dengan
2. Postur tubuh, ekspresi 4. Instruksikan pasien mendengarkan
wajah, bahasa tubuh menggunakan teknik keluhannya
dan tingkat aktivfitas relaksasi 3. Mengetahui sumber
menunjukkan 5. Berikan obat untuk kecemasan pasien
berkurangnya mengurangi kecemasan 4. Menenangkan pasien
kecemasan (5) dengan teknik non
farmakologi
5. Menenangkan pasien
dengan bantuan
farmakologi
RENCANA KEPERAWATAN POST OPERASI
Sabtu, Kerusakan Setelah dilakukan asuhan Perawatan luka Perawatan luka Rizki
01/02/2020, integritas jaringan keperawatan 3x24 jam diharapkan 1. Monitor karakteristik luka 1. Mengetahui karakteristik luka
12.30 pasien mampu menunjukkan 2. Jaga kebersihan kulit agar tetap bersih dan proses penyembuhan luka
WIB integritas jaringan yang adekuat dan kering 2. Mencegah perkembangan
dengan KH: 3. Bersihkan luka dengan normal saline mikroorganisme
1. Tidak ada tanda-tanda infeksi 4. Kolaborasi pemberian antibiotik bila 3. Memberikan lingkungan
(3) perlu fisiologis untuk penyembuhan
Menunjukkan proses penyembuhan luka
luka (3) 4. Mengatasi infeksi

Sabtu, Nyeri akut Setelah dilakukan tindakan Manajemen nyeri Manajemen nyeri Rizki
01/02/2020, keperawatan 3x24 jam diharapkan 1. Monitor nyeri secara komprehensif 1. Mengetahui karakteristik
12.30 pasien dapat mengontrol nyerinya, (OPQRSTUV) nyeri
WIB nyeri berkurang dengan kriteria 2. Monitor tanda-tanda vital 2. Acuan untuk mengetahui
hasil: 3. Monitor respon non verbal kondisi umum seseorang
1. Melaporkan kontrol nyeri (4) ketidaknyamanan pasien 3. Mengkaji respon psikologis
2. Pasien mampu melaporkan 4. Ajarkan pasien teknik non-farmakologi pasien yang menunjukkan
nyerinya (4) untuk mengurangi nyeri (napas dalam) ketidaknyamanan
5. Instruksikan pasien untuk melaporkan 4. Mengoptimalkan oksigen
saat nyeri timbul yang masuk ke dalam tubuh
6. Kolaborasi pemberian terapi analgesik dan metabolisme sel dan
jaringan yang adekuat
5. Melibatkan pasien dalam
menangani masalah
6. Untuk mengurangi rasa
sakit/nyeri
RENCANA KEPERAWATAN POST OPERASI
Sabtu, Keletihan Setelah dilakukan tindakan Manajemen energi Manajemen energi Endri
01/02/202 keperawatan 3x24 jam 1. Kaji penyebab keletihan 1. Mengetahui faktor
0, diharapkan pasien dapat 2. Monitor tanda-tanda vital penyebab keletihan
19.00 mengontrol tingkat 3. Atasi penyebab keletihan sebagai dasar
WIB keletihan berkurang 4. Ajarkan nutrisi yang tepat penentuan intervensi.
dengan kriteria hasil: untuk mengatasi keletihan 2. Acuan untuk
1. Hematokrit dalam 5. Kolaborasi interpretasi hasil mengetahui kondisi
rentang normal (37- pemeriksaan laboratorium umum seseorang
47%) (4) 3. Mengatasi keletihan
2. Hemoglobin dalam berdasarkan
rentang normal (12- penyebabnya.
16) (4) 4. Membantu
mengurangi keletihan
dengan nutrisi yang
tepat untuk
memaksimalkan
metabolisme tubuh.
5. Mengetahui sistem
imunologi tubuh
sebagai pertahanan
sekunder tubuh
RENCANA KEPERAWATAN POST OPERASI
Sabtu, Risiko infeksi Setelah dilakukan asuhan Status imun Status imun Endri
01/02/202 keperawatan 2x8 jam 1. Monitor tanda dan gejala 1. Mengetahui tanda dan
0, diharapkan pasien mampu infeksi gejala infeksi yang
12.30 menunjukkan status imun 2. Lakukan perawatan luka muncul (color, dolor,
WIB yang adekuat dengan KH: 3. Ajarkan pasien dan keluarga rubor, tumor, fungtio
1. Pasien terbebas dari untuk mengenali tanda dan laesa)
tanda gejala infeksi (4) gejala infeksi 2. Mempertahankan
2. Leukosit dalam batas 4. Kolaborasi pemberian terapi pertahanan primer
normal (4) antibiotik tubuh.
5. Kolaborasi interpretasi hasil 3. Melibatkan keluarga
pemeriksaan laboratorium untuk mengenali
proses penyakit
4. Mengatasi infeksi
dengan psikofarmaka.
5. Mengetahui sistem
imunologi tubuh
sebagai pertahanan
sekunder tubuh
Pertahanan sekunder
tubuh