Anda di halaman 1dari 29

KONSINYASI

FAJAR RINA SEJATI, SE., M.Sc.


WELCOME!
NICE TO MEET YOU…

Setiap perusahaan Berbagai upaya


selalu berusaha dilakukan untuk
mencapai laba yang mencapai tujuan
optimal. tersebut.

Salah satu cara untuk


menaikkan volume
penjualan adalah
melalui penjualan
konsinyasi.
PENGERTIAN PENJUALAN KONSINYASI

Penjualan dengan cara


pemilik menitipkan
barang kepada pihak
Konsinyasi
lain untuk dijualkan
adalah:
dengan harga dan
syarat yang telah diatur
dalam perjanjian.
Perjanjian
konsinyasi
berisi
mengenai
hak dan
kewajiban
kedua belah
pihak.
PIHAK-PIHAKYANG TERLIBAT DALAM
KONSINYASI

1. Pengamanat (consignor)
• Adalah pihak yang menitipkan barang atau pemilik barang.
• Pengamanat akan tetap mencatat barang yang dititipkannya
sebagai persediaan selama barang yang dititipkan belum terjual atau
menunggu laporan dari komisioner.

2.
Komisioner (consignee)
• Adalah pihak yang menerima titipan barang
ALASAN MEMILIH KONSINYASI

Alasan dari sisi Pengamanat/ Consignor: Alasan dari sisi Consignee Komisioner:

Daerah pemasaran samakin luas


sehingga lebih dikenal oleh Terhindar dari resiko kerugian secara finansial
masyarakat dan meningkatkan bila barang tidak laku maupun kerusakan fisik
penjualan. barang.
Barang dagangan bisa lebih bervariasi, apalagi
Harga jual dan syarat penjualan
kalau consignornya lebih dari satu perusahaan.
dapat dikendalikan.
Barang lebih terjamin untuk
kembali. Ada kepastian persediaan barang dagangan.
Menghemat biaya pemasaran, Mendapat komisi dari penjualan tanpa
seperti sewa tempat, gaji wiraniaga mengeluarkan modal kerja sendiri berupa
dan lain-lain. persediaan barang dagangan.
TUJUAN DAN MANFAAT KONSINYASI:

Konsinyasi mungkin merupakan satu-satunya cara yang memungkinkan produsen atau


distributor memperoleh daerah pemasaran yang lebih luas.

Consignor dapat memperoleh spesialis penjualan, terutama untuk penjualan gandum,


ternak dan hasil bumi.

Harga jual eceran barang konsinyasi dapat dikendalikan oleh pihak consignor yang masih
menjadi pemilik barang ini. Pengendalian ini sulit atau bahkan tidak mungkin dilakukan
apabila barang ini dijual kepada agen penjual.
OPERASI KONSINYASI

1. Syarat kredit yang harus diberikan oleh pihak consignee kepada para pelanggan.
Dalam penyerahan
barang-barang atas
dasar konsinyasi 2. Beban yang dikeluarkan oleh pihak consignee/ komisioner harus diganti oleh
harus disusun pihak consignor. Namun hal ini juga tergantung oleh kesepakatan karena ada
kontrak yang beberapa biaya yang memang harus ditanggung oleh consignee/ komisioner
menunjukkan sifat misalnya seperti: biaya penyimpanan, biaya sewa tempat, furniture untuk
hubungan antara memamerkan barang, biaya wiraniaga dan lain-lain. Atau bisa juga biaya perakitan
pihak yang yang melebihi harga wajarnya maka consignor berhak untuk tidak mengganti.
menyerahkan dan
pihak yang
menerima barang. 3. Pengiriman uang dan penyelesaian keuangan oleh pihak consignee
Hal-hal yang
mencakup, antara
lain: 4. Laporan harus dikirimkan oleh pihak consignee.
HAL-HALYANG TERPENTING BAGI
CONSIGNEE (HAK CONSIGNEE) ADALAH :
Pihak consignee berhak memperoleh
penggantian atas pengeluaran yang
dibutuhkan berkaitan dengan barang
konsinyasi dan juga berhak memperoleh
imbalan atas penjualan barang konsinyasi

Pihak consignee berhak menawarkan


garansi biasa atas barang konsinyasi yang
dijual dan sementara itu pihak consignor
terikat pada syarat pemberian garansi
seperti ini.
KEWAJIBAN PIHAK CONSIGNEE :

Pihak consignor harus melindungi barang-barang pihak


pemilik dengan cara yang baik dan sesuai dengan sifat barang
dan kondisi konsinyasi. Jika pihak consignee telah menerima
instruksi khusus, maka ia harus melaksanakannya dengan
baik untuk menghindari kewajiban.

Pihak consignee harus menjual barang konsinyasi dengan


harga yang telah ditentukan atau jika ada ketentuan
mengenai harga, ia harus menjualnya dengan harga yang
memuaskan kepentingan pihak pemilik.

Pihak consignee harus memisahkan barang konsinyasi dari


barang dagangannya yang lainnya.

Pihak consignee harus mengirimkan laporan berkala mengenai


kemajuan penjualan barang konsinyasi.
AKUNTANSI UNTUK TRANSAKSI
KONSINYASI

Prosedur akuntansi yang biasanya diikuti oleh


pihak consignor tergantung pada apakah :
• Transaksi konsinyasi harus diikhtisarkan TERPISAH dan
laba atas masing-masing konsinyasi harus dihitung
terpisah dari laba atas penjualan biasa, ataukah
• Transaksi konsinyasi harus disatukan dengan transaksi
lain pihak consignee, tanpa pemisahan antara laba atas
penjualan konsinyasi dan laba atas penjualan biasa
(TIDAK TERPISAH)
METODE TERPISAH
Hal ini dilakukan dengan tujuan
Dalam metode terpisah, laba atau agar pada akhir periode dapat
rugi dari penjualan konsinyasi diketahui berapa laba atau rugi
disajikan secara terpisah dengan yang diperoleh dari penjualan
laba atau rugi penjualan biasa konsinyasi dan berapa laba atau
atau penjualan lainnya. rugi yang diperoleh dari penjualan
lainnya.
METODE TIDAK TERPISAH
Hal ini akan mengakibatkan
Dalam metode tidak terpisah pada akhir periode perusahaan
laba atau rugi dari penjualan tidak dapat mengetahui Untuk tujuan pengendalian
konsinyasi tidak dipisahkan berapa laba atau rugi yang intern sebaiknya perusahaan
dengan laba atau rugi dari diperoleh dari penjualan tidak menggunakan metode
penjualan biasa atau penjualan konsinyasi dan berapa laba ini.
lainnya. yang diperolah dari penjualan
biasa atau penjualan lainnya.
PEMBAHASAN DIMULAI DENGAN
PENERAPAN PENCATATAN DENGAN:

Metode tidak terpisah


Metode terpisah oleh:
oleh:
Pengamanat Pengamanat
(consignor) (consignor)

Komisioner Komisioner
(consignee) (consignee)
AKUNTANSI OLEH PENGAMANAT
(CONSIGNOR)
Metode Terpisah Metode tidak terpisah
Metode terpisah akan memisahkan antara laba-rugi Metode tidak terpisah tidak memisahkan antara
dari kegiatan konsinyasi dengan laba-rugi dari laba-rugi dari kegiatan konsinyasi dengan laba-
kegiatan usaha biasa. Oleh karena itu, pendapatan rugi dari kegiatan usaha biasa. Oleh karena itu,
dan biaya dari kegiatan konsinyasi juga dipisahkan. pendapatan dan biaya dari kegiatan konsinyasi
Pada umumnya kegiatan konsinyasi akan juga tidak dipisahkan dengan kegiatan biasa.
berpengaruh pada debet-kreditnya rekening “Barang
konsinyasi”.
 Barang konsinyasi –Debet bila terkait dengan
biaya-biaya.
 Barang konsinyasi –Kredit bila terkait dengan
pendapatan. Pencatatan di pihak consignor dengan metode
Pencatatan di pihak consignor dengan metode tidak terpisah meliputi transaksi sbb:
terpisah meliputi transaksi sbb:
METODE TERPISAH METODE TIDAK TERPISAH

a) Pengiriman barang konsinyasi, jurnalnya: a) Pengiriman barang jurnalnya tidak dicatat.


Barang konsinyasi xxx ---
Persediaan xxx

b) Pembayaran biaya angkut, jurnalnya: b) Pembayaran biaya angkut, jurnalnya:


Barang konsinyasi xxx Biaya transport xxx
Kas xxx Kas xxx
Pada dasarnya biaya-biaya pada metode terpisah
dicatat sebagai debet barang konsinyasi.

c) Menerima laporan Pertanggung-jawaban dari c) Menerima lap. Pertanggungjawaban dari


komisioner, jurnalnya: komisioner, jurnalnya:
Piutang-komisioner xxx Piutang-komisioner xxx
Barang konsinyasi xxx Biaya xxx
Barang konsinyasi xxx Penjualan xxx

d) Menerima pembayaran dari komisioner, jurnalnya: d) Menerima pembayaran dari komisioner,


Kas xxx jurnalnya:
Piutang komisioner xxx Kas xxx
Piutang komisioner xxx
CONTOH SOAL :
 Pada awal tahun 2007 PT. PIA mengadakan perjanjian konsinyasi dengan Toko KIU,
dengan isi perjanjian sebagai berikut :
 PT. PIA akan menitipkan barang kepada Toko KIU.
 Toko KIU berhak atas komisi sebesar 20% dari hasil penjualan.
 Semua biaya ditanggung oleh PT. PIA.
 Toko KIU harus membuat pertanggungjawaban secara bulanan.

Transaksi yang terjadi antara PT. PIA dan toko KIU terkait dengan perjanjian tersebut
adalah sebagai berikut :
 PT. PIA mengirim 100 unit barang yang dalam keadaan CKD ke toko KIU. Harga pokok
barang tersebut @ Rp. 30.000 sedangkan harga jual ditentukan Rp. 50.000
 PT. PIA membayar biaya angkut sebesar Rp. 50.000
CONTOH SOAL : LANJUTAN…

 Toko KIU menerima kiriman barang dari PT. PIA dan membayar biaya perakitan
sebesar Rp. 20.000
 Toko KIU berhasil menjual seluruh barang dagangan secara tunai
 Toko KIU mengirimkan laporan atas hasil penjualan pada PT. PIA
 Toko KIU mengirimkan kas yang menjadi hak PT. PIA yaitu :
 Penjualan : 100 x Rp. 50.000 = Rp. 5.000.000
 Komisi 20% x 5000.000 =(Rp. 1.000.000)
 Biaya perakitan 20.000 =(Rp. 20.000) +
 Kas yang dikirim = Rp. 3.980.000
 DIMINTA:
 Buatlah jurnal untuk transaksi yang dicatat oleh pengamanat/consignor baik dengan
metode terpisah maupun dengan metode tidak terpisah.
JAWABAN:

METODE TERPISAH METODE TIDAK TERPISAH


Pencatatan di pihak consignor dengan metode Pencatatan di pihak consignor dengan metode tidak
terpisah meliputi transaksi sbb: terpisah meliputi transaksi sbb:

1) Pengiriman barang konsinyasi, jurnalnya: 1) Transaksi No. 1 tidak dicatat PT. PIA
Barang konsinyasi 3000.000
Persediaan 3000.000

2) Pembayaran biaya angkut, jurnalnya: 2) Pembayaran biaya angkut, jurnalnya:


Barang konsinyasi 50.000 Biaya transport 50.000
Kas 50.000 Kas 50.000

3) Transaksi no. 3 tidak dicatat oleh PT. PIA. 3) Transaksi no. 3 tidak dicatat oleh PT. PIA.

4)Transaksi no. 4 tidak dicatat oleh PT. PIA. 4) Transaksi no.4 tidak dicatat oleh PT. PIA.
JAWABAN:
METODE TERPISAH METODE TIDAK TERPISAH

5) Menerima laporan Pertanggung-jawaban dari 5) Menerima lap. Pertanggungjawaban dari


komisioner, jurnalnya: komisioner, jurnalnya:
Piutang-komisioner 3.980.000 Piutang-komisioner 3.980.000
Barang konsinyasi 1.020.000 Biaya 1.020.000
Barang konsinyasi 5.000.000 Penjualan 5.000.000

6) Menerima pembayaran dari komisioner, 6) Menerima pembayaran dari komisioner,


jurnalnya: jurnalnya:
Kas 3.980.000 Kas 3.980.000
Piutang komisioner 3.980.000 Piutang komisioner 3.980.000
AKUNTANSI OLEH KOMISIONER
(CONSIGNEE)
METODE TERPISAH METODE TIDAK TERPISAH
Pencatatan di pihak komisioner dengan metode Pencatatan di pihak komisioner dengan metode
terpisah meliputi transaksi sbb: tidak terpisah meliputi transaksi sbb:

a) Pembayaran biaya angkut/perakitan, jurnalnya: a) Pembayaran biaya angkut/perakitan jurnalnya:


Barang komisi xxx Utang pengamanat xxx
Kas xxx Kas xxx

b) Menjual barang komisi, jurnalnya: b) Menjual barang komisi, jurnalnya:


Kas xxx Kas xxx
Barang komisi xxx Penjualan xxx
Harga Pokok Penj. xxx
Utang pengamanat xxx
AKUNTANSI OLEH KOMISIONER
(CONSIGNEE) LANJUTAN…
METODE TERPISAH METODE TIDAK TERPISAH

c) Mengirim laporan pertanggungjawaban kepada c) Laporan pertanggungjawaban tidak dicatat.


pengamanat (consignor), jurnalnya:
Barang komisi xxx
Utang pengamanat xxx

d) Mengirim pembayaran kepada pengamanat d) Mengirim pembayaran kepada pengamanat


(consignor), jurnalnya: (consignor), jurnalnya:
Utang pengamanat xxx Utang pengamanat xxx
Kas xxx Kas xxx
CONTOH SOAL :

Pada awal tahun 1993 PT PIA mengadakan perjanjian konsinyasi dengan toko KIU,
dengan isi perjanjian sebagai berikut :
• PT. PIA akan menitipkan barang kepada Toko KIU.
• Toko KIU berhak atas komisi sebesar 20% dari hasil penjualan
• Semua biaya ditanggung oleh PT. PIA.
• Toko KIU harus membuat pertanggungjawaban secara bulanan
Transaksi yang terjadi antara PT. PIA dan toko KIU terkait dengan perjanjian tersebut
adalah sebagai berikut :
 PT PIA mengirimkan 100 unit barang yang dalam keadaan CKD ke toko KIU. Harga
pokok barang tersebut @ Rp. 30.000 sedangkan harga jual ditentukan @ Rp. 50.000
 PT. PIA membayar biaya angkut sebesar Rp. 50.000.
CONTOH SOAL : LANJUTAN ...
 Toko KIU menerima kiriman barang dari PT. PIA dan membayar biaya perakitan
sebesar Rp. 20.000
 Toko KIU berhasil menjual seluruh barang dagangan secara tunai
 Toko KIU mengirimkan laporan atas hasil penjualan ke PT. PIA.
 Toko KIU mengirimkan kas yang menjadi hak PT. PIA yaitu :
 Penjualan : 100 x Rp. 50.000 = Rp. 5.000.000
 Komisi 20% x 5000.000 =(Rp. 1.000.000)
 Biaya perakitan 20.000 =(Rp. 20.000) +
 Kas yang dikirim = Rp. 3.980.000
 DIMINTA:
 Buatlah jurnal untuk transaksi yang dicatat oleh komisioner/consignee baik dengan
metode terpisah maupun dengan metode tidak terpisah.
JAWABAN SOAL:
METODE TERPISAH METODE TIDAK TERPISAH
Pencatatan di pihak komisioner dengan metode terpisah Pencatatan di pihak komisioner dengan metode
meliputi transaksi sbb: tidak terpisah meliputi transaksi sbb:

Transaksi 1 dan 2 tidak dicatat Transaksi 1 dan 2 tidak dicatat


oleh toko KIU oleh toko KIU.

3) Pembayaran biaya perakitan, jurnalnya: 3) Pembayaran biaya perakitan, jurnalnya:


Barang komisi 20.000 Utang Pengamanat 20.000
Kas 20.000 Kas 20.000

4) Menjual barang komisi, jurnalnya: 4) Menjual barang komisi, jurnalnya:


Kas 5.000.000 Kas 5.000.000
Barang komisi 5.000.000 Penjualan 5.000.000
Harga Pokok Penj. 3.000.000
Utang pengamanat 3.000.000
JAWABAN SOAL: LANJUTAN…
METODE TERPISAH METODE TIDAK TERPISAH

5) Mengirim laporan pertanggungjawaban kepada 5) Mengirim laporan pertanggungjawaban kepada


pengamanat (consignor), jurnalnya: pengamanat (consignor), TIDAK DICATAT
Barang komisi 3.980.000
Utang pengamanat 3.980.000

6) Mengirim pembayaran kepada pengamanat 6) Mengirim pembayaran kepada pengamanat


(consignor), jurnalnya: (consignor), jurnalnya:
Utang pengamanat 3.980.000 Utang pengamanat 3.980.000
Kas 3.980.000 Kas 3.980.000
TUGAS - 1

 Pada awal tahun 1993, PT HOTAHE mengadakan perjanjian konsinyasi dengan Toko
KUCHI-KUCHI, dengan isi perjanjian sebagai berikut:
 PT. HOTAHE akan menitipkan barang kepada Toko KUCHI-KUCHI.
 Toko KUCHI-KUCHI berhak atas komisi sebesar 20% dari hasil penjualan.
 Semua biaya ditanggung oleh PT. HOTAHE.
 Toko KUCHI-KUCHI harus membuat pertanggungjawaban secara bulanan.
Transaksi yang terjadi antara PT. HOTAHE dan toko KUCHI-KUCHI terkait dengan
perjanjian tersebut adalah sebagai berikut:
• PT. HOTAHE mengirim 300 unit barang yang dalam keadaan CKD ke took KUCHI-
KUCHI. Harga pokok barang tersebut @ Rp. 40.000, sedangkan harga jual ditentukan
Rp. 50.000.
PT. HOTAHE membayar biaya angkut sebesar Rp. 75.000.
TUGAS - 1
 Toko KUCHI-KUCHI menerima kiriman barang dari PT. PIA dan membayar biaya
perakitan sebesar Rp. 150.000.
 Toko KUCHI berhasil menjual seluruh barang dagangan secara tunai.
 Toko KUCHI-KUCHI mengirimkan laporan atas hasil penjualan ke PT. HOTAHE.
 Toko KUCHI-KUCHI mengirimkan kas yang menjadi hak PT. HOTAHE, yaitu:
 Penjualan : 300 x Rp. 50.000 = Rp. 15.000.000
 Komisi 20% x 15.000.000 = (Rp. 3000.000)
 Biaya perakitan 150.000 = (Rp. 150.000)
 Kas yang dikirim = Rp. 11.850.000
 Diminta :
 Buatlah semua jurnal transaksi baik di pengamanat maupun komisioner dengan
metode akuntansi terpisah.
 Buatlah semua jurnal transaksi baik di pengamanat maupun komisioner dengan
metode akuntansi tidak terpisah.
YOU ARE NEVER TOO OLD
TO SET ANOTHER GOAL OR
TO DREAM A NEW DREAM
- C. S. LEWIS -
THANK YOU
FAJAR RINA SEJATI, SE., M.Sc.
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1
AKUNTANSI FE UNIYAP