Anda di halaman 1dari 37

NEKROSIS PULPA PADA PASIEN SELULITIS

SUBMANDIBULA SINISTRA

MUHAMMAD MUHARRARY AKBAR 04054821719124


REINECKE RIBKA HALIM 04054821719146

Pembimbing:
drg. Emilia Ch. Prasetyanti, Sp. Ort
BAB I
PENDAHULUAN
Infeksi gigi Komplikasi adalah Angina ludwig
angina Ludwig/ selulitis biasanya disebabkan
40% pada usia 6 submandibula (9,8% oleh infeksi
tahun, 85% usia diatas kasus dari seluruh odontogenik, khususnya
>17 tahun infeksi leher dalam) M2 M3 rahang bawah

Prognosis tergantung Komplikasi paling serius


pada proteksi jalan adalah asfiksia oleh
nafas segera dan karena edema pada
pemberian antibiotik soft tissue
BAB II
STATUS PASIEN
Identifikasi Pasien
• Nama : Samah Binti Nungcik
• Umur : 01 Juli 1967 (51 tahun)
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Status Perkawinan : Kawin
• Agama : Islam
• Alamat : Talang Lago, Banyuasin
• Kebangsaan : Indonesia
• Pekerjaan : IRT
• Pendidikan : SLTA
• Ruangan : Lakitan 2.1
• MRS : 12 Desember 2018
ANAMNESIS

KELUHAN • Pasien dikonsulkan dari bagian THT-KL RSUP Dr.


Mohammad Hoesin Palembang untuk dilakukan
UTAMA evaluasi dan tatalaksana di bagian gigi dan mulut.

• Sejak 3 bulan SMRS, pasien mengeluhkan terdapat


gigi berlubang pada gigi geraham kiri dan terasa
RPP nyeri, bengkak di gusi (-), gusi berdarah (-). Pasien
berobat ke dokter gigi 3 kali, namun gigi tidak
dicabut karena tekanan darah pasien tinggi.
ANAMNESIS

• Sejak 2 minggu SMRS pasien mengeluh bengkak pada


pipi kiri. Bengkak dirasakan keras seperti papan, nyeri
tekan (+), demam (+) tidak terlalu tinggi, sulit
membuka mulut (+), sulit menelan (-), kesulitan bernafas
(-). Pasien belum berobat
RIWAYAT PERJALANAN
PENYAKIT • Sejak 1 hari SMRS pasien mengeluh bengkak semakin
membesar hingga ke leher disertai demam tinggi dan
sulit menelan. Pasien lalu berobat ke IGD RSMH. Pasien
dirawat di bagian THT-KL RSUP Dr. Mohammad Hoesin
Palembang dengan diagnosis selulitis submandibular
dan dikonsulkan ke bagian gigi dan mulut.
ANAMNESIS

• Spironolakton 1x25 mg
• Candesartan 1x16 mg
Riwayat pengobatan • Bisoprolol 1x2,5 mg
• Furosemid 1x5 mg
• NRF 1x5 mg

Riwayat Penyakit atau • Riwayat tekanan darah tinggi (+)


Kelainan Sistemik • Riwayat sakit jantung (+)
ANAMNESIS

• Cabut gigi (-)


RIWAYAT PERAWATAN GIGI • Tambal gigi (-)
DAN MULUT SEBELUMNYA • Trauma (-)
• Membersihkan karang gigi (-)

• Kebiasaan meggosok gigi: tidak teratur, kadang


hanya satu kali di pagi hari. Menggosok gigi
tidak dengan cara dan waktu yang benar.
Pasien belum menyikat giginya sejak 1 hari
RIWAYAT KEBIASAAN sebelum masuk rumah sakit karena sulit
membuka mulut.
• Riwayat kebiasaan makan pada sisi tertentu
disangkal
PEMERIKSAAN FISIK (12 DESEMBER 2108, PUKUL 14.00
WIB)

a. Status Umum Pasien b. Pemeriksaan Ekstra Oral


Keadaan Umum Pasien : Tampak sakit berat
• Wajah : Asimetris
Kesadaran : Compos mentis
• Bibir : sehat
Tekanan Darah : 150/90 mmHg
• Kelenjar getah bening submandibular : tidak
Nadi : 82x/menit
didapatkan pembesaran
Respiration rate : 18x/menit
• TMJ : tidak ada kelainan
Temperatur : 37,60C
• Pupil: Bulat, isokor, Ɵ 3 mm/3 mm, refleks
Berat Badan : 52 kg
cahaya +/+
Tinggi Badan : 160 cm
Kesan Gizi : Baik
2.3 PEMERIKSAAN FISIK

• Debris : (+) regio a,c,d,f


• Plak : (+)regio a,c,d,f
• Kalkulus : (+) regio a,c,d,f
• Perdarahan Papila interdental : tidak ada
• Gingiva : tidak ada kelainan
• Mukosa : tidak ada kelainan
PEMERIKSAAN • Palatum : tidak ada kelainan
INTRA ORAL • Lidah : Terdapat lapisan.plak
berwarna putih
yang.tersebar pada
seluruh permukaan bagian
atas lidah
• Dasar Mulut : terpasang selang drain
• Hubungan rahang : orthognati
• Kelainan gigi geligi :
ODONTOGRAM
STATUS
LOKALIS
TEMUAN DAN PERENCANAAN

TEMUAN PERENCANAAN
Debris, plak, dan kalkulus pada regio a,c,d,f • Kalkulus gigi  Pro scaling

Missing teeth pada 11, 12, 13, 14, 15, 16, • Missing teeth Pro protesa
18, 21, 22, 28, 31, 36, 37, 41, 42, 43, 48 • Gangren Radix Pro Extraksi

Gangren radix pada 23, 24, 25, 26, 32, 33, • Nekrosis pulpa pada 38  Pro Trepanasi dan
Exodontia
34, 46, 47
• Lidah terdapat plak berwarna putih  dilakukan
Nekrosis pulpa pada 38 swab lidah untuk pemeriksaan mikrobiologi
Lidah terdapat plak berwarna putih • Dental Health Education
PEMERIKSAAN LAB
LAMPIRAN FOTO
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
ANATOMI RONGGA MULUT
• Atap: Palatum durum dan mole
• Posterior: uvula, tonsil
• Dasar mulut: Lidah
• Gigi dan Komponennya
• Gigi
• Ligamen Periodontal
• Tulang Alveolar
• Gingiva

• Kelenjar Saliva
ANATOMI RONGGA MULUT
• Orang dewasa memiliki 32 gigi, 16
tertanam di dalam proses alveolaris
maksila dan 16 di dalam mandibula.
• Enamel  jaringan terkeras gigi
• Dentin  terdiri atas tubulus berisi cairan
• Pulpa  terdiri dari pembuluh darah dan
saraf
• Sementum  email pada akar gigi
• Jaringan penyokong gigi  ligamen
periodontal, tulanga lveolar, dan gingiva
ANGINA LUDWIG

Ludwig`s angina dikemukakan


sebagai selulitis dan infeksi
jaringan lunak disekeliling
kelenjar mandibula.

Sumber infeksi biasanya berasal


dari gigi atau dasar mulut oleh
bakteri aerob atau anaerob.
Umunya, pasien berusia antara 20-60
tahun, tetapi ada yang melaporkan
ANGINA LUDWIG kasus ini terjadi pada rentang usia 12
EPIDEMIOLOGI hari sampai 84 tahun.
Infeksi leher dalam (Anggraini,
2015) Laki-laki lebih sering terkena
dibandingkan dengan perempuan
Abses dengan perbandingan 3:1 atau 4:1
submandibula
47.10% Abses peritonsil
Kondisi yang menjadi faktor
27.50% Abses predisposisi yaitu diabetes mellitus,
1.2
parafaring neutropenia, alkoholisme, anemia
Angina ludwig aplastik, glomerulonefritis,
9.80%
9.80% dermatomiositis, dan lupus
eritematosus sistemik.
ANGINA LUDWIG
ETIOLOGI
Angina Ludwig biasanya disebabkan oleh infeksi odontogenik, khususnya dari
gigi molar kedua atau ketiga bawah  infeksi menyebar ke ruang
submandibula
Infeksi oleh : Streptokokus viridians dan Stafilokokus aureus.

Penyebab lain dari angina Ludwig yaitu:


•Sialadenitis
•abses peritonsil
•fraktur mandibula terbuka
•kista duktus tiroglossal yang terinfeksi
•epiglotitis,bronkoskopi
•tindakan invasif lainnya
ANGINA LUDWIG
PATOFISIOLOGI
Etiologi (mis: infeksi
gigi)

Karies dalam dan


Nekrosis pulpa yang
tidak terawat

Infeksi menyebar ke
tulang spongiosa
sampai cortical

PENJALARAN INFEKSI
Infeksi menembus PADA RAHANG BAWAH
dan masuk ke DAPAT MEMBENTUK
jaringan lunak ANGINA LUDWIG
ANGINA LUDWIG
ANAMNESIS PEMERIKSAAN FISIK

• Gejala awal: nyeri area


gigi
•Demam
• tegang pada dagu
•Tanda inflamasi dasar mulut
•Nyeri menggerakan lidah
•Lidah terdorong ke atas-belakang 
•Sulit buka mulut, bicara,
menyumbat jalan nafas
menelan, makan, dan
•Stridor
minum
•Sulit bernafas
ANGINA LUDWIG
TATALAKSANA
Menjaga jalan nafas
• Trakeostomi atau krikotirotomi

Antibiotik
• Penicillin G dosis tinggi (2-4 juta unit IV terbagi setiap 4 jam)
• Penambahan penambahan metronidazole, clindamycin, cefoxitin, piperacilin-tazobactam,
amoxicillin-clavulanate
• Dexamethasone IV 48 jam 10 mg loading dose, lanjutkan 4 mg/6 jam
Eksplorasi
• Dekompresi dan evakuasi pus/jaringan nekrosis

Pencegahan: ekstraksi gigi


ANGINA LUDWIG
KOMPLIKASI

Komplikasi yang paling serius dari angina Ludwig yaitu


ASFIKSIA yang disebabkan oleh edema pada soft-tissue
leher.

PROGNOSIS

Prognosis angina Ludwig sangat tergantung kepada proteksi segera


jalan nafas dan pada pemberian antibiotik untuk mengatasi infeksi.
Tingkat mortalitas 5%.
NEKROSIS PULPA
DEFINISI
Nekrosis pulpa adalah matinya pulpa. Dapat terjadi
sebagian atau seluruhnya,

ETIOLOGI

• Iritasi mikroba  karies dentin dan mikroorganisme pada saluran akar


• Iritan mekanis  prosedur operatif, kuretase periodontium yang dalam,
tekanan pada perawatan ortodonsi, dan trauma
• Iritasi kimia  pembersih dentin
NEKROSIS PULPA
DIAGNOSIS

Nekrosis Sebagian Nekrosis Keseluruhan


 Menyerupai pulpitis irreversibel-  Tidak memberikan gejala, bagian
mahkota gigi menghitam
 Tes termal bereaksi lambat  tes termal negatif
 Perkusi/ tekanan bereaksi negatif  Perkusi/ tekanan bereaksi negatif
 Vitalitester bereaksi dalam skala besar  Vitalitester bereaksi negatif
 Gambaran radiologi tidak ada Terlihat penebalan ligamentum
kelainan periodontal
NEKROSIS PULPA
TATALAKSANA

Solusi untuk gigi nekrosis pulpa adalah dengan mengeliminasi gigi


nekrois pulpa dan sekuelnya dengan pembersihan, pemotongan,
desinfeksi, dan obturasi saluran akar, atau ekstraksi gigi.
Di dalam proses pembersihan dan irigasi kanal, satu yang harus
diperhatikan adalah untuk tidak menyebabkan infeksi keluar dari
foramen apikal.
BAB IV
ANALISIS KASUS
DIAGNOSIS

Anamnesis Pemeriksaan Fisik

- Gigi berlubang 3 bulan lalu


namun tidak dicabut karena - TD: 150/90
HT tinggi - Debris, plak dan
- 2 minggu SMRS bengkak kalkulus di region
(+) pipi kiri, Nyeri tekan(+), a,c,d,f
demam (+), keras seperti - Gangren radiks pada
papan gigi 23, 24, 24, 25,
- 1 hari SMRS bengkak 32, 34, 46, 47
semakin besar dan sulit - Nekrosis pulpa pada
menelan gigi 38
DIAGNOSIS

Pemeriksaan Fisik

Debris disebabkan oleh sisa makanan yang menempel


dan indikasi kurangnya perlindungan kesehatan gigi dan
- TD: 150/90
mulut (oral hygiene) pasien  risiko infeksi
- Debris, plak dan
kalkulus di region
a,c,d,f
Kalkulus adalah deposit plak pada gigi yg mengeras
- Gangren radiks pada akibat demineralisasi. Jika kalkulus dibiarkan, maka
gigi 23, 24, 24, 25, akan banyak bakteri patogen yang hidup di dalam gigi.
32, 34, 46, 47
- Nekrosis pulpa pada
gigi 38
DIAGNOSIS

Pemeriksaan Fisik

- TD: 150/90
- Debris, plak dan
kalkulus di region
a,c,d,f
- Gangren radiks pada Radix merupakan tempat subur bagi perkembangbiakan
gigi 23, 24, 24, 25, bakteri  terkumpul bakteri  kondisi oral lebih buruk
32, 34, 46, 47  gangren
- Nekrosis pulpa pada
gigi 38
DIAGNOSIS Nekrosis pulpa
disebabkan oleh iritan Nekrosis pada molar 3
bakteri (karies dan mandibula yang tidak
mikroorganisme di pulpa terawat
Pemeriksaan Fisik  3 bulan yang lalu)

- TD: 150/90
- Debris, plak dan
kalkulus di region Menyebar secara Bakteri mencapai
perikontinuatum ke ruang jaringan periapikal.
a,c,d,f submandibula
- Gangren radiks pada
gigi 23, 24, 24, 25,
32, 34, 46, 47
- Nekrosis pulpa pada
gigi 38
Selulitis
Perencanaan

• Evaluasi dan melakukan proteksi pada jalan nafasnya.


• Jika keadaan pasien telah membaik, dapat dilakukan tindakan pada bagian gigi yang rusak,
yaitu
 pro scaling pada kalkulus gigi,
 pro ekstraksi pada gangren radix dan
 pro trepanasi dan exodontia pada nekrosis pulpa
• Dental Health Education
Edukasi juga penting untuk diberikan pada pasien untuk menjaga kebersihan gigi dan
mulut dengan menyikat gigi dua hingga tiga kali sehari yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur
selama 3 menit. Pasien juga diajarkan cara menyikat gigi yang benar.
TERIMA KASIH
• Nurul
• Pada kasus pasien memiliki hipertensi, bagaimana strategi perawatan pada pasien
HT?
• Jovina
• Pada pasien akan dilakukan ekstraksi, adakah kondisi yang menentukan keputusan
ekstraksi?
• Veny
• Apakah semua infeksi pada semua gigi dapat menyebabkan selulitis
submandibula?
• Maria
• Penyebab NP adalah trauma mekanis, bagaimana mekanisme?