Anda di halaman 1dari 36

MINI PROJECT

UPAYA MENINGKATKAN ASI


ESKLUSIF PADA BAYI 0 – 6
BULAN DI DESA OLUHUTA
LINGKUNGAN WILAYAH KERJA
PUSKESMAS KABILA
d r. PUJ I H A ST U T I

D o kte r Pen d a m p i n g :
dr. Hj . N u rh a y a t i Ay u ba

P U S KES MA S KA BI L A – B O N E BO L A N GO
TA H U N 2 01 8
LATAR BELAKANG
• ASI  Makanan pertama dan utama bagi bayi
• Pola pemberian :
• Pemberian ASI segera atau 30 menit - satu jam setelah
melahirkan,
• ASI eksklusif hingga bayi usia enam bulan, dan
• MPASI + ASI sampai usia 2 tahun
• Kegunaan pemberian ASI :
• Nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan bayi hingga usia 6 bulan
• Pembentuk imunitas bayi
• Bagi ibu, sebagai penunda kesuburan dan memperkuat
hubungan batin antara ibu dan bayi
Rumusan Masalah

• Mengidentifikasi indikator yang mempengaruhi


rendahnya ASI ekslusif pada bayi usia 0 – 6 bulan di
desa Oluhuta wilayah kerja Puskesmas Kabila pada
tahun 2018.
Tujuan Penelitian
• Tujuan Umum
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi indikator yang mempengaruhi
rendahnya ASI ekslusif pada bayi usia 0 – 6 bulan pada tahun 2018 di desa Oluhuta
wilayah kerja Puskesmas Kabila.

• Tujuan Khusus
• Mengidentifikasi Pencapaian ASI Eksklusif di di desa Oluhuta wilayah kerja
Puskesmas Kabila pada tahun 2018.
• Mengidentifikasi jumlah ibu pada indikator umur dengan ASI eksklusif dan tidak
ASI eksklusif di desa Oluhuta wilayah kerja Puskesmas Kabila pada tahun 2018.
Mengidentifikasi jumlah ibu pada indikator status pendidikan dengan ASI eksklusif
dan tidak ASI eksklusif di desa Oluhuta wilayah kerja Puskesmas Kabila pada tahun
2018.
• Mengidentifikasi jumlah ibu pada indikator status pekerjaan dengan ASI eksklusif
dan tidak ASI eksklusif di desa Oluhuta wilayah kerja Puskesmas Kabila pada tahun
2018.
Manfaat Penelitian
• Bagi Peneliti
• Menambah wawasan dan pengetahuan ASI Esklusif pada bayi usia 0
– 6 bulan.
• Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan
informasi dan pengetahuan bagi peneliti selanjutnya.

• Bagi Puskesmas
• Menjadi salah satu masukan sebagai bahan informasi petugas
kesehatan Puskesmas.
• Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk penelitian selanjutnya
di Puskesmas.

• Bagi Masyarakat
• Memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat tentang
pengaruh ASI Esklusif pada bayi usia 0 – 6 bulan.
AIR SUSU IBU (ASI)
Suatu emulsi dalam larutan protein,
laktosa dan garam-garam anorganik
yang disekresi oleh kelenjar mamae
ibu, yang berguna sebagai makanan
bagi bayi yang mengandung nutrisi-
nutrisi dasar dan elemen dengan jumlah
yang sesuai, untuk pertumbuhan bayi
yang sehat. 
Stadium kolostrum

• 4 hari pertama setelah melahirkan


• 150 – 400 ml/hr
• Mengandung IgA

Stadium transisi / peralihan

• Hari ke-5 s/d 10


• Kandungan protein berkurang, lemak dan hidrat arang
makin banyak

ASI matang / matur

• Hari ke-10 dan seterusnya


• 300-850 ml/hr
Properti ASI Susu Sapi Susu Formula
Kontaminasi Tdk ada Mungkin ada Ada bila dicampurkan
bakteri
Anti Infeksi Ada Tidak ada Tidak ada
Faktor Ada Tidak ada Tidak ada
pertumbuhan
Jumlah sesuai dan Terlalu banyak dan Sebagian diperbaiki
mudah dicerna sukar dicerna
Kasein: whey 40:60 Kasein: whey 80:20 Disesuaikan dengan
Protein ASI
Whey : alfa Whey:
betalactoglobulin
- Cukup asam lemak - Kurang ALE -Kurang ALE
esensial (ALE), DHA / - Tidak ada lipase -Tidak ada DHA dan
Lemak AA AA
- Mengandung lipase - Tdk ada lipase
Jumlah kecil tapi Banyak tidak dapat Ditambahkan ekstra
Zat besi mudah dicerna diserap dengan baik tidak diserap dengan
baik
Vitamin Cukup Tidak cukup vit A,C Vitamin ditambahkan
Cukup Perlu tambahan Mungkin perlu
Air tambahan
Karbohidrat

Vitamin Protein

Zat Gizi

Mineral Lemak
Zat Gizi Satuan Kolostrum ASI
Energi kkal 58,0 70
Laktosa gr 5,3 7,3
Casein mg 140 187
Protein gr 2,3 0,9
Lemak gr 2,9 4,2
Kalsium mg 39 35
Zat besi mg 70 100
Fosfor mg 14 15
Vitamin A g 151 75
Vitamin B1 g 1,9 14
Vitamin B2 g 30 40
Vitamin B12 g 0,05 0,1
NO KOMPOSISI PERANAN
Mendukung proses perkembangan bakteri yang
menguntungkan dalam usus bayi untuk mencegah
1. Faktor bifidus pertumbuhan bakteri yang merugikan seperti E. Coli
patogen
Laktoferin & Mengikat zat besi sehingga zat besi tidak digunakan
2. oleh bakteri patogen untuk pertumbuhannya.
Transferin
Bersama dengan peroksidase hidrogen dan ion
3. Laktoperoksidase tiosianat membantu membunuh Streptococcus
Menghambat pertumbuhan Staphilococcus patogen.
4. Faktor
Antistaphilococcus
Sel limfosit dan Mengeluarkan zat anti bodi untuk meningkatkan
5. makrofag imunitas terhadap penyakit.
6. Komplemen Memperkuat Fagosit
7. Imunoglobulin Memberikan kekebalan terhadap infeksi
Memiliki fungsi bakteriostatik terhadap enterobakteri
8. Lizosim dan bakteri gram negatif
9. Interferon Menghambat pertumbuhan virus
Faktor Membantu pertumbuhan selaput usus bayi sebagai
10. pertumbuhan perisai untuk menghindari zat-zat merugikan yang
epidermis masuk ke peredaran darah.
Manfaat ASI
• Sebagai makanan alamiah yang baik untuk bayi, mudah dicerna dan
memiliki komposisi, zat gizi yang ideal sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuan pencernaan bayi.
• ASI mengandung tinggi laktosa , akan difermentasi menjadi asam
laktat yang bermanfaat untuk :
• menghambat pertumbuhan bakteri yang bersifat patogen.
• Merangsang pertumbuhan organisme mikroorganisme yang dapat
menghasilkan asam organik dan mensintesa beberapa jenis vitamin.
• Memudahkan penyerapan berbagai jenis mineral seperti calsium, magnesium.
• Mengandung zat pelindung (antibodi) yang dapat melindungi bayi
selama 0-6 bulan pertama
• Tidak mengandung beta–lactoglobulin yang dapat menyebabkan
alergi pada bayi.
• ASI eksklusif sampai enam bulan menurunkan resiko sakit jantung
anak pada masa dewasa. 
Manfaat menyusui bagi ibu
• Mencegah perdarahan pasca persalinan dan mempercepat
kembalinya rahim ke bentuk semula.
• Mempercepat ibu kembali ke berat badan sebelum hamil.
• Menunda kesuburan. Pemberian ASI dapat digunakan
sebagai cara mencegah kehamilan. Namun, ada tiga syarat
yang harus dipenuhi, yaitu: bayi belum diberi makanan lain;
bayi belum berusia enam bulan; dan ibu belum haid.
• Menimbulkan perasaan dibutuhkan dan memperkuat
hubungan batin antara ibu dan bayi.
• Mengurangi kemungkinan kanker payudara pada masa yang
akan datang.
Faktor yang mempengaruhi
produksi ASI
• Makanan Ibu
• Ketentraman Jiwa dan Pikiran
• Penggunaa Alat Kontrasepsi yang mengandung
estrogen dan progesteron
• Kurang sering menyusui atau memerah payudara
• Apabila bayi tidak bisa menghisap ASI secara efektif,
antara lain akibat:
• Struktur mulut dan rahang yang kurang baik
• Teknik perlekatan yang salah
• Kelainan endokrin ibu (jarang terjadi)
• Jaringan payudara hipoplastik
Praktek Pemberian ASI Eksklusif
Langkah menyusui yang benar :
• Sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit dan dioleskan pada
puting susu dan areola (daerah hitam sekitar puting susu). Cara ini
bermanfaat untuk menjaga kelembapan putting susu
• Bayi diletakkan menghadap perut atau payudara ibu
• Ibu duduk atau berbaring santai. Bila duduk, sebaiknya menggunakan kursi
yang rendah agar kaki ibu tidak tergantung dan punggung ibu dapat bersandar
pada sandaran kursi
• Bayi dipegang dengan satu lengan, kepala bayi diletakkan pada lengkung siku
ibu dan bokong bayi terletak pada lengan. Kepala bayi tidak boleh tertengadah
dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan ibu
• Satu tangan bayi diletakkan di belakang badan ibu dan yang lainnya di depan
• Perut bayi menempel pada badan ibu, kepala bayi menghadap payudara
• Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
• Payudara dipegang dengan ibu jari di atas dan jari lain
menopang di bawah. Jangan menekan puting susu atau
aerola saja.
• Bayi diberi rangsangan membuka mulut dengan cara :
• Menyentuh pipi bayi dengan puting susu
• Menyentuh sisi mulut bayi
• Setelah bayi membuka mulut, dekatkan kepala bayi ke
payudara ibu dengan puting dan aerola dimasukkan ke
mulut bayi
• Usahakan sebagian besar aerola dapat masuk ke dalam mulut bayi
sehingga putting susu berada di bawah langit-langit mulut bayi, dan
lidah bayi akan menekan ASI keluar dari tempat penampungan ASI
yang terletak di bawah aerola
• Setelah bayi mulai menghisap, payudara tidak perlu dipegang atau
disangga lagi
Metode Penelitian
• Jenis Penelitian
• Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif.

• Tempat dan Waktu Penelitian


• Penelitian ini dilaksanakan di seluruh desa Oluhuta dengan survey dari
rumah ke rumah pada bulan Agustus - Oktober 2018 bersamaan dengan
kegiatan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).

• Populasi dan Sampel


• Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki anak berusia 7-23
bulan di desa Oluhuta wilayah lingkungan kerja Puskesmas Kabila.

• Alat Penelitian
• Wawancara dengan seluruh ibu yang memiliki anak usia 7-23 bulan pada
saat kunjungan rumah di desa Oluhuta.
• Metode Pengumpulan Data
• Data Sekunder
• Data tersier diperoleh dari Puskesmas Kabila yaitu data
yang telah terkumpul dari program PIS-PK mengenai
demografi penduduk desa Oluhuta, pendidikan terakhir
ibu, pekerjaan ibu, usia ibu dan jumlah anak berusia 7-23
bulan yang mendapatkan ASI ekslusif
Prosedur Penelitian
Mendata jumlah ibu yang memiliki anak berusia 7-23 bulan di desa Oluhuta
wilayah Puskesmas Kabila pada bulan Agustus – Oktober 2018

Didapatkan total jumlah ibu yang memiliki anak berusia 7-23 bulan di wilayah
Puskesmas kelurahan Kabila kemudian dijadikan sebagai populasi penelitian

Mengumpulkan data dari ibu yang memiliki anak usia 7-23 bulan pada saat
kunjungan rumah PIS-PK

Analisis data
Profil Komunitas Umum (Puskesmas Kabila)
Luas wilayah Jumlah Jumlah
Nama Desa
km-2 penduduk KK
Dutohe 17,55 1180 333
Dutohe Barat 14,08 1788 543
Talango 10,12 1425 397
Tanggilingo 17,39 1935 535
Toto Selatan 18,34 1844 473
Tumbihe 10,56 2511 709
Oluhuta 26,58 1916 559
Oluhuta Utara 5,05 1072 317
Padengo 15,81 2747 851
Pauwo 15,81 3405 936
Poowo 21,08 1727 469
Poowo Barat 21,08 1581 435
Jumlah Penduduk wilayah kerja Puskesmas Kabila

1581 1180
1788 Dutohe
1727
Dutohe
Barat
1425
Talango
Tanggilingo
3405 Toto Selatan
1935
Tumbihe
Oluhuta
Oluhuta
1844 Utara
2747 Padengo
Pauwo
2511 Poowo
1072
1916 Poowo Barat
Data Kesehatan Masyarakat
(Primer)
Pencapaian ASI Eksklusif di desa Oluhuta
Perbandingan ASI ekslusif pada bayi usia 0 - 6 bulan di
desa Oluhuta
20
15
10
5
0
Asi Eksklusif Tidak Asi Ekslusif
Jumlah seluruh anak berusia 7-23 bulan di desa Oluhuta adalah 17 jiwa
Jumlah anak berusia 7-23 bulan yang mendapat asi ekslusif adalah 7 jiwa
(41,2%)
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Usia Ibu

Kelompok Usia Frekuensi Persentase (%)


20-35 tahun 13 76,47
> 35 tahun 4 23,53
Jumlah 17 100
7

4
20-35 tahun
3 > 35 tahun

0
ASI Eksklusif Tidak ASI Eksklusif
Distribusi Frekuensi Berdasarkan
Pendidikan Terakhir Ibu
Pendidikan Frekuensi Persentase (%)
Terakhir
SD 4 23,53
SMP 2 11,76
SMA 9 52,94
Perguruan 2 11,76
Tinggi
Jumlah 17 100
10
9
8
7
Perguruan tinggi
6 SMA
5 SMP
4 SD
3
2
1
0
ASI eksklusif tidak ASI eksklusif
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Status
Pekerjaan Ibu

Status Pekerjaan Frekuensi Persentase (%)

Tidak bekerja 12 70,59

Bekerja 5 29,41

Jumlah 17 100
12

10

6 Tidak bekerja
Bekerja

0
ASI eksklusif tidak ASI eksklusif
KESIMPULAN
Berdasarkan uraian hasil dan pembahasan dapat disimpulkan
bahwa:
• Jumlah ibu yang masuk dalam kelompok ASI eksklusif di desa
Oluhuta adalah 7 orang (41.2%) sedangkan yang tidak ASI
eksklusif adalah 10 orang (58.8%)
• Berdasarkan usia, kelompok ibu yang berusia 20-35 tahun memiliki
frekuensi sebanyak 13 orang (76,47%) dan usia lebih dari 35 tahun
sebanyak 4 orang (23,53%). Pada ibu yang berusia 20-35 tahun,
yang masuk dalam kelompok ASI eksklusif berjumlah 5 orang
(71,42%), sedangkan pada kelompok usia lebih dari 35 tahun
berjumlah 2 orang (28,57%). Pada ibu berusia 20-35 tahun yang
masuk dalam kelompok ASI eksklusif berjumlah 6 orang (60%),
sedangkan kelompok usia lebih dari 35 tahun sebanyak 4 orang
(40%).
• Berdasarkan status pendidikan, jenjang pendidikan terakhir SMA
sebanyak 9 orang (52,94%), pendidikan terakhir SD sebanyak 4
orang (23,53%), SMP 2 orang (11,76%), dan Perguruan Tinggi 2
orang (11,76%). Pada kelompok ASI eksklusif, status pendidikan
terakhir SMA terbanyak yaitu 5 orang (71.42%),
• Berdasarkan status pekerjaan, kelompok ibu yang tidak bekerja
berjumlah 12 orang (70,59%), sedangkan ibu yang bekerja
sebanyak 5 orang (29,41%). Pada kelompok yang tidak bekerja
didapatkan jumlah ibu dalam kelompok ASI eksklusif sebanyak 4
orang sedangkan yang tidak ASI eksklusif sebanyak 8 orang. Pada
kelompok yang bekerja didapatkan jumlah ibu dalam kelompok ASI
eksklusif sebanyak 3 orang sedangkan yang tidak ASI eksklusif
sebanyak 2 orang.
SARAN
• Pembentukan program mengenai ASI Eksklusif meliputi
dokter/bidan desa dengan kemampuan konseling dan dievaluasi
secara rutin tiap bulannya untuk memonitor kembali perkembangan
peningkatan cakupan indikator ASI Eksklusif pada PISPK.
• Pendataan tiap bulan ibu yang baru selesai melahirkan dan ibu
sudah mendekati waktu persalinan untuk dijadwalkan mengikuti
program kelas ASI Eksklusif.
• Pembentukan kader Manajemen laktasi di desa Oluhuta yang dibina
langsung oleh bidan desa Oluhuta.
• Penyuluhan secara rutin dan berkala di tiap posyandu di wilayah
kecamatan kabila mengenai ASI Eksklusif kepada bidan desa, kader
– kader desa, ibu hamil, ibu menyusui berserta suami.
• Dibukanya kelas Ibu hamil dan menyusui dimana diajarkan di
dalam nya manfaat pemberiaan ASI, kerugian yang didapatkan
jika tidak memberikan ASI, teknik pijat ASI, makanan yang dapat
menambah ASI, teknik menyusui yang baik dan benar, dan cara
penyimpanan ASI.
• Bekerja sama dengan bagian kebidanan di RS Toto dalam
pendataan Ibu yang baru melahirkan untuk di didaftarkan dalam
kelas ibu hamil dan tidak memberikan susu formula pada bayi
baru lahir.
• Pembagian leaflet atau brosur mengenai ASI Eksklusif dimana
terdapat jenis makanan yang dapat meningkatkan ASI, teknik
pijat ASI, dan seberapa banyak bayi menyusu sesuai usia nya.
• Pemberian buku saku ASI atau ibu menyusui pada bidan
desa/kader manajemen laktasi.
LAMPIRAN
TERIMA KASIH ^.^