Anda di halaman 1dari 24

Aspek Keprilakuan Pada Perencanaan Laba dan Penganggaran

LATAR BELAKANG
Dunia bisnis adalah kegiatan yang menanggung resiko kerugian untuk mendapatkan keuntungan. Setiap
orang atau setiap manajer yang melibatkan diri dalam kegiatan bisnis harus berpikir dialetik mengenai risiko
dan hasil. Sehingga menuntut perusahaan untuk dapat beroprasi seefektif dan seefisien mungkin, agar
dapat menjalankan atau mengoperasikan suatu organisasi atau perusahaan seorang menejement akan
membutuhkan berbagai informasi yang diperlukan sehubungan dengan aktivitas operasi perusahaannya.
Sehingga menejement harus dapat mengendalikan siklus yang terjadi dalam peusahaan yang
berkesinambugan, maka dari itu kinerja manajerial harus dapat diukur berdasarkan pengendalian prilaku
yang menunjukkan bagaimana sesuatu harus dilakukan dalam serangkaian kebijakkan, aturan, prosedur,
standar operasi dan perintah dari atasan serta pengendalian terhadap output yang menunjukkan apa yang
harus dicapai dengan memfokuskan pada hasil prilaku tertentu.
Hubungan anggaran dengan konsekuensi disfungsional dari
akuntansi proses penyusunan anggaran

relevansi konsep ilmu keperilakuan


pengertian anggaran dalam lingkungan perencanaan

konsep-konsep keprilakuan yang


prosedur penyusunan
relevan dalam proses
anggaran penyusunan anggaran

berbagai fungsi dari perencanaan


laba dan anggaran
Tahap implementasi

pandangan prilaku terhadap Tahap pengendalian dan


proses penyusunan anggaran evaluasi kinerja
Penyusunan anggaran adalah suatu tugas yang bersifat teknis. Kata-kata keuangan, angka, dan
estimasi muncul ketika seseorang berpikir mengenai “anggaran”. Namun, di balik seluruh citra teknis
yang berkaitan dengan anggaran, terdapat manusia. Manusialah yang menyusun anggaran dan
manusia juga yang harus hidup dengan anggaran tersebut.
Anggaran berdampak langsung terhadap prilaku manusia. Anggaran menjelaskan kepada orang-orang
mengenai apa yang diharapkan dari mereka dan kapan hal tersebut harus sudah dilakukan. Anggaran
menetapkan batasan pada apa yang dapat dibeli dan berapa banyak yang dapat dibelanjakan.
Anggaran membatasi tindakan manajemen. Anggaran merupakan alasan kinerja manajer dipantau
secara kontinu dan standar terhadap mana hasil kinerja dibandingkan.
Hubungan Anggaran dan Akuntansi
Anggaran dan akuntansi memiliki keterkaitan yang erat di mana akuntansi menyajikan data
historis yang sangat bermanfaat untuk mengadakan estimasi-estimasi yang akan
dituangkan dalam anggaran, yang nantinya akan dijadikan sebagai pedoman kerja di waktu
mendatang. Dengan demikian, akuntansi sangat bermanfaat di dalam penyusunan
anggaran.

Akuntansi juga melakukan pencatatan secara sistematis dan teratur tentang pelaksanaan
anggaran itu nantinya, dari hari ke hari. Dengan demikian, akuntansi menyajikan data
realisasi pelaksanaan anggaran secara lengkap. Data realisasi pelaksanaan anggaran
inilah yang nantinya dibandingkan dengan data yang tercantum dalam taksiran anggaran itu
sendiri untuk penilaian (evaluasi) kerja perusahaan. Dengan kata lain, dengan
membandingkan data akuntansi dengan data anggaran, dapatlah diadakan penilaian
sukses atau tidaknya perusahaan. Data akuntansi yang menunjukkan hasil lebih bagus dari
pada yang dianggarkan memberikan kesimpulan bahwa perusahaan telah bekerja dengan
sukses. Dengan demikian, akuntansi sangat bermanfaat untuk menunjang fungsi
pengawasan dari anggaran.
Pengertian Anggaran
Anggaran sendiri memiliki pengertian suatu rencana yang disusun secara sistematis yang
meliputi seluruh kegiatan perusahaan dan dinyatakan dalam unit (satuan) moneter dan
berlaku untuk jangka waktu (periode) mendatang. Dari pengertian tersebut, dapat diketahui
bahwa anggaran merupakan hasil kerja (output) terutama berupa taksiran-taksiran yang
dilaksanakan masa mendatang. Karena anggaran merupakan hasil kerja (output), anggaran
dituangkan dalam suatu naskah tulisan yang disusun secara teratur dan sistematis.

penganggaran adalah proses kegiatan yang menghasilkan anggaran tersebut sebagai hasil
kerja, serta proses kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan
fungsi-fungsi anggaran, yaitu fungsi-fungsi pedoman kerja, alat pengoordinasian kerja, dan
alat pengawasan kerja.
Prosedur Penyusunan Anggaran
Orang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap penyusunan anggaran serta
pelaksanaannya adalah pemimpin perusahaan.
Karena pemimpin tertinggi perusahaanlah yang paling berwenang dan bertanggung jawab
atas kegiatan-kegiatan perusahaan secara keseluruhan. Meskipun demikian, tugas untuk
menyiapkan dan menyusun anggaran serta kegiatan-kegiatan penganggaran lainnya tidak
harus ditangani sendiri oleh pimpinan tertinggi perusahaan, melainkan dapat didelegasikan
kepada bagian lain dalam perusahaan.
untuk mempersiapkan dan menyusun anggaran tersebut sangat tergantung pada struktur
organisasi dari setiap perusahaan.
tugas mempersiapkan dan meyusun anggaran ini dapat didelegasikan kepada bagian
administrasi dan panitia anggaran.
Anggaran merupakan hasil akhir dari proses perencanaan perusahaan. Sebagai hasil negosiasi antar-anggota 01
organisasi yang dominan, anggaran mencerminkan konsensus organisasional mengenai tujuan operasi untuk
masa depan

Anggaran merupakan cetak biru perusahaan untuk bertindak yang mencerminkan prioritas 02
manajemen dalam alokasi sumber daya organisasi.

Anggaran bertindak sebagai suatu alat komunikasi internal yang menghubungkan


beragam departemen atau devisi organisasi antara yang satu dengan yang lain dan
03
manajemen puncak.

anggaran berfungsi sebagai standar terhadap hasil operasi actual 04


Fungsi dari Perencanaan
dapat dibandingkan. Hal ini merupakan dasar untuk mengevaluasi
kinerja dari menejer pusat biaya dan laba.

Anggaran mencoba untuk mempengaruhi dan


memotivasi baik manajer maupun karyawan untuk terus
bertindak dengan cara yang konsisten dengan operasi
05 Laba dan Anggaran
yang efektif dan efisien serta selaras dengan tujuan
organisasi

Anggaran berfungsi sebagai alat


06
pengendalian
Pandangan Prilaku Terhadap Proses Penyusunan Anggaran
1. Penetapan tujuan
Aktivitas perencanaan dimulai dengan menerjemahkan tujuan organisasi yang luas ke
dalam tujuan-tujuan aktivitas yang khusus. Untuk menyusun rencana yang realistis dan
menciptakan anggaran yang praktis, interaksi yang eksentif diperlukan manejer lini dan
manajer staf organisasi Jika diperlukan, dalam melaksanakan berbagai tugas perencanaan.

2. Implementasi
Pada tahap implementasi, rencana formal tersebut digunakan untuk mengkomunikasikan
tujuan dan strategi organisasi, serta untuk memotivasi orang secara positif dalam organisasi.
Hal ini dicapai dengan menyediakan target kinerja terperinci bagi mereka yang bertanggung
jawab mengambil tindakan

3. Pengendalian dan Evaluasi Kinerja


Setelah diimplementasikan,anggaran tersebut berfungsi sebagai elemen kunci dalam sistem
pengendalian. Anggaran yang menjadi tolak ukur terhadap kinerja aktual dibandingkan dan
berfungsi sebagai suatu dasar untuk melakukan manajemen berdasarkan pengecualian tidak
menangggap bahwa varians yang tidak menguntungkan saja yang perlu diinvetigasi
1. Manajemen puncak harus memutuskan jangka pendek pe
rusahaan dan strategi mana yang akan digunakan untuk
mencapainya.
Untuk menyusun suatu 2. Tujuan harus ditetapkan dan sumber daya dialokasikan.
anggaran atau rencana laba, 3. Suatu anggaran atau rencana laba yang komprehensif ha
terdapat langkah-langkah rus disusun, kemudian disetujui oleh manajemen puncak.

tertentu yang perlu Setelah disetujui, anggaran harus dikomunikasikan kepad

diambil : a penyedia dan karyawan yang kinerjanya dikendalikan.


4. Anggaran digunakan untuk mengendalikan biaya dan me
nentukan bidang-bidang masalah dalam organisasi terseb
ut dengan tujuan yg telah dianggarkan secara periodik.
Konsekuensi Disfungsional dari Proses Penyusunan Anggaran
1. Rasa Tidak Percaya
Suatu anggaran terdiri atas seperangkat tujuan-tujuan tertentu. Walaupun anggaran tersebut dapat
disesuaikan untuk kejadian-kejadian yang tidak diantisipasi, anggaran menampilkan kesan
Infleksibilitas. Anggaran merupakan suatu sumber tekanan yang dapat menibulkan rasa
tidak percaya diri, rasa permusuhan, dan mengarah pada kinerja yang menurun.

Alasan dari rasa tidak percaya diri ini didasarkan pada :


 Anggaran Cenderung terlalu menyederhanakan atau mendistorsisituasi rill dan gagal untuk
Memungkingkan dimasukkannya variasi dalam faktor-faktor eksternal.
 Anggaran mencerminkan variable-variabel kualitatif, seperti pengetahuan mengenai tenaga kerja,
kualitas bahan baku, dan efisiensi mesin secara tidak memadai.
 Anggaran hanya menginfomasikan hal yang telah diketahui oleh penyelia.
 Anggaran sering kali dingunakan untuk memanipulasi penyelia sehingga ukuran kinerja yang
Diindikasikan dicurigai.
 Laporan Anggaran menekan pada hasil, bukan pada alasan.
 Anggaran mengganggu gaya kepemimpinan penyelia.
 Anggaran cenderung menekan kegagalan.
Konsekuensi Disfungsional dari Proses Penyusunan Anggaran
2. Resistensi
Walau anggaran telah dingunakan secara luas dan manfaatnya sangat didukung, anggaran masih
ditolak oleh banyak pasrtisipan dalam suatu organisasi. Salah satu alasan utama untuk hal itu
adalah anggaran menandai dan membawa perubahan sehingga merupakan suatu ancaman
terhadap status quo.

3. Konflik Internal
Anggaran memerlukan interaksi antara orang-orang pada berbagai tingkatan organisasi yang
berbeda. Konflik internal dapat berkembang sebagai akibat dari interaksi ini, atau sebagai akibat
dari laporan kinerja yang membandingkan satu departemen dengan departemen lain.

4. Efek Samping Lain yang tidak diinginkan.


Anggaran barangkali menghasilkan pengaruh lain yang tidak diinginkan. Salah satu pengaruhnya
adalah terbentuknya kelompok informal yang kecil yang menentang tujuan anggaran.
Kelompok-kelompok karyawan ini biasanya dibentuk untuk melawan konflik internal dan tekanan
yang diciptakan oleh anggaran tersebut. Tujuan mereka adalah mengurangi ketegangan. Namun,
tujuan mereka dapat berlawanan dengan tujuan organisasi, dan dampak yang tidak diinginkan dari
aktivitas mereka bisa juga berlawanan dengan tujuan mereka
Relevansi Konsep Ilmu Keprilakuan dalam Lingkungan Perencanaan
1. Dampak dari Lingkungan Perencanaan
Sebelum konsep ilmu keprilakuan yang mempengaruhi proses perencanaan atau penyusunan
anggaran dibahas, faktor-faktor yang menimbulkan variasi dalam lingkungan perencanaan perlu
diperkenalkan. Lingkungan perencanaan mengacu pada struktur, proses, dan pola-pola interaksi
dalam penetapan kerja Hal tersebut terkadang disebut budaya atau iklim organisasi.

2. Ukuran dan Struktur Organisasi


Ukuran dan struktur organisasi memengaruhi perilaku manusia dan pola interaksi dalam tahap
penetapan tujuan, implementasi, serta pengendalian dan evaluasi terhadap proses perencanaan.
Ukuran organisasi mungkin dipandang sebagai jumlah karyawan, nilai dolar dari pabrik fisik, volume
penjualan, jumlah kantor cabang, atau ukuran kuantitatif lainnya yang membedakan organisasi.
Struktur organisasi mengacu pada hubungan formal dan informal antara para anggota organisasi.
Hal tersebut meliputi jumlah lapisan wewenang, jumlah kantor atau posisi pada setiap lapisan,
tanggung jawab dri setiap kantor, dan prosedur untuk membuat pekerjaan dilakukan.
Relevansi Konsep Ilmu Keprilakuan dalam Lingkungan Perencanaan
3. Gaya Kepemimpian
Gaya kepimpinan juga mempengaruhi lingkungan perencanaan organisasi. Teori X dari McGregor
menjelaskan gaya kepemimpinan yang otoriter dan dikendalikan secara ketat, dimana kebutuhan
akan efisiensi dan pengndalian mengharuskan pendekatan manajerial tersebut untuk berurusan
dengan bawahannya.

4. Stabilitas lingkungan organisasi


Faktor lainnya yang mempengaruhi lingkungan perencanaan adalah lingkungan eksternal.
Lingkungan eksternal meliputi iklim pollitik dan ekonomi, ketersediaan pasokan, struktur industry
yang melayani organisasi, hakikat pesaingan, dan lain sebagainya. Lingkungan yang stabil
mengenakan resiko terbatas dan memungkinkan roses penetapan tujuan menjadi demokrats dan
partisipasif.
Konsep-Konsep Keprilakuan yang Relevan dalam Proses Penyusunan Anggaran
1. Tahap Penetapan Tujuan
Selama tahap penetapan tujuan, tujuan umum dari manajemen puncak diterjemahkan ke dalam
target yang pasti dan dapat diukur bagi organisasi serta setiap subunit utama (pusat pertanggungjawaban).
Hal penting karena orang-orang yang ada di dalam organisasi bertanggungjawab
menentukan sasaran, menetapkan tujuan serta bertanggung jawab atas pencapaian sasaran dan
tujuan tersebut.

2. Keselarasan Tujuan
Keselarasan tujuan organisasi akan terjadi ketika individu memandang bahwa kebutuhan pribadinya dapat di
penuhi dengan mencapai tujuan organisasi.

3. Partisipasi
Partisipasi adalah suatu proses pengambilan keputusan bersama oleh dua bagian atau lebih pihak dimana
keputusan tersebut memiliki dampak masa depan terhadap mereka yang membuatnya.

4. Manfaat Partisipasi
Partisipasi meningkatkan moral dan mendorong inisiatif yang lebih besar pada semua tingkatan manajemen,
meningkatkan rasa kesatuan kelompok, meningkatkan kerjasama antar anggota kelompok dalam penetapan
tujuan (internalisasi tujuan), penurunan tekanan dan kegelisahan yang berkaitan dengan anggaran.

5. Batasan dan Permasalahan Partisipasi


Proses partisipasi memberikan kekuasaan kepada para manajer untuk menetapkan anggaran mereka.
Kekuasaan ini memiliki konsekuensi disfungsional bagi organisasi itu.
Untuk membuat anggaran bekerja, semua karyawan harus
belajar untuk melihatnya sebagai wahana positif untuk

Tahap tindakan organisasi dan sebagai perbaikka dan bukan


sebagai beban atau manajemen. Tanpa pemahaman,

Implementasi bahakan proses penyusunan anggaran yang paling canggih


secara teknis sekalipun dapat menjadi pemborosan bagi
dana perusahaan dan gagal untuk memperbaiki efisiensi
perusahaan.
Pengomunikasian Anggaran Kerjasama dan Koordinasi
Pengontrol atau direktur perusahaan Koordinasi adalah seni menggabungkan
bertanggung jawab mengimplementa seluruh sumber daya organisasi secara
sikan anggaran. Hal ini dicapai denga efektif. Dari sudut pandang keperilakuan,
n mengomunikasikan sasaran operas hal ini berarti menggabungkan bakat dan
ional yang disetujui kepada orang-ora kekuatan dari setiap partisipan organisas
ng di tingkat organisasi yang lebih re i dan membuatnya berjuang untuk menc
ndah. Hal ini terkadang disebut seba apai tujuan yang sama. Untuk melaksan
gai “menjual” anggaran ke bawah.
akan ini, pelaksana harus berhasil meng
Selain bertujuan untuk menginformas omunikasikan bagaimana pekerjaan seti
ikan manajer tingkat bawah mengena ap orang memberikan kontribusi pada pe
i tanggung jawab mereka, komunikasi kerjaan yang harus dilakukan, dimana in
atas sasaran anggaran juga dimaksu dividu-individu dalam departemen terseb
d kan untuk memenangkan kepercay ut bertanggung jawab, dan kemana mere
aan dari karyawan tingkat bawah. De ka dapat meminta bantuan. Dengan dem
ngan demikian, manajemen puncak h ikian, pengetahuan karyawan mengenai
arus memastikan bahwa tujuan-tujua struktur organisasi adalah penting untuk
n realistis telah ditetapkan. komunikasi dan kerjasama yang berhasil
. Setiap harus mengetahui perannya ma
sing-masing baik di organisasi formal ma
upun informal.
Dalam tahap pengendalian evalusai dan kinerja, kinerja
actual dibandingkan dengan standar yang dianggarkan guna
Tahap menentukan bidang-bidang permasalahan dalam organisasi

Pengendalian dan tersebut dan menyaranakn tindakan yang di bawah standar.


Perbandingan antara biaya actual dan biaya yang
Evaluasi Kinerja dianggarkan juga akan mengidentifikasikan kinerja di atas
anggaran.
Laporan-Laporan Kinerja
Untuk mempertahankan kendali atas biaya dan menjaga agar karyawan termotivasi ke arah
pencapaian sasaran, laporan kinerja sebaiknya disusun dan didistribusikan paling tidak secara
bulanan. Penerbitan laporan kinerja yang tepat waktu memiliki dampak mendorong pada moral
karyawan. Kurangnya umpan balik kinerja, penundaan dalam umpan balik, dan jarangnya umpan
balik memiliki dampak yang menghilangkan moral dan kinerja. Selain itu, umpan balik yang
meningkat menghasilkan peningkatan dalam akurasi tugas dan keyakinan serta hubungan baik
yang tinggi. Kurangnya umpan balik disertai dengan rendahnya keyakinan dan permusuhan
sehingga mencegah orang mengetahui tingkat pencapaian nyata dan dapat merugikan tingkat
aspirasi mereka berikutnya. Tingkat aspirasi adalah standar yang dikenakan sendiri yang dituju oleh
orang tersebut. Sikap dan perilaku karyawan yang didorong oleh anggaran bergantung pada
standar kinerja yang ditentukan sebelumnya, yaitu kinerja aktual yang sama dapat dinilai sebagai
kesuksesan atau kegagalan dan karyawan dibuat untuk merasa baik atau buruk bergantung pada
standar tersebut.
KESIMPULAN
Penyusunan anggaran merupakan suatu tugas yang bersifat teknis. Aspek keperilakuan dari penganggaran
mengacu pada perilaku manusia yang muncul dalam proses penyusunan anggaran dan perilaku manusia
yang didorong ketika manusia mencoba untuk hidup dengan anggaran. Anggaran sering kali dipandang
Sebagai penghalang atau ancaman biro kratis terhadap kemajuan karir.Struktur organisasi, budaya
organisasi, gaya kepemimpinan, tingkat partisipasi karyawan dalam pengambilan keputusan, dan tingkat
tekanan yang akan didorong oleh anggaran tersebut adalah beberapa faktor yang akan mempengaruhi
jawabannya.Meskipun tidak ada jawaban kepastian yang dapat diterapkan di semua organisasi, terdapat
Beberapa aturan umum yang berlaku. Partisapasi angkatan kerja dalam pengambilan keputusan telah
Ditunjukan memiliki dampak psikologis positif terhadap angkatan kerja dan meningkatkan kuantitas maupun
kualitas dari output pekerja.
Fully Editable Icon Sets : A

You can Resize without


losing quality

You can Change Fill Color &


Line Color

FREE
PPT
TEMPLATES
www.allppt.com
Fully Editable Icon Sets : B

You can Resize without


losing quality

You can Change Fill Color &


Line Color

FREE
PPT
TEMPLATES
www.allppt.com
Fully Editable Icon Sets : C

You can Resize without


losing quality

You can Change Fill Color &


Line Color

FREE
PPT
TEMPLATES
www.allppt.com