Anda di halaman 1dari 18

ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT

PENDIDIKAN

KELOMPOK 3
NAMA :
DESI RENTARIA SITOMPUL : (5153311009)
MARTIN SITINJAK : (5153311017)
SATRIA ARJUN SEBAYANG : (5153311036)
JHERIKO PRATAMA BARUS : (5153311019)
A.Filsafat Pendidikan Pragmatisme
Pragmatisme berasal dari kata “pragma”yang
berarti praktik atau aku berbuat .Hal ini
mengandung arti bahwa makna dari segala
sesuatu tergantung dari hubungannya dengan
apa yang dapat dilakukan.
Filsafat ini dipandang sebagai filsafat Amerika
asli, pada hal kenyataan yang sebenarnya
adalah berpangkal pada filsafat empirisme
Inggris,yang berpendapat bahwa sumber
pengetahuan manusia adalah apa yang
manusia alami.
Manusia dan lingkungannya berdampingan
,dan mempunyai tanggung jawab yang sama
terhadap realitas.Realitas adalah apa yang
dapat dialami dan diamati secara
indera.Manusia selalu berubah dan
berkembang dan berkembangberlangsung
terus menerus ,karena itu ,manusia hidup
dalam keadaan “menjadi”(becoming) secara
terus menerus (on goingness) .
Peserta didik merupan organisme yang aktif
,secara terus menerus merekomendasi,
menginterpretasi dan mereorganisasi kembali
pengalaman-pegalaman yang dialaminya.
Peserta didik harus saling berhubungan
dengan individu-individu lainnya,karena dalam
hubungan yang demikian mereka akan
bertumbuh dan berkembang.
Pendidikan menurut pandangan pragmatisme bukan
merupakan suatu proses pembentukan dari luar, dan
juga bukan merupakan suatu pemerkahan kekuatan-
kekuatan laten dengan sendirinya (unfolding),
melainkan merupakan suatu proses reorganisasi dan
rekontruksi dari pengalaman-pengalaman individu;
yang berarti bahwa setiap manusia selalu mengadakan
retrospeksi apa yang akn dilakukan supaya hidup yang
dihidupi menunjukkan harkat dan martabat sebagai
manusia mulia dan kehidupan itu sendiri yang dihidupi
bersama dengan orang yang lain dan lingkungannya
merupakan restorasi agar terjadi keseimbangan dalam
hidup sebagai makluk yang bernatabat,beraklak mulia
dan bermoral,sehingga manusia dalam hidup dan
kehidupannya selalu belajar dan belajar.
Menurut John Deway (Sadulloh.2003),
pendidikan perlu didasrkan pada tiga pokok
pemikiran ,yakni:

a. Pendidikan merupakan kebutuhan untuk


hidup
b.Pendidikan sebagai pertumbuhan
c. Pendidikan sebagai fungsi sosial
a.Pendidikan merupakan kebutuhan untuk
hidup
Hidup selalu berubah menuju pembaruan
hidup ,karena itu pendidikan adalah
merupakan kebutuhan untuk hidup.
Pendidikan berfungsi sebagai alat dan
pembaharuan hidup.Dalam hidupnya manusia
selalu berinteraksi ,individu satu dengan
individu yang lainnya, dan dengan
lingkunganya.
b.Pendidikan sebagai pertumbuhan
Menurut John Dewey (Sadulloh 2003),
pertumbuhan merupakan suatu perubahan
tindakan yang berlangsung terus menerus
untuk mencapai hasil selanjutnya.
Pertumbuhan juga merupakan proses
pematangan oleh karena peserta didik
memiliki potensi berupa kapsitas untuk
berkembang atau bertumbuh menjadi sesuatu
dengan adanya pengaruh lingkungan.
c. Pendidikan sebagai fungsi sosial
Menurut John Dewey (Sadulloh. 2003),
lingkungan merupakan syarat bagi
pertumbuahn, dan fungsi pendidikan
merupakan suatu proses pembimbing dan
mengembangkan.Melalui kegiatan pendidikan
masyarakat membimbing peserta didik yang
masih belum matang menurut susunan sosial
tertentu.
Sekolah sebagai suatu lingkungan pendidikan dan
sekaligus sebagai alat transmisi,memiliki tiga
fungsi,yakni;
1. Menyerdahanakan dan mengarahkan faktor-
faktor bawaan yang diharapkan untuk
berkembang
2. Membimbing dan mengarahkan kebiasaan
masyarakat yang ada sesuai dengan yang
diharapkan
3. Menciptakan suatu lingkungan yang lebih
luas,dan lebih baik yang diperuntukan bagi
peserta didik untuk mengembangkan
kemampuan mereka.
B.Filsafat Pendidikan Eksistensialisme
Filsafat ini memfokuskan pada pengalaman-
pengalaman individu.Eksistensi adalah cara
manusia ada di dunia (Sadulloh. 2003). Cara
berada manusia berbeda dengan cara
beradanya benda-benda materi.Cara
beradanya manusia adalah hidup bersama
dengan manusia lainnya,ada kerja sama dan
komunikasi dan dengan penuh kesadaran
,sedangkan benda-benda materi
keberadaanya berdasarkan ketidak sadaran
akan dirinya sendiri dan tidak dapat
berkomunikasi antara satu dengan yang
lainnya.
Inti masalah yang menjadi pemikiran eksistensialisme
adalah ,oleh Soren Kierkegaard (1813-1855)
(Sadulloh.2003),sekitar ;apa kehidupan manusia ? Apa
pemecahan yang konkrit terhadap persoalan
makna”eksis”(berada) dari manusia.Ada beberapa
pandangan panganut filsafat ini sehubungan dengan
eksistensi ,yakni;
a. Eksistensi adalah cara manusia berada.Hanya
manusialah yang bereksistensi,manusialah sebagai
pusat perhatian,sehingga bersifat humanistis.
b. Bereksitensi tidak statis tapi dimanis ,yakni berrti
menciptakan diri secara aktif,merencanakan,berbuat
dan menjadi.
c. Manusia dipandang selalu dalam proses menjadi
belum selesai dan terbuka dan realistis .Namun
demikian manusia terikat dengan dunia sekitarnya
terutama sesama manusia.
Pendidikan ,proses pembelajaran,harus
berlangsung, sesuai dengan minatdan
kebutuhan peserta didik,tidak ada pemaksaan
penguasaan pengetahuan ,sikap dan
terampilan,melainkan ditawarkan.Tuntunlah
peserta didik agar dapat menemukan dirinya
dan kesadaran akan dunianya. Guru
hendaknyamemberikan kebebasan kepada
peserta didik untuk memilih dan memberi
mereka pengalaman-pengalaman yang akan
membantu menemukan makna dari
kehidupan mereka.
C.Filsafat pendidikan progresivisme
Menurut penganut aliran ini bawa kehidupan
manusia benrkembang terus menerus dalam
suatu arah yang positif apa yang dipandang
benar sekarang belum tentu benar pada masa
yang akan datang .Oleh sebab itu,peserta
didik bukan dipersiapkan untuk menghidupi
kehidupan masa kini,melainkan merekaharus
dipersiapkan mengahadapi kehidupan masa
mendatang.Permasalahan hidup masa kini
tidak akan sama dengan permasalahan
dengan permasalahan hidup masa yanga kan
datang.
Guru atau pendidik harus berperan sebagai
pembimbing dan fasilitator agar peserta didik
terdorong dan terbantu untuk mempelajari
dan memiliki pengalam tentang hal-hal yang
penting bagi kehidupan mereka ,bukan
memberikan sejumlah kebenaran yang
disebut abadi.Yang penting adalah bahwa guru
atau pendidik harus memfasilitasi peserta
didik agar memiliki kesmpetan yang luas untuk
bekerjasama atau kooperatif didalam
kelompok, memecahkan masalah yang
dipandang penting oleh kelompok bukan oleh
guru ,dalam kelompoknya.
Progresivisme pengikut Dewey (Sadulloh.2003),
serta mendasarkan pada asumsi tersebut;
a. Minat –minat peserta didik sebagai dasar
pementuan muatan kurikulum ,bukan disiplin
ilmu atau akademik
b. Pengajaran afektif adalaha apabila
memperlakukan peserta didik sebagai
keseluruhan dan minat-minat serta kebutuahn-
kebutuhan akan dihubungkan dengan bidang
kognitif, afektif, dan psikomotor.
c. Pembelajaran harus aktif,guru menyediakan
kemungkinan agar peserta didik memiliki
pengalaman melalui belajar dengan
berbuat/melakukan
d.Pendidikan bertujuan untuk membina peserta
didik berpikir rasional sehingga menjadi
manusia yang cerdas yang berkontribusi pada
masyarakat
e.Peserta didik mempelajari nilai-nilai personal
dan sosial disekolah
f. Individu berada pada suatu keadaan yang
selalu berubah secara terus menerus ,dan
pendidikan merupakan wahana yang
memungkinkan masa depan yang lebih baik
dari masa sebelumnya.