Anda di halaman 1dari 12

ASUHAN KEPERAWATAN

AUTISM
DEFINISI

• Anak dengan gangguan spektrum autis adalah


anak yang mengalami gangguan
perkembangan yang dimanifestasikan dalam
hambatan komunikasi verbal dan non verbal,
masalah pada interaksi sosial, gerakan yang
berulang dan stereotip, sangat terganggu
dengan perubahan dari suatu rutinitas,
memberikan respon yang tidak sesuai terhadap
rangsangan sensoris.
PENYEBAB

1) Faktor biologis, seperti DNA, multi genetik.


2) Faktor otak, adanya abnormalitas di otak kecil
yang mengendalikan koordinasi motorik, kognisi dan
keseimbangan. Bersamaan dengan itu juga ada
ditemukan abnormalitas di lobus frontal (yang
mengendalikan fungsi sosial dan kognitif) dan lobus
temporal (untuk memahami ekspresi muka, tanda-
tanda sosial dan memori).
3) Faktor lingkungan, seperti penelantaran dari
keluarga ternyata dapat memperburuk kondisi dari
anak dengan gangguan spektrum autis.
CIRI-CIRI ANAK AUTIS

1. Gangguan dalam bidang komunikasi verbal maupun non


verbal :
- Terlambat bicara atau tidak dapat berkomunikasi
- Mengeluarkan kata-kata yang tidak dapat dimengerti
orang lain (bahasa Planet)
- Tidak mengerti dan tidak mengeluarkan kata-kata dalam
konteks yang sesuai (Gangguan bahasa ekspresif dan reseptif)
- Bicara tidak digunakan untuk komunikasi
- Meniru atau membeo (ekolalia). Beberapa anak sangat
pandai menirukan nyanyian, nada maupun kata-katanya,
tanpa mengerti artinya
- Kadang bicaranya monoton (seperti robot)
- Mimik datar.
2. Gangguan dalam bidang interaksi sosial
- menolak atau menghindar untuk bertatap mata
- tidak menoleh bila dipanggil. Karena hal ini, sering
diduga bahwa anak mengalami ketulian
- merasa tidak senang dan menolak bila dipeluk
- tidak ada usaha untuk melakukan interaksi dengan
orang lain
- bila ingin sesuatu, ia menarik tangan orang yang
terdekat dan mengharapkan tangan tersebut melakukan
sesuatu untuknya
- bila didekati untuk bermain justru menjauh
- tidak berbagi kesenangan untuk orang lain.
3. gangguan dalam bidang perilaku dan bermain :
- umumnya ia seperti tidak mengerti cara
bermain.
- bermain sangat monoton, stereotipik
- ada keterpakuan pada mainan atau benda-
benda tertentu (seperti roda/sesuatu yang
berputar)
CARA MEMBANTU ANAK DENGAN
GANGGUAN SPEKTRUM AUTIS
Anak dengan gangguan spektrum autis dapat dibantu dengan
cara :
a. Menciptakan lingkungan yang mendorong semangat
belajar. Sediakan berbagai macam kesempatan sehingga
mereka lebih senang belajar, misalnya dengan menyediakan
benda-benda seperti puzzle sampai melukis di komputer. Hal
ini penting untuk merangsang keingintahuan mereka.
b. Menyediakan kehidupan dan lingkungan yang kondusif. Hal
ini merupakan dasar yang kuat untuk membantu mempelajari
kehidupan di sekolah maupun di rumah. Termasuk kesempatan
anak mendapat tidur yang cukup dan makan teratur dengan
gizi cukup. Batasi televisi dan video game agar waktu mereka
tidak tersita oleh hal-hal yang tidak bermanfaat.
c. Memberi contoh mengenai kegiatan yang akan dilakukan.
Tunjukkan kepada anak-anak bagaimana menggunakan
alat-alat yang berhubungan dengan pengorganisasian
seperti tabel tugas, kalender, buku catatan, binder dan tas
punggung.
d. Ajari mereka kemampuan belajar efektif. Dorong mereka
agar memiliki waktu rutin untuk belajar dengan
menyediakan tempat belajar yang bebas dari gangguan.
e. Dorong anak selalu berpartisipasi dalam kelas yang
akan meningkatkan keinginan mereka dalam belajar.
f. Tunjukkan ketertarikan mendengarkan cerita mereka
dengan bertanya apa yang telah mereka lakukan.
Perbincangkan mengenai berbagai hal yang
berhubungan dengan kesukaan anak. Jika terjadi
masalah, coba cari pemecahannya bersama anak.
PENATALAKSANAAN MEDIS

• Kimia otak yang kadarnya abnormal pada penyandang autis


adalah serotonin 5-hydroxytryptamine (5-HT), yaitu
neurotransmiter atau penghantar sinyal di sel-sel saraf. Sekitar
30-50 persen penyandang autis mempunyai kadar serotonin
tinggi dalam darah.

• Kadar norepinefrin, dopamin, dan serotonin 5-HT pada anak


normal dalam keadaan stabil dan saling berhubungan. Akan
tetapi, tidak demikian pada penyandang autis.

• Terapi psikofarmakologi tidak mengubah riwayat keadaan atau


perjalanan gangguan autistik, tetapi efektif mengurangi perilaku
autistik seperti hiperaktivitas, penarikan diri, stereotipik,
menyakiti diri sendiri, agresivitas dan gangguan tidur.
PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN

• Mengurangi masalah perilaku.


Terapi perilaku dengan memanfaatkan keadaan yang terjadi
dapat meningkatkan kemahiran berbicara. menagement
perilaku dapat mengubah perilaku destruktif dan agresif.

• Meningkatkan kemampuan belajar dan perkembangan


terutama bahasa.
Latihan dan pendidikan dengan menggunakan pendidikan
(operant conditioning yaitu dukungan positif (hadiah) dan
dukungan negatif (hukuman).

• Anak bisa mandiri dan bersosialisasi.


Mengembangkan ketrampilan sosial dan ketrampilan praktis.
PENGKAJIAN
Pengkajian data focus:

• Tidak suka dipegang

• Rutinitas yang berulang

• Tangan digerak-gerakkan dan kepala diangguk-anggukan

• Terpaku pada benda mati

• Sulit berbahasa dan berbicara

• 50% diantaranya mengalami retardasi mental

• Ketidakmampuan untuk memisahkan kebutuhan fisiologis dan emosi diri sendiri dengan orang lain

• Tingkat ansietas yang bertambah akibat dari kontak dengan dengan orang lain

• Ketidakmampuan untuk membedakan batas-batas tubuh diri sendiri dengan orang lain

• Mengulangi kata-kata yang dia dengar dari yang diucapkan orang lain atau gerakkan-gerakkan mimik
orang lain

• Penolakan atau ketidakmampuan berbicara yang ditandai dengan ketidakmatangan stuktur gramatis,
ekolali, pembalikan pengucapan, ketidakmampun untuk menamai benda-benda, ketidakmampuan untuk
menggunakan batasan-batasan abstrak, tidak adanya ekspresi nonverbal seperti kontak mata, sifat
responsif pada wajah, gerak isyarat.
DIAGNOSA KEPERAWATAN

• Risiko cedera
• Kesiapan peningkatan koping keluarga
• Gangguan interaksi sosial
• Gangguan komunikasi verbal