Anda di halaman 1dari 36

JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH

Kardiovaskular
ANATOMI JANTUNG
1. Atrium Kanan
2. Katup AV kanan
3. Ventrikel kanan
4. Katup pulmonal
5. Pulmonary trunk
6. Arteri pulmonal
7. Vena pulmonal kiri
8. Atrium kiri
9. Katup AV kiri
10.Ventrikel kiri
11.Katup aorta
12.Aorta
13.Pembuluh darah sistemik
14.Vena kava inferior dan superior
Denyut Jantung
Vena pulmonari

Aorta
Vena kava
superior
Arteri pulmonari

Atrium Atrium kiri


kanan

Ventrikel
kiri

Vena kava Ventrikel


inferior kanan
Pemeriksaan Jantung
Inspeksi dan Palpasi
• Melihat apex beat/
ictus cordis/impuls
jantung mrpk refleksi
gerakan dinding thoraks
sbg hasil kontraksi
ventrikel kiri dan ujung
apex menyentuh
dinding thoraks
 bagian kiri,
intercostae III-VI
• Hanya dapat terlihat
pada hewan normal,
dinding dada tipis dan
tidak berambut panjang
Kelainan-kelainan yg ditemukan saat
palpasi ictus cordis
• Tidak terasa ada apex beat  adanya cairan
pada ruang thoraks
 pericarditis serosa, pleuretis exudativa,
hidroperikard, hidrothoraks
• Terasa unilateral  tumor
• Sama kuat sisi kiri dan kanan  hipertrofi
ventrikel kanan
Perkusi
• Dengan cara diketuk pada daerah interkostae pada titik
orientasi
• Biasanya dilakukan bersamaan dengan perkusi paru
• Sebaiknya dimulai dari daerah resonan ke redup
• Jantung terletak pada duapertiga bawah rongga dada,
antara kostae III – VI, pada sisi kiri dada
• Daerah basis jantung sulit diperkusi krn tertutup oleh otot
bahu
• Suara perkusi dipengaruhi o/ ketebalan dinding dada dan
bentuk dada yg bervariasi masing2 spesies
• Daerah redup meluas  hipertrofi/dilatasi jantung,
pericarditis, hidropericardium
• Daerah redup menyempit  meluasnya paru krn
emphysema
• Adanya rasa sakit  pericarditis
Auskultasi
• Paling sering dan berguna untuk menilai fungsi
jantung
• Mendengarkan langsung denyut jantung dengan
bantuan stetoskop pada titik orientasi bentangan
jantung
• Untuk menilai karakter suara jantung dan
menemukan suara2 abnormal jantung
• Anjing/kucing yg nafasnya berisik, saat
pemeriksaan dapat ditutup hidung/mulutnya 
hati-hati stress
• Dilakukan pada hewan posisi berdiri
Auskultasi...............

• Posisi paling bagus


pd interkostae IV-V
• Suara jantung I
(sistole) terdengar
jelas pada apeks
jantung, suara II
(diastole) terdengar
jelas pada basis
jantung
• Dicatat frekuensi,
irama, intensitas
dan kualitas suara
jantung
Suara – suara Jantung
1. Suara transien (pokok)
 suara jantung normal (I, II, III, IV)
2. Suara jantung ganda
 suara jantung gallop diastolik
 suara tambahan sistole (sistole extra sound)
 blok atau putus jantung
3. Suara murmur (tambahan)
 suara jantung yang terdengar diantara dua
suara jantung normal (suara I dan II)
Suara Transien
• Suara I ditimbulkan oleh kontraksi kedua ventrikel
yg diikuti penutupan katup atrioventrikular
• Suara II ditimbulkan oleh penutupan dan
meregangnya klep semilunar aorta segera setelah
ejeksi sempurna
• Suara I dan II  suara “lub – dub”
• Suara III umumnya pada kuda; patologis pada
anjing/kucing (suara gallop)
• Suara IV hanya dapat didengar dengan
menggunakan “Phonocardiografi”
Suara Jantung Ganda
• Suara jantung I ganda (irama gallop), disebabkan
berkontraksinya atrium yg umumnya tdk
terdengar mjd terdengar atau dapat disebabkan
tdk sinkronnya kontraksi ventrikel kiri dan kanan.
 gangguan penerusan rangsangan pd Bundle of
Hiss atau kerusakan pd otot ventrikel
• Suara jantung II ganda, disebabkan katup
semilunar pd arteri pulmonalis dan aorta tidak
menutup dengan sinkron
Suara Jantung Tambahan Sistol
• Adanya denyut jantung yg
prematur (tjd sebelum
waktunya jantung berdenyut)
• Krn adanya rangsangan dari luar
SA node, yg diselipkan diantara
ritme jantung normal
• Terdengar dua atau lebih
berdenyut susul menyusul
tanpa adanya pause di tengah
dan kemudian setelah itu
adanya kompensasi dengan
pause yg lebih lama dari
biasanya
• Pemeriksaannya dg auskultasi
dibarengi dengan pemeriksaan
pulsus
 pulsus defisit (frek. pulsus
lbh sedikit drpd frek jantung)
Blok Jantung
• Tjd akibat adanya gangguan pd penghantaran
impuls rangsangan kontraksi.
• Dapat terjadi pada penghambatan hantaran
nodus sinosus (SA blok), atau nodus AV (AV
blok)
Suara Jantung Tambahan (Murmur)
• Mrpk suara tambahan yg tjd diantara suara I dan II atau
mengikuti suara2 tsb
• Disebabkan o/ aliran darah turbulen di ruang jantung
• Dpt disebabkan jg o/ vibrasi dinding jantung
• Akibat dr lesi endokardial: cacat septum ventrikular, cacat
katup jantung
• Murmur sistole: stenosis katup semilunar atau insufisiensi
katup AV
• Murmur diastole: stenosis katup AV atau insufisiensi katup
semilunar
• Murmur stenosis biasanya terdengar kasar dan
mendengung (whirring), sedangkan murmur insufisiensi
terdengar lembut dan mendesis (hissing)
Denyut Jantung
• Bervariasi tergantung spesies, usia, ukuran
badan, breed, kondisi fisik
• Dicatat irama dan frekuensi denyut jantung

Kelainan
• Irama: Iregular (sinus aritmia)
• Frekuensi denyut jantung:
Bradikardia/Takikardia
Sinus Aritmia
• Asal: aritmia supraventrikular berasal nodus
atrium (AV node), sedangkan aritmia ventrikel
berasal dari ventrikel
• Laju: aritmia lambat  bradiaritmia
aritmia cepat  takiaritmia
• Keteraturan:
fibrilasi: irama cepat dan tidak beraturan
takikardi: irama cepat tp teratur
Frekuensi Denyut Jantung
• Sinus bradikardia
Sinus bradikardia memiliki irama teratur dan
denyut jantung kurang dari 65 denyut/menit.
dapat disebabkan o/ penyakit sistemik (gagal
ginjal), toksisitas, peningkatan tonus vagal,
tekanan intrakranial tinggi atau kompresi,
hipotermia hipotiroidisme bola mata, atau
obat-obatan (obat penenang, propranolol,
morfin, anestesi berbagai).
Frekuensi Denyut Jantung
• Sinus takikardia
Sinus takikardia, didiagnosis ketika denyut jantung
memiliki irama teratur kurang dari 160 denyut/menit
untuk anjing kebanyakan (> 180 bpm untuk kecil /
mainan breeds atau> 220 bpm pada anakan). Sering
disebabkan oleh stres
• Sinus takikardia dapat terjadi jika ada peningkatan
metabolisme dan permintaan oksigen atau persyaratan
peningkatan curah jantung (nyeri, ketakutan,
kegembiraan), patologi (demam, shock, anemia,
hipoksia, hipertiroidisme) atau agen farmakologis
(atropin, epinefrin, ketamin)
Sistem Arteri
• Dicerminkan dari kualitas pulsus arteri
• Disebut juga pulsus perifer di satu sisi
• Dapat dihitung secara langsung (invasif)
 paling akurat
dan tidak langsung (non invasif)
 paling mudah
Pemeriksaan Pulsus

A
B
(A)Pengukuran pulsus dg alat dopler (non-invasif);
(B)meraba pulsus pd arteri femoralis pd anjing/kucing
B

A
Mengetahui pulsus arteri pada hewan besar:
(A)Meraba pulsus pd Arteri Coccygeal;
(B) (B) meraba pulsus pd Arteri Facialis
Mengetahui adanya pulsus defisit
Frekuensi Pulsus
Hewan Pulsus (kali/menit)
Anjing (kecil) 90 – 120
Anjing (besar) 65 – 90
Kucing (anak) 160 – 240
Kucing (dewasa) 140 – 220
Kuda 28 – 40
Sapi 55 – 80
Kelinci 120 - 250
Babi (muda) 100 – 130
Babi (dewasa) 60 – 90
Faktor2 yang mempengaruhi frekuensi pulsus

• Jenis hewan
• Besar hewan
• Umur hewan
• Kondisi badan
• Jenis kelamin
• Kebuntingan
• Melahirkan
• Laktasi
• Terkejut
• Gerak badan
• Posisi hewan
• Aktivitas mencerna makanan
• Suhu udara sekeliling
Gangguan Frekuensi Pulsus
• Pulsus frekuen: pulsus dipercepat
 demam, penyakit jantung, anemia,
keracunan obat digitalis
 hasilkan intensitas kuat
• Pulsus rarus: pulsus diperlambat
 cardiac inhibitor, hidrocephalus chronica
acquisata, ikhterus, myokarditis
 hasilkan intensitas sangat lemah
Gangguan Ritme Pulsus
• Pulsus irregular; adalah pulsus yang mempunyai jarak
waktu antar denyut pulsus tidak sama
 atrial fibrilasi, atrial fluter, gangguan hantaran
impuls jantung, miokarditis generalis
• Pulsus Intermiten; adalah pulsus dengan satu atau
beberapa individual pulsusnya tidak muncul diantara
pulsus lainnya
 reguler dan ireguler
Istilah pulsus intermiten sangat tepat bila indivudual
pulsus hilang namun denyut jantung tetap ada.
• Bila hilangnya individual pulsus terkait dengan denyut
jantung maka disebut pulsus defisient
Gangguan Kualitas Pulsus
• Pulsus Besar dan Kuat; adalah pulsus yang
terjadi dimana arteri mengembang pada
setiap denyut pulsus dan amplitudenya sangat
kuat melebihi normal, gelombang pulsusnya
tidak terbendung dengan tekanan jari
 hypertropi ventrikular, tahap awal nephritis
interstisial, hewan yang mendapat exercise
keras
• Pulsus Kecil dan Lemah; arteri hampir tidak
mengembang/sedikit sekali mengembang dan
aliran darah sangat mudah dibendung dengan
jari  miocardial asthenia, stenosis klep
mitralis,stenosis aorticus
• Pulsus Lemah (Soft Pulse); adalah pulsus yang
sangat lemah bahkan hampir tidak ada pulsus
dan sangat mudah dibendung. Pulsus
demikian dapat ditemukan ketika otot jantung
yang mengalami kelemahan karena
keracunan atau sepsis
• Pulsus Tidak Sama (Unequal Pulse); Gelombang
individual pulsus sangat beragam amplitudenya dan
kekuatannya, yang mencerinkan volume sekuncup
jantung yang berubah-ubah. Pulsus ini merupakan
tanda khas kasus kelianan jantung sinus arithmia dan
extrasistole arithmia
• Pulsus Asimetri; merupakan pulsus yang kualitasnya
berbeda antara yang teraba pada tubuh sebelah kanan
dengan tubuh sebelah kiri
 vasodilatasi unilateral atau pada thrombosis iliaca
• Pulsus Alternatif (alternate pulse); Adalah pulsus yang
selang seling yakni pulsus kuat diselingi oleh pusus
lemah  kasus kelemahan jantung yang parah
• Pulsus Water – Hammer/Corrigan’s pulse;
Adalah pulsus yang gelombang denyutnya
perlahan menaik sampai arteri cukup
mengembang kemudian melemah kembali
dengan cepat  anemia berat
• Pulsus Pelan (slow pulse); Tekanan gelombang
pulsus meningkat sedikit demi sedikit (pelan-
pelan) dan kembali kolap dengan cara yang sama,
arteri hanya mengembang sedikit  stenosis klep
aorta, blok arterio-ventrikular lengkap, dan
kadang pada lesi pada rongga otak
• Pulsus Keras; Pulsus yang dicirikan oleh adanya
arteri yang sangat tegang dan keras dan
gelombang pulsus sangat sulit untuk dibendung
 hipertensi karena nephritis, kesakitan,
meningkatan tegangan otot (tetanus) dan
hyperemia lokal (laminitis)
• Wiry Pulse/Pulsus kawat; Adalah pulsus yang
kuat namun kecil, seperti kawat. Pulsus ini
timbul bila ada vasokonstriksi  pleurisy,
peritonitis acut, pericarditis
• Thready pulse / Pulsus benang; Gelombang
pulsus ini kecil dan gampang sekali dibendung
• Decrotic pulse; Merupakan pulsus yang sangat
jarang ditemukan
• Fremitus; Merupakan suatu keadaan dimana
arteri bergetar atau mengalami vibrasi, bukan
seperti pulsus yang sebenarnya  aneurism
arteriovenosa arteri spermatika
Sistem Vena
• Pulsus Vena jugularis
• Vena stasis
Pulsus Vena Jugularis
• Pada kebanyakan hewan pengisian vena jugularis akan
menimbulkan gerakan pada bagian vena jugularis yang
kemudian dikenal dengan pulsus jugularis
• Pulsus vena jugularis negatif terjadi selama tahap awal
cardiac systole, ketika darah tidak mampu masuk
keruang atrium kanan kemudian menekan balik darah
yang ada divena jugularis. Dicirikan oleh adanya
gerakan vena jugularis yang bermula dari daerah
proximal vena jugularis
• Pulsus jugulris positif aadalah pulsus jugularis yang
timbul akibat adanya aliran darah balik dari ventrikel
kanan menuju vena jugularis akibat imkompeten katup
trikuspidalis. Pulsus jugularis positif dicirikan adanya
aliran darah balik pada vena jugularis yang gelombang
pulsusnya dimulai dari daerah bahu menuju ke daerah
dagu
Vena Stasis
• Pada hewan berambut panjang keadaan vena
hanya dinilai dengan palpasi. Sedang pada hewan
berambut pendek keadaan vena akan segera
tampak bila aliran darahnya stagnant akibat
mengalami obstruksi dan vena berdilatasi
• Dilatasi vena superfisial yang persisten sering
akibat aliran darah balik ke atrium kanan tertahan
karena tidak sempurnanya pengosongan jantung
saat kontraksi
• Keadaan ini terjadi pada kasus distropi otot
jantung, blok jantung, cardiac atau mediastinal
neoplasia dan sebagainya.