Anda di halaman 1dari 23

KETENTUAN UMUM

DAN TATA CARA


PERPAJAKAN
DOSEN : HUSIN S.E ., M. AK
KELOMPOK 1

• ARDIANSYAH PRATAMA 1816220074


• HABIBAH 1816220041
• HERMAN LIUS HAREFA 18162200
• INDRYA PUSPITA 1816220007
• IRFAN RIVAI 1816220083
• IRPAN1816220030
• ISNA RAMADHANI P 1816220113
• LUJAENAL ANHAR 1816220074
• NANDA TIYA SAFITRI 1816220072
• SRI WAHYUNI 1816220005
• RIZKA AYU LESTARI 1816220014
• YENI LESTARI 18162200
4 INTI MATERI KUP

1. Aturan Dasar Perpajakan / Definisi Pajak


2. Kapan buat NPWP
3. Kapan harus jadi PKP
4. Sanksi – sanksi Perpajakan
ATURAN DASAR PERPAJAKAN

DEFINISI PAJAK
Pajak adalah suatu kontribusi wajib terhadap
negara yang terutang oleh Orang Pribadi
ataupun Badan Usaha yang bersifa memaksa
berdasarkan Undang-undang dengan tidak
mendapatkan imbalan secara langsung. Dan
digunakan untuk keperluan negara bagi
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
WAJIB PAJAK

• Orang Pribadi
• Badan
• Pemungut dan atau pemotong pajak
tertentu
* Yang memenuhi syarat subyektif dan obyektif yang
diatur dalam UU PPh
NPWP

Pengertian NPWP
NPWP adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak (WP)
sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang
dipergunakan sebagai tanda pengenal diri / identitas WP dalam
melaksanakan Hak dan Kewajiban perpajakannya (pasal 1
angka 6 UU KUP).
• Kewajiban memiliki NPWP oleh Wajib Pajak sejak memenuhi
persyaratan subyektif dan obyektif
• Yaitu yang menerima atau memperoleh penghasilan atau
diwajibkan untuk melakukan pemotongan/pemungutan
sesuai dengan ketentuan PPh
• Untuk Orang Pribadi yang mempunyai penghasilan sebagai
karyawan penghasilannya diatas PTKP.
• “Wanita kawin yang tidak pisah harta dan hidup terpisah”
dapat memiliki NPWP
• Setiap Wajib Pajak diberikan satu NPWP
PELAPORAN KEGIATAN USAHA UNTUK
MENDAPATKAN NPPKP

• Setiap Wajib Pajak sebagai Pengusaha yang


dikenai pajak berdasarkan UU PPN 1984 dan
perubahannya, wajib melaporkan usahanya
pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang
wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau
tempat kedudukan Pengusaha, dan tempat
kegiatan usaha dilakukan untuk dikukuhkan
menjadi Pengusaha Kena Pajak.(Pasal 2
angka 2 UU KUP)
SANKSI PERPAJAKAN UNTUK PENDAFTARAN
DAN PELAPORAN KEGITAN USAHA

• Setiap orang yang dengan sengaja :


• a. tidak mendaftarkan diri untuk diberikan Nomor Pokok
Wajib Pajak atau tidak melaporkan usahanya untuk
dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak;
• b. menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak
Nomor Pokok Wajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha
Kena Pajak; sehingga dapat menimbulkan kerugian
pada pendapatan negara, dipidana dengan pidana
penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama
6 (enam) tahun dan denda paling sedikit 2 (dua) kali
jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar
dan paling banyak 4 (empat) kali jumlah pajak terutang
yang tidak atau kurang dibayar.(Pasal 39 angka 1 UU
KUP)
FUNGSI NPWP DAN NPPKP

• suatu sarana dalam administrasi


perpajakan yang dipergunakan sebagai
tanda pengenal diri atau identitas Wajib
Pajak
• melaksanakan hak dan kewajiban di
bidang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak
Penjualan Atas Barang Mewah
• menjaga ketertiban dalam pembayaran
pajak dan dalam pengawasan administrasi
perpajakan
TEMPAT PENDAFTARAN DAN PELAPORAN
KEGIATAN USAHA
TATACARA PENDAFTARAN : PERDIRJEN 20/PJ/2013 TANGGAL 30 MEI 2013

• Wajib Pajak Orang Pribadi di Kantor


Pelayanan Pajak yang meliputi tempat
tinggal dan tempat kegiatan usaha (juga
untuk WP OP Pengusaha tertentu)
• Wajib Pajak badan dan pemungut/
pemotong di Kantor Pelayanan Pajak yang
meliputi tempat kedudukan
• Apabila mempunyai tempat kegiatan usaha
lebih dari satu, maka didaftarkan dan/atau
dikukuhkan dimasing-masing tempat
tersebut
PEMBERIAN NPWP DAN
PENGUKUHAN PKP SECARA
JABATAN
• apabila Wajib Pajak atau Pengusaha Kena Pajak
tidak melaksanakan kewajibannya mendaftarkan
diri dan melaporkan kegiatan usahanya
• dimulai sejak saat Wajib Pajak memenuhi
persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan
perpajakan, paling lama 5 (lima) tahun sebelum
diterbitkannya Nomor Pokok Wajib Pajak dan/atau
dikukuhkannya sebagai Pengusaha Kena Pajak.
• Apabila penghasilan neto Wajib Pajak mencapai
4,8 Milyar pertahun
JANGKA WAKTU PENDAFTARAN DAN
PELAPORAN KEGIATAN USAHA
NPWP NPPKP
Orang Pribadi Paling lambat satu •Sebelum
bulan setelah saat penyerahan
usahawan dan usaha mulai BKP/JKP;
badan dijalankan •Paling lambat akhir
bulan beriikut
Orang Pribadi Paling lambat pada
setelah s/d suatu
akhir bulan
non usahawan berikutnya apabila
masa dalam tahun
buku nilai
sampai dengan
peredaran usaha
suatu bulan dalam
melebihi batasan
satu tahun buku
PENGUSAHA KECIL
memperoleh
penghasilan yang
melebihi PTKP

12
SANKSI ADMINISTRASI
BERUPA DENDA
PASAL 7 AYAT (1)

apabila spt tidak disampaikan dalam jangka waktu


atau batas waktu perpanjangan, dikenakan
sanksi administrasi
berupa denda
1. SPT MASA PPN Rp. 500.000,00

2. SPT MASA LAINNYA Rp. 100.000,00

3. SPT TAHUNAN PPh Rp. 1.000.000,00


WP BADAN
4. SPT TAHUNAN PPh Rp. 100.000,00
WP ORANG PRIBADI
PEMBETULAN SPT TAHUNAN
PASAL 8 AYAT (2)

Dalam hal wajib pajak membetulkan sendiri


spt tahunan yang mengakibatkan utang pajak
menjadi lebih besar,
dikenai sanksi administrasi berupa bunga
sebesar 2% (dua persen) per bulan atas
jumlah pajak yang kurang dibayar,

dihitung sejak penyampaian spt berakhir


sampai dengan tanggal pembayaran,
bagian dari bulan dihitung penuh
1 (satu) bulan.
PEMBETULAN SPT MASA
PASAL 8 AYAT (2A)

Apabila wajib pajak membetulkan


sendiri spt masa yang mengakibatkan
utang pajak menjadi lebih besar,
dikenai sanksi administrasi berupa
bunga sebesar 2% (dua persen) per
bulan atas jumlah pajak yang kurang
dibayar,
Penghitungan sanksi
sejak jatuh tempo pembayaran sampai
dengan tanggal pembayaran, bagian
dari bulan dihitung penuh1 (satu)
bulan.
KEKURANGAN PEMBAYARAN PAJAK
DALAM SPT TAHUNAN PPH
PASAL 9 AYAT (2)

kekurangan pembayaran pajak


yang terutang dalam spt
tahunan pph harus dibayar
lunas sebelum spt tahunan
pph disampaikan.
* Dapat diangsur atau ditunda sampai dengan 12 bulan
SANKSI APABILA TIDAK/TERLAMBAT
MELAKUKAN PEMBAYARAN
• Untuk SPT Masa
sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua
persen) per bulan yang dihitung dari tanggal jatuh
tempo pembayaran sampai dengan tanggal
pembayaran, dan bagian dari bulan dihitung penuh 1
(satu) bulan. Yang termasuk dalam SPT Masa antara
lain : PPh ps 21, PPh ps 23, PPh ps 4 ayat 2 ( final), PPh
ps 25 / PPh ps 4 ayat 2 (0,5%), PPN
• Untuk SPT Tahunan
sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua
persen) per bulan yang dihitung mulai dari berakhirnya
batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan
sampai dengan tanggal pembayaran, dan bagian dari
bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan.
SKPKB DAPAT DITERBITKAN
SETELAH 5 (LIMA) TAHUN
PASAL 13 AYAT (5)
walau jangka waktu 5 (lima) tahun
telah lewat skpkb tetap dapat
diterbitkan ditambah sanksi
administrasi berupa bunga sebesar
48% dari jumlah pajak yang tidak atau
kurang dibayar, apabila : wajib pajak
setelah jangka waktu tersebut dipidana
karena melakukan tidak pidana di
bidang perpajakan, atau tindak pidana
lainnya yang dapat menimbulkan
kerugian pada negara berdasarkan
putusan pengadilan yang telah
mempunyai kekuatan hukum tetap.
SANKSI DALAM
SURAT TAGIHAN PAJAK
PASAL 14 AYAT (3)

jumlah kekurangan pajak yang terutang


dalam surat tagihan pajak sbgmn dimaksud
pada huruf a dan huruf b, ditambah dengan
sanksi berupa bunga sebesar 2% per bulan
utk paling lama 24 bulan, dihitung sejak :
• saat terutangnya pajak, atau
• berakhirnya masa pajak,
• bagian thn pajak, atau tahun pajak

sampai diterbitkannya surat tagihan pajak


SANKSI DALAM
SURAT TAGIHAN PAJAK
PASAL 14 AYAT (5)

terhadap pengusaha kena pajak


sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf g
dikenai sanksi administrasi berupa
• bunga sebesar 2% per bulan
• dari jumlah pajak yang ditagih
kembali, dihitung dari penerbitan
skpkpp sampai dengan penerbitan stp
bagian dalam bulan
• dihitung penuh 1 (satu) bulan
SANKSI ATAS PENUNDAAN
PENYAMPAIAN SPT TAHUNAN
PASAL 19 AYAT (3)

Dalam hal wp diperbolehkan menunda


penyampaian spt tahunan
dan ternyata penghitungan sementara pajak
yang terutang kurang dari jumlah pajak yang
sebenarnya terutang, atas kekurangan
pembayaran pajak tersebut dikenai bunga
sebesar 2% per bulan,
dihitung dari saat berakhirna batas waktu
penyampaian spt tahunan sampai dengan
tanggal dibayarnya kekurangan pembayaran
tersebut.
Bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu)
bulan
3 MODEL SURAT TEGURAN PAJAK (STP)
1. Kurang Bayar – Tepat Waktu
2. Lunas – Tidak Tepat Waktu
3. Kurang Bayar – Tidak Tepat Waktu
Diketahui :
SPT PPh ps 21 Masa April 2019 terutang Rp.
100.000
STP terbit tanggal 29 Juli 2019
Jika :
1) PPh dibayar Rp. 80.000 tanggal setor 10
Mei 2019
2) PPh dibayar Rp. 100.000 tanggal setor 11
Mei 2019
3) PPh dibayar Rp. 80.000 tanggal setor 11
TERIMA KASIH