Anda di halaman 1dari 18

1.

Ricky Surya Pratama (121190121)


2. Berliana Rida Redivia (121190124)
3. Yunita Ismawati (121190129)
4. Amanda Rayna (121190145)
Pancasila

Pancasila adalah dasar ideologi-ideologi negara Indonesia. Nama
ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: panca berarti lima dan sila berarti
prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan
berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sejarah Pancasila

Sidang 29 Mei 1945
BPUPKI melakukan sidang perumusan Pancasila pada 29 Mei
sampai 1 Juni 1945. Pada 29 Mei, Mohammad Yamin memperoleh
kesempatan pertama untuk berpidato menyampaikan lima sila yang
diusulkan menjadi asas dasar negara Indonesia, yaitu :
1. Peri Ketuhanan
2. Peri Kebangsaan
3. Peri Kemanusiaan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat

 Sidang 31 Mei 1945
Pada sidang BPUPKI yang diselenggarakan dua hari kemudian,
Supomo menyampaikan buah pikirannya mengenai asas dasar negara
Indonesia, yaitu :
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan Lahir dan Batin
4. Musyawarah
5. Keadilan Rakyat

Sidang 1 Juni 1945
Sehari kemudian, Sukarno mendapat giliran untuk
menyampaikan pidatonya tentang dasar negara, yaitu :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kebangsaan Indonesia
3. Internasionalisme atau Perikemanusiaan
4. Mufakat atau Demokrasi
5. Kesejahteraan Sosial
Sidang Panitia Sembilan 22 Juni 1945
Panitia Sembilan berhasil merumuskan naskah Rancangan

Pembukaan UUD yang dikenal dengan Piagam Jakarta (Jakarta
Charter). Dalam piagam tersebut tercantum rumusan Pancasila
sebagai berikut :
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi
pemeluk-pemeluknya
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksan dalam
permusaywaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
 Sidang 18 Agustus 1945
Dalam sidang tersebut, Muhammad Hatta mengusulkan adanya
perubahan pada sila pertama, yang semula berbunyi ”Ketuhanan dengan

kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”, diubah
menjadi ”Ketuhanan Yang Maha Esa”, sehingga Pancasila menjadi :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
 Instruksi Presiden No. 12 Tahun 1968
Pada perkembangannya, Pancasila mengalami beberapa keragaman
baik dalam rumusan, pembacaan atau pun pengucapan.

Untuk menghindari keragaman tersebut, Suharto pada 1968
mengeluarkan Instruksi Presiden tentang rumusan Pancasila yang benar,
sebagai berikut :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Implementasi Nilai-Nilai
Pancasila dalam Industri Teknik

Kimia
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Mengkomplementasikan ilmu pengetahuan, mencipta, perimbangan antara
rasional dan irasional, antara akal, rasa dan kehendak. Sila ini menempatkan
manusia di alam semesta bukan merupakan pusatnya melainkan sebagai
bagian yang sistematik dari alam yang diolahnya (T. Jacob, 1986), dapat
disimpulkan berdasarkan sila ini IPTEK selalu mempertimbangkan dari apa
yang ditemukan, dibuktikan, dan diciptakan, adakah kerugian bagi manusia.
2. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab
Menekankan bahwa IPTEK haruslah bersifat beradab dan bermoral,
sehingga terwujud hakikat tujuan IPTEK yaitu, demi kesejahteraan umat

manusia. Bukan untuk kesombongan dan keserakahan manusia melainkan
harus diabdikan demi peningkatan harkat dan martabat manusia.
Dengan begitu, tidak akan terjadi adanya eksploitasi sumber daya yang
berlebihan dan cenderung serakah oleh industri karena memang sudah diatur
di Undang-Undang yang berpatokan pada Pancasila.
Contohnya seperti Industri Semen di Jawa. Jika tidak ada suatu aturan yang
mengatur pengambilan batu kapur di daerah hutan jati, maka dengan
seenaknya dan sewajarnya mereka akan rela merusak hutan demi
mendapatkan apa yang ada di dalam tanah di atas hutan itu berada
3. Sila Persatuan Indonesia
Memberikan kesadaran kepada bangsa indonesia bahwa rasa nasionalime
bangsa indonesia akibat dari adanya kemajuan IPTEK, dengan IPTEK persatuan


dan kesatuan bangsa dapat terwujud . Oleh sebab itu IPTEK harus dikembangkan
untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan dikembangkan dalam
hubungan manusia indonesia dengan masyarakat internasional. Sehingga akan
timbul pemerataan ekonomi dan bangsa Indonesia menjadi lebih kompak dalam
menghadapi persaingan internasional. Bukan malah saling menjatuhkan antar
industri di dalam negeri sendiri.
4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan

Mendasari pengembangan Teknologi Industri Kimia secara demokratis. Disini
ilmuwan tidak hanya ditempatkan untuk memiliki kebebasan dalam
pengembangannya, namun juga harus ada saling menghormati dan
menghargai kebebasan orang lain dan bersikap terbuka untuk menerima
kritikan, atau dikaji ulang dan menerima perbandingan dengan penemuan
teori lainya. Hal tersebut mampu menstimulus sumber daya Indonesia menjadi
milik bersama, tidak dimonopoli segolongan saja, bahkan pihak asing.
5. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
IPTEK didasarkan pada keseimbangan keadilan dalam kehidupan
kemanusiaan, yaitu keseimbangan keadilan dalam hubunganya dengan dirinya


sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia
dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkunganya.
Karena Pancasila menjadi patokannya. Seharusnya secara teori semua orang
memiliki hak yang adil dan proporsional terhadap kekayaan alam Indonesia.
Untuk itulah diadakannya pajak yang jika dibilang, cukup besar bagi industri
kimia di Indonesia yakni sekitar 50% dari pendapatan perusahaan.
Kasus

Keberadaan industri-industri di Indonesia memiliki pengaruh
terhadap kondisi lingkungan di sekitar tempat berdirinya bangunan-
bangunan industri tersebut. Meskipun tidak seluruhnya, sejumlah besar
praktek industri di negara kita ini memberikan dampak negatif untuk
lingkungan.
Adanya eskalasi besar-besaran dalam bidang industri memang
memberikan keuntungan untuk banyak pihak. Dampak positif adanya
gedung-gedung tempat kegiatan industri berlangsung ini antara lain
meningkatnya jumlah lapangan kerja, membantu mengatasi permasalahan
terkait kemiskinan dan pengangguran, menambah pendapatan negara,
dan sebagainya.

Dampak negatifnya terhadap lingkungan pun tak kalah banyak.
Terganggungnya kebersihan dan munculnya berbagai pencemaran
lingkungan menjadi akibat utama tumbuhnya industri yang tak pelak
merugikan masyarakat yang tinggal di daerah sekitarnya.
Sampah, baik padat maupun cair, yang terbuang ke dalam sumber
air dapat menimbulkan, misalnya, bau, perubahan suhu, atau
pendangkalan sungai. Di samping itu, air tidak lagi sehat untuk
digunakan. Ketika penduduk sekitar memaksa menggunakan air yang
tercampur limbah tersebut, kemungkinan mereka akan mengalami
gangguan pada kesehatannya.
Pencemaran udara

Beberapa jenis industri melibatkan proses produksi yang
menghasilkan asap. Tidak tanggung-tanggung, asap ini membumbung
hampir setiap saat apabila pabrik beroperasi sepanjang hari, 24 jam tanpa
henti. Asap ini tentu mengandung zat-zat yang sebagian besar berbahaya
ketika dihirup.
Adanya pencemaran udara ini, apapun penyebab khususnya,
semakin mempersulit masyarakat sekitar untuk mendapatkan udara
bersih untuk bernafas. Berbagai penyakit pernafasan seperti TBC,
pneumonia, dan penyakit berbahaya lainnya pun mengancam.
Upaya pencegahan dalam dampak
pembangunan Industri Kimia
Pemilihan lokasi  Upaya memperkecil
pembangunan jumlah limbah

usaha mencegah terjadinya Penjagaan kebersihan lokasi


pencemaran lingkungan industri dan lingkungan
sekitar sekitarnya

Menghijaukan
lingkungan di sekitar
lokasi pabrik
Terima Kasih