Anda di halaman 1dari 38

Uji dan Pemeriksaan

Muhammad Muharrary Akbar


Reinecke Ribka Halim

Pembimbing:
Drg. Billy Sujatmiko, Sp.KG
Pemeriksaan Sensibilitas Pulpa

Pemeriksaan sensibilitas pulpa biasanya dilakukan dengan menilai


respon gigi terhadap stimulus suhu dan elektrik.
• Stimulus dingin Respon lebih baik,
• CO2 snow (-56 hingga -98oC) terutama pada
• refrigerant spray (Endo‐iceR) (-26oC) crowned teeth

• batu es

Tidak selalu menentukan keadaan pulpa secara akurat  dengan anamnesis.


Pemeriksaan Sensibilitas Pulpa

Indikator : intensitas respon terhadap stimulus


dan rasa nyeri yang berkelanjutan setelah
stimulasi

• Gigi yang terkalsifikasi atau destruksi kanal


pulpa tidak menunjukkan respon terhadap uji
suhu
• Dilakukan stimulasi elektrik

Pemeriksaan elektik pada pulpa yang


terkalsifikasi
Pemeriksaan Sensibilitas Pulpa

Perubahan warna kekuningan pada incisivus sentral pada maksila kiri meunjukkan
destruksi kanal pulpa (calcific metamorphosis) (A).
Gambaran sagittal cone beam computed tomography (CBCT) incisivus sentral maksila kiri
menunjukkan kalsfikasi pada korona pulpa (panah).
Pemeriksaan Sensibilitas Pulpa

Indikasi Pemeriksaan Sensibilitas Pulpa

• Saat gigi tersebut diperkirakan masih hidup/vital.


• Pada keadaan trauma dimana pemeriksaan sensibilitas dibutuhkan untuk menentukan dasar
dari penilaian selanjutnya
• Untuk pengelompokkan pada keadaan dimana diperlukan identifikasi gigi yang tidak responsif
dan penilaian respon gigi yang berdekatan (infeksi gigi).
• Untuk memastikan bahwa seluruh gigi responsif pada keadaan dicurigai sumber nyeri non-
odontogenik.
• Pada pemeriksaan pre-operatif sebelum perencanaan restorasi.

Jika keluhan utama pasien adalah nyeri gigi, maka tentukan gigi mana yang nyeri
Tidak selalu dilakukan pemeriksaan sensibilitas (untuk menentukan keadaan pulpa)
Pemeriksaan Sensibilitas Pulpa

• Identifikasi nyeri lebih baik


dilakukan dengan merangsang
dengan penyebab gigi nyeri.
• Gigi dengan pulpitis sensitif
terhadap panas dan berkurang
dengan aplikasi dingin.

Pemeriksaan gigi dengan air panas


menggunakan isolator karet
Pemeriksaan Sensibilitas Pulpa

Identifikasi gigi menggunakan air panas atau dingin:

• Isolasikan gigi secara individual.


• Periksa gigi secara berurutan
• Periksa semua gigi dengan teliti pada kuadran atau lengkungan gigi.
• Periksa gigi paling posterior terlebih dahulu, karena air akan mengalir ke arah posterior
• Jika dilakukan pemeriksaan dengan air panas, jangan gunakan evakuator berkecepatan tinggi
sampai pasien diberi waktu untuk menanggapi stimulus, karena ini dapat memiliki efek
pendinginan.

Respon yang paling menunjukkan diagnosa adalah rasa nyeri yang parah dan
mengesksaserbasi atau dalam kasus curiga gigi non-vital (gigi dengan nekrotik
pulpa) menunjukkan hasil negatif
Catatan:

• Pemeriksaan sensibilitas gigi molar mandibula


biasanya lebih dapat diprediksi jika dilakukan
pada ketiga occlusal permukaan lingual
• Karena dentin lingual lebih tipis dibanding
bukal.
• Semua gigi dengan gambaran radiolusen
periapikal harus dilakukan pemeriksaan
sensibilitas pulpa
Memeriksa permukaan lingual pada molar
• 80% pasien dengan nyeri telah menggunakan mandibula
analgesik  dapat mengubah respon terhadap
pemeriksaan
Perkusi

Membandingkan Gigi yang


Mengidentifikasi
dengan dicurigai tidak
banyak gigi yang
beberapa gigi diperiksa
sakit
yang berdekatan terlebih dahulu

Perkusi dengan
Dilakukan
jari dilakukan
dengan urutan
bila gigi pasien
acak
sangat sensitif
Conversation:

• Saya akan mengetuk gigi-gigi ini.


• Anggap gigi ini nomor satu, anggap
gigi ini nomor dua, dan anggap gigi
ini nomor tiga.
• Gigi mana yang lebih sensitif
terhadap ketukan?
• Jika pasien mengeluh gigi tertentu
lebih sensitif dibanding yang lain,
maka lakukan pemeriksaan ulang
dengan urutan yang berbeda untuk
konfrimasi
Perkusi

Caution:

• Terdapat lebih dari 1 gigi yang sensitif


• Hasil perkusi tidak konsisten
• Bukan kasus infeksi yang jelas (abses)
• Jika tidak ditemukan fraktur alveolar atau infeksi terbuka 
pertimbangkan nyeri non-dental (clenching, sinusitis maksilaris atau
trigeminal neuropathic orofacial pain.)
Palpasi

Mengetahui lokasi bengkak atau area nyeri tekan


• Terletak dibagian atas gigi dengan periapical pathosis
• Lesi periodontal : mid root atau gusi
Palpasi dilakukan hati-hati jika ujung akar
menembus tulang bukal
• Untuk mendeteksi fenetrasi ujung akar, terutaa bukal premolar
atau molar dan gigi anterior rahang atas
Palpasi
• Kasus-kasus di mana ujung akar
menembus tulang dihubungkan
dengan nyeri persisten setelah
perawatan saluran akar, bahkan
pada gigi yang secara radiografi
memiliki penambalan saluran
akar yang optimal.
• Dibutuhkan CBCT untuk
menegakkan diagnosis
Gambaran CBCT menunjukkan fenestrasi ujung akar
(tanda panah) pada gigi premolar pertama (A)
Periodontal Probing

Rutin dilakukan untuk mendiagnosis nyeri

Membedakan pola pengeroposan tulang dan defek (unilateral atau bilateral)


akibat:

• Penyakit periodontal  lebar dan dalam, melibatkan banyak gigi


• Fraktur akar vertikal  sempit, dalam, terisolasi pada satu gigi.
Periodontal Probing

• Gigi premolar pertama maksila


dengan probing yang terisolasi
dan dalam pada bagian distal
marginal ridge periodontimun
yang sehat
• Kedalaman normal probing
ditunjukkan pada probing area
bukal.
Radiografi

Pemeriksaan ini tergantung pada proses patologi dan tingkat kesulitan

Penggunaan:

• Bitewing standar  pulpitis reversibel


• Radiografi periapikal  pulpitis ireversibel atau gigi yang menunjukkan
tanda-tanda atau gejala penyakit periodontal atau periapikal.
Radiografi

Syarat pemeriksaan radiografi:

• Jangan menerima gambaran yang underdeveloped, kurang terang atau tidak


berorientasi dengan benar.
• Jangan menerima gambaran di mana ujung akar tidak berada di tengah film.
• Jika ada struktur yang tidak biasa pada film periapikal, konfirmasikan
pengamatan ini dengan pemeriksaan kedua sebelum mencoba mendiagnosisnya.
• Jangan menerima film yang tidak memperlihatkan seluruh pinggir lesi
• Jika seluruh lesi tidak sepenuhnya terlihat pada gambar, identifikasi mengapa
terjadi kesalahan sebelum mengambil film lain atau mendapatkan tampilan yang
lebih besar.
Radiografi

Gambaran panoramik
• Skrining untuk kasus yang lebih sulit
• Memperlihatkan gambaran sendi TM, gigi, rahang
atas dan bawah secara lengkap
• Menunjukkan kekeruhan sinus maksilaris
• Hanya menunjukkan keadaan patologis pada saat
diambil.
Radiografi (Gambaran Panoramik)

OPG memperlihatkan gambaran yang baik terhadap gigi, struktur penyokong dan sendi
temporomandibular.
Radiografi (Gambaran Panoramik)

Gambaran OPG pasien laki-laki 37 tahun dengan keluhan nyeri persisten pada area incisor sentral atas.
Perhatikan adanya definisi yang buruk pada area periapikal gigi anterior mandibula dan maksila karena
bertindihan dengan struktur anatomi lain dan adanya impaksi caninus maksilaris (tanda panah), namun penyebab
keluhan tidak jelas
Cone Beam Computed Tomography

• Terbatas pada kasus nyeri orfasial yang lokasi, tanda dan


gejalanya kurang jelas  akibat dari tingkat radiasi dari CBCT
• Keuntungan:
Lebih akurat dalam mendiagnosis pathosis periapical
20% lebih dapat mengidentifikasi lesi periapical daripada
rediografi periapical pada pada gigi yang tidak diterapi secara
edodontikal dengan nekrosis pulpa
Pada kasus yang awalnya didiagnosis dengan nyeri gigi atipikal,
17% ditemukan akibatnya (hancurnya tilang periapical) dengan
penggunaan CBCT
Cone Beam Computed Tomography

Gambaran panoramic pada


pasien 37 tahun dengan keluhan
nyeri di region incisor atas.
Sulit ditemukan penyebanya
akibat dari jelasnya gambaran
pada regio nyeri dirasakan
Cone Beam Computed Tomography

Gambaran CBCT pada pasien yang sama. Dapat


ditentukan lesi yang menyebabkan nyeri pada pasien
Tes menggigit

• Dilakukan untuk menilai nyeri yang tidak muncul dengan perkusi


• Nyeri biasanya timbul pada daerah retakan pada gigi
Syarat:
1. Menggunakan alat yang tepat sehingga tes nyeri yang diharapkan
dapat muncul (contoh alat yang dapat dipakai: alat penguji
gigitan standar pasaran, kasa yang dilipat dan dibasahkan, atau
kartu yang dilipat.
2. Cara menggigit yang benar (Kekuatan menggigit yang maksimal
muncul ketika gigi hampir kontak/ bersatu)
Tes menggigit

Prosedur tes
• Siapkan peralatan yang digunakan
• Tentukan lokasi nyeri dan letakkan alat pada daerah tersebut
untuk membantu gigitan pasien
• Suruh pasien untuk mengatupkan gigi secara rapat dan kuat, tahan
beberapa detik kemudian lepaskan
• Tes positif jika setelah dilepaskan akan muncul nyeri pada daerah
di gigi yang dicurigai retak
Tes menggigit
Gerakan pada gigi

• Bukan merupakan predicator nyeri yang utama


• Biasa terjadi jika ada trauma oklusal sebelumnya pada gigi
• Diperlukan anamnesis untuk menanyakan trauma pada daerah
mulut sebelumnya
• Cara melakukan
Minta pasien untuk mengatupkan gigi secara bersama
Letakkan jari pada gigi yang dicurigai goyang
Minta pasien untuk “menggiling”/ menggesekkan gigi
Jika gigi bergerak sedikit sementara gigi sebelahnya tidak,
curiga adanya trauma oklusal
Anastesi selektif

• Digunakan untuk menenetukan lokasi nyeri pada mulut secarat


tepat
• Diperlukan pemahaman mengenai persarafan pada gigi dan mulut
untuk dapat menentukan masalah nyeri pada pasien
• Cara melakukan
Tentukan dimana nyeri sering dirasakan
Tentukan dimana akan dilakukan dilakukan anastesi
Apabila setelah diberikan anastesi pada daerah tersebut nyeri
menjadi hilang, kemungkinan nyeri berasal persarafan di daerah
tersebut
Anastesi selektif

Catatan:
• Apabila nyeri dirasakan mengilang hanya beberapa saat (hitungan
menit pada pasien dengan nyeri kronik) maka kemungkinan nyeri
berasala dari masalah non-dental atau mungkin faktor psikologis.
Nyeri pada otot dan anasetesi selektif

• Anastesi selektif dapat membedakan antara nyeri akibat faktor


pada gigi dan nyeri akibat otot mulut
• Jika diberikan anastesi selektif, nyeri akibat faktor gigi akan
menghilang sementara tidak pada nyeri akibat otot.
Transluminasi

• Berguna dalam mendeteksi keretakan pada email gigi dan


gangguan perubahan warna pada gigi
• Cara melakukan:
Siapkan senter
Tentukan gigi yang dicurigai bermasalah
Sinari dari belakang sehingga cahaya menembus email gigi
Hasil yang didapatkan dapat berupa garis retakan yang terlihat
atau cahaya yang tidak tembus akibat terjadi perubahan warna
pada gigi
Transluminasi

Sebuah retakan pada puncak gigi (tanda panah) dapat


diidentifikasi menggunakan transluminasi
Pembesaran

• Peran perbesaran dalam mendeteksi gigi yang terganggu/salit


sering diremehkan.
• Pembesar menggunakan loupes atau mikroskop operasi bedah
membantu untuk menunjukkan margin restorasi terbuka, lesi
cervix non-karies halus atau katup/ puncak retak yang mungkin
tidak terlihat dengan mata telanjang.
Pembesaran

Gambaran dilakukan pembesaran


Gambaran tanpa dilakukan pembesaran. menggunakan mikroskop pada gigi yang
Tidak terlihat adanya gangguan pada gigi sama, terlihat terdapat retakan pada gigi
(tanda panah)
Tes Rongga

• Sebuah tes yang dilakukan dengan mengebor/ membuat sebuah


rongga sampai mencapai dentin tanpa menggunakan anastesi
• Interpretasi:
Jika nyeri, menandakan persarafan pulpa masih vital
Jika tidak nyeri, perdalam pengeboran; jika masih tidak ada nyeri
atau nyeri yang dirasakan lemah  curiga nekrosis pulpa
• Berguna juga untuk:
Mengevaluasi apakah ada respon terhadap pengeboran
Membuat ruang untuk memasukkan alat pengetes pulpa untuk
melakukan kontak dengan dentin
Tes Rongga

• Catatan: tes terbatas hanya dilakukan jika terdapat keraguan pada


keadaan/ kondisi pulpa
• Jika persarafan pulpa dinyatakan vital, maka rongga yang dibuat
dapat ditutup kembali
Ultrasound

• USG memiliki sedikit penggunaan dalam diagnosis nyeri orofasial


rutin.
• Utilitas USG dalam diagnosis nyeri orofasial terbatas untuk
mendeteksi perubahan pada sendi temporomandibular, mengukur
ketebalan otot pengunyahan (terutama masseter) dan mendeteksi
non-dental lainnya, jaringan lunak kepala dan patologi leher (kista
dan gangguan kelenjar saliva).
TERIMA KASIH